colourful journal for beautiful life

Rabu, 29 April 2020

Startup Yang Hits di Masa Pandemic Corona



Ada sektor-sektor bisnis startup yang makin moncer di masa pandemic corona. Platform-platform kesehatan online seperti Halodoc tambah populer karena membantu publik yang butuh konsultasi dan diagnosis online.

Karena itulah kemarin aku submit ide startup semacam Halodoc tapi healers, jadi punya maksud menyediakan para healers yang membantu orang-orang dalam mengatasi kecemasan, anxiety, kegelisahan dan stress nya ketika mereka tidak bisa ke mana-mana, sampai dengan memberi panduan menuju healing dan penyembuhan psikis, mental dan jiwanya. 

Bukunya yang sudah ada di tangan dan bisa menjadi salah satu merchandisenya adalah buku bengkel jiwa terbitan hasfa publishing dan how to reset your life terbitan grasindo. Keren kan idenya. Seharusnya bisa langsung eksekusi nih. yuk kapan.


Bisnis e-commerce juga hits di di masa pandemi Covid-19 sebab masyarakat di rumah saja sehingga tidak bisa berbelanja  langsung.

Aplikasi dari Startup Collaboration Tools seperti Zoom dan GotoMeeting juga makin banyak penggunanya.

Platform TaniHub dan agricultural lainnya serta startup sektor education technology alias edutech seperti Ruangguru, Zenius pun makin banyak yang melirik.
Bahkan setelah pandemi covid-19 berakhir, sepertinya startup-startup ini tetap akan berjaya sebab kita ada di new normal life with online habit and relay life style. 

Startup Yang Hits di Masa Pandemic Corona

Startup Yang Hits di Masa Pandemic Corona Ada sektor-sektor bisnis startup yang makin moncer di masa pandemic corona. Platform-platform kese...

Selasa, 28 April 2020

Megengan, Dugderan, Baratan, Dandangan






Gambar














Indonesia dikenal keragaman budaya dan tradisi. Baik tradisi adat maupun tradisi religi seperti budaya jawa terutama umat islam sejak dulu mengenal istilah Megengan setiap sambut bulan suci Ramadan berbagi sekaligus saling memaafkan agar ibadah puasa lancar

Ada netizen yang berseloroh, tersebab pandemi corona, menjelang Ramadlan 2020 ini semua mendadak semua menjadi Muhammadiyah. Tidak ada kenduri megengan malam Ramadhan. Tidak perlu membawa ambengan ke langgar dan masjid. Tidak ada nasi berkat yang dibawa pulang.


Megengan
Megengan tradisi masyarakat jawa pada umumnya khususnya di jawa tengah, jawa timur, dan yogyakarta dalam menyambut bulan Ramadhan, megengan diambil dari bahasa Jawa yang artinya menahan. Ini merupakan suatu peringatan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan
Megeng berarti menahan diri. Mengenali jati diri. Terkendali di jalan Ilahi. Megengan wujud syukur menyambut bulan Ramadhan suci, dg silaturahim & memaafkan. Tersimbol dalam ritus kue ‘afwan. Lisan Jawa jd apem

tiap menjelang Ramadan ada tradisi ‘punggahan’ atau ‘megengan’. Tiap rumah bawa makanan ke masjid/musholla buat didoain bareng. 

Megengan ala covid-19. Didongani sendiri, diantar ke tetangga satu per satu. biasane cukup dibawa ke musala...

Kue apem merupkyn simbol permohonan ampun untuk segala dosa & kesalahan yg pernah diperbuat. Kue Apem biasa dihadirkan dlm ritual 'Megengan'. Megengan dilaksanakan dlm menyambut datangnya bulan suci Ramadhan & sbg bentuk syukur atas nikmat yg diberikan oleh Allah SWT.


Megengan berasal dari kata dalam bahasa Jawa ‘megeng’ yang artinya menahan. Dalam konteks ini, megengan memiliki filosofi menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, amarah dan hawa nafsu lainnya yang tidak diperbolehkan selagi menjalankan ibadah puasa.

Masih belum diketahui secara pasti, sejak kapan tradisi ini lahir dan mulai berkembang di masyarakat. Menurut Prof. Dr. Nursyam, M.Si, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya, ada dugaan kuat bahwa tradisi ini diciptakan oleh para Wali Sanga, khususnya Kanjeng Sunan Kalijaga.



Wali sanga memang dikenal ramah dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Mereka banyak menggunakan cara-cara simbolik yang dekat dengan budaya masyarakat saat itu. Tradisi megengan sendiri disinyalir merupakan akulturasi antara budaya yang kental dengan masyarakat Jawa dan ajaran Islam.

Alasan wali sanga menggunakan akulturasi budaya dalam proses dakwahnya adalah, karena di masa-masa awal penyebaran agama Islam di Nusantara, masyarakat masih sangat kental dengan beragam tradisi yang sudah mengakar kuat dalam kehidupan mereka.

Jika Islam diajarkan secara frontal, dikhawatirkan masyarakat akan menolak kehadirannya. Di situlah bukti kreativitas wali sanga. Mereka sangat piawai membungkus dakwahnya dengan berbagai hal yang dekat dengan masyarakat.

Begitu pula dengan megengan yang dibungkus melalui tradisi upacara atau slametan yang sudah umum berkembang di masyarakat kala itu. Bila ditilik lebih jauh simbol-simbol yang ada dalam tradisi tersebut, makna sebenarnya adalah, “Melakukan persiapan secara khusus dalam menghadapi bulan yang sangat disucikan di dalam Islam



, menurut Riyadi, dosen pendidikan sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa), tradisi megengan lahir pada masa Kerajaan Islam Demak berkuasa, sekitar tahun 1.500 Masehi. Saat itu, tradisi ini berupa slametan atau kenduri.

Tradisi kenduri sudah ada jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia. Namun, dalam megengan, kenduri dibarengi dengan kegiatan doa bersama yang ditujukan untuk keluarga dan nenek moyang yang sudah meninggal. Untuk waktu pelaksanaannya, biasa dilakukan pada minggu terakhir bulan Sya’ban, menjelang masuknya Ramadan.

Megengan biasanya digelar di masjid atau langgar setempat. Setiap warga yang tinggal di sekitar langgar membawa nasi beserta lauk pauknya (Jw: sego berkat) untuk di makan bersama. Dalam prosesinya, ada satu makanan khusus yang tidak boleh absen dari tradisi megengan, yaitu kue apem.

Kue yang terbuat dari tepung beras itu, menjadi menu wajib dalam upacara tersebut. Kue apem merupakan simbol peremohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala perbuatan dosa yang pernah dilakukan selama setahun lalu.

Berdasarkan terminologi yang berkembang di masyarakat, apem berasal dari kata dalam bahasa Arab ‘afwan’ yang berarti maaf atau ampunan. "Dulu Apem menjadi makanan elit keraton. Ini bisa dijumpai pada Kerajaan Pajang. Kue berbahan dasar tepung beras ini menjadi kue wajib dalam penyelenggaraan Megengan,


tata cara prosesi megengan, sebelum kue apem dan sego berkat dimakan bersama-sama. Warga yang hadir biasanya membaca tahlil dan doa permohonan ampun terlebih dahulu.

Hal tersebut sesuai dengan tujuan megengan itu sendiri, yaitu agar manusia disucikan lahir dan batin dari segala dosa. Dengan begitu, warga bisa lebih tenang dan lapang dada dalam menjalani seluruh ibadah di bulan Ramadan.

Pemprov Jawa Timur akan menggelar megengan secara daring (online). Dalam kegiatan ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akan melakukan video conference dengan sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.

“Secara simbolik kami siapkan 1.441 apem. Karena tahun ini 1441 Hijriah. Sekedar penanda, karena apem itu ‘afwun, saling memaafkan. Sebelum Ramadan kita saling memaafkan

Megengan online yang diinisiasi oleh Pemprov Jawa Timur ini menunjukkan, meski dalam kondisi yang terbatas akibat pandemi Covid-19 pun, tradisi tetap bisa dilakukan. Perpaduan antara budaya tradisional dan teknologi komunikasi, ternyata tidak mengurangi substansi dari megengan itu sendiri.

Dugderan

Berbeda dari tahun sebelumnya, tradisi Dugderan di Kota Semarang digelar secara sederhana di Masjid Agung Semarang yang dikenal sebagai Masjid Kauman

Dugderan merupakan festival tahunan dari Kota Semarang yang diadakan seminggu sebelum bulan suci Ramadhan. Dugderan sudah dilaksanakan sejak tahun 1882 saat Semarang berada dibawah kepemimpinan R.M. Tumenggung Ario Purbaningrat. Sejak masa kolonial, perayaan dugderan dipusatkan di Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Semarang (Masjid Kauman) yang berada di kawasan Kota Lama Semarang dekat Pasar Johar.

perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama "dugderan" merupakan onomatope dari suara letusan)

membawa hantaran berupa kue replika masjid & berbagai makanan khas kemudian pembacaan halaqoh oleh Wali Kota Semarang dilanjutkan menabuh bedug tanda Ramadan

Biasanya ada acara warak ngendog
Kirab budaya warak ngendog ini biasanya diadakan sebelum bulan puasa+

warak ngendog itu merupakan hewan mitologi yang sakti
Sebagian besar warga Semarang hanya tahu Warak Ngendog sebagai mainan ukuran besar yang diarak menjelang dugderan. Padahal, nih, ada cerita seru di baliknya.Dugderan itu akulturasi antara budaya Arab+Jawa+Tionghoa untuk menyambut Ramadan.


Warak Ngendog sebenarnya pada zaman dahulu kala merupakan hewan mitologi yang sakti bagi warga Semarang. Bentuknya merupakan perpaduan antara kambing pada bagian kaki, naga pada bagian kepala, dan buraq di bagian badannya.

Warak Ngendog ini berasal dari paduan bahasa Arab Wara'i (Suci) dan Jawa Ngendog (Bertelur). Bentuknya merupakan perpaduan antara kambing pada bagian kaki, naga pada bagian kepala dan buraq di bagian badannya

Maskot ASEAN Schools Games XI 2019 bernama “Si Warak Ngendog” yang merupakan hasil adaptasi ikon Kota Semarang, sedangkan keris dengan balutan api menjadi logo resmi ajang ini. Unity (Persatuan), Spirit (Semangat Sportivitas), Respect (Saling Menghormati)

Warak Ngendog yg menjadi simbol multikultural yang akan diarak keliling Kota Semarang.


Ada Pasar Rakyat. kirab.


Truss biasanya di Semarang kalo perayaan dugderan tu pasti dikota macet bgt dimana manaa, tiap titik ada konser lah, ada acara kulineran lah, dan selalu ada festival parade gt yang nantinya orang orang jalan berurutan rame2 dg serba pakaian budaya semarang yg keren keren bgtt

biasane mlm dugderan pasti pasar johar buka pasar malem besar2an, permainan, kulineran, dan aq selalu menjelajah semua permainannya termasuk korakoraa, keinget betapa tahun lalu jerat jerit heboh numpak korakora

tiap tahun dugderan tdk pernah terlewatkan event itu cuman lihat2, hanya utk mengkeep masa kanak2 yg selalu beli mainan lemah2an', tenong, tampah dr bambu, dhandang dan wajan dr aluminium. Ah...dadi kelingan Simbah q.

Dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama "dugderan" merupakan onomatope dari suara letusan). "Dug" berarti bunyi yang berasal dari bedug yang dibunyikan saat ingin shalat Maghrib. Sementara "deran" suara dari mercon

Dugderan selain sebagai sarana hiburan juga sebagai sarana dakwah Islam.

Baratan

Baratan, Tradisi Masyarakat Jepara Menjelang Ramadan Kata “baratan” berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu “baraah” yang berarti keselamatan atau “barakah” yang berarti keberkahan. Biasanya, warga menggelar Baratan di pertengahan bulan Syaban dalam penanggalan Hijriah

Baratan merupakan sebuah tradisi berupa karnaval yang dilaksanakan 15 hari sebelum bulan Ramadhan di Kabupaten Jepara. Baratan secara etimologis berasal dari bahasa Arab yang bermakna berkah atau keselamatan. Tradisi Baratan erat kaitannya dengan sosok Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara pertama. Oleh karena itu penyelanggaraannya dilaksanakan di Masjid Al-Makmur, Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Prosesi Baratan dimulai dengan Sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan dengan doa-doa kemudian Sholay Isya berjamaah. Setelah itu dilanjutkan dengan kenduri dan kemudian karnaval. Karnaval diikuti oleh berbagai kesenian seperti barongan, reog, dan barongsai. Turut ikut juga rombongan pasukan Kerajaan Kalinyamat serta Ratu Kalinyamat.

Biasanya, warga menggelar Baratan di pertengahan bulan Syaban dlm penanggalan Hijriah. Atau sekitar tiga - dua pekan menjelang #Ramadan
 Waktu pelaksanaannya berbeda, tergantung pada kesepakatan warga. Namun, persamaan waktu pelaksanaannya yaitu malam.
Gambar

nishfu sya'ban. di jepara ada baratan; arak-arakan Ratu Kalinyamat.

Ribuan warga antusias datangi lapangan Desa Banyuputih, Kaliyamatan Jepara, Jawa Tengah, untuk hadiri Festival Baratan. Dalam acara ini mengangkat tokoh perjuangan pahlawan Ratu Kalinyamat. Festival ini sebetulnya menyambut malam Nifsu Syaban
biasanya didahului doa di masjid dilanjutkan arak2an dg membawa lampion(impes)
Dari Baca Yasin, Bancakan Puli Hingga Pesta

 Dandangan

Gambar
Dandangan adalah tradisi peninggalan Sunan Kudus sejak 450 tahun lalu, yang dilakukan untuk menyambut datangnya awal Ramadhan. 


Menurut sejarah, nama ”dandangan” berasal dari suara beduk Masjid Menara Kudus yang berbunyi dang, dang, dang saat ditabuh untuk menandai awal bulan puasa.

Dandangan merupakan tradisi penyambutan Ramadhan yang berasal dari Kabupaten Kudus. Dandangan dipusatkan di Masjid Menara Kudus yang tak jauh dari Makam Sunan Kudus. Awalnya Dandangan adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para Santri dengan berkumpul di serambi masjid untuk menunggu pengumuman awal puasa dari Sunan Kudus. Kini Dandangan lebih seperti sebuah pesta rakyat berupa pasar malam dan kirab budaya.
  Bisanya menjelang Ramadan seperti sekarang ini, di Kota Kudus ada tradisi “Dandangan” tapi tahun ini kita semua sedang mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai covid19 dan #dirumahaja

Jelang Ramadan Kudus Gelar Kirab 10 Ribu Apem
Gambar


Jejak sejarah kota Kudus terekam dalam pergelaran Dandangan. Sekitar tahun 1549 H atau 450-an lalu, masyarakat berkumpul di depan Menara Masjid, menunggu pengumuman awal puasa Ramadhan dari Sunan Kudus

Menurut sejarah, ”dandangan” berasal dari suara beduk Masjid Menara Kudus yg berbunyi dang, dang, dang saat ditabuh untuk menandai awal bulan puasa. Tradisi ini sudah ada sejak sekitar 450 th lalu, masa Sunan Kudus (Syeikh Jakfar Shodiq) menyebarkan Islam di Kota Kudus

semua orang datang ke lokasi tersebut ada yg jualan ada yg belanja atau sekedar menikmati hiburan bersama keluarga

Kirab Budaya utk memeriahkan visualisasi Tradisi Dandangan dlm rangka Menyambut Ramadhan

Benang merahnya adalah Megengan, Dugderan, Baratan, Dandangan merupakan tradisi yang menerjemahkan hadits tentang Tarhib Ramadlan. 

Barangsiapa gembira menyambut Ramadhan, Allah haramkan api neraka menyentuh badannya. (HR Muslim)

Marhaban Yaa Ramadhan.
Tarhib Ramadhan. Bergembira menyambut bulan suci ramadhan

Tarhib artinya menyambut 
Ramadhan memang wajib disambut 
Disambut dengan riang gembira 
Ramadhan adalah tamu agung
Memuliakan tamu adalah karakter seorang muslim 



 

Megengan, Dugderan, Baratan, Dandangan

Megengan, Dugderan, Baratan, Dandangan Indonesia dikenal keragaman budaya dan tradisi. Baik tradisi adat ...

Senin, 27 April 2020

Belajar Buat Pitchdeck Startup

Gambar



Postingan ini lanjutan dari dua postingan sebelumnya yang membagikan suasana Startup Weekend yang berlangsung serentak di 50 negara.

Techstars Startup Weekend Serentak 50 Negara

Belajar Validasi Ide dan Lean Canvas Startup


Unconference dibagi 10 room dengan tema yang berbeda semua

Sesi2 unconference Defining problemCustomer, market validation Brainstorm, is problem relevant? Indepth business model canvas Go to market strategy Cost structure Revenue stream Unique value proposition Revenue, cashflow, pricing Prototyping, design Prototyping, technical

Sesi2 unconference lanjutan Public speaking Content of the pitch Design of the slides Brainstorm- trial pitch Now time to prepare presentation for tomorrow, pitch deck, sprint prototype.


Berikut materi tentang pitchdeck yang dibagikan dalam event Startup Weekend  ini.
Gambar


Gambar


Contoh pithdeck
Gambar


GambarGambar

Gambar

Gambar


Gambar



Contoh pitchdeck lainnya






GambarGambar



Setelah 73 tim yang siap men-submit pitchdeck, para juri memilih
10 besar yg lolos dari 73 ide yg pitch deck Cooklikechef Mabaryuk Kasehat SekolaID MediKatalog AdemApp ApSkilled Hospirobo Rumahijau Mentorku


Salah satu di antaranya yang lolos ini,
leadernya padahal sempat menghubungiku untuk bergabung dengan tim-nya.
Ada delapan leader yang menghubungiku waktu awal pembentukan tim,
dan aku memang bingung banget mau menentukan pilihan di antara banyak ide yang bagus-bagus.


Dan selanjutnya

3 besar yg maju ke global SW mewakili indonesia Juara 1 : Medikatalog Juara 2 : cook like a chef Juara 3 : Mentorku Judges Favorite : Sekolah ID

jadi memang kayaknya mereka yang sudah siap saja yang akhirnya lolos.
karena mengerjakan semuanya dalam waktu sangat pendek hanya tiga hari
dengan persaingan seketat itu.



Semua peserta dapat gratis domain

Oh ya, kmrn sebelum diseleksi jadi 100 ide terpilih itu, ternyata ada 390 ide yg submit
Event sudah selesai, tapi everybody still go around for networking and trying to make collaboration
Mereka yang tidak lolos, tetap melanjutkan rencananya untuk mengeksekusi ide
dan mengembangkan startup-nya. Apalagi kini ada tambahan support tim yang setidaknya jadi nge-blend
selama tiga hari inkubasi ini.


However, online beda banget lah dengan offline.
Kurang intens, kecuali bagi mereka yang memang meng-intens-kan diri.
Tapi kayak mentor dan LO yang mendampingi masing-masing tim juga kurang all out sih menurutku.
Mosok pitchdeck dikumpul jam 13.00, contoh pitchdeck baru dikasih jam 11.00 Hadeuuh..





each other.


Belajar Buat Pitchdeck Startup

Belajar Buat Pitchdeck Startup Postingan ini lanjutan dari dua postingan sebelumnya yang membagikan suasana Startup Weekend yang berl...

Minggu, 26 April 2020

Belajar Validasi Ide dan Lean Canvas Startup
Gambar Techstar Startup Weekend Journey

Techstars Startup Weekend Serentak 50 Negara pada 24- 26 April 2020

Berikut beberapa ide yang lolos di Techstar Startup Weekend  Indonesia.

pasarkita pasar lokal berbasis digital
localmarket memajukan toko sekitar cook like a chef, menyediakan resep dan bahan inahealth, database RS,relawan dll Gamingtime,variasi pembelajaran beliditokosebelah utk majukan umkm medikatalog kebutuhan apd,medis hub curhat urban farmers

fun teacher private smartku platform data pendidikan meet my guru charity 4 unity platfour, bahan2 ready to cook aegon,autonomous drone delivery service hubungkan karyawan dg umkm yg butuh penyedia kbthn RT deteksi pemetaan org bergejala covid scr aerial sanitasi contactless

midwifecare bantu nakes plynn kshtn ibu anak diary anonim utk yg merasa kena gejala covid deteksi cepat covid dg implementasi biosensor sarengan co-farmings,berkebun bareng milantropis,solidaritas n sharing marketplace dg 50% profit utk charity mentorku beart,expo,show online

gembalanesia, multiplatform solusi hulu hilir peternakan platform freelancers sektor kreatif makerspace w digital utilization APD recycling lumbung dapoor booster covid knowledge teman curhat makan semua rapor online distribusivaksin coronanya buku harian bukuku rujukan check
Gambar

Barusan lihat ide2 startup yg lolos, lho lha yo ternyata ada yang tentang buku, kenapa kmrn aku gak submit ide terkait dengan buku ya, malah submit ide lain


Ideku sebenarnya bagus lho, Semacam Hallodoc tapi untuk para healers. Supaya makin banyak orang waras psikis mentalnya melewati pandemic corona ini. Ya, tapi gak lolos.

Dan skrg discordnya ramai kayak pasar krn yg tdk lolos ramai2 menawarkan diri dan ngebid, sementara 100 leader yg idenya lolos ramai2 cari tim. Riweuh beut.


Lagi mantengin pitch selected idea buat milih mana tim yg kira2 bisa collaborate.


Meskipun concern selama ini mmg buku, tapi kyknya pingin join sesuatu yg lain biar nambah insight

pilih gabung yang mana ya? *bingung

Stlh nge-bid, dan jadi ada bbrp leader yg menghubungi, saiki bingung milih gabung tim yg mana

Yg belum punya tim, banyak juga. Bisa bikin tim sendiri
Wajah tersenyum dengan mulut terbuka dan keringat dingin

Brainstorming dg leader yg cari team, eh malah ide kita dipakainya buat future fitur, tapi kitanya belum tentu masuk tim juga. Hadeuh. Belantara juga ternyata dunia startup nih

Pengen ngitung kancing buat milih daripada bingung, tapi kayaknya mengerucut ke startup kesehatan aja yg mestinya lagi hits, byk dibutuhkan dan of course widening experiences and insights.
Eh belum jadi milih yg kesehatan, sdh kadung ditarik ke tim seni. Ya wis lah ya.

Ada 9 ide yg lolos tapi gak berhasil dpt tim lengkap. Akhirnya terpaksa dilebur ke tim yg lain

Spt biasa, dlm setiap event inkubasi startup pasti kekurangan hacker, developer.
Lagi ngeh kalau aplikasi curhat juga sdh banyak banget.

demi apa, di discord arek2 nyetelnya lagu2 korea kabeh. *perlu diteliti, kenapa preference coder/hacker tuh lagu2 korea


Masuk wave 3, dan tebak ketemu siapa coba? Ketemu #sprintmaster lagi. Wkwkwk bisa gitu ya. Tiap mentoring dan inkubasi ketemunya dia lagi

Persaingan ketat banget, dari 100 ide diambil 10 besar, lalu diambil 3 besar utk dikirim mewakili indonesia buat masuk 20 global startup terpilih. Tebakanku 3 besar itu mestinya terkait kesehatan semua ya, secara temanya lawan covid.

Validasi ide


Gambar

Gambar

Gambar


Gambar



Gambar


Gambar
Validasi ide



Gambar



Gambar




Gambar

Gambar

Validasi ide



Gambar

Gambar

Gambar


Gambar



Lean canvas

Gambar


Gambar


Gambar


Gambar


Gambar


Gambar


Gambar

Gambar

Lean canvas



Gambar



Gambar



Gambar



Gambar


Lean canvas


Gambar



Gambar


Gambar


Gambar


Lean canvas


Gambar



Gambar




Gambar



Gambar


Unconference dibagi 10 room dg tema yg berbeda semua. Pdhl kan yo pengin ngerti kabeh yo.. huhuhu



sesi2 unconference Defining problem Customer, market validation Brainstorm, is problem relevant? Indepth business model canvas Go to market strategy Cost structure Revenue stream Unique value proposition Revenue, cashflow, pricing Prototyping, design Prototyping, technical


Sesi2 unconference lanjutan Public speaking Content of the pitch Design of the slides Brainstorm- trial pitch Now time to prepare presentation for tomorrow, pitch deck, sprint prototype.





Belajar Validasi Ide dan Lean Canvas Startup

Belajar Validasi Ide dan Lean Canvas Startup Techstar Startup Weekend Journey Techstars  Startup Weekend  Serentak 50 Negara pada  24- ...

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates