colourful journal for beautiful life

Category 1

Kamis, 09 Juli 2020

Kenapa Tuhan Cancel




Pernah mengalami cancellation? Dijanjikan sesuatu lalu batal?

jadi ingat lagu didi kempot kan? (lagu yang mana coba?:D)

hahaha


apa yg sebenarnya terjadi ketika kita batal menerima karunia/anugrah yg tadinya sempat mampir/ditawarkan pd kita?

dulu pernah ketika seorang teman menanyakan hal ini, dan kuforward ke seorang kyai, beliau memberikan amalan dan doa. (tapi skrg lupa persisnya, soalnya sdh lama banget) kalau gak salah, telapak tangan kanan ditaruh ke bawah dada dekat ketiak kiri (posisi jantung?) sambil baca..

surat2 apa ya? lali aku. hiks. surat al ikhlas? alfalaq? annaas? al insyiroh? ayat kursi? atau apa ya?

hadeuh.... beneran lupa.

balik ke pertanyaan awal 

knapa Allah cancel?

cancellation itu 

bisa jadi krn perbuatan buruk kita, entah itu dosa, maksiat dan semacamnya 

bisa jadi disebabkan kesombongan, ghurur, merasa mampu dst 

bisa jadi krn saat kita overshare, jd ada yg kurang senang/hasad dst (inget cerita nabi yusuf yg menceritakan mimpi pd ayahnya dan menimbulkan hasad/dengki di hati saudara2nya yg lain)

bisa jd krn ingin memberi kita pelajaran 

bisa jd krn menyelamatkan kita dari kerusakan/kehancuran yg akan kita alami jika dilanjutkan? 

atau mungkin sebenarnya teaser yang kita pernah dapat itu sebagai hiburan saja dari Allah hehehe. Semacam biar kita semangat hidup gitu. jadi belum beneran ingin ngasih. hohoho. ngarang puol.

apalagi yg mungkin menyebabkan cancellation ini?

mungkin juga karena kurang sedekah?
mungkin karena kurang tulus?
mungkin karena niatnya tak cukup baik?

BTW

Kita gak punya kekuatan apa apa untuk meruntuhkan, untuk membatalkan, untuk menyelesaikan segala masalah, segala sesuatu, segala hal yang sudah terlanjur kita lakukan, tapi kita punya Allah, yang maha besar, yang lebih besar dari itu semua. 


Jadi, mari berdo'a pada-Nya.

Kenapa Tuhan Cancel

Kenapa Tuhan Cancel Pernah mengalami cancellation? Dijanjikan sesuatu lalu batal? jadi ingat lagu didi kempot kan? (lagu yang mana coba?:D)...

Selasa, 07 Juli 2020

Kuliner Demak Yang Harus Dilestarikan

Demak Kota Wali | You'll Never Walk Alone

Beberapa hari lalu grup penulis arsitek ngomporin supaya kami segera kunjungan lapangan ke lasem juli ini. Aku tertarik karena ingin ngrasain lontong tuyuhan. Kayak gimana sih rasanya.

Kuliner indonesia ini memang beragam dan semuanya menggoda. Apa makanan tradisional khas daerahmu yang musti dipreservasi? Kalau Demak, ada krophokan, pecel lele, sego ndoreng, bubur coro, rangin, bakso balungan. Ini menurut pengamatanku sih.

Btw, pecel lele kayaknya bukan Demak saja ya yang punya.
Bakso balungan juga sih, tapi bakso balungan Demak tuh terkenal enak banget.
Kata ibuku, rangin juga bukan khas Demak saja.
Nah, kalau bubur coro beneran kuliner yang asalnya dari Demak. Begitu menurut ibuku (yang aslinya justru dari Solo, tapi kelahiran Magelang:D) tapi sudah ngoyot di Demak puluhan tahun.
Tapi beneran. Bubur Jamu Coro, Kuliner Legendaris dan Menyehatkan dari Demak, bahkan sudah pernah menjadi headline sebuah koran nasional. jadi seratus persen betul. 



KROPOKAN
Ada yang tahu? Kalau Nasi Krophokan adalah Menu Kesukaan Raja Demak? Aku pernah membacanya di suatu tempat.

Ada yang bilang kropokan itu ndas wedhus. Tapi ada yang bilang kropokan itu bahan dasarnya bandeng. nah lhoh.
Terusss, ada yang bilang kropokan itu sebenarnya khas Kediri. Hohoho, mana yang bener nih. harus ada penelitian tentang ini.

Ini dia bahan dan cara pembuatannya. 


ini dia BAHAN utamanya:
1 ekor ikan bandeng
2 sendok makan mentega atau margarin

ini untuk BAHAN SAUS KECAP:
3 siung bawang putih, haluskan
4 sendok makan kecap manis
1 sendok teh gula pasir
3 buah cabai rawit
3 sendok makan air matang

Ini untuk bahan PELENGKAPnya :
l buah jeruk limau, potong-potong
5 siung bawang merah, iris tipis-tipis 

CARA MEMBUAT KROPOKAN BANDENG :
1.  Siapkan ikan, diamkan selama lima belas menit, lalu lumuri dengan margarin sampai rata, kemudian panggang di atas bara api ya.Atau di dalam oven (200 derajat Celsius) sampai matang. Tandanya  bandenga jadi berwarna kecoklatan.

2. lalu kita membuat saus kecapnya: caranya haluskan bawang putih, gula, dan cabai rawit, lalu tambahkan kecap manis dan air matang, lalu  aduk rata.

3. Terakhir, sajikan kropokan bandeng ini bareng  saus kecap, jeruk limau, dan bawang merah.

Selamat mencoba!

Kuliner Demak Yang Harus Dilestarikan

Kuliner Demak Yang Harus Dilestarikan Beberapa hari lalu grup penulis arsitek ngomporin supaya kami segera kunjungan lapangan ke lasem j...

Minggu, 05 Juli 2020

Mengikuti Perdebatan RUU PKS


Dua hari ini banyak penyintas yang akhirnya speak up. jadi ingat movement #metoo beberapa bulan lalu, tapi yang barusan ini justru lebih mengalir massif meski tanpa hestek. Kebanyakan orang, terutama perempuan, ternyata mengalami pelecehan sejak dari masa kecilnya, masa kanak-kanaknya. waduh kalau diangkut semua ceritanya ke sini, tidak akan muat. 


Dari semua speak up itu,  beberapa di antaranya ada yang memberikan alternatif-alternatif solusi, platform-platform terkait yang berguna (lembaga/komunitas untuk pengaduan, healing dst) dan riset-riset rujukan.

**
BUTUH UU YANG KOMPREHENSIF
undang2 penghapusan kekerasan seksual adalah yang paling saya tunggu selama ini kalau perlu pemerkosa dihukum mati, pelaku pelecehan dibui, pelaku kekerasan seksual dipenjara sesuai kejahatannya itu jelas yang sekarang jadi polemik adalah ternyata ada yang kurang lengkap dlm RUU itu

contoh nih: kalau sama2 konsen,pelaku tidak bisa kena pasal hey halloooo, banyak wanita yg dimanipulasi, ditipu, di-gas-lighting, di-distorsi lapangan (kalau ikut istilah walter isaacson di biografi steve jobs), shg sbnrnya tdk konsen tapi mjd spt konsen ini juga hrs kena pasal

juga pasal2 yg jadi polemik perdebatan di timeline terkait dg 'interpretasi agama' dan semacamnya. hal2 yg bias atau perlu perbaikan 'redaksional' dll, bisa dirembug, dicari solusi terbaik UU yg melindungi perempuan hrs jadi, dg tetap memerhatikan segala aspek yg komprehensif

Kurasa 89% perempuan pernah mengalami pelecehan, kekerasan seksual dll, bhkn mgkn lebih, 98%? 50% nya pernah kepikiran utk menghabisi peleceh/pelaku kekerasan seksnya. Suasana riuh timeline, sdkt byk membangkitkan kemarahan dan luka2 yg susah payah selama ini disembuhkan

39% nya mungkin pernah kepikiran utk bunuh diri. Pelecehan yg diterima dari masa kanak2 bisa mencengkram sepanjang hidup. Trauma dan kerusakan mental. Ya, hrs ada undang2 utk mencegah tjdnya pelecehan,kekerasan seksual Bbrp ayat yg bias bisa dikaji dan diperbaiki
Banyak predator berkeliaran dan santai berulang kali melakukan kejahatannya karena ya merasa aman, sebab tdk ada undang2 yg bisa menjeratnya. Sdh ada UU aja dilanggar apalagi gak ada UU nya Tapi pertanyaan2 terkait RUU yg dirasa bisa membuat pernikahan ambyar,coba cermati

mungkin ada 67% lelaki bajingan yg menjadi peleceh, predator, pelaku kekerasan seksual? dan mungkin sebagian dari 33% yg beres itu bisa jadi ada yg melindungi dua istri yang menyayangi dan menghormati satu sama lain, berikut anak2 mereka rukun saling membantu.

Itulah paradoks kehidupan. Life Paradox.

**
Sekarang aku sedang menulis novel tentang penyintas gaslighting, manipulasi, pelecehan, kekerasan seksual. Doakan semoga lancar dan bagus ya.
**

BANGUN KOMUNITAS YANG MENDUKUNG PENYINTAS

Nah, di tengah-tengah kemarahan yang dipicu oleh banyak pengakuan para korban yang mengalami trauma dan juga para penyintas ini, semalam aku menemukan sebuah konsep menarik yang ditawarkan oleh sekelompok orang. mengingat bahwa sulitnya Undang-Undang Penghapusan Kekerasan seksual ini ditetapkan, belum lagi kalaupun sudah ada UU -nya, tetap saja orang-orang melanggar, menyuap untuk bisa lolos dari hukuman dan seterusnya. Atau sudah dihukum tapi kambuh dan kumat lagi.

So here it is their alternative solution .

tentu kita berhak marah thd kasus2 kekerasan seksual. tapi bukankah sebaiknya lebih kritis dalam menyikapinya? pertanyaan yg dilontarkan kemudian: 1. apakah mekanisme hukum sudah ditegakkan dengan baik oleh institusi yg bertanggung jawab?

kita tahu, org2 dalam institusi penegakan hukum jauh lebih banyak yg mempersulit drpd membantu proses penanganan. kalaupun akhirnya diproses, penyintas harus melalui mekanisme yg rumit & bahkan menjalani kembali (reliving) trauma mereka untuk membuktikan mereka benar2 mengalami.

belum lagi, pelaku yg akhirnya didakwa belum tentu juga jera ketika masuk penjara dan/atau bayar denda. hukuman yg mereka terima bukannya bersifat rehabilitatif, memulihkan & menyadarkan, tapi malah bikin trauma baru. bukannya jadi sadar, malah jadi ikutan troubled juga
makanya, melihat hal di atas, bukannya udah seharusnya kita bertanya lagi: 2. apakah hukuman, dan tindakan menghukum, apapun bentuknya, benar-benar bisa memberi efek jera pada pelaku & efektif mencegah kasus-kasus yg lain?
keadilan transformatif (KT) menolak adanya bentuk hukuman itu, karena hukuman adalah sebuah bentuk KEKERASAN juga. KT ingin merespon kekerasan tanpa menciptakan kekerasan yg lain lagi, dan bercita2 membangun sistem yg bisa menciptakan keadilan seutuhnya dlm & bagi masyarakat.

gak usah bergantung sama negara. bangun komunitas aja. rakyat bantu rakyat, saling edukasi dan belajar dari sesama, tanam & pupuk nilai keadilan di lingkungan. gak butuh yang namanya konsep hukuman ataupun “policing”.
ini alternatif masuk akal.. t-tapi masi kepikiran gimana seenaknya pelaku melenggang bebas grgr negara ga ada ngasih sanksi pidana yg tegas. mngkn akhirnya yg bisa kita lakukan adala berusaha melindungi dan mengusahakan ruang aman buat penyintas..

pelaku perkosaan, atau “kejahatan” apapun, punya dimensi yg lbh deep-rooted dari sekedar perbuatannya. komunitas hadir u/ ngeaddress masalah2 akar. ga ngerti consent? tanam nilai2 feminis. masalah psikologis/psikososial? bangun community-based mental health solutions. & sterusnya

institusi negara, realitanya, tidak pernah hadir untuk melindungi warga negara. mau seideal apapun konseptualisasi institusi negara (kontrak sosial, pelindung warga negara dll) pemusatan kuasa ke sebuah institusi tunggal ky gitu akan selalu rentan abuse of power
**
KEADILAN TRANSFORMATIF

Yuk belajar bareng-bareng soal abolisi & keadilan transformatif! Buat yg terbiasa mengidamkan keadilan restoratif, istilah keadilan transformatif ini termasuk baru bagi saya tapi jauh lebih bisa diandalkan dibanding negara & institusi kepolisian

"Hah mana bisa ngejar keadilan tanpa kepolisian?" Bisa. Beberapa gerakan sudah membuktikannya,

"Tetep ga kebayang sih cara kerja abolisi tuh gimana..." Mungkin perbandingan visual bisa membantu:

These charts break down the difference between reformist reforms which continue or expand the reach of policing, and abolitionist steps that work to chip away and reduce its overall impact. As we struggle to decrease the power of policing there are also positive and pro-active investments we can make in community health and well-being.
PDF with full text of image available at the link in the tweet

"Mana bisa ujug-ujug langsung ga ada polisi? Langsung pake keadilan transformatif?" Yaaa ga langsung jg sih. Dengan keadaan skrg pun bukan mustahil kita bisa mulai menerapkan itu di masyarakat. Pelan-pelan melakukan transisi di lingkungan sendiri.

Kalau saya ambil contoh soal kekerasan seksual, kita bisa melihat polemik RUU PKS yg ga kunjung disahkan ini sebagai salah satu wujud putusnya harapan. Tapi di satu sisi, dengan masuknya RUU PKS ke Baleg dan memulai pembahasan draf dari nol
—kita bisa anggap ini sebagai sebuah kesempatan untuk menyempurnakan rancangan sebelumnya. Misal dengan menyertakan rumusan keadilan transformatif juga di dalamnya (di bawah Bab VIII soal Partisipasi Masyarakat tentunya).
Atau, saya membayangkan kita sebagai masyarakat bisa pelan-pelan bangun sistem. Misal pertama, semua (atau sebagian besar) masyarakat bisa mulai belajar DPA (Dukungan Psikologis Awal). Karena (1) ga semua orang punya akses buat cerita ke psikolog/psikiater—
—karena keterbatasan wawasan/biaya; (2) bisa dilakukan siapa saja seawam apa pun orangnya; (3) ketimpangan jumlah psikolog dan psikiater di Indonesia membuat kita seharusnya bisa jadi penyedia pertolongan pertama bagi org-org yg terluka mentalnya karena kekerasan yg dialaminya.
Jadi skenarionya, misal ada korban kekerasan seksual, dia bisa nyaman dan aman dulu cerita ke siapa aja di lingkungannya karena sebagian besar sudah punya bekal ilmu DPA. Terus bisa dirujuk ke psikolog/psikiater itu tadi, atau ke komunitas/NGO


Untuk pelakunya sendiri, karena skenarionya tanpa penjara, bayangan saya adalah kita perlu bangun shelter atau tempat khusus pendampingan atau rehabilitasi pelaku. Atau bukan membangun, bisa jg menyempurnakan, karena fasilitas seperti ini kan sudah ada di masyarakat.

Saya membayangkan pelakunya ini perlu didampingi dan diberi pemahaman mengapa perilakunya salah, bagaimana seharusnya ia bersikap, apa yg harus ia lakukan utk mengubah pola pikir dan perilaku sepenuhnya. Penjara ga memberikan ini semua. Ini yg bikin mantan napi berpotensi—

—mengulangi kekerasan yg pernah dilakukannya. Penjara jg membuat mereka ga punya kesempatan utk berubah karena kuatnya stigma yg melekat pada mereka.
Kita bisa tahu kalau Rivet itu korban perkosaan waktu kecil, lalu ia tumbuh dewasa dan jadi pelaku perkosaan, lalu ia menerima bantuan rehabilitasi yg membuatnya berubah dan kini ia bekerja di fasilitas rehabilitasi utk membantu pelaku-pelaku kekerasan seksual utk berubah jg.

Ini ga menjustifikasi kekerasan seksual yg Rivet lakukan ya. Ia ttp salah. Tapi ini ga menutup kemungkinan bahwa pelaku kekerasan punya kesempatan utk berubah dan memutus rantai tsb tanpa melibatkan penjara, hukuman mati, atau bentuk kekerasan lain.
Selaras jg dgn salah satu implementasi abolisi dan keadilan transformatif di mana para mantan napi yg sudah berubah justru bisa ambil peran dalam mengedukasi pelaku-pelaku kekerasan dan mendampingi mereka jg.

Mantan napi mengedukasi napi lain. Mantan pelaku kekerasan seksual mendampingi pelaku lain. Mungkin sistem seperti ini bisa lebih manusiawi dalam menangani pelaku, dan abolisi serta keadilan transformatif menawarkan hal itu.


TAPI KEMUDIAN JUGA KELUAR PIKIRAN SEKETIKA,
tapi kalau penjahat2 predator2 mikirnya yach nggak apa2, ntar kan cuma direhabilitasi, jadi padha nggak takut bikin salah
tapi kalau ancamannya hukuman mati, orang2 akan mikir2 kalau mau ngaco.

KALAU kata mbak Ninus
saking simpelnya sampai pd bingung akrobat argumen gimana lagi. sesimpel: nggak pernah ada konsekuensi bagi pelaku setotal dan semendalam seperti halnya yg dialami korban kekerasan & pelecehan seksual, itu kenapa kejadiannya berlangsung terus. cuma itu doang
**

FOKUS PADA KORBAN
Yg sulit itu dengerin cerita-cerita penyintas kekerasan seksual tapi ga bisa ngasih tanggapan yg meyakinkan bahwa mereka bakal dpt keadilan. Karena aturan selama ini ga komprehensif, penegak hukumnya jg kadang malah jadi pemicu trauma, & proses penegakan hukumnya:

betapa berat penderitaan yg dialami korban kekerasan seksual sepanjang proses peradilan.

bersemesta menerima cerita-cerita penyintas kekerasan seksual
mulai dari situ sampai skrg jadi banyak yg curhat soal apa aja. Akhirnya coba mendalami DPA (Dukungan Psikologis Awal, Psychological First Aid) supaya ga sebatas dengerin aja.

di DPA, intervensi paling mentok yg bisa diberikan tuh ngasih rujukan ke pencerita.
Ngasih rujukan ini maksudnya menghubungkan pencerita ke sumber informasi dan bantuan yg lebih profesional gitu. Buat cerita-cerita kekerasan seksual, saya biasanya ngerujuk lapor ke kepolisian di paling akhir. Karena... ya... alasan di awal itu tadi.

Rujukan awal biasanya ke P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) yg ada di tiap kota/kab. Mereka layanannya cukup lengkap: layanan psikologis, medis, rehabilitasi psikososial juga.

Juga LBH. Kalo yg ini udah jelas ya untuk pendampingan hukum bagi penyintas. Juga NGO yang khusus menangani kasus kekerasan seksual, misal Savy Amira (di Surabaya ada, kurang tau di kota lain) atau Rifka Annisa (di Jogja), atau kalo ada yg lain boleh reply


Juga Komnas Perempuan, Yayasan Lentera Sintas, dsb. Intinya ngasih rujukan yg bisa diraih, kalo bisa nemenin juga. Tapi masih ngarep RUU PKS bisa segera sah biar penyintas bisa lebih mudah lapor, trs ga ada lagi ceritanya polisi bingung mau pake pasal apa

Ditambah yg cerita ga cuma cewek aja. Kalo ada yg mikir, "Paling cowoknya feminin," nyatanya ga gitu. Cowok feminin ada, yg maskulin jg ada. Siapa pun bisa jadi korban. Ga berani lapor karena malu. Dan lagi, hukum yg berlaku ga cukup melindungi korban laki-laki.
Tapi ternyata RUU PKS ditarik ulur terus sama dewan yang terhormat. Patah hati bgt lah, apalagi sama wacana kemarin soal RUU PKS mau dicabut dari Prolegnas 2020. Makin hilang kepercayaan sama negara.
Koar-koar soal RUU PKS bakal terus dilakukan, tapi jadi mikir keras gimana kalo beneran ga bakal tembus nih RUU PKS nya. Ga bisa gantungin sepenuhnya ke DPR gitu aja.

Untungnya di timeline banyak yg kasih gambaran solusi. Misal
@anandabadudun ngajak kita berkomunitas main "partai-partaian" terus bikin kebijakan. Yaaa buat persiapan jangka panjang bgt ini sih.
Tapi yg paling membangkitkan harapan: diskursus keadilan transformatif (KT)
Singkatnya, KT fokusnya nanganin kekerasan tanpa melibatkan lebih banyak kekerasan. Berlaku jg di kasus kekerasan seksual.Kenapa membangkitkan harapan? Soalnya, KT ini meniadakan peran polisi yg *ehem* seringnya melanggengkan tindak kekerasan ke pelaku, pdhl tindakan itu cuma berpotensi melahirkan kekerasan-kekerasan lain yg ga ada habisnya
KT menitikberatkan peran masyarakat/komunitas secara kolektif dalam penanganan kekerasan seksual. Tetap mengutamakan korban, tapi jg ga membiarkan pelaku tanpa penanganan.Beda penanganannya adalah, KT memastikan pelaku diberi kesadaran sampai tahap ada perubahan perilaku yg signifikan. Penerapannya oleh kolektif masyarakat bisa dgn bikin infrastruktur khusus rehabilitasi, pendampingan baik untuk pelaku maupun korban, dsb.
Konsep ini ada di RUU PKS jg sebenernya (Bab VIII Partisipasi Masyarakat) meski ga begitu detailAkhir kata, #SahkanRUUPKS dan dorong komunitas utk bergerak secara kolektif menerapkan keadilan transformatif. Kita cuma punya satu sama lain, negara udah ga bisa diandelin~

Mengikuti Perdebatan RUU PKS

Mengikuti Perdebatan RUU PKS Dua hari ini banyak penyintas yang akhirnya speak up. jadi ingat movement #metoo beberapa bulan lalu, tapi ya...

Rabu, 01 Juli 2020

Pengalaman Traveling Pertama






Anak-anakku excited banget ketika diberitahu kalau kami akan ke Bali selama beberapa hari untuk festival UWRF dan sambung dengan jalan-jalan. 

Hari yang ditunggu pun tiba. Dari rumah, kami bertiga naik becak menuju pojok jalan lingkar. Ternyata kami sampainya kepagian. Alias masih seperempat sampai setengah jam lagi bisnya baru dating dari arah Terminal Terboyo Semarang.
Saat anak-anak mulai resah, kubagikan sebuah senjata ampuh dari guru madrasahku jaman dulu.
“Yuk baca laa haula sambil menunggu bis,” ujarku.
“Kenapa memangnya?” tanya anak lanang.
“Apa bisnya jadi datang lebih cepat?” sahut anak wedhok.
“Hmm.. yang jelas kita dapat pahala kan? Dan cerita guru waktu dulu, saat dia menunggu bis atau angkutan sembari membaca ini, eh jadi ada kendaraan lain yang tiba-tiba memberi tumpangan,” aku berbagi kisah yang pernah kudengar.
“Ah tuh mi, ada mobil bagus datang. Siapa tahu dia mau kasih kita tumpangan sampai Bali ya?” sergah Hasan cepat.
“Hussh..” lirihku sembari melirik mobil hitam yang parkir dekat kami.
Pengendaranya mendekati kami dan menawari tumpangan ke arah Kudus. Duh yang kayak gini nih malah bikin takut, ya kan? Berapa banyak berita di Koran dan televise mengenai orang-orang yang pura-pura menawarkan kebaikan padahal aslinya mau merampok dan semacamnya.
“Tidak, pak. Terima kasih,” aku menolak halus dan segera mengalihkan pandangan.
Orang itu kemudian membeli sesuatu di warung tempat kami duduk menunggu. Dan berlalu. Alhamdulillah, desisku dalam hati.


**

Alhamdulillah bis datang tepat waktu. Jam tiga sore, kru kotak besi panjang hitam beroda itu segera mengenali kami. Koper masuk bagasi dan kami bertiga naik satu-satu ke dalam bis yang lega. Untungnya penumpang bis tidak penuh. Jadi anak-anak bahkan bisa punya kursi dan ruang yang luas untuk masing-masing.

Kemacetan pantura ternyata tidak separah yang kami bayangkan. Jadi perjalanan lancar. Bis berhenti untuk menurunkan penumpangnya makan malam di restauran sederhana. Kubangunkan anak-anak supaya mereka mengisi perut agar tidak masuk angin.
Sepanjang jalan kami menikmati pemandangan hutan, rumah-rumah, bahkan juga pantai. Menikmati kota-kota sepanjang pantura. Juga Banyuwangi yang beragam pemandangannya. Ada gunung di sisi kanan, dan pantai yang bisa dilihat dari jendela kaca kiri bis. 
Not just getting new experiences, kids also practice patience, learn about tayamum, sholat safar, sholat jama' qoshor, GPS etc.  Ini antara lain yang kutulis di twitter selagi perjalanan dan menikmati UWRF. Social media memang tak hanya membantu kita membagikan apa yang sedang kita pikirkan dan alami, tetapi juga membantu kita menyicil apa-apa yang akan kita kembangkan dalam tulisan yang lebih panjang.
Traveling menuju dan selama UWRF ini juga mengajarkan anak-anak banyak hal selain memberi mereka liburan dan hiburan. Mereka juga belajar sabar, belajar dan mempraktekkan tayamum (sesuci dengan debu), sholat safar, sholat jama’ qoshor, bagaimana menggunakan GPS dan lain-lain.
Ternyata bis mampir ke pom bensin sebelum matahari terbit. Rupanya kru bis memberi kesempatan pada penumpangnya untuk bisa sholat subuh di musholla. Selain tentu saja pak sopir dan kernetnya juga beribadah yang sama. Kuperhatikan mereka memang khusyu waktu sholat Isya tadi malam dan subuh ini. Membuat hati menjadi sejuk melihatnya. Ini sungguh permata pengalamanku. 
Perjalanan berlanjut lagi menyusuri bumi Banyuwangi yang eksotis. Lumayan lancar meski sudah mulai Nampak barisan kendaraan yang sama-sama menuju penyeberangan. Pemandangan yang juga bisa kita saksikan saat hendak menuju priok di Jakarta ataupun tanah mas di Semarang.
Alhamdulillah bis tiba di pelabuhan Ketapang jam tujuh pagi. Sesuai dengan perkiraanku dan anak-anak. Laut semakin dekat, tampak jelas di pelupuk mata. Dataran pulau Bali sudah semakin dekat. Dengan wajah cerah, anak-anak makin bersemangat  dan menegakkan punggung mereka. Untukku, ini  kunjungan yang kedua setelah sebelumnya pernah ke sana bersama-sama teman kampus untuk KKL waktu itu. 

Pengalaman Traveling Pertama

Pengalaman Traveling Pertama Anak-anakku excited banget ketika diberitahu kalau kami akan ke Bali selama beberapa hari unt...

Jumat, 26 Juni 2020

Nangis Dleweran karena Terlanjur Mencinta




Versi mana yang lebih kamu sukai dari lagu #TerlanjurMencinta ciptaan Yovie Widianto yang barusan rilis hari ini?

Versi Lyodra Ginting, juara satu Indonesian Idol?
Atau versi Tiara Andini yang manis santun?
Atau versi Ziva Magnolya yang imut menggemaskan?


Semuanya bagus. Punya gaya dan  karakter masing-masing yang khas.



Video liriknya lyodra juga lebih ngena banget ama lagunya. ternyata yg membuat video liriknya, meski sama-sama memakai ilustrasi gambar, beda2 semua. ada 3 juga. cara lyodra nyanyinya juga greget banget, di setiap suku katanya bahkan. kayak gak ada yg ngulang dari awal sampai akhir


Perhatikan saat dia sampai di kata 'kuduuugaaa' egh...itu kena banget. tarikan antara nafas dan nggak nafasnya lyodra, bikin lagu ini bikin kita nggak bernafas paling klimaks, saat lyodra ngejerit 'cintaaa' trus ada 'hhharus menghindar' yg di bagian belakang, hhhh-nya wew

Sampai 5 kali mendengarkan ulang, masih ikutan nangis yg sampai menganga nggak keluar suara (saking pedihnya) muter lagi berulang2, belum bosan juga








Ini dia lirik lagunya.

"Maafkan Aku #TerlanjurMencinta"


Aku t'lah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku, terlanjur mencinta

Senyuman itu
Hanyalah menunda luka
Yang tak pernah ku duga
Dan bila akhirnya kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku

Kau membuat semuanya indah, seolah takkan terpisah

Aku t'lah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku, terlanjur mencinta

Bila memang hatimu untuk aku
Salahkah ku berharap, berharap kau memilih diriku cinta

Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku, terlanjur mencinta

Aku t'lah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu dan bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku, terlanjur mencinta
Ternyata hati, tak sanggup melupa




Mas Yovie Widianto memang jago banget bikin lirik dan lagu. 
Maestro!

Nangis Dleweran karena Terlanjur Mencinta

Nangis Dleweran karena Terlanjur Mencinta Versi mana yang lebih kamu sukai d ari lagu #TerlanjurMencinta ciptaan Yovie Widianto yang barusa...

Kamis, 25 Juni 2020


Masakan Italia Yang Mengundang Selera

Kemarin saat di salah satu diskusi tentang kepenulisan ada yang menyebut tentang Saltimbocca, otomatis langsung browsing dan searching dong. Dan ternyata itu nama masakan Italia.

Saltimbocca adalah hidangan Italia klasik yang jika diterjemahkan menjadi "melompat di dalam mulut". Makanan ini biasanya dibuat dengan daging sapi muda namun saltimbocca juga dapat dibuat menggunakan daging ayam dengan cara yang serupa. Hasilnya adalah hidangan yang sangat penuh dan kaya rasa dan dapat dimakan bersama dengan pasta, salad atau gnocchi

Bahan:

6 potong daging steik sapi muda/dada ayam
6 lembar daun sage
6 iris prosciutto (irisan daging ham tipis dan berbumbu khas Italia)
125 gram tepung terigu serba guna
2 sdm mentega tawar
1 siung bawang putih
1 sdm daun peterseli gepeng cincang
2 sdm kaldu ayam dan sayuran
Dry white wine (anggur putih kering atau tidak manis)/sari perasan lemon
Garam
Lada

Ini Cara Masaknya ya.
1
Mempersiapkan Daging Sapi Muda
Belilah daging steik sapi muda bagian girello. Bagian ini adalah potongan dari bagian belakang kaki sapi. Satu daging steak girello ukuran besar dapat dipotong secara mendatar untuk menghasilkan enam steik saltimbocca Anda. Anda juga dapat mengganti irisan daging ini dengan enam daging dada ayam.

2
Letakkan keenam daging steik atau dada ayam Anda di atas talenan. Gepengkan potongan-potongan daging tersebut secara merata dengan palu daging hingga ketebalannya mencapai 0,6 cm.


3
Letakkan selembar daun sage di atas setiap potongan daging.

4
Letakkan seiris prosciutto di atas setiap daun-daun sage tadi. Pukul-pukul kembali potongan daging tersebut beberapa kali untuk memantapkan posisi irisan prosciutto dan daun sage pada potongan daging itu.




Memasak Saltimbocca
1
Panaskan mentega dalam wajan di atas api sedang. Anda dapat mengganti mentega dengan minyak zaitun, namun dalam hidangan tradisional, saltimbocca dimasak menggunakan mentega.


2
Tuangkan tepung ke dalam piring ceper. Taburi bagian atas tepung dengan garam dan lada yang banyak. Aduk hingga semuanya tercampur rata dengan garpu.


3
Tunggu hingga menteganya panas. Kemudian, secara hati-hati baluri bagian depan dan belakang potongan daging sapi muda tadi dengan lapisan tepung.


4
Masukkan potongan daging yang sudah dibalut tepung ke dalam wajan dengan sisi yang diberi prosciutto menghadap ke bawah.


5
Goreng sisi pertama daging itu hingga renyah, selama tiga menit. Kemudian balik setiap potongan daging tersebut. Tumis sisi kedua daging selama dua menit.


6
Cacah bawang putih dan peterseli. Taburkan keduanya di atas potongan-potongan daging tersebut dan kemudian balik daging-daging itu sekali lagi.


Membuat Saus
1
Tuang kaldu ayam atau kaldu sayur kesukaan Anda ke dalam panci.


2
Tambahkan sedikit anggur putih. Anda juga dapat menambahkan sedikit sari perasan lemon sebagai ganti anggur putih, atau memasukkan keduanya.

3
Biarkan masakan tersebut mendidih di atas api kecil hingga sausnya berkurang sepertiga dari jumlah awalnya.


4
Angkat daging dari wajan dan letakkan di piring Anda. Tuangkan sausnya dengan sendok di atas daging tersebut.


Tips
Jika ayam atau potongan daging sapi muda nampak terlalu besar untuk bisa muat dalam wajan, kita bisa menggulung potongan-potongan daging, mengencangkannya dengan tusuk gigi agar bisa dimasak.


Ada aneka jenis masakan Italia lainnya. Ini nih di antaranya:

Gnocchi merupakan makanan sejenis pangsit yang terbuat dari tepung terigu. Agar terlihat lebih menarik hati oara pecinta kuliner, makanan khas yang satu ini disajikan dalam bermacam rasa dan juga gaya.



Ravioli terbuat dari ayam , ada ricottanya. biasa dihidangkan dalam porsi kecil, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalankan program diet.



pasta Carbonara memiliki ciri-ciri krim kental sehingga membuat pasta ini memiliki rasa yang khas.




Tiramisu disajikan sebagai hidangan penutup, memiliki cita rasa coklat, vanila, serta kopi yang dipadukan menjadi satu sehingga rasanya manis manis pahit.




gelato merupakan es krim khas Italia yang terkenal memiliki tekstur padat dan tentunya es krim ini merupakan es krim yang rendah lemak.






Pizza Margherita Khas Italia

Spaghetti merupakan salah satu menu makanan terfavorit yang berbentuk mie. Makanan ini biasanya disajikan dengan berbagai toping seperti Spaghetti Saus Tomat, Saus Bolognese dll




Linguine Alle Vongole, sejenis pasta yang diberi saus dari campuran kerang dan bumbu khusus





Lasagna terbuat dari campuran tepung terigu yang biasanya di dalamnya diisi dengan keju, daging, sosis, mozzarella, sayuran, makanan laut, dll






Ayam Parmigiana berbahan dasar ayam yang di masak dengan cara digoreng dan diberi tambahan saus serta keju. biasanya dihidangkan bersama dengan spaghetti.



Fettucini Alfredo merupakan salah satu jenis makanan pasta yang dihidangkan dengan tambahan saus krim





Veal Marsala berbahan dasar daging sapi, daging sirloin yang lembut.
atau daging ayam. Marsala ini merupakan saus anggur khas Italia yang telah dicampur dengan jamur dan daun bawang.



Pasta Primavera cocok bagi mereka yang vegetarian. mengkombinasikan sayuran segar dengan pasta dan tak lupa tambahan saus berwarna cerah






shrimp Fra Diavolo. Menu makanan yang satu ini merupakan salah satu makanan yang terbuat dari bahan dasar udang yang dimasak dengan menggunakan campuran pasta serta saus dengan merica dan bawang putih sebagai bumbu tambahannya.




Penne alla Vodka terbuat dari pasta dengan krim kental dan tambahan bawang, tomat, daging atau sosis. Saus terbuat dari krim, marinara, vodka, dan kemangi



Risotto berbahan dasar beras. menggunakan bawang putih, anggur, daging, keju

Tortellini berjenis pasta. di dalamnya campuran keju serta daging. disajikan dengan kuah kental yang terbuat dari kaldu sapi.





Panini sandwich diisi dengan ham, keju, serta daging asap







Panna Cotta dimasak dengan bahan dasar susu, krim, gula, dan gelatin yang dididihkan lalu didinginkan dalam mesin pendingin. dihidangkan dengan buah-buahan.




makanan pembuka hampir mirip dengan sosis berukuran besar, terbuat dari campuran  daging sapi. ada juga yang daging babi.



Ayo kapan kita ke  Italia? :))

Masakan Italia Yang Mengundang Selera

Masakan Italia Yang Mengundang Selera Kemarin saat di salah satu diskusi tentang kepenulisa n ada yang menyebut tentang Saltimbocca, otomati...

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates