Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label patah hati

Move On Setelah Patah Hati

Move On Setelah Patah Hati Ketika gadis pujaan hati menolak lamarannya dengan alasan keluarga si cewek merasa keberatan sebab mereka tidak selevel, Raho merasa berantakan. Penantiannya selama bertahun-tahun sebab memuja gadis itu sejak masih duduk di bangku SMP ternyata berujung kekecewaan dan sedih. Apalagi dirinya merasa semakin down saat di depan umum gadis itu acuh kepadanya, mengabaikan dan bahkan terang-terangan menolak saat ada teman lain yang menggoda mereka sebenarnya bisa menjadi pasangan serasi. Raho sampai jatuh dari motor sepulang dari insiden itu. Jiwa Raho makin hancur saat gadis idamannya itu menikah dengan orang lain. Yang kabarnya dari perjodohan yang diatur pihak keluarga. Yang Raho tak habis pikir, gadis itu justru meminta tolong padanya untuk membagikan undangan pernikahan itu. Seolah-olah perasaan Raho tak ada arti apapun baginya. Di hari pernikahannya, Raho datang dengan hati yang tak terkatakan porak porandanya. Butuh waktu lama, bertahun-tahun bagi Raho untuk b...

THE OLD CITY AND THE YOUNG MAN

THE OLD CITY AND THE YOUNG MAN Oleh Dian Nafi Memasuki kota tua ini, bayangan wajahnya semakin lekat dalam benak dan bahkan tampak nyata dalam pandangan mataku yang terpejam. Lesung pipitnya yang dalam, senyum yang khas dengan gigi gingsulnya, lengan kukuh dengan jemari lentiknya, bulu lembut di kulit coklatnya, kepasrahannya akan lekukanku yang luwes tiap pagi yang dingin dan senja yang meluruh. Lelaki muda itu, kukira aku yang mematahkan hatinya. Namun saat ini bisa kurasakan, akulah yang terbenam dalam ketidakadilan rekayasa ini. Aku yang terbujur kaku dalam kenangan yang tak mau sembunyi. Kental dan semakin mencengkeram kuat ketika diriku berada seinchi demi seinchi lagi memasuki kampung tempat tinggalnya, tempat aku pernah setahun menghisap kehangatan dan keluguannya. ** “Apa artinya ini, mbak?” Matanya yang sendu dan sayu mencari jawab dari rengkuhanku yang tiba-tiba begitu saja mengalun di bawah langit biru kota paling eksotik yang kukenal. “Bukan apa-apa”...