Colourful Journal for Beautiful Life

beautiful journal for colourful life

Category 1

Jumat, 18 Juni 2021

 Novel Nyadong Pitulung Nemu Pulung



Novel biografi yang mengisahkan bagaimana kebiasaan baik seseorang sesungguhnya kembali kepada orang itu sendiri. Sebuah teladan dari seseorang yang  tetap sederhana meskipun kehidupan membawanya naik menduduki suatu posisi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. 

Ketundukan dan kerendah hatian serta kepasarahan pada sang Pencipta sejatinya akan  berbuah pertolonganNya di masa-masa sulit sekalipun. 


Beberapa alternatif cover novel Nyadong Pitulung Nemu Pulung
Novel Nyadong Pitulung Nemu Pulung versi digitalnya bisa dibeli via google play book juga.
Klik link ini ya untuk bisa ikut membaca 







Novel Nyadong Pitulung Nemu Pulung

 Novel Nyadong Pitulung Nemu Pulung Novel biografi yang mengisahkan bagaimana kebiasaan baik seseorang sesungguhnya kembali kepada orang itu...

Rabu, 09 Juni 2021

Kursus Blog, Blogger, Bloggerpreneur


Dari blog kita bisa mendapatkan banyak hal. Teman, jejaring, jariyah dan juga bahkan materi. Untuk bisa optimasi blog, ada kiat-kiatnya. Ikuti kelas blog dan bloggerprenur ini untuk mendapatkan tips-tips tersebut. Bagaimana membuat blog, mengoptimasinya, ke mana saja bisa nge-bid atau mengajukan penawaran kerja sama, dan lain-lain terkait blogging dan bloggerpreneur.


Dari blog juga bisa kita ubah menjadi buku. Bahkan buku ini bisa kita cicil sedikit demi sedikit melalui status dan postingan kita di microblog aka media sosial baik twitter, facebook, instagram dan lainnya. Ada kiat-kiat bagaimana mengubah dari blog menjadi buku juga di kelas ini.



Apa yang akan Anda pelajari
peserta belajar blogging
Apakah ada syarat atau prasyarat kursus?
bisa membaca dan menulis
Untuk siapa kursus ini:
setiap orang yang mau blogging

 

KLIK LINK INI YA

Kursus Blog, Blogger, Bloggerpreneur


MENTOR:



Dian Nafi. Creative and Digital Enthusiast. Lulusan Arsitektur Undip yang suka jalan-jalan, menulis fiksi dan non fiksi seputar kepesantrenan, kemuslimahan, kewirausahaan, motivasi dan pengembangan diri.
Tulisan dimuat di beberapa media, 37 buku dan 94 antologi/omnibook diterbitkan oleh 17 penerbit Indonesia. Di antaranya: Jendela-Zikrul Hakim, Quanta-Elexmedia, Bentang, Gramedia Pustaka Utama, Leutika, Hasfa, Imania-Mizan, Familia, Qudsi, Bypass, Javalitera, Plotpoint, Grasindo, Diandra, Divapress, Erlangga, Prenada, Nuansa, Visi Media, Indiva, dll.

Founder Hasfa, pegiat banyak komunitas, Litbang Fatayat NU Demak, Sekretaris KBIH Muslimat NU, Litbang CodingMum Bekraf, Kabid Organisasi GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Demak, Ketua Divisi Sastra DKD (Dewan Kesenian Daerah) Demak, Coach Gramedia Academy, Trainer Woman Will by Google, Trainer Gapura Digital by Google.

Profilnya dimuat di Harian Analisa Medan (2011) Buku Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia (KosaKataKita, 2012) Jawa Pos-Radar Semarang (2013) Alinea TV (2014) Koran Sindo (2014) Tribun Jateng (2015) Nakita (2016) TVKU (2018) kabareSemarang (2019)

Pemenang Favorit LMCR ROHTO 2011 dan 2013. Penulis Terpilih WS Kepenulisan PBA dan KPK 2011,
Menang Lomba Menulis bersama A Fuadi, dan antologi tersebut terpilih sebagai nominasi kategori Buku dan Desain Sampul Non Fiksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2012,
Penulis Terpilih WS Cerpen Kompas 2012, Award PSA Grasindo 2013 dan 2014, Award BulanNarasi PlotPoint 2015, Novel Gus masuk short list kategori Desain Sampul Fiksi Favorit Anugerah Pembaca Indonesia 2016,
Penerima Apresiasi Literasi dari Bupati 2017, Finalis Lomba Penyusunan Bahan Bacaan Pengayaan Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Sekolah Dasar Balai Bahasa Jawa Tengah 2018,
Finalis Fellowship IBT Tempo 2018, Selected Paper Presented on International Conference at Radboud University, Nijmegen, Netherland 2019.

Kursus Blog, Blogger, Bloggerpreneur

Kursus Blog, Blogger, Bloggerpreneur Dari blog kita bisa mendapatkan banyak hal. Teman, jejaring, jariyah dan juga bahkan materi. Untuk bisa...

Senin, 26 April 2021


Launching Antologi Sahabat Perempuan Sejati (bareng Fatayat NU Jawa Tengah)


Gambar

Alhamdulillah tsumma alhamdulillah.

Alhamdulillah sebuku sama putri gus Mus di antologi puisi Fatayat NU dalam rangka harlah Fatayat NU ke-71.

Sdh lama banget gak bikin puisi. Kmrn dipaksa buat dlm rangka harlah fatayat ke-71. mikir keras cari ide, rangkai kata dan melafalkannya. Alhamdulillah akhirnya jadi. Hehe. Lucunya dpt ide tuh justru pas sholat. Yach, disyukuri aja ya.

Tertawa berguling di lantai

Gambar

Ini dia 2 puisiku dalam buku antologi Sahabat Perempuan Sejati (Fatayat NU) ini.


Jihad kami masih ditunggu
Oleh dian nafi fatayat NU Demak


Ya ya PR kita masih banyak
Dari stunting sampai aids
Psk lingkar butuh perhatian dan sentuhan
Rob, banjir juga subsidance land
Desa desa tenggelam
Ratusan orang terpaksa mengungsi
Sebagian bertahan berkawan gelombang
Isu intoleransi juga polarisasi
Kemiskinan
Inequality
Bayi dibuang ke panti, lalu mati


Tapi.. kami ingat
Fatayat kuat
Fatayat bisa. Insya Allah


Dia yang asih dan penuh cinta
Kabarkan di surat surat agungNya
Dia ajarkan kita untuk berayun
Dalam harap dan cemas, roja dan khouf


Hari ini
Bersimpuh di hadapan quran
Menikmati sajian petitahNya
Para sahabat fatayat terpekur
Syukuri 71
Hamdalah kami punya
Kebersamaan
Kekeluargaan
Kepedulian
Cinta kasih
Semangat tolong menolong
Saling mengingatkan dalam kebajikan
Dengan kebijakan
Kami juga adalah agen moderator dan fasilitator
Bagi lahirnya generasi pembaru
Jihad kami masih ditunggu


Tawakkaltu tawakkaltu
Oleh dian nafi fatayat NU Demak


71 kini
Masih di sini
Kami berdiri sembari berseru

Menebar kebaikan

Menyuarakan kebenaran

Menantang ketidak adilan

Dan segala durhaka


Kami berbisik

lirih mendayu

Sebut namaMu kala bersujud
Tawakkaltu tawakkaltu


Fatayat!
Mari tetap bersatu
Di pundak kita
Orang-orang berharap
Datangnya perubahan
Hadirnya perbaikan
Di dada kita
Keluarga bersandar
Meredakan resah
Menambang bahagia


Sahabat!
Mari kita
Tinggikan imajinasi
Lapangkan jiwa
Kembangkan pikir
Dawamkan dzikir
Tawakkaltu tawakkaltu




Launching Antologi Sahabat Perempuan Sejati (bareng Fatayat NU Jawa Tengah)

Launching Antologi Sahabat Perempuan Sejati (bareng Fatayat NU Jawa Tengah) Alhamdulillah tsumma alhamdulillah. Alhamdulillah sebuku sama pu...

Rabu, 21 April 2021

 Night Talk with Dian Nafi: FLP SemarangGambar

Alhamdulillah beberapa hari lalu Night Talk with Dian Nafi diselenggarakan oleh FLP Semarang. Temanya tentang Self Editing, KBBI dan PUEBI untuk penulis.

Acara ini merupakan bagian dari kegiatan Kemah Literasi (online) Forum Lingkar Pena. 

Gambar


Presentasi PPT tentang Self editing ini diupload juga di youtube dian nafi. 


Self Editing itu penting banget demi perbaikan naskah tulisan kita. 


Terkait juga dengan self editing ini, aku jadi ingat cuitanku di twitter beberapa waktu lalu. 

Mulai menikmati lagi keasyikan nulis kata demi kata. Baca ulang lalu lanjut nulis kalimat demi kalimat. Nyambung lagi paragraf per paragraf. Saat mantra craftmanship mbak Dewi Lestari merasuki kepala, ternyata rasanya beda ya. Ada manis manisnya. Gak tergesa2, gak buru2, lbh sabar.

Keasyikan berikutnya saat membaca ulang buat self editing. Mindahin koma, titik, nambahin tanda seru, mengganti kata, menghapus kalimat yang tidak relevan, menyisipkan layers.

Ada juga kursus terbaru terkait Self editing ini di Udemy: https://www.udemy.com/course/selfediting/

Selamat menulis!

Selamat self editing!

Night Talk with Dian Nafi: FLP Semarang

 Night Talk with Dian Nafi: FLP Semarang Alhamdulillah beberapa hari lalu Night Talk with Dian Nafi diselenggarakan oleh FLP Semarang. Teman...

Kamis, 18 Maret 2021


Gambar


Akhirnya kemarin aku berkesempatan belajar langsung dari Lee Kuan Yew School of Public Policy National university of Singapore.

Gambar


Bersama Emeritus, Lee Kuan Yew School of Public Policy National university of Singapore. menawarkan pelatihan kebijakan publik.

Gambar

LKYSPP National university of Singapore ini mempunyai visi untuk mengubah dunia melalui penciptaan pemerintahan yang baik dan kepemimpinan yang excellent.

Gambar

Programme review

Gambar


Gambar

Gambar

Gambar

Programme Summary Modules


GambarGambarGambar

Gambar

Modules

Gambar

Gambar

GambarGambar

Programme synopsis


Gambar Learning journey

Gambar

GambarGambar

Lee Kuan Yew School of Public Policy

Akhirnya kemarin aku berkesempatan belajar langsung dari Lee Kuan Yew School of Public Policy National university of Singapore. Bersama Eme...

Jumat, 19 Februari 2021

Paper Creative City Lolos International Conference 
 



Alhamdulillah salah satu paperku lolos lagi ke seleksi paper di Konferensi Internasional. Kali ini papernya insya Allah publish di IOP Conference Series: Earth and Environmental Sciences. (Scopus)

Tanggal 10 November 2020 kemarin alhamdulillah aku akhirnya mempresentasikan paperku ini di 20th Sustainable, Environment and Architecture  International Conference SENVAR 20. 

Presentasi paper berikut tanya jawab dengan audience berlangsung tiga puluh menit-an. Masukan-masukan dari profesor dan juga audience banyak berguna untuk kelanjutan riset dari paper ini. Insya Allah tesisku di study master public policy akan mengusung tema ini dan memperdalam risetnya lebih lanjut. Semoga memberi kontribusi dan manfaat serta berkah yang lebih banyak lagi. Aamiin. Mohon doa ya semuanya. 

Oh ya, judul papernya adalah Discussion and Book Spaces for Creative City. Insya Allah tesis yang aku kembangkan dari situ berjudul Discussion and Book Hybrid Space for Smart Creative City.

Mohon  doa dan dukungannya ya biar lancar, sukses, berkah, manfaat.

Terima kasiiih:))

Paper Creative City Lolos International Conference

Paper Creative City Lolos International Conference    Alhamdulillah salah satu paperku lolos lagi ke seleksi paper di Konferensi Internasion...

Rabu, 17 Februari 2021

 Menunggu Kehamilan Pertama




Cukup lama juga aku menunggu kehamilanku yang pertama waktu itu. Mungkin ada sekitar tiga tahun-an lah. Orang-orang sudah mulai ribut dan geger sendiri, nanya-nanyain, kapan nih hamil, kapan nih punya anak. Padahal aku sama suami yang kenalannya memang masih singkat enam bulan sebelum menikah, lagi senang-senangnya pacaran berdua saja setelah nikah. Kami sepedaan BMX, aku bonceng di depan. Touring luar kota naik motor, mendaki ke perbukitan, aku membonceng manja di belakang. Yach gitu gitu deh. Seneng berduaan aja, belum harus menggendong bayi dan semacamnya. 


Tapi karena terus-terusan ditanya, lama-lama kami agak jengah juga ya. Lalu mulailah kami ikut mikir-mikir, kenapa ya belum hamil juga. Tetangga selisih dua rumah malah bilang sambil menyeletuk guyon,"waduh, kok jeru banget ya kayaknya, kok belum jadi-jadi."

Hahaha, jeru tuh maksudnya dalam. Aku sama suamiku tersayang sih cuma ngakak-ngakak mendengar guyonan itu, kami anggap sebagai ekspresi kepedulian dan kasih sayang mereka terhadap kami. 


Dari beberapa kali perbincangan dengan suami, mertua, juga mendengar masukan-masukan dari saudara dan tetangga, akhirnya aku  buka kantor konsultan arsitektur sendiri di rumah. Karena  memang kantor eksporter furniture tempat aku bekerja selama beberapa tahun terakhir itu jauh banget dari rumah. Luar kota, butuh berkendara lima puluh kilometer pulang pergi. Setelah bekerja dari dalam rumah  tapi belum kunjung hamil juga, paman kami bahkan membawakan kurma hijau dari Mekkah sepulang haji dan umroh. Konon kurma hijau mantap banget untuk bikin cepat hamil. Hehe. Kami manut aja sama semua saran dan makanan yang orang-orang berikan. 


Buat menyenangkan hati ibu, kami pun menuruti sarannya untuk datang ke tukang pijat. Suamiku yang tampan dan baik hati dengan setia mengantarku pergi ke tukang pijat itu seminggu sekali. Meskipun tempatnya di luar kota. Oleh tukang pijat, perempuan yang sudah sepuh itu, selain dipijat aku juga diberikan jamu dan ramuan-ramuan tradisional. Sebagai orang yang percaya bahwa harus ada ikhtiar dhohir batin serta tawakal untuk mencapai sebuah tujuan, jadi aku meminum jamu dan ramuan tersebut dengan rutin sesuai anjuran. Meskipun adikku seorang dokter spesialis, tapi aku malah tidak mendapatkan resep-resep terkait kesuburan dan kehamilan. Dia mah cuek saja, hehe, paling-paling mendoakan lah ya. 


Alhamdulillah setelah tiga tahun menunggu sejak pernikahan kami, akhirnya Allah memberikan karunia dan anugerahnya. Ciri-ciri hamil mulai muncul dalam diriku. Libur tidak haidl, sehingga kami pun melakukan uji dengan test pack. Lalu kami juga pergi periksa ke  tempat  praktik bidan yang kebetulan dekat banget dengan rumah  kami. Bidan ini pula yang nantinya membantu kelahiran anak pertama kami, dan bahkan merawatnya selama awal-awal kelahirannya. Memandikan, memijat dan lain-lain perawatan. 


Jaman sekarang sih semua lebih mudah ya. Ada banyak bantuan yang ditawarkan melalui internet. Secara online, ada layanan kesehatan dari A sampai Z. Termasuk ada  Halodoc, layanan kesehatan  jadi lebih mudah, aman dan nyaman, dapat ditangani lebih cepat. Karena Halodoc selalu siap memberikan kemudahan layanan kesehatan untuk kita dan keluarga, di mana saja kapan saja. Sehat Jadi Lebih Mudah, karena ada dokter, apotek, rumah sakit, dan asuransi terintegrasi  dan  memenuhi kebutuhan medis setiap saat, yang disediakan oleh Halodoc.

Menunggu Kehamilan Pertama

 Menunggu Kehamilan Pertama Cukup lama juga aku menunggu kehamilanku yang pertama waktu itu. Mungkin ada sekitar tiga tahun-an lah. Orang-or...

Jumat, 01 Januari 2021

 Kelas Menulis Novel



Apa yang akan dipelajari oleh peserta dalam kursus Anda?

peserta bisa belajar menulis novel

Apakah ada syarat atau prasyarat kursus?

bisa membaca dan menulis

Siapa peserta target Anda?

setiap orang yang mau menulis novel


Ini link kursusnya: https://www.udemy.com/course/belajar-menulis-novel/


yuk belajar menulis novel bersama dian nafi

dian nafi sudah menulis puluhan novel di belasan penerbit di Indonesia

kelas menulis novel terdiri dari dua belas kali pertemuan

dari menentukan tema

menentukan pesan

membuat mindmap, premis dan outline

membuat karakter

membuat plot

mengembangkan cerita

menulis dialog

membuat konflik

membuat klimaks

membuat resolusi


ikuti kelasnya, dapatkan tipsnya dan yang jelas praktikkan

langsung klik ini https://www.udemy.com/course/belajar-menulis-novel/


Kelas Menulis Novel

 Kelas Menulis Novel Apa yang akan dipelajari oleh peserta dalam kursus Anda? peserta bisa belajar menulis novel Apakah ada syarat atau pras...

Senin, 21 Desember 2020

 Pendidikan Di Era Pandemi



Pandemi covid-19 ini tak pernah disangka sangka sebelumnya. Tak urung banyak faktor dan bidang mendapatkan dampaknya. Termasuk pendidikan.


Anak anak terpaksa sekolah dari rumah selama beberapa bulan. Banyak keluarga terkaget kaget. Apalagi yang anaknya banyak padahal jumlah gadget terbatas. Walhasil harus beli gadget lagi. Belum lagi data kuota nambah. Duh duh sedih.


Parenting mendapatkan tantangannya sekali lagi. Kali ini para orang tua harus bisa membagi waktu, energi dan perhatian antara pekerjaan keluarga dan juga pendidikan serta tugas tugas sekolah anak-anak mereka.


Aku sempat mendengar cerita lucu dari beberapa orang juga mengenai hal ini. Jadi ada ibu ibu yang sibuk banget sebagai wanita karir sehingga dia tidak sempat menengok dan memantau perkembangan pelajaran jarak jauh anak anaknya. Nah namanya anak anak kalau pegang hape, gadget, laptop ya akhirnya jadi ke mana mana juga. Alias nge game, nonton you tube, chattingan dengan teman dan lain lain  sehingga banyak tugas terbengkelai.


Si ibu ini dicolek ama guru di grup orang tua, bu si anak masih belum mengumpulkan tugas a, b, c dan seterusnya. Merasa tersinggung, si ibu ini marah marah di grup.  Lha mana tugasnya, wong gak ada pengumumannya kok.

Lalu sesama orang tua murid ada yang memberitahu kalau tugas tugas ada  di moodle alias web pembelajaran semuanya, tinggal lihat dan dikerjakan. Merasa dipermalukan lebih jauh, si ibu ini marah marah lalu keluar dari grup orang tua. Hahaha.


Si suami yang dapat laporan dari teman sesama orang tua  murid di grup ini pun mengingatkan sikap sang istri. Dan akhirnya mereka malah bertengkar hahaha.


Ya gitu deh contoh ilustrasinya betapa pendidikan di masa pandemi ini penuh tantangan dan ujian. Kami, para mahasiswa S2 master public policy, membahas kasus kasus seperti ini juga dalam salah satu tugas diskusi salah satu mata kuliah tentang kebijakan publik terkait pendidikan.


Oh ya gara gara pandemi ini aku jadi bisa sekolah lanjut S2 secara online setelah lolos seleksi beasiswa. Nah kan ada hikmahnya juga ya. Jadi aku bisa sekolah lagi tapi masih bisa bekerja dari rumah dan tetap bisa mengawasi anak anak belajar. Alhamdulilllah.

Banyak pendidikan di luar sekolah dengan berbagai tema juga berhasil diselenggarakan dengan lebih mudah di masa pandemi ini. Hitung saja ada berapa webinar yang teman teman telah ikuti selama hampir setahun ini.. baik yang diselenggarakan di dalam negeri maupun luar negeri. Selain webinar gratis dari berbagai penyelenggara, kita juga bisa ikut kelas  gratis dari  berbagai universitas keren semacam Harvard dll. Wah blessing in disguise. Aku juga ikut tuh kelas kelas gratis begini, dan sengaja mengambil topik topik yang jauh dari bidang yang selama ini aku tekuni. Buat membayar rasa penasaran gitu deh. Kalau mau dapat sertifikatnya, tinggal transfer beberapa US Dollar sih 


Bersamaan dengan waktu dan pengalaman, para guru dan sekolah sepertinya berusaha terus menerus memperbaiki sistem pembelajaran jarak jauh ini. Dan para orang tua juga banyak keluarga makin menyadari  betapa sulitnya menjadi guru. Mereka juga belajar mendidik anak anak dengan lebih baik, memperhatikan tugas tugas juga pekerjaan rumahnya.


Semoga pandemi ini segera berlalu, dan pendidikan kita semakin maju dengan telah melalui digitalisasi dan disrupsi teknologi secara cepat kemarin. Meski awalnya karena terpaksa tetapi semoga berguna untuk pengembangan pendidikan yang bisa mengikuti jaman dan teknologi.



Pendidikan di Era Pandemi

 Pendidikan Di Era Pandemi Pandemi covid-19 ini tak pernah disangka sangka sebelumnya. Tak urung banyak faktor dan bidang mendapatkan dampak...

Jumat, 23 Oktober 2020

Public Policy


Penelitian, Riset Opini

01/1

Public policy action by govt respond specified circumstance. Purpose: expand public good



Public study: research on policy topics

Public advising: practice of providing info to policy makers

Public Policy (PP) should be
Multi disciplinary
Problem solving
Normative

Multi disc: sociology economics law politics etc

Problem solving: the more issue happen, more pp
But not all issue handled
Agenda setting, academia, activist
Address on priority
Based on happening issue

The more happening, the more govt give attention
Social media become mainstream in society. Blewn up. Attract a lot attention

Normative: should not be cloaked in the guise of scientific objectivity
Should recognize the impossibility of separating goals and means, or values and techniques

There are many actors who influence to agenda setting and policy making process
How big opportunity to address it
Unknown politician

Renewable energy in parliament commission v. Only 1-2 people who interest

The actors who bring the issue is not powerful enough to policy makers

Agenda setting is the first move
To choose the actors who will talk

It's not ideal world
PP is about priority

PP approach
Policy analysis
Design
Evaluation

Policy process studies
Policy change studies
Policy making studies
Policy implementation studies

Policy analysis
What problem, causes, instruments needed to address problem
Identify, investigate

Policy design
Produce clear connection between assumed causes, instrument

Policy evaluation, produce normative knowledge between outcome output

Policy process studies
Enable us to understand dynamic of policy making

Different element composing the whole process

Spesific attention to the role of context

Steps. PP life cycle
Discussion n debate 》 Political action 》 legislative proposal 》 law and regulation 》 compliance 》 debate so on.

There are opportunity to change after implementation based on compliance, discussion and debate

PP process
Problem identification 》 policy formulation 》 policy adoption 》 policy implementation 》 policy evaluation 》 back to problem identification etc

Evaluation
LIPI is thinktank of govt
Badan kebijakan fiskal

Not sharp as independent evaluator

They are part of govt. Fund from govt. Hv limitation

Most of evaluation done by independent, such as university, activist, NGO etc

Ideal evaluation
Output meet the implementation

Problem identification
What is problem/issue
What will role of govt
What is agenda
Issue come to attention of govt through interest group, organization, court cases, member of congress, bureaucratic agencies, individual citizens

Challenge: differing opinions and priorities

Policy formulation
What are steps that will be taken to solve the issue
Will the issue be dealt with all at once or stages

Challenge: different solution proposed by different individual, group, etc

Policy adoption
What course of action will the govt ultimately take
Will it be new legislation or executive order

Challenge:
Time consuming process
Can be difficult and often times controversial

Policy implementation
How will it be applied to real situations
How will the govt make sure the general public will know about it
What consequences for individual, states, organization that do not follow it

Challenge: uniformity and equal application of the law to all levels of govt

Policy evaluation
What positive changes have resulted
What the challenge
What the unforeseen problems
What hv been the unexpected cost

Challenge
Will policy be evaluated in the same way by different govt entities
Throw out the policy or amend it?

Political agenda
Set of issues thought by public or people in power to merit action by govt

Question to consider
Current political values
Weight of custom n tradition
Impact of events

Policy actors
Official
Constitutional responsibilities
Legislative, executives, judiciary

Unofficial actors
Participation with explicit legal authority
Interest group, media, citizens, think tank, political parties (but hv strong because hv arm) oligarchic chain

PP instruments
Legislation and govt policy and priorities
Budget, taxation
Persuasion, public pressure
Inspection, audit
Provision of service
Press release

Things to keep in mind
Pp constantly changing. Reshape, modified etc
Pp inferred from actions and behavior of govt agencies involve overtime
Policy is process
Complex, multiple levels
There will be winner and losers in policy making process


Public Policy

Public Policy 01/1 Public policy action by govt respond specified circumstance. Purpose: expand public good Public study: research on policy...

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates