colourful journal for beautiful life

Selasa, 28 Januari 2020

Tugas dan Fungsi Pembimbing Manasik Haji



Materi-materi lainnya:
Situs-situs di Haromain

Materi:
Tugas dan Fungsi Pembimbing Manasik Haji

Ada 4jt 600rb org waiting list haji, di 16rb pulau. Kt wajib membimbing mrk. Meski bernsgkatnya masih 22 th lagi hrs belajar manasik.

Petugas haji: Uang tugas harian 1jt
74 hari=74 jt
Resiko nyawa, tp gak ada yg kapok

Petugas kloter 5 org, 2 unsur kemenag, ketua kloter dan  pembimbjng ibadah, 3 petugas kesehatan

UU 8 pemda dpt mengangkat petugas haji daerah
Menag yg menetapkan, pemda yg biayai

Kepedulian petugas selama ini kurang

Byk petugas hanya ingin berhaji. Psikologisnya kelihatan

Byk petugas haji yg meraih dg segala cara, nepotisme, gratifikasi

OTT bukan yg pertama, pasti ada riwayatnya

KPK msh ngorek2 soal petugas haji, petugas kloter, tphd.
Jgn melanggar hukum

Pelanggaran etika di arab saudi
Ketua kloter di lift, pakai ihrom 2019
Kasus Ppih saudi

Sembunyikan ibadah, penderitaanmu, biarkan hanya Allah yg tahu.
Kalau merusak nilai ibadah, ambyar, jgn dilakukan. Misal selfie. Pamer.

Mari ubah mindset
Sambil guyon, selipkan value

Masih ada perusakan hutan, ott kpk, dll pdhl 231rb orang berangkat haji tiap tahun

UU no. 8 th 2019
Jemaah haji adl yg sdh daftar

Kalau smua diajari dg paripurna, indonesia akan hebat

Yg harus dibina: ibadah dan kesehatan

Bayangkan 4jt 600 org dibina

Hak
Dpt bimbingn manasik haji dll di tanah air, perjalanan dan saudi

Aplikasi pembimbing haji bersertifikat, akan ada rating.
Yg tdk aktif, akan close dg sendirinya

Pembinaan
Ibadah
Kesehatan

Kalau 4jt 300rb org dibina kesehatannya, bpjs gak mungkin tombok

Bentuk pembinaan ibadah

Warning!
445 orang  atau 391 orang per kloter

Byk kbihu bikin program umroh berkali2 bahkan 30x, belum waktunya haji.
86% jemaah wafat krn kelelahan
Lgs headstroke
Jelang armina,300 org wafat

Ajari kesadaran kesehatan

2015 byk kasus
crane jatuh
Pesawat gak bisa mendarat
Tabrak2an di mina, 135 org wafat
Identifikasi mayat di antara 4500 mayat
11 container isinya mayat semua

Ajari sampai jemaah paham benar

Yg dpt pahala haji: yg berangkat, yg membimbing, yg melayani

Mana yg prioritas
Yg masa tunggu atau yg lunas

Tantangan dan pilihan
Jemaah masa tunggu: regulasi, sistem, sdm, biaya, anggaran, koordinasi, pengawasan=sempurna

Jemaah haji lunas bpih: tdk paham, tdk terpilah2, byk mslh, tdk py nilai dan makna=potensi lost

Rencana ke depan
Pelajari UU no. 8 th 2019

Tujuan akhir
Pasal 3
Pembinaan
Pelayanan
Pelindungan
Mewujudkan kemandirian dan ketahanan dlm PIHU

Psl 32 kewenangan pd menteri melibatkan kbihu

Spy tdk tjd benturan,pembimbing bersertifikat gabung kbihu yg py wewenang

Kdg2 menjahrkan ibadah termasuk di tanah suci juga baik. Tdk semua selfie maksudnya riya
Kalau edukasi pd jamaah, jgn selfie, gak akan sukses
Niatkan dakwah

Sampaikan pd jamaah: Boleh selfie, tapi jaga atau geserkan niatnya utk dakwah

Apps pembimbing bersertifikat, kalau gak lihat apakah gabung dg kbih atau tdk, maka KBIHU bisa mati

Hrs mapping dg kebutuhan jemaah haji umroh

Perush jasa hrs py tenaga ahli

Tdk bs paksakan di seluruh indonesia

Ada daerah yg py byk kbih, ada yg sdkt.

Kalimat di pasal, dapat. Jd sunnah

Ada 7 yg tdk boleh diswastanisasi
Keuangan
Hukum
Hankam
Agama
Kesehatan
Luar Negeri

Single majority pemerintah


Omset umroh per tahun
30 trilyun itu yg bersngkat
Belum yg ketipu

Tiap hari ada laporan ke bareskrim
Sampai dibentuk Penyidik pegawai negeri sipil, boleh interogasi dan cekal org, krn mrk kewalahan

Oknum2 menjual agama




Tugas dan Fungsi Pembimbing Manasik Haji

Tugas dan Fungsi Pembimbing Manasik Haji Materi-materi lainnya: Situs-situs di Haromain Materi: Tugas dan Fungsi Pembimbing Manasi...

Kamis, 16 Januari 2020


Lebih Murah Tiket Online Railink Kereta Bandara
 Alhamdulillah tahu-tahu awal tahun 2020 ini pergi ke Jakarta lagi setelah November 2019 kemarin ke Jakarta juga.
Kali ini dalam rangka memenuhi undangan dari Bank Indonesia karena alhamdulillah diriku menjadi nominator pemenang lomba blog yang diselenggarakan Bank Indonesia.
 Dari Terminal 2E kedatangan domestik, aku naik kalayang ke arah Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta, tapi turun di Stasiun Kereta Bandara. Ini bukan pertama ai naik kereta Bandara sih. Alhamdulillah sudah beberapa kali nyobain kereta ini, padha waktu mau ke Malaysia dan juga Eropa.
 Nah, kemarin ini sempat kepikiran pilihan antara naik kereta bandara atau damri saja. Tapi membayangkan kemacetan Jakarta, akhirnya aku memutuskan untuk naik kereta bandara saja.
 Waktu masih posisi di rumah, sempat browsing dan nemu web railink. Terus iseng masukin tempatnya, baik posisi berangkat serta tujuannya. Termyata cuma Rp. 40.000 (empat puluh ribu rupiah)

Wah sama dong ya dengan biaya kalau naik Damri yang bahkan Rp. 45.000 (empat puluh lima ribu rupiah) Enakan naik kereta bandara lah, pikirku.



 Tapi pas sudah keluar tagihan dari web railink dan harus segera transfer dalam beberapa menit, aku mikir lagi. Lha ini kalau sampainya persis sesuai jadual penerbangan kan ya alhamdulillah bisa memgejar jadual naik kereta bandara yang sudah diperkirakan. Lha tapi kalau ternyata geser karena delay dan semacamnya, kan bisa berabe kalau sudah kadung bayar tiket kereta bandaranya sekarang.

Tapi kalau mau ganti schedule yang agak longgar, ntar kalau pesawatnya on time ya malah kelamaan nunggu kereta bnadaranya. Dilema kan ya. Jadi aku putuskan untuk membeli tiket kereta bandara on the spot saja.
 Eh ternyata pas sudah sampai stasiun kereta bandara dan beli on the spot, harganya berbeda. Lumayan jauh selisihnya. Ternyata kena Rp. 70.000 (tujuh puluh ribu rupiah) hu hu hu selisih tiga puluh ribu rupiah kan ya lumayan.
 Pas lagi duduk di waiting lounge alias ruangtunggunya, aku iseng-iseng buka lagi web railink tuh dan memasukkan tempat asal serta destinasi dan  jadual kereta. Dus, termyata sudah geser dari yang empat puluh ribu rupiah menjadi lima puluh ribu rupiah. Eh ternyata masih lumayan kalau beli online via web railink dibandingkan beli tiket via mesin di stasiun kereta bandara ya. Lumayan selisih dua puluh ribu rupiah.
 Hahay, jadi pengalaman baru dan bahan certa deh. Besok-besok lagi bisa lah ya, insya Allah beli online aja via web railink. Eh tentu saja musti dekat-dekat mesin atm untuk bisa segera bayar booking reservasinya, atau pakai mobile, internet banking dan semacamnya.
 And the most of all, Alhamdulillah, akhirnya bisa duduk nyaman di kereta bamdara dan sampai dengan selamat ke tukuan. Oh ya, tujuh puluh ribu itu kalau sampai stasiun BNI City alias Sudirman ya.kalau sampai stasiun Batu Ceper cuma tiga puluh ribu rupiah.

Lebih Murah Tiket Online Railink Kereta Bandara

Lebih Murah Tiket Online Railink Kereta Bandara  Alhamdulillah tahu-tahu awal tahun 2020 ini pergi ke Jakarta lagi setelah November 201...

Senin, 13 Januari 2020

Donasi Korban Banjir Guntur Demak



Subhanallah wal hamduliah.
Memang hebat teman-teman kami ini di Fatayat NU, Muslimat NU, Gabungan Organisasi Wanita GOW, KNPI, dan Nahdlatul Ulama Demak.


Saat desa Trimulyo Guntur Demak dan sekitarnya terkena musibah banjir karena tanggul kali Tuntang jebol, maka secara spobtan teman-teman mengumpulkan donasi puluhan juta rupiah.


Sumbangan lainnya juga berupa sandang, mie instan, pembalut, popok, serta aneka kebutuhan dasar lainnya, termasuk nasi yang kami bungkus bersama-sama di PMI Palang Merah Indonesia.

Para pengungsi yang sementara tinggal di gedung kecamatan Guntur, dan beberapa bangunan lainnya, mendapatkan pelayanan kesehatan dari Rumah Sakit Islam NU RSINU Demak yang juga membuka posko di area pengungsian.

Sementara anak-anak pengungsi ini mendapatkan hiburan dengan mendengarkan cerita, dongeng, menggamvar, dan mewarnai bersama-sama para relawan volunteer bencana dari banyak pihak.

Semoga amal baik teman-teman mendapatkan balasan kebaikan yang sebanyak-banyaknya. Aamiin ya robbal alamiin.

Semoga korban bencana banjir diberi ketabahan, kesabaran dan ketangguhan untuk bangkit lagi menata kehidupan kembali setelah musibah ini

Semoga banjir ini memberi pelajaran agar kita semakin menjaga lingkungan dan alam dari kerusakan. Aamiin.

Donasi Korban Banjir Guntur Demak

Donasi Korban Banjir Guntur Demak Subhanallah wal hamduliah. Memang hebat teman-teman kami ini di Fatayat NU , Muslimat NU , Gabunga...

Kamis, 09 Januari 2020

Tips produktif

Kemarin waktu aku nge-boom twitter dengan beberapa bukuku yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dijual di Amazon, serta beberapa buku yang dibuat versi digitalnya dan dijual via Google Play serta Google Books, ada teman mutual twitter yang nanya, gimana sih kiat produktifnya.

So, kita bagi sini ya tips-tipsnya. Semoga bermanfaat.
1. Set daily goals

Punya tujuan harian sangat penting, jadi kita memiliki panduan apa-apa yang harus kita raih sehari itu.
Biasanya orang-orang bikin list di malam hari sebelum hari H. Bisa juga pasgi-pagi setelah sholat tahajud atau sholat subuh.
Ada yang sudah mengagendakan selama satu minggu penuh, bahkan sebulan.
2. First thing first
Punya prioritas, mana yang harus dikerjakan duluan. Jangan sampai kita ngerjain banyak hal, terus yang terpenting malah ketinggalan.
3. Set deadline and stick to them
Kalau tidak menentukan tenggat waktu, biasanya bisa blong alias kelewaat.
4. Keep tasks manageable
Atur supaya banyak tugas itu bisa dimenej dengan baik. Tidak kecacalan, tidak hectic, tumpang tindih dst.
5. Train your brain to deep work
Berlatih untuk bisa bekerja tekun dan dalam. Artinya tidak buru-buru kabur sebelum kerjaan selesai. Gitchuu.
6. Compartmentalize your time
Waktu kita terbatas, jadi latih mental kita untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya.
7. Put away your cell phone
Jauhkan ponsel selagi mengerjakan sesuatu. Biar tidak tergoda scrolling twitter dan instagram yang memang bisa menghabiskan waktu.
8. Monotask
Usahakan mengerjakan tugas, satu per satu. Baru pindah ke tugas lain, jika satu tugas telah selesai.
9. Practice mindfullness
Berlatih untuk fokus, penuh perhatian, penuh kesadaran dalam mengerjakan apapun. Hasilnya insya Allah akan lebih oke.
10. Know your body clock
Kenali jam tubuh kita sendiri. Kapan masa aktif, kreatif dan produktifnya. Kapan butuh istirahat dst.

11. Work in 90 minute cycles
Kerja dalam siklus sembilan puluh menitan. Jadi setiap setelah sembilan puluh menit, take a break alias istirahat, baru kerja 90 menit lagi.

12. Take mental breaks
Istirahatkan mental sesekali. Jangan dipakai terus menerus, bisa capek, bosan, exhausted, dan malah ambruk.

13. Set a timer
Atur timer. Supaya kita punya kecepatan yang sesuai dengan target kita.
Timer juga butuh untuk mengatur jadual rutin. Alarm supaya kita istiqomah.
14. Exercise often
Banyak berolah raga. Karena tubuh yang fit akan lebih produktif.

15. Declutter your workspace
Bersihkan tempat kerja kita. Rapikan meja kerja dan ruangannya. Agar lebih mudah kita mengambil dan menaruh lagi barang-barang yang diperlukan. Supaya auranya lebih positif dan energinya lebih baik.

16. Use the two minute rule
Gunakan aturan dua menit. Dapat apa selama dua menit nih? Bengong aja? Hadeeuuuh..

17. Give yourself a caffeine boost
Beri booster semangati diri sendiri dengan kafein. Aku biasanya ngopi. Teman-teman bisa sesuaikan dengan gaya boosternya masing-masing. Apakah ngeteh, ngejuss atau lainnya.

18. Switch tasks
Berpindah tugas segera setelah satu tugas selesai. Kalau di Qurannya bilang, fa idzaa faroghta fanshob.

Setelah tahu tipsnya, ayo kita praktikkan! Good luck!

Tips Produktif

Tips produktif Kemarin waktu aku nge-boom twitter dengan beberapa bukuku yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dijual di Amazon ,...

Sabtu, 04 Januari 2020

Konferensi Muslimat NU Wedung Demak

 Alhamdulillah beberapa waktu lalu Konferensi Muslimat NU Wedung Demak sukses diselenggarakan.
 Diikuti oleh puluhan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama anak Cabang Wedung dan juga beberapa pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama Cabang Demak.


 Melalui konferensi ini beberapa kegiatan yang telah diselenggarakan dibahas dan ditelaah, baik dari segi keberhasilan dan kekurangannya. Sekaligus merancang dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan datang.

Konferensi Anak Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama juga mempersolid kekuatan dan kebersamaan antar anggota dan pengurus. Melalui kerja jamiyyah yang terorganisir dengan rapi, insya Allah hasilnya akan lebih baik dan dampaknya lebih terasa. Dan dengan ukhuwah tentu saja akan semakin berkah.

Insya Allah.

Konferensi Muslimat NU Wedung Demak

Konferensi Muslimat NU Wedung Demak  Alhamdulillah beberapa waktu lalu Konferensi Muslimat NU Wedung Demak sukses diselenggarakan.  D...

Jumat, 03 Januari 2020

Simple Thoughts on Hard Forks


By David Paul

1/  Simple thoughts on hard forks: there's an obvious tradeoff between innovation and stability.  "no hard forks ever" is an amazing schelling point.

2/ when I was first diving deep into bitcoin in 2014-2015, I (mistakenly) thought it should embrace forking to upgrade and avoid obsolescence.  Evolve or die.  By 2016 though, I realized that Bitcoin occupies a unique competitive spot, and fell firmly into the "no HF" camp.

3/ Bitcoin (the layer 1 protocol) can't compete on innovation.  Changes to layer 1 would be like trying to upgrade a car into an airplane.  But it can win on stability.  And that desired innovation can come from layer 2s.


4/ newer protocols occupy a very different competitive spot.  A new protocol can't compete on stability (in the HF sense), it has to compete on features.  Especially while small and immature, they should iterate aggressively.


5/ this is the same dynamic we see in almost every industry in business.  There are giant incumbents that compete on trust and stability, and new upstarts that compete on features.  Often the upstarts coexist with the incumbents by offering different value propositions.

6/ ideally, projects should innovate as aggressively as possible while as small as possible (in terms of monetary value and other projects or use cases relying on them).  This isn't easy however, since

7/ you can't build a fully formed advanced consumer product in a laboratory.  It almost always requires live testing with real users and real risk.  For example, the real tests of security can't come until there's money at stake.

Simple Thoughts on Hard Forks

Simple Thoughts on Hard Forks By David Paul 1/  Simple thoughts on hard forks: there's an obvious tradeoff between innovation and...

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates