Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label novela

Mata Api

Mata Api Putri Campa menahan napas, berusaha keras menyembunyikan rasa panas dalam hatinya. Sudah tak terhitung banyaknya nyinyiran dan cemooh yang dia dengar dari permaisuri, pendamping utama raja brawijaya V yang beberapa bulan ini menjadi suaminya juga. Kalau saja Putri Campai tidak ingat tujuan utamanya berasa di sini, tentlah dia akan menyerang perempuan yang dilanda cemburu itu. Yang Putri Campa tak habis pikir, kenapa dari semua selir sang prabu, hanya dirinya lah yang terus menerus digempur. Kena berbagai tuduhan dan terutama tatapan mata apinya yang membakar. Sembari menahan kalut dalam dadanya, Putri Campa mengemasi satu persatu barang miliknya. Sekarang dia tak lagi punya banyak pilihan. Sang prabu sudah memutuskan bahwa dia harus pergi dari istana Majapahit ini. Meskipun perutnya sudah makin membesar. Mungkin juga justru kehamilan inilah yang membuat permasisuri makin bernafsu menyingkirkannya. Walaupun kalau dipikir-pikir, kenapa harus Putri Campa yang p...

Bagaimana perasaanmu jika menjadi Putri Campa?

Bagaimana perasaanmu jika menjadi Putri Campa? Seorang selir Brawijaya V, Raja Majapahit terakhir, yang harus diungsikan ke Palembang karena sang permaisuri cemburu berat padanya. Maka dalam keadaan hamil, Putri Campa menyeberangi lautan menuju Bumi Sriwijaya. Beliau dipasrahkan kepada Aryo Damar, putra Brawijaya V dengan seorang perempuan Bali. Alhamdulillah aku berkesempatan menziarahi makamnya di Palembang, juga mengunjungi tempat-tempat di mana dulu Putri Campa tinggal dan melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Jin Bun alias Hasan (kelak kemudian dijuluki Raden Fatah) Karena itulah Palembang dan Demak memiliki keterikatan yang sangat erat. Saat berziarah ke kawasan makam Ki Gede Ing Suro Palembang, kutemukan stempel Jipan lambang simbol kerajaan Demak ada di salah satu dinding bata pembatas area yang di dalamnya terdapat sembilan makam pemuka dari Demak. Piring-piring keramik Cina yang menempel di dinding-dinding kayu salah satu rumah limas ...

So Close

SO CLOSE Mau baca bagian lain dari Novel Sprint Master by  dian nafi   juga? Baca Bagian 1 Baca Bagian 2 Baca Bagian 3 Baca Bagian 4 Baca Bagian 5 Baca Bagian 6 Utk kedua kalinya di hari ini #sprintmaster menghampiri tim kami. Kali ini dia duduk lbh dekat, hanya satu lengan jaraknya dgku. Meski aku sdh berusaha keras menyembunyikan rasa senangku, tp tetap saja degup itu muncul begitu saja. Tiap kali mukanya menoleh ke arahku... ..tak bisa lagi aku menghindar dr bola mata legamnya yg memancarkan entah apa. Desir menderu, namun aku bisa menahan diri. Syukurlah tak kusandarkan kepalaku di bahunya hanya krn merasa dia mirip kamu. Mungkin krn tertangkap olehku bbrp bercak putih di pipinya,yg tak kamu miliki Mungkin bekas terbakar atau sakit kulit. Dan lagi pipinya terlalu tirus shg tulang pipinya agak menonjol. Yang kuingat kamu lbh berisi, dan karenanya terlihat lbh segar. Berkali2 kami bersirobok pandang, dan bisa kulihat hangat wajahnya yg sesekali merunduk malu...

THAT HAND

THAT HAND Mau baca bagian lain dari Novel Sprint Master by  dian nafi   juga? Baca Bagian 1 Baca Bagian 2 Baca Bagian 3 Baca Bagian 4 Baca Bagian 5 "Waduh, gak bawa colokan yg ke proyektornya". Rizal nyelethuk teringat sesuatu, terhenti sejenak setelah tadi sibuk membenahi dan melanjutkan touch up pada aplikasinya. "Lah terus gimana?" "Gak apa. Ntar kita pakai screenshoot aja." Kelihatan sekali kalau Rizal model santuy. Satu kelebihan jika sdg berada dlm posisi panik. Tp kekurangan juga kalau dipandang dr seharusnya utk pitching mmg hrs sdh punya persiapan. Tp krn aku di situ cuma sbg pendatang, ya apalah aku, tdk bisa menetapkan standarku utk org yg bahkan kutebengi grupnya. "Siapa ntar yg maju pitchingnya. Aku bantu show up in appsnya." Rizal mengedarkan pandang. "Aku gak bisa. Belepotan klo ngomong," Fidi angkat tangan. "Kalau di depan umum gitu, grogi aku," Rois geleng2. Lina mengacungkan telunjuk ke ara...

