Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label healing

Bertumbuh Tidak Hanya Untuk Diri Sendiri, Tapi Untuk Komunitas

Bertumbuh Tidak Hanya Untuk Diri Sendiri, Tapi Untuk Komunitas Kita hidup di masyarakat yang penuh interaksi, harapan, dan ekspektasi. Seringkali, kita terlalu fokus “menjadi versi terbaik” untuk orang lain: menjadi anak yang membanggakan, teman yang selalu hadir, atau anggota tim yang tak tergantikan. Tapi, di tengah semua itu, bagaimana dengan hubungan kita dengan diri sendiri? Mengapa Healing Penting untuk Society Komunitas bisa menjadi sumber kekuatan, tapi juga tekanan. Ketika kita tidak memberi ruang untuk menyembuhkan diri sendiri, luka yang tak terlihat bisa terbawa ke dalam hubungan dengan orang lain. Bertumbuh bukan sekadar memenuhi harapan sosial. Bertumbuh berarti kita cukup sehat secara emosional untuk hadir bagi orang lain. Ketika kita belajar menghargai proses pribadi, menetapkan batas, dan berdamai dengan masa lalu, dampaknya tidak hanya terasa pada diri sendiri, tapi juga pada komunitas kita. Membaca Diri Agar Bisa Bersama Setiap interaksi sosial membawa energi. Tanpa ...

Self Healing Menyembuhkan Luka

Self Healing Menyembuhkan Luka  Aku tidak ingat sejak kapan tepatnya tema dan konsep self healing menyembuhkan luka ini mulai aku sukai.    Karena sepanjang waktu ketika begitu banyak luka datang dalam kehidupanku, sesungguhnya aku lebih suka denial, menganggap luka luka itu tidak ada, pada awalnya. Menganggap bahwa mungkin aku memang pantas mendapatkan luka luka itu. Atau lebih ekstrimnya lagi, mungkin aku memang dilahirkan untuk terluka  Ada begitu banyak doa dan mantra yang mungkin pernah aku dengar semasa aku mengaji di pondok pesantren, menyimak pelajaran pelajaran di madrasah ataupun mendengