Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label hikmah

Wirai dan Wirang: Dari Kemasygulan Menuju Keinsyafan

 Wirai dan Wirang: Dari Kemasygulan Menuju Keinsyafan Setiap orang pernah merasakan kegagalan. Ada yang cepat bangkit, ada pula yang terjebak lama dalam kecewa. Saya sendiri pernah mengalami titik itu—ketika gagal lolos seleksi beasiswa doktoral, padahal sudah sampai tahap wawancara. Rasa masygul muncul: kecewa, bingung, sekaligus menyesali hal-hal kecil yang saya abaikan. Dari situ saya mulai merenung. Mungkin kegagalan ini bukan semata soal persaingan ketat, tetapi juga soal bagaimana saya menjalani hidup sehari-hari. Tentang undangan yang tidak saya hadiri, doa yang penuh keraguan, kejujuran yang tertahan saat wawancara, bahkan hal-hal remeh seperti tidak mengembalikan pena kafe. Dalam renungan itu saya teringat pada istilah pesantren: wirai dan wirang . Wirai berarti berhati-hati, menjauhi yang meragukan, bahkan dalam perkara kecil. Wirang berarti rasa malu—bukan malu karena dipermalukan, melainkan malu pada diri sendiri dan pada Allah jika sampai berbuat buruk. Dari ...

Tips Kiat Motivasi

Tips Kiat Motivasi baca juga: Motivasi Anak Cinta Quran The real motivation is not to try to make people believe in something, it's to try to help people trust in what's already within themselves. So they can be happy and grow. Only a happy person can love others and help others to grow, genuinely and for real. Every human being is born with potential within. However, for different reasons, many don´t trust themselves. They rather follow what others tell them to do. They live their lives with out growing, with out taking any risk, but more importantly, they live their lives in an empty way. They have silenced their own voice. As a motivators we have to carefuly listen and observe what is the reality within the person, what is the real desire behind all. All of us are born with the desire to live and to grown, same as any other living creature in the planet, the difference is that we can express that desire with words, with thoughts. When we find our truth with in ou...

Malaikat Bertopeng

Malaikat Bertopeng Dia mungkin tidak ingin keikhlasannya akan tercampur dengan pujian dan sanjungan yang bisa melenakan. Sehingga dia lebih senang bersembunyi dari khalayak ramai. Dan aku memegang janjiku untuk tidak mempopulerkannya di depan umum. Tak banyak orang yang tahu bahwa dialah yang sesungguhnya berdiri di belakang aku saat diriku hendak jatuh dan terkulai saat itu. Berada di antara kehidupan yang tak jelas dan kematian yang tak pantas. Sesungguhnya Tuhan ada di balik ini semua. Jika dia di belakangku, maka Tuhan ada di belakangnya. Itulah yang senantiasa dia dengung-dengungkan. Apalah aku ini, katanya. Aku bukan siapa-siapa. Aku sedang beruntung saja menjadi kepanjangan Tuhan. Jadi di dalam pemikirannya, dia diutus Tuhan untuk menyelamatkanku yang tengah berada di dalam keputusasaan kala itu. Saat aku berada di persimpangan antara melanjutkan karir yang sesuai dengan background pendidikanku, ataukah mengerjakan sesuatu baru yang lebih sesuai dengan passionku, dia bi...