Mana Sprint Masterku

Mana Sprint Masterku Tadinya kupikir cowok gempal yang ada di depan membuka sesi hacksprint pagi ini hanya memberi pengantar, lalu memanggil sprintmaster yg mirip kamu itu untuk maju ke depan memberi materi spt biasanya. Eh ternyata tidak. Dia terus bicara lebih tepatnya menggumam sih .menyampaikan materi hari ini. Duh, kirain hari ini sprint masterku yang bakal mengisi lagi. Kepalaku menengok ke kanan kiri, depan belakang. Memutari seluruh ruangan besar di lantai tujuh universitas ini dengan mata nanar. Setidaknya kalaupun dia tidak ada di depan menjadi.. pemateri, keberadaannya di ruangan ini saja sudahlah cukup untuk memberikan energi hidup buatku. Tapi dia tidak ada. Terdengar dengusan pendek dekat telingaku. Dengusanku sendiri. Kepalaku tertunduk layu. Apalagi dua rekan tim startup ku juga belum datang. Pdhl hari ini.. ..waktunya presentasi dan Pitching. Sementara draft aplikasi, prototype dan mock up nya dia yang buat dan bawa. Makin lemas deh. Ditambah pemateri di dep...

Amunisi Luar Dalam

Amunisi Luar Dalam Mau baca bagian lain dari Novel Sprint Master by dian nafi  juga? Baca Bagian 1 Baca Bagian 2 Baca Bagian 3 Di kelas cerpen barusan, aku salah tingkah krn kok padha lihatin aku sambil senyum2 kenapa. Kuperbaiki sikap dudukku. Dari arah selatan ada yg senyum2 lagi sambil lihatin. Kuluruskan rokku. Pas dari arah utara ada yg senyum2 sambil nylethuk kacamatanya lucu. Aku baru sadar mrk memperhatikan kacamata yg kupermainkan di tangan. Kecil karena bisa ditekuk2 sampai tinggal seukuran lensa. Seusai kelas cerpen, mrk tak beranjak dan terus mengajukan berbagai pertanyaan dan konsultasi. Now i know, ngobrol. adalah salah satu bagian menarik dan mungkin yg paling ditunggu sebagian peserta dlm sesi coaching. Krn mrk bisa talking about their spesific story n problem case Sampai salah satu peserta (anak smp) terpancing dan menyampaikan sbnrnya dia ingin menulis peristiwa trauma yg dialaminya, tp merasa gak akan kuat menuangkannya. Pelupuk matanya merebak,...

Dua yang Tiga (Novel Sprint Master)

Dua yang Tiga (Novel Sprint Master) Ini sebenarnya bagian ketiga dari Novel Sprint Master, tapi isinya kok banyak mengandung kata Dua. Gitu sih asal muasal judul postingannya :D Masih harus terus lanjut mencicil (#eaaaa istilahnya boook :D) draft novel Sprint Master ya. Meski ada juga menyelip materi dan insight-insight lain sedikit. Tetap kami akomodir, nanti saat revisi dan re-write tinggal ditata lagi dan disrempet-srempetin lah biar nyambung :p Mau baca bagian lain dari Novel Sprint Master juga? Baca Bagian 1 Baca Bagian 2 ** Mnrtmu, apa yg menggerakkanku ke tempat itu. Dua kali dlm kurun yg berbeda, utk hanya bisa melihat dari kejauhan org yg sama.. Yg bahkan dlm mimpi, dia dan istrinya menolak kehadiranku. dan dia bahkan dua kali mematahkan harapanku krn kayaknya cuma php saat dimintai sponsor dan bahkan mengacuhkanku saat aku minta surat referensi. cuma surat lho, tapi aku dicuekin juga. sedih nggak sih. (Tentang mimpi itu, mungkin aku harus menulisk...