colourful journal for beautiful life

Senin, 20 April 2020

Peran Orang Tua Mengatasi Verbal Bullying

Peran Orang Tua Mengatasi Verbal Bullying

May mengelus pelan kepala anak perempuannya yang pulang sekolah hari itu dengan mata sembab.
Kamu kenapa, nak.
Teman-temanku bilang aku anak pelakor.
Kok mereka tega begitu sama aku.

Oh my!
May sudah pernah membayangkan hal-hal seperti ini termasuk verbal bullying akan menimpa mereka. Bukan saja dirinya, tapi juga anak-anaknya.

Padahal sudah beberapa kali May menjelaskan dan memberi pengertian pada orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk anak-anaknya juga bahwa status istri kedua itu adalah halal adanya, dan tidak sama dengan pelakor.

Pelakor itu perempuan perebut laki orang yang tentu saja negatif. Sedangkan istri kedua adalah istri sah yang dinikahi suami dengan seijin istri pertama beserta keluarga dan anak-anaknya. Apalagi keluarga poligami mereka harmoni. Sesama anak-anak dari istri pertama maupun anak-anak dari istri kedua sama-sama saling menyayangi dan saling menolong. Istri pertama dan istri kedua juga saling menghormati dan saling membantu. Jadi tidak seharusnya praktik yang sudah baik ini dikotori dengan asumsi dan anggapan anggapan yang buruk serta tidak.berdasar. apalagi membully anak anak sehingga menyebabkan mentalnya jatuh. Sama sekali tidak membantu dan tidak supportif.


Di sinilah peran orangtua untuk selalu mendampingi anak dalam setiap tahapan tumbuh kembang juga pergaulannya agar dia tidak sampai merasa kecil hati, minder, merasa tidak punya harga diri lalu menjadi putus asa.

Bersama-sama sang ayah dan juga keluarga dari istri pertamalah, May mendapatkan support dan dukungan dalam melalui banyak tantangan dalam membangun kehidupan berkeluarga bersama ini.

Tidak boleh putus asa dan bosan untuk menyampaikan dengan bahasa yang halus, jelas, runtut juga bijaksana.

Dengarkan sepenuhnya apa saja yang menjadi uneg uneg perasaan dan pikiran anak. Bukan untuk tergesa gesa menjawab atau meng-counternya, tetapi dalam rangka memahami penuh duduk permasalahannya, akar dari problematika, root of the root, sehingga bisa tahu bagaimana cara yang bijak untuk menyikapi dan memberikan solusi yang tepat.

Hubungan kedekatan dengan anak berikut rasa percaya trust yang saling timbal balik juga menjadi modal untuk memberikan pemahaman dan memberikan masukan masukan yang bisa diterima.

Ajarkan pada anak untuk mempunyai sikap.yang tegas, berani karena benar dan bisa dengan tepat dan bijak kapan harus diam dan kapan harus menanggapi bullying dengan baik.

Berikan bekal iman takwa dan tawakal sehingga kuat menghadapi segala hantaman dari luar karena yang dicari hanya Ridlo Allah semata

Berikan dukungan sepenuhnya agar anak memiliki kepercayaan diri dan ketangguhan resiliensi ketahanan untuk menghadapi dunia yang kadang getir, pahit dan kejam.

Ajarkan kepadanya kesabaran, keikhlasan, ketulusan dan kejernihan hati. Ada kemenangan yang Tuhan janjikan jika kita mampu bersabar dalam menghadapi ujian dan musibah termasuk cemoohan yang tidak relevan


Jangan lupa berikan keteladanan contoh yang  baik pada anak. Sehingga dia bisa melihat secara langsung bagaimana harus menghadapi kenyinyiran dan kejulitan orang-orang yang bahkan membantu saja tudak, tapi maunya merusak mental dan kehidupan orang lain. Tidak ada seorang pun yang bisa merusak dan menghancurkan taman hatimu kecuali kamu mengijinkannya.

Yang utama selalu berdoa kepada Allah, mohon pertolongan agar anak-anak kita selalu dalam perlindunganNya. Semoga mereka diberi keselamatan dan kekuatan, serta tumbuh menjadi anak-anak yang kuat dan tangguh, solih solihah dan memperoleh kedudukan yang baik.

Semoga Allah menjaga kita dan anak-anak kita dari fitnah dunia. Aamiin aamiin ya robbal alamiin.

About the Author

dian nafi

Author & Editor

lulusan arsitektur yang suka jalan-jalan, menulis fiksi dan non fiksi.

2 komentar:

  1. Wuihh keren Mbak, bisa dijadikan fiksi. Setuju bahwa penjelasan orangtua kepada anak itu sangat penting, apalagi kasusnya seperti May, yang ibunya adalah istri kedua. Sulit pasti memberi pengertian terhadap anak, tapi bukan berati tidak bisa sama sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget mbak. orang tua memang harus kreatif ya

      Hapus

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates