colourful journal for beautiful life

Minggu, 31 Mei 2020

Peran Santri Dalam Film

tadi sore karena barengan antara zoom rentang lasem oleh GNI dengan zoom peran santri dalam film oleh futuhiyah, jadi baru sempat nonton rekamannya sekarang. sineas nurman hakim lagi2 kalau nyontohin ya film masterpiece-nya 3doa 3 cinta, padahal ada film2nya yg lain juga.

kang nurman hakim ngritik, dulu mondok di al anwar, punya radio saja gak boleh.

untung gus dur dorong serta memberi contoh pada para santri untuk berkesenian dan berkebudayaan


UU pesantren punya 3 area: dakwah, pendidikan dan pemberdayaan. film bisa menjadi media dakwah, pendidikan sekaligus pemberdayaan. apalagi bbrp ulama sepuh melihat manfaat film Jejak Langkah Dua Ulama, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari, bagi para santri

santri perlu diedukasi, bukan hanya apresiasi tapi juga making film santri harus bisa menyerap perubahan,agar tidak dilindas oleh jaman. nilai2 lama tdk akan mudah hilang, tergantikan dg nilai2 baru. apalagi jika santri bisa mentransformasikan nilai2 lama mjd lebih konstekstual

Peran Santri Dalam Film

Peran Santri Dalam Film tadi sore karena barengan antara zoom rentang lasem oleh GNI dengan zoom peran santri dalam film oleh futuhiyah,...

Selasa, 26 Mei 2020

Novel Debut  The Eight Stranger Things




Draft pertama yang ditulis di word sih berjudul Dzaka.
Lalu novelnya diberi judul The Eight Stranger Things


Pertama kali  ditulis saat ada lomba di  sebuah platform online cerita pada akhir tahun lalu yang mengharuskan cerita terinspirasi atau based on characters di mobil legens. Saat itu K-San berhasil menulis separuh lebih dari keseluruhan naskah. Namun karena terhalang test pada akhir semester sekolah, maka penulisan terpaksa berhenti.

Masa pandemi corona yang mengharuskan stay at home dan belajar di rumah,menyebabkan K-San kembali punya waktu untuk menyelesaikan naskahnya. Dan alhamdulillah pada akhir Ramadkan, persis sebelum hari raya Idul Fitri, novel ini selesai dituliskan. 

Berikut ini sinopsis singkatnya
Sukirman adalah orang yang bosan hidup. Kehidupannya biasa biasa saja.

Namun, kehidupan monoton itu berubah ketika ia didatangi Valir, Layla, dan Hanabi dari Mobile Legens. Mereka mengatakan bahwa Sukirman harus memimpin mereka menemukan delapan barang konyol. Mereka juga mengatakan bahwa Sukirman akan memimpin mereka mengalahkan Dzaka Sang Penghancur.

Mampukah Sukirman Memimpin mereka? 

Mampukah para hero hero ini membawa Sukirman ke kehidupan yang bergejolak?


Ada beberapa calon cover yang musti dipilih. Dan nama penulis, antara K-San dan Kasan Black, juga musti diputuskan mana yang lebih oke. 

Wish us luck!

Novel Debut The Eight Stranger Things

Novel Debut  The Eight Stranger Things Draft pertama yang ditulis di word sih berjudul Dzaka. Lalu novelnya diberi judul The Eight S...

Sabtu, 23 Mei 2020



Zoom Class: Writerpreneurship & New Normal


Writerpreneurship Dan Era New Normal

Rabu 20 Mei 2020 kemarin, Dian Nafi mendapat undangan dari satgas NU peduli covid-19 untuk mengisi sesi sharing via zoom. Topiknya tentang writerpeneurship dan  Era New Normal.

Alhamdulillah sesi satu jam ini menjadi kesempatan untuk menyemangati utamanya diri sendiri dan juga lebih banyak orang lagi supaya bisa memanfaatkan era new normal, di mana makin banyak pengguna internet dan gadget. Writerpreneurship makin punya banyak peluang dan kesempatan yang lebih luas. sayang sekali kalau kita tidak bisa menggunakan dengan sebaik-baiknya. mengendarai momentum dengan seoptimal mungkin, mengerahkan segala daya upaya usaha dan doa untuk bisa menghasilkan yang terbaik.

baik dari sisi kemanfaatan, sehingga kepenulisan kita memiliki nilai jariyah yang masih bisa kita petik buahnya meskipun kita sudah tiada dan berpindah ke alam lain, maupun dari sisi benefit berupa finansial,material, jaringan, networking dan lain-lain yang bernilai duniawi.

However kita semua tahu bahwa yang sepertinya tampak duniawi juga bisa menjadi bekal yang baik untuk ukhrowi kita. Kan muslim mukmin yang kuat secara ekonomi justru yang dianurkan, agar kita punya kemandirian, sehingga tidak meminta-minta. Ya kan. Aamiiin..
Apalagi kalau bisa memberi. Karena Orang yang tangannya di atas lebih baik daripada tangan di bawah. 

Ada banyak banget sebenarnya yang bisa dibahas terkait writerpreneurship. Karena waktunya singkat, hanya satu jam sudah berikut tanya jawab, maka dalam kesempatankemarin dibagikan tentang tiga jalur kepenulisan yang profitable.


**

Ini bentuk woro-woronya dari panitia
Assalamualaikum Wr. Wb.
Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung 3 bulan, bukannya menurun namun semakin meningkat. Berbagai upaya telah dilakukan yaitu pembatasan2 diberbagai hal, diantaranya Social distancing dengan stay at home dan lain sebagainya. Sayangnya masalah lain pun muncul, kebosenan, ekonomi dll.
Atas hal tersebut mau tidak mau kita harus berdamai dengan keadaan tersebut namun tetap bersikap positif dan produktif. Salah satunya dengan mengasah diri menjadi penulis, banyak hal bisa kita tuliskan apalagi saat seperti ini, dan jangan lupa ini bisa jadi ladang pundi kekayaan kita lho.!!

Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti ngaji online bersama satgas Covid19 PCNU kabupaten Demak
Malam ini Jama'ah Taraweh nanti malam, 28 Romadhon 1441 H/20 Mei 2020, mari Jama'ah ZOOMiyyah bersemangat untuk tetap MENGAJI ONLINE INTERAKTIF meskipun dari rumah masing2
*[RELAY LIVE]*
TEMA 📖
🤲🏻 *Writerpreneurship dan Era New Normal*
Narasumber:
*DIAN NAFI*
( Penulis, Arsitek, Gusdurian Demak )

Hari: Rabu
Tanggal: 20 Mei 2020
Pukul: 20.30-21.30 WIB
📱 Via Zoom Cloud Meeting 💻
*_Catatan:_*
📽 _Untuk persiapan, link dibuka *15 menit sebelum* acara dimulai_
🔇 _Seluruh peserta dimohon agar mengaktifkan mode *MUTE* 🎙️Microphone di tampilan SmartPhone/Laptop/Notebook masing2 saat bergabung di Jama'ah ZOOMiyyah demi kenyamanan bersama, *kecuali* diberi kesempatan dalam sesi tanya jawab sudah diberikan waktu oleh moderator_
📡 _Apabila ada peserta Ngaji Interaktif Online yang terputus koneksi, bisa segera terhubung kembali dengan click link url Meeting yg sama/Mengisi ID yg sama selama durasi masih berlangsung. Posisi lokasi tempat Njenengan mengikuti Ngaji Online menentukan kualitas koneksi😁🙏, mari tetap bersemangat!!!🛰️🛰️🛰️_
Wassalamualaikum Wr. Wb.
*_Cyber Teamwork Satgas NU Peduli Covid-19 Kabupaten Demak😉💪💪💪🇮🇩🇮🇩🇮🇩_*

Zoom Class: Writerpreneurship & New Normal

Zoom Class: Writerpreneurship & New Normal Writerpreneurship Dan Era New Normal Rabu 20 Mei 2020 kemarin, Dian Nafi mendapat unda...


Tanggal 7 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Megengan saat acara  Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi


Megengan tradisi masyarakat jawa pada umumnya khususnya di jawa tengah, jawa timur, dan yogyakarta dalam menyambut bulan Ramadhan, megengan diambil dari bahasa Jawa yang artinya menahan. Ini merupakan suatu peringatan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan
Megeng berarti menahan diri. Mengenali jati diri. Terkendali di jalan Ilahi. Megengan wujud syukur menyambut bulan Ramadhan suci, dg silaturahim & memaafkan. Tersimbol dalam ritus kue ‘afwan. Lisan Jawa jd apem

Tiap menjelang Ramadan ada tradisi ‘punggahan’ atau ‘megengan’. Tiap rumah bawa makanan ke masjid/musholla buat didoain bareng. 

Megengan ala covid-19. Didongani sendiri, diantar ke tetangga satu per satu. biasane cukup dibawa ke musala...

Kue apem merupakan simbol permohonan ampun untuk segala dosa & kesalahan yg pernah diperbuat. Kue Apem biasa dihadirkan dlm ritual 'Megengan'. Megengan dilaksanakan dlm menyambut datangnya bulan suci Ramadhan & sbg bentuk syukur atas nikmat yg diberikan oleh Allah SWT.


Megengan berasal dari kata dalam bahasa Jawa ‘megeng’ yang artinya menahan. Dalam konteks ini, megengan memiliki filosofi menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, amarah dan hawa nafsu lainnya yang tidak diperbolehkan selagi menjalankan ibadah puasa.

Masih belum diketahui secara pasti, sejak kapan tradisi ini lahir dan mulai berkembang di masyarakat. Menurut Prof. Dr. Nursyam, M.Si, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya, ada dugaan kuat bahwa tradisi ini diciptakan oleh para Wali Sanga, khususnya Kanjeng Sunan Kalijaga.

Wali sanga memang dikenal ramah dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Mereka banyak menggunakan cara-cara simbolik yang dekat dengan budaya masyarakat saat itu. Tradisi megengan sendiri disinyalir merupakan akulturasi antara budaya yang kental dengan masyarakat Jawa dan ajaran Islam.

Alasan wali sanga menggunakan akulturasi budaya dalam proses dakwahnya adalah, karena di masa-masa awal penyebaran agama Islam di Nusantara, masyarakat masih sangat kental dengan beragam tradisi yang sudah mengakar kuat dalam kehidupan mereka.

Jika Islam diajarkan secara frontal, dikhawatirkan masyarakat akan menolak kehadirannya. Di situlah bukti kreativitas wali sanga. Mereka sangat piawai membungkus dakwahnya dengan berbagai hal yang dekat dengan masyarakat.

Begitu pula dengan megengan yang dibungkus melalui tradisi upacara atau slametan yang sudah umum berkembang di masyarakat kala itu. Bila ditilik lebih jauh simbol-simbol yang ada dalam tradisi tersebut, makna sebenarnya adalah Melakukan persiapan secara khusus dalam menghadapi bulan yang sangat disucikan di dalam Islam.

Megengan: Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi

Tanggal 7 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Megengan saat acara  Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi Megengan trad...


Tanggal 5 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Dugderan saat acara  Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi

Dugderan  adalah tradisi yang diselenggarakan di banyak kota di Jawa, menjelang Ramadhan datang. 


Dugderan juga merupakan festival tahunan dari Kota Semarang yang diadakan seminggu sebelum bulan suci Ramadhan. Dugderan sudah dilaksanakan sejak tahun 1882 saat Semarang berada dibawah kepemimpinan R.M. Tumenggung Ario Purbaningrat. Sejak masa kolonial, perayaan dugderan dipusatkan di Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Semarang (Masjid Kauman) yang berada di kawasan Kota Lama Semarang dekat Pasar Johar.

Biasanya ada acara kirab warak ngendog
warak ngendog itu merupakan hewan mitologi yang sakti
Sebagian besar warga Semarang hanya tahu Warak Ngendog sebagai mainan ukuran besar yang diarak menjelang dugderan. Padahal, nih, ada cerita seru di baliknya.Dugderan itu akulturasi antara budaya Arab+Jawa+Tionghoa untuk menyambut Ramadan.


Warak Ngendog sebenarnya pada zaman dahulu kala merupakan hewan mitologi yang sakti bagi warga Semarang. Bentuknya merupakan perpaduan antara kambing pada bagian kaki, naga pada bagian kepala, dan buraq di bagian badannya.

Warak Ngendog ini berasal dari paduan bahasa Arab Wara'i (Suci) dan Jawa Ngendog (Bertelur). Bentuknya merupakan perpaduan antara kambing pada bagian kaki, naga pada bagian kepala dan buraq di bagian badannya

Dugderan: Bincang Budaya RRI bareng Dian Nafi

Tanggal 5 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Dugderan saat acara  Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi Dugderan  adala...
Dandangan: Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi





Tanggal 3 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Dandangan saat acara  Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi




Dandangan merupakan tradisi yang menerjemahkan hadits tentang Tarhib Ramadlan. 

Barangsiapa gembira menyambut Ramadhan, Allah haramkan api neraka menyentuh badannya. (HR Muslim)

Marhaban Yaa Ramadhan.
Tarhib Ramadhan. Bergembira menyambut bulan suci ramadhan

Tarhib artinya menyambut 
Ramadhan memang wajib disambut 
Disambut dengan riang gembira 
Ramadhan adalah tamu agung
Memuliakan tamu adalah karakter seorang muslim 



Dandangan adalah tradisi peninggalan Sunan Kudus sejak 450 tahun lalu, yang dilakukan untuk menyambut datangnya awal Ramadhan. 


Menurut sejarah, nama ”dandangan” berasal dari suara beduk Masjid Menara Kudus yang berbunyi dang, dang, dang saat ditabuh untuk menandai awal bulan puasa.

Dandangan merupakan tradisi penyambutan Ramadhan yang berasal dari Kabupaten Kudus. Dandangan dipusatkan di Masjid Menara Kudus yang tak jauh dari Makam Sunan Kudus. Awalnya Dandangan adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para Santri dengan berkumpul di serambi masjid untuk menunggu pengumuman awal puasa dari Sunan Kudus. Kini Dandangan lebih seperti sebuah pesta rakyat berupa pasar malam dan kirab budaya.


 Biasanya menjelang Ramadan seperti sekarang ini, di Kota Kudus ada tradisi “Dandangan” tapi tahun ini kita semua sedang mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai covid19 dan #dirumahaja

Dandangan: Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi

Dandangan: Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi Tanggal 3 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Dandangan saat acara  B...


Bincang Budaya RRI Semarang Bareng Dian Nafi: Baratan 


Tanggal 9 Mei 2020 yang lalu jam 16.00 WIB sampai selesai ada Bincang Budaya RRI Semarang Bareng Dian Nafi. Topiknya tentang Tradisi  Baratan yang ada di Jepara. 


Baratan, Tradisi Masyarakat Jepara Menjelang Ramadan Kata “baratan” berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu “baraah” yang berarti keselamatan atau “barakah” yang berarti keberkahan. Biasanya, warga menggelar Baratan di pertengahan bulan Syaban dalam penanggalan Hijriah

Baratan merupakan sebuah tradisi berupa karnaval yang dilaksanakan 15 hari sebelum bulan Ramadhan di Kabupaten Jepara. Baratan secara etimologis berasal dari bahasa Arab yang bermakna berkah atau keselamatan. Tradisi Baratan erat kaitannya dengan sosok Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara pertama. Oleh karena itu penyelanggaraannya dilaksanakan di Masjid Al-Makmur, Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Prosesi Baratan dimulai dengan Sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan dengan doa-doa kemudian Sholay Isya berjamaah. Setelah itu dilanjutkan dengan kenduri dan kemudian karnaval. Karnaval diikuti oleh berbagai kesenian seperti barongan, reog, dan barongsai. Turut ikut juga rombongan pasukan Kerajaan Kalinyamat serta Ratu Kalinyamat.

Biasanya, warga menggelar Baratan di pertengahan bulan Syaban dlm penanggalan Hijriah. Atau sekitar tiga - dua pekan menjelang #Ramadan
 Waktu pelaksanaannya berbeda, tergantung pada kesepakatan warga. Namun, persamaan waktu pelaksanaannya yaitu malam

Bincang Budaya RRI Semarang Bareng Dian Nafi: Baratan

Bincang Budaya RRI Semarang Bareng Dian Nafi: Baratan  Tanggal 9 Mei 2020 yang lalu jam 16.00 WIB sampai selesai ada Bincang Budaya RRI...

Jumat, 22 Mei 2020

Kiat Parenting Tumbuhkan Minat Baca


Siapa yang paling bertanggung jawab dalam menumbuhkan minat baca anak anak kita? Tentu saja orang tua.

Guru, saudara, tutor, guru les dan orang orang lainnya tentu bisa juga menjadi pihak yang mendukung terdorongnya anak memiliki minat baca juga.  Kadang mereka bahkan punya peran lebih besar daripada orang tua, apalagi jika orang tuanya sibuk.  Sehingga kadang tugas dan peran parenting ini juga dilakukan bersama sama antara orang tua, guru dan pihak pihak lain yang mungkin berkegiatan bersama anak.  Sinergi yang baik dari semua pihak tentu akan  membawa hasil yang lebih cerlang juga.

Berikut ini beberapa kiat parenting untuk menumbuhkan minat baca anak anak kita.

Kiat yang pertama, tentu saja contoh dan teladan.
Orang tua, guru dan mereka yang menjadi panutan mestinya memberikan contoh dan teladan yang baik. Dengan cara membaca buku buku maupun bahan bacaan lainnya. Jika anak anak melihat langsung bagaimana para orang tua ini memanfaatkan waktujya dengan membaca, otomatis mereka mempunyai kebiasaan yang sama juga. Karena mereka biasanya meniru apa apa yang mereka  lihat.
Mereka punya pengertian bahwa membaca itu penting dan perlu karena orang tua  mereka melakukannya. So, mereka meniru dan melakukannya juga. Apalagi  jika sudah terpatri dalam benak pemikiran mereka bahwa membaca itu keren. Reading is cool.

Kiat kedua, biasakan.

Kalau kita biasakan membaca quran sesudah sholat maghrib, terus menerus, istiqomah, dan kita mendorong mereka melakukannya bersama kita, ya mereka akan terbiasa.

Demikian juga kalau kita biasakan membaca di waktu sore misalnya. Atau masa senggang lainnya. Anak anak pun akan terbiasa. Karena life style is a habit. Life is habit.


Kiat ketiga, sediakan bahan bahan bacaan dan buku buku yang menarik dan bermutu.

Aku ingat dulu semasa kecil, suka sekali berkunjung ke rumah tetanggaku yang pindahan dari Jakarta. Koleksi bukunya bagus bagus banget. Cerita cerita bergambar dengan banyak ilustrasi berwarna warni.

Alhamdulillahnya bapak juga suka membawakan banyak buku cerita.  Sebagian bergambar, sebagian buku cerita berisi teks saja. Dengan banyaknya buku yang dibawa ini, pada akhirnya semua terbaca. Karena kan kita kadang butuh kegiatan penyelia, selingan  di antara kegiatan belajar pelajaran sekolah dan bermain main.

Kiat keempat, bacakan buku buku ini pada anak anak kita.

Saat mereka rebahan berbaring bersiap mau tidur siang atau tidur malam, bacakan beberapa halaman atau bahkan satu cerita.

Bagi sebagian orang mungkin belum terbiasa, karena kalau sebelum tidur ya berdoa lah. Tapi selipkan juga pembacaan cerita ini sebelum berdoa menjelang tidur.  Kalau ceritanya menarik, suatu ketika mereka akan terpancing untuk membaca sendiri dari bukunya secara langsung.


Kiat kelima, bawa anak anak ke pameran, juga pameran buku

Almarhum bapakku suka sekali membawa anak anaknya ke pameran apa saja. Di pameran itulah bapak sering membacakan deskripsi yang tertulis di bawah barang barang yang dipamerkan. Begitu itu ternyata salah satu cara beliau mendorong minat baca kami.

Kekepoan alias keingintahuan kami ditumbuhkan. Hal ini bukan saja memancing minat baca tapi juga hasrat dan kesenangan untuk mempelajari sesuatu. Curiousity tinggi  dan konsep learning is fun, adalah dua pondasi yang bapak tanamkan sejak kami kecil.

Kiat keenam. Agak receh, tapi gampil banget praktiknya, adalah ajak anak anak membaca apa saja yang mereka temukan di perjalanan. Tulisan di plang plang reklame, di papan papan nama sepanjang jalan, di geber kain warung tenda pinggir jalan, daei tulisan kecil sampai besar.  Di board badan bis dan mikrolet serta tulisan apa saja..

Bapak suka memancing dengan pertanyaan gini: ayo, siapa yang bisa menemukan tulisan ..... (beliau menyebutkan tulisannya)
Nah, kami cepet cepetan jawab dengan cara mencari tulisan itu dari sekeliling kami.


Demikian kiat Parenting untuk menumbuhkan minat baca anak anak yang mungkin bisa teman teman coba praktikkan.

Kalau kamu, punya kiat apa untuk menumbuhkan minat baca? Yuk share di sini ya.  Because sharing is caring.
.

Kiat Parenting Tumbuhkan Minat Baca

Kiat Parenting Tumbuhkan Minat Baca Siapa yang paling bertanggung jawab dalam menumbuhkan minat baca anak anak kita? Tentu saja orang t...

Selasa, 12 Mei 2020

Self Healing Menyembuhkan Luka

 Aku tidak ingat sejak kapan tepatnya tema dan konsep self healing menyembuhkan luka ini mulai aku sukai.    Karena sepanjang waktu ketika begitu banyak luka datang dalam kehidupanku, sesungguhnya aku lebih suka denial, menganggap luka luka itu tidak ada, pada awalnya. Menganggap bahwa mungkin aku memang pantas mendapatkan luka luka itu. Atau lebih ekstrimnya lagi, mungkin aku memang dilahirkan untuk terluka

 Ada begitu banyak doa dan mantra yang mungkin pernah aku dengar semasa aku mengaji di pondok pesantren, menyimak pelajaran pelajaran di madrasah ataupun mendengarkan berbagai pengajian di mana mana.

Tapi aku mungkin tidak menggunakannya karena waktu itu aku mungkin memganggap diriku sedang tidak terluka. Atau lebih tepatnya menyangkal kalau luka itu ada. Kelak di kemudian hari aku baru tahu kalau itu terjadi karena penyangkalan penyangkalanku.


 Sampai kemudian aku bertemu salah satu guru dalam kehidupanku. Yang pelan pelan menyibakkan luka luka yang ada dalam jiwa dan pikiranku. Lalu dengan mantra mantranya yang tidak seperti mantra mantra yang pernah aku dengar sebelumnya, dia perlahan lahan membuat mata kesadaran batiniahku terbuka.

Aku mulai mengenal luka lukaku sendiri. Dari yang berpuluh puluh tahun lalu. Bahkan aku dengan beraninya mendatangi luka yang paling dasar dari semua luka yang telah kutorehkan sendiri dalam diri dan kehidupanku. Aku ternyata telah membiarkan orang orang memberiku luka di atas luka luka yang telah aku miliki dan sembunyikan selama ini.

 Mantra mantra itu perlahan lahan juga membuatku bangkit dan berdiri. Menyisiri satu demi satu luka luka itu, mengalirkannya dalam bentuk kata kata, bahkan frase frase yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dari banyak kata itu terwujud banyak catatan. Bermutasi menjadi banyak cerita. Dan berubah menjadi Banyak buku.


 Dan tahu tahu pelan pelan tanpa aku sadari proses self healing menyembuhkan luka jiwa terjadi pada diriku. Aku bisa memaafkan orang orang yang selama ini aku benci karena mereka menorehkan luka dan trauma yang sangat dalam pada diriku. Pada makhluk kecil tak berdosa waktu itu. Aku memaafkan mereka yang tanpa sadar menjerumuskanku dalam palung kesedihan dan kekecewaan yang kukira tak berujung. Pemaafan pemaafan tanpa kata tetapi. pemaafan pemaafan tanpa alasan, tanpa harus ada kata maaf ataupun kesadaran dari mereka.

Aku mulai berdamai dengan diriku sendiri. Perlahan lahan aku juga mulai memaafkan diriku. Baik diriku yang terluka ataupun diriku yang menyangkal luka luka itu tadinya. Baik diriku yang marah ketika akhirnya paham. Juga memaafkan diriku yang naif, yang menuntut balas, yang melemparkan luka dengan melukai orang orang lain juga. Pun diriku yang sempat melemah, melemas dan hampir putus asa.



 Yang paling menakjubkan dari seluruh proses ini aku perlahan lahan turut membantu orang orang lain yang terluka untuk turut menyembuhkan jiwa dan diri mereka. Satu bukuku di antaranya bertajuk how to reset your life menuai banyak testimoni dan kesaksian dari para pembacanya.

Bahkan buku how to reset your life itu kemudian dikembangkan menjadi workshop pelatihan juga coaching reset yang membantu orang orang terluka dan berantakan hidupnya untuk self healing menyembuhkan jiwa dan mulai menata kembali kehidupan barunya dengan lebih baik dan lebih indah. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolonganNya dalam semua perjalanan indah dan menakjubkan ini. Aamiin


Alhamdulillah mereka juga mulai menata kembali kehidupannya. Sebagian berhasil menyembuhkan luka luka dan traumanya, bahagia menjalani kehidupan barunya. Alhamdulilah tsumma alhamdulillah Terima kasih ya Rabb, atas karuniaMu yang besar ini. Terima kasih.

Self Healing Menyembuhkan Luka

Self Healing Menyembuhkan Luka  Aku tidak ingat sejak kapan tepatnya tema dan konsep self healing menyembuhkan luka ini mulai aku sukai....
Gratis Ebook Hujan Purnama



Ada banyak penulis yang membagikan bukunya secara gratis agar bisa dibaca semasa karantina atau isolasi dalam rumah alias Stay At Home pada masa pandemi wabah corona covid 19 ini. jadi aku ikutan bagi buku gratis ya. Kali ini buku puisi berjudul Hujan Purnama. 

HUJAN PURNAMA
Hujan adalah rindu
Purnama adalah harapan
Doa dan ikhlas adalah kunci

Rekah hati dalam perjalanan menempuhi kehidupan memuisikan 
hujan dan rindu
purnama dan harapan
melayang di awan cinta
berpayung kenangan 
dan meski bergelut bersama paradoks
senantiasa terus berbisik pada sang maha cinta


Bersama air yang mengalir, basahkan jiwa - jiwa yang kering. 
Bersama rising moon - bulan yang terbit dan mengaksentuasi.

menyala meski gemetar. bersinar meski terpejam.
menoba cerahkan mata hati menuju bening mata air





Selamat membaca!

Untuk lihat dan beli buku-buku Dian Nafi lainnya, klik bit.ly/bukudiannafi

Untuk beli buku-buku versi digital alias ebook Dian Nafi di Amazon, klik bit.ly/diannafi

Untuk beli buku-buku versi digital alias ebook Dian Nafi di Google Books dan GooglePlay, klik bit.ly/DianNafi


Gratis Ebook Hujan Purnama

Gratis Ebook Hujan Purnama Ada banyak penulis yang membagikan bukunya secara gratis agar bisa dibaca semasa karantina atau isolasi da...

Minggu, 10 Mei 2020

Mata Api


Putri Campa menahan napas, berusaha keras menyembunyikan rasa panas dalam hatinya. Sudah tak terhitung banyaknya nyinyiran dan cemooh yang dia dengar dari permaisuri, pendamping utama raja brawijaya V yang beberapa bulan ini menjadi suaminya juga.
Kalau saja Putri Campai tidak ingat tujuan utamanya berasa di sini, tentlah dia akan menyerang perempuan yang dilanda cemburu itu. Yang Putri Campa tak habis pikir, kenapa dari semua selir sang prabu, hanya dirinya lah yang terus menerus digempur. Kena berbagai tuduhan dan terutama tatapan mata apinya yang membakar.
Sembari menahan kalut dalam dadanya, Putri Campa mengemasi satu persatu barang miliknya. Sekarang dia tak lagi punya banyak pilihan. Sang prabu sudah memutuskan bahwa dia harus pergi dari istana Majapahit ini. Meskipun perutnya sudah makin membesar. Mungkin juga justru kehamilan inilah yang membuat permasisuri makin bernafsu menyingkirkannya. Walaupun kalau dipikir-pikir, kenapa harus Putri Campa yang pergi, sedangkan selir lain tidak. Kenapa bayi dalam kandungannya ini yang harus disingkirkan, padahal ada anak-nak lain juga dari sang Prabu keturunan seliri yang punya kedudukan sama dengannya dan sang calon jabang bayi. Apa karena calon jabang bayi ini bakal jadi anak ketiga belas bagi sang Prabu? Apa hubungan angka ketiga belas dengan pengusiran ini? Apakah dia dianggap akan membawa kesialan?
Putri Campa mengelus perutnya dan membisikkan kata-kata yang lembut serta bijak bagi bayi yang dikandungnya.
Anakku, calon anakku, yang sabar ya nak. Yang sabar akan menang. yang sabar disayang Tuhan.
Perempuan muda berkulit putih dan bermata sipit dengan bulu mata lentik itu menyenandungkan beberapa lagu buaian yang dia pernah dengar dari ibunya juga para kerabatnya, yang jauh di Champa. Tentu mereka mendapatkan lagu-lagu penuh harapan dan doa itu dari para leluhurnya . ataukah mereka menggubahnya sendiri?
Tak urung air matanya leleh juga. Rasa kerinduan menyeruak dalam dadanya. Berdesak-desakan dengan rasa teraniaya yang selama ini terus dipendamnya sendiri. Tak ada tempat dia mengadu, berkeluh kesah, apalagi meminta pendapat.
Sambil mengelap basah pipi dan dagunya, Putri Campa menata barang-barang berharga miliknya dalam tas anyaman rotan. Kain-kain pemberian ayah ibunya, beberapa perhiasan dan koin-koin emas yang selama ini dia simpan dengan baik di tempat-tempat tersembunyi.
Dengan penuh kehati-hatian, dia mulai memasukkan juga satu persatu piring porselen cantik yang dia bawa dari Champa. Piring-piring porselen putih berlukiskan stilisasi flora dan fauna. Jari jemarinya meraba tekstur yang menonjol dari kuasan cat biru muda gradasi ke tua di permukaan piring porselen favoritnya. Stilisasi burung hong. burung phoenix. Dia pernah mendengar cerita dan dongeng tentang burung hong atau phoenix ini. Konon katanya meski sudah mati terbakar, burung hong dan phoenix bisa kembali hidup.
Dia ingin seperti burung hong. Dia ingin seperti burung phoenix. Meski dia dimatikan keberadaannya saat ini, meski dia dibunuh, dibakar, ditiadakan, dibuang, diusir, diungsikan, dicampakkan, dia masih akan hidup terus. Hidup lagi.
Meski sekarang dia harus pergi ke suatu tempat yang jauh bahkan menyeberangi lautan, sempat dia dengar namanya bumi Sriwijaya, dia berharap suatu saat dia akan kembali ke sini. Dia berharap akan bisa pulang.

Mata Api

Mata Api Putri Campa menahan napas, berusaha keras menyembunyikan rasa panas dalam hatinya. Sudah tak terhitung banyaknya nyinyira...
Bagaimana perasaanmu jika menjadi Putri Campa?

Seorang selir Brawijaya V, Raja Majapahit terakhir, yang harus diungsikan ke Palembang karena sang permaisuri cemburu berat padanya.
Maka dalam keadaan hamil, Putri Campa menyeberangi lautan menuju Bumi Sriwijaya. Beliau dipasrahkan kepada Aryo Damar, putra Brawijaya V dengan seorang perempuan Bali. Alhamdulillah aku berkesempatan menziarahi makamnya di Palembang, juga mengunjungi tempat-tempat di mana dulu Putri Campa tinggal dan melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Jin Bun alias Hasan (kelak kemudian dijuluki Raden Fatah)

Karena itulah Palembang dan Demak memiliki keterikatan yang sangat erat. Saat berziarah ke kawasan makam Ki Gede Ing Suro Palembang, kutemukan stempel Jipan lambang simbol kerajaan Demak ada di salah satu dinding bata pembatas area yang di dalamnya terdapat sembilan makam pemuka dari Demak. Piring-piring keramik Cina yang menempel di dinding-dinding kayu salah satu rumah limas Palembang, mengingatkanku pada piring-piring serupa yang menempel di dinding-dinding masjid Agung Demak.
Ukiran burung Hong atau Phoenix di daun pintunya seketika membawa ingatanku pada hiasan burung hong di beberapa piring putri Campa di Masjid Agung Demak. Juga gentong-gentong Cina di beberapa sudut rumah limas Palembang, mengantarkan memoriku pada gentong-gentong Cina di kawasan makam Masjid Agung Demak.

Sebuah telaga tirta yang dulu menjadi tempat pemandian Putri Campa juga menjadi salah satu destinasi di Palembang. Tidak kujumpai pemandian serupa di Demak, karena memang tidak banyak artefak peninggalan sejarah kerajaan Demak yang masih tersisa kecuali Masjid Agung Demak itu. Di manakah Putri Campa waktu itu tinggal? Masih kucari bayangannya dalam imajinasiku dan mimpi-mimpiku.

Kalau di Palembang, bisa jadi dia menjadi bagian dari para perempuan yang dulu duduk di beranda rumah limas yang berpagar tenggalun. Di mana dia bisa melihat pemandangan dan aktifitas di luar rumah, namun orang luar tidak bisa melihatnya karena terhalang pagar tenggalun serupa jeruji-jeruji ini. Bentuknya mirip juga yang ada di rumah adat Joglo Kudus.

Kubayangkan Putri Campa membawa koleksi piring-piring keramik dan guci-gucinya itu dari Palembang menuju ke Demak, saat akhirnya sang putra saat remaja pergi ke Jawa menemui ayahnya dan mendapat tanah Pardikan Bintoro Glagah Wangi. Keteguhan, kehebatan dan doa Putri Campa tentu saja menjadi salah satu penopang bagi kesuksesan sang putra menjadi pemimpin Kerajaan Islam pertama di Jawa.

Ada enam puluh lima buah piring Putri Campa. Warna dasarnya putih dengan ornamen biru yang dilukis dengan sangat cantik. Semakin dekat kita memperhatikan detailnya, akan makin terasa keindahannya. Piring-piring ini ditempelkan pada dinding-dinding masjid Agung Demak yang berbatasan dengan serambi. Letaknya dekat dengan pintu-pintu masuk ruangan dalam masjid. Jadi ada di sisi utara, selatan juga dekat dengan pintu utama, lawang bledheg yang posisinya di tengah.

Gentong-gentong Putri Campa berwarna coklat kehitaman. Saat ini sudah tidak utuh pada bagian atasnya alias grumpil. Tidak tampak ada warna atau ornamen lain yang menghiasi permukaan gentong ini. Meskipun begitu sungguh tak terhitung nilainya karena merupakan peninggalan masa Dinasti Ming Abad ke XIV. Beberapa gentong saat ini disimpan di museum Masjid Agung Demak, dan ada juga yang diletakkan dekat kawasan makam Raden Fatah. Sebagian masyarakat meyakini meminum air dari dalam gentong ini membuat awet muda, panjang umur, terkabul doanya dan lain sebagainya.
Bagaimana rasanya sejarah tentang dirimu disalah pahami oleh orang orang dengan sedemikian rupa. 
Kenapa ada yang menyebutmu sebagai putri campa, padahal ada putri campa lainnya yang menjadi permaisuri brawijaya v dan justru membuatmu terdepak dari kerajaan majapahit karena kecemburuannya yang sudah tak bisa tertahan lagi.

Memgapa dari semua selir raja brawijaya v, hanya putri cina atau sebut juga sebagai putri campa selir ini dicemburui putri campa permaisuri? Kenapa bukan selir selir yang lainnya?
Apakah karena mereka sama sama berasal dari campa? Champa? Etnis champ yang terkenal kehebatannya dalam berdagang dan memiliki darah pejuang. Punya watak keras yang gigih memperjuangkan impian dan cita cita mereka, bahkan sampai menyeberang samudra dan melanglang buana.

Ataukah karena putri campa selir begitu dicintai, digandrungi oleh raja brawijaya v sehingga putri campa permaisuri merasa terancam. Feeling insecure.

Atau karena putri campa selir mengandung bayi ketiga belas raja brawijaya v. Dan kini memasuki usia kehamilan tiga bulan, sedangkan putri campa permaisuri bahkan belum hamil meski sudah menikah dengan raja brawijaya v selama bertahun tahun.
Mana sesungguhnya penyebab yang paling bemar dan alasan yang paling tepat.
Ataukah semua akumulasi alasan dan sebab itu justru yang membuat putri campa permaisuri tak punya lagi alasan untuk tidak menyingkirkan putri campa selir.

Bagaimana rasanya menjadi seorang Putri Campa yang pernah dicampakkan namun kemudian memetik buah dari kesabarannya? Menjadi bagian dari bi’ah, lingkungan yang bukan saja relijius spiritual saat itu, namun tetap memiliki pride kebanggaan atas identitas diri yang tak lepas dari asal muasalnya, seorang keturunan Campa, Cina.

Bagaimana perasaanmu jika menjadi Putri Campa?

Bagaimana perasaanmu jika menjadi Putri Campa? Seorang selir Brawijaya V, Raja Majapahit terakhir, yang harus diungsikan ke Palembang...
Bakti Sosial Muslimat NU Demak dan Tanggap Covid-19


 Bakti Sosial Romadlan dan tanggap Covid-19 dg 1000 paket sembako dan 1000  masker Muslimat NU Kabupeten Demak bekerja sama dg Baznas dan para donatur Kabupatn Demak disalurkan kpd dluafa ke 4 kecamatan Dempet , Kebunagung, Mranggen , Karangawen dan 2 kelurahan Tlagaweru dan Bomo. Semoga manfaat dan berkah.
 Alhamdulillahirobbil'alamiin Baksos Romadhon dan Tanggap Covid 19 sdh menyalurkan di 5 kecamatan semoga dari BAZNAS dan PKB segera dapat kita salurkan kembali Aamiin
Matursuwun bunda bunnda ... Atas do'a dan kerjasamanya sehingga acara hari ini dpt berjalan dgn lancar.
Semoga menjadi amal sholihah kita

Bakti Sosial Muslimat NU Demak dan Tanggap Covid-19

Bakti Sosial Muslimat NU Demak dan Tanggap Covid-19  Bakti Sosial Romadlan dan tanggap Covid-19 dg 1000 paket sembako dan 1000  maske...

Sabtu, 09 Mei 2020

Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadirin
Gambar



Kupu-kupu
Ratu Kalinyamat, Wanita Tangguh dan Pemberani dari Jepara
Katakanlah bulan madunya belum tuntas, belahan jiwanya keburu gugur dalam sebuah penyergapan, terbunuh di depan kedua matanya ….Wanita mana yang tak remuk hatinya?

Ratu Kalinyamat adalah seorang tokoh wanita yang sangat terkenal dalam khasanah sejarah Nusantara. Ratu Jepara kita ini tidak hanya berparas ayu, namun dia juga tekenal dengan kepribadiannya yang berani seperti halnya yang telah ditulis dan dilukiskan oleh bangsa portugis.

Ratu Kalinyamat atau Ratu Jepara adlh wanita Indonesia yg memiliki peran penting dlm kegiatan politik n ekonomi di Nusantara pada abad ke-16 M.Nama aslinya adlh Retna Kencana atau Retno Kencono. Dia adlh putri Sultan Trenggono, raja ke-3 Ker.Demak yg memerintah pada abad ke-16 M.


Dalam ketatanegaraan, peran Ratu Kalinyamat benar-benar sangat menonjol. Pada tahun 1544 M Sultan Trenggono mengirim Ratu Kalinyamat untuk meminta dukungan dari Raja Banten untuk perluasan wilayah Kerajaan Demak di Jawa Timur. Bahkan, saat usianya terbilang masih muda,

Ratu Kalinyamat sudah mendapatkan kepercayaan untuk memangku jabatan sebagai Adipati Jepara yang wilayahnya meliputi Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Blora. Pusat pemerintahannya kala itu mula-mula berupa sebuah kerajaan kecil yang didirikan di Kriyan – Kalinyamatan.

Pada usianya yang masih muda pula Ratu Kalinyamat menikah dengan Pangeran Kalinyamat, seorang pendatang yang mendirikan desa Kalinyamatan di Jepara, sehingga ia dikenal dengan sebutan Pengeran Kalinyamat—inilah alasan kenapa Retna Kencana mendapatkan panggilan Ratu Kalinyamat,

karena dia menikah dengan penguasa desa Kalinyamatan. Setelah menikah dengan Ratu Kalinyamat, Pangeran Kalinyamat otomatis menjadi anggota keluarga kerajaan Demak. Dan oleh Sultan Trenggono ia diberi gelar Pangeran Hadirin. Ada beberapa beberapa versi yang menyebutkan


tentang asal-usul Pangeran Hadirin. Versi yang pertama menyebutkan bahwa Pangeran Hadirin adalah seorang saudagar Tiongkok bernama Win-Tang. Ia mengalami kecelakaan di laut dan terdampar di pantai Jepara, lalu kemudian ia berguru kepada Sayyid Ja’far Shadiq (Sunan Kudus).

Sedang versi lain mengatakan bahwa Pangeran Hadirin merupakan putera Sultan Mughayat Syah, raja Aceh yang bertahta pada tahun 1514 – 1528 M, sedang nama aslinya adalah Pengeran Toyib. Pada saat masih muda, Pangeran Toyib berkelana ke negeri Cina. Di sana ia bertemu dengan

seorang menteri bernama Tjie Hwio Gwan yang juga seorang Muslim, dan singkat cerita Pengeran Toyib diangkat menjadi anak angkatnya. Dari situlah ia mendapatkan nama panggilan Win-Tang yang mana adalah ejaan Jawa untuk Tjie Bin Thang, nama baru pangeran Toyib.

Selang waktu, Win-Tang hijrah ke Jawa dengan ayah angkatnya yang juga turut serta. Sesampainya di Jawa, ia mendirikan sebuah desa yang diberi nama Kalinyamatan. Mengetahui kabar tersebut, sang Ayahanda lantas memerintahkan Win-Tang utk menimba ilmu pemerintahan n agama di Demak.
Di sinilah pertemuan Ratu Kalinyamat dengan Pangeran Kalinyamat terjadi. Pria berdarah Persia (Pangeran Kalinyamat) ini sangat tampan, arif dan bijaksana, memiliki wawasan Islam yang luas, taat, dan memiliki keberanian yang luar biasa dalam menentang Portugis.
Setelah mengetahui segala hal tentang pangeran Kalinyamat, hati Retno Kencono jadi berdebar-debar. Ia jadi teringat akan ramalan Ayahandanya yg mengatakan bahwa kelak jodohnya adalah seseorang yg berasal bukan dari bangsa Jawa, melainkan seseorang yg berasal dari negeri seberang
Bukan hanya hati Retno Kencono yang berdebar, tetapi Pangeran Kalinyamat juga berkeinginan untuk dapat meminang. Dan singkat cerita, Pangeran Kalinyamat berhasil menikahi Retno Kencono. Sejak saat itulah Retno Kencono mendapatkan nama Ratu Kalinyamat.Pula bagi Pangeran Kalinyamat


Yg mendapatkan gelar kebangsawanan karena telah menjadi anggota keluarga kerajaan Demak dengan gelar Pangeran Hadirin. Setelah menikah dengan Ratu Kalinyamat, Pangeran Hadirin diangkat menjadi penguasa Jepara bergelar Sultan Hadirin. Kemudian ayah angkatnya diangkat menjadi penguasa Jepara bergelar Sultan Hadirin. Kemudian ayah angkatnya diangkat menjadi Patih dan berganti nama menjadi Ki Juru Sungging Badar Duwung (Sungging berati pahat, Badar berarti batu badar/akik, Duwung berarti tajam). Pemberian nama “Sungging” diberikan karena ayah angkat .. Pangeran Hadirin adalah seorang ahli pahat n seni ukir.
Banyak tutur-tinular yg menceritakan bhw Ki Juru Sungging lah yg mmbuat hiasan ukiran di dinding-dinding masjid Mantingan. Pula ia lah orang pertama yg mmperkenalkan n mengajarkan keahlian seni ukir kpd penduduk di Jepara.

Di tengah kesibukannya sbg Mangkubumi Kadipaten Jepara, Badar Duwung msh sering mengukir di atas batu yg khusus didatangkan dr ngeri Cina.Krn batu2 dari Cina kurang mencukupi kebutuhan, maka penduduk Jepara memahat ukiran pd batu putih, sampai pd akhirnya merambah sampai ke kayu.

Kematian Sultan Hadirin Peristiwa ini bermula ketika Sunan Prawata, Raja ke-4 Demak, wafat karena dibunuh oleh utusan yang dikirim Arya Penangsang (1549 M), yang tidak lain adalah sepupu Ratu Kalinyamat yang menjadi Adipati di Jipang. Pada jenazah kakaknya itu Ratu Kalinyamat menemukan keris Kyai Betok milik Sunan Kudus yang masih menancap. Dan perlu diketahui, bahwa Sunan Kudus adalah pendukung Arya Penangsang dalam perebutan tahta sepeninggal Sultan Trenggono (1546).Hal ini sontak membuat Sultan Hadirin dan Ratu Kalinyamat bergegas sowan ke Kudus

utk meminta penjelasan. Ratu Kalinyamat datang menuntut keadilan atas kmatian kakaknya.Sunan Kudus pun menjelaskan bahwa semasa mudanya Sunan Prawata pernah membunuh Pangeran Sekar Seda Lepen (ayah Arya Penangsang),n menganggap wajar jika sekarang ia mendapat balasan yg setimpal.

Tentu Ratu Kalinyamat kecewa atas sikap Sunan Kudus yg cenderung membela murid kesayangannya itu. Dia n suaminya pun mmilih untuk pulang ke Jepara. Namun nasib berkata lain.Di tengah perjalanan, Ratu Kalinyamat n Sultan Hadirin dihadang n dikeroyok oleh anak buah Arya Penangsang.

Pertarungan sengit pun terjadi. Namun naas, Pangeran Kalinyamat gugur dalam perlawanannya. Ratu Kalinyamat yang masih berkabung atas kematian kakaknya, semakin diremukkan hatinya karena melihat suaminya meregang nyawa dibunuh di depan kedua matanya.
Bertapa Telanjang Sambil membawa jenazah suaminya, Ratu Kalinyamat berhasil kabur dari peristiwa keji itu. Dengan susah payah dan kondisi tubuh yang kelelahan. Dengan duka yang mendalam. Setelah peristiwa pembantaian itu, Ratu Kalinyamat bersumpah akan menebus rasa malunya

dan meraih kembali kehormatannya. Atas keinginannya itu membuatnya bertekad untuk melakoni tupo wudo atau tapa telanjang, dan baru akan menyudahi lelakonnya tersebut setelah berhasil berkeset kapala Haryo Penangsang dan berkeramas dengan darahnya.Tidak sebentar,lebih dari 2 windu
Ratu Kalinyamat melakoni ritual bertapa telanjangnya itu. Mula-mulanya ia bertapa di Gelang Mantingan, sampai pada akhirnya berpindah ke Gunung Danaraja (Keling, Jepara). Harapan terbesar Ratu Kalinyamat ada pada adik iparnya, Hadiwijaya atau lebih kita kenal dengan nama
Jaka Tingkir (bupati Pajang), karena hanya ia yang kesaktiannya setara dengan Arya Penangsang. Akan tetapi, Sultan Hadiwijaya segan menghadapi Arya Penangsang secara langsung karena pada dasarnya mereka berdua sama-sama anggota keluarga Demak.
Akhirnya ia mengadakan sayembara yang hadiahnya berupa Alas Mentaok (Mataram) dan Pati. Aryo Penangsang berhasil dibunuh melalui senapati perangnya, Danang Sutawijaya (putra Ki Ageng Pemanahan) berkat siasat cerdik Ki Juru Mertani yang juga dibantu oleh Ki Penjawi.

Perang tanding itu terjadi dalam suatu duel di tepi bengawan antara Cepu dan Blora. Tubuh Arya Penangsang itu dipotong-potong menjadi beberapa bagian yang setiap bagian tubuhnya dikubur terpencar di berbagai pelosok Jawa Tengah.Karena berhasil menuntaskan sayembara, Sutawijaya
pun mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan. Kelak di Alas Mentaok itulah Danang Sutawijaya akan membabat dan membangun sebuah dinasti yang sekarang dikenal sebagai Mataram, dan ia pun dikenal dengan nama kebesarannya sebagai Penembahan Senopati. Ritual yang dilakoni
Ratu Kalinyamat itu hingga kini masih menimbulkan berbagai penafsiran di masyarakat. Yang jelas, tapa tersebut benar-benar berakhir setelah Sultan Hadiwijaya menghadap Ratu Kalinyamat di Danaraja sambil menenteng kepala Adipati Jipang beserta semangkok darahnya.

Kepala Adipati Jipang itu benar-benar digunakan untuk berkeset oleh Ratu Kalinyamat, dan darahnya digunakan untuk mengeramasi rambutnya. Setelah terpenuhi apa yang menjadi nadzarnya, kepala Aryo Penangsang konon dibuang ke sebuah kolam yang terdapat di Desa Mantingan.
Fakta dan Makna di Balik Tapa Telanjang Ratu Kalinyamat Sampai sekarang yang masih menjadi pertanyaan besar di kalangan masyarakat adalah, apakah Ratu Kalinyamat dalam tapanya benar-benar telanjang alias bugil?Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Ratu Kalinyamat

“bersumpah tidak akan berbusana sebelum memperoleh keadilan Tuhan”, tetapi itu merupakan sebuah kiasan. Sedangkan maknanya yang sesungguhnya atau yang sebenarnya terjadi adalah bahwa Ratu Kalinyamat “menanggalkan atribut keratuannya sebagai bentuk protes atas kematian suaminya”.
Jadi, setelah membaca ini diharapkan tidak ada lagi salah tafsir mengenai makna ataupun kebenaran tapa telanjang yang dilakoni oleh Ratu Kalinyamat. Menjadi Ratu Jepara Setelah kematian Arya Penangsang, telah diraihnya kembali kini kehormatannya itu. Ia dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar Ratu Kalinyamat. Penobatan ini ditandai adanya sengkalan “Trus Karya Tataning Bumi”, yang diperhitungkan sama dengan tanggal 12 Rabiul Awal atau 10 April 1549 M yang sampai kini diperingati sebagai hari jadi Jepara.
Selama 30 tahun masa kekuasaannya Ratu Kalinyamat telah berhasil membawa Jepara kepada puncak kejayaannya. Jepara semakin berkembang menjadi Bandar terbesar di pantai utara Jawa, dan memiliki armada laut yang besar dan sangat tangguh.
Bahkan Ratu Kalinyamat setidaknya pernah dua kali menyerang Portugis di Malaka.Pada tahun 1551 M, Ratu Kalinyamat mengirim ekspedisi militer untuk membantu Raja Johor untuk menyerang Portugis di Malaka, yang berakhir dengan kegagalan. Pada tahun 1574 M, Ratu Kalinyamat kembali mengirim ekspedisi militer lagi untuk mengusir Portugis di benteng Malaka

membantu Raja Aceh. Selama memerintah di Jepara Ratu Kalinyamat berhasil mengembangkan Jepara menjadi pelabuhan internasional. Dia juga merintis ukiran sebagai seni khusus Jepara, setelah itu menjadi kegiatan ekonomi yg penting di Jepara.


(source: Ahmad AliBuni)


Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadirin

Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadirin Ratu Kalinyamat, Wanita Tangguh dan Pemberani dari Jepara Katakanlah bulan madunya belum tun...

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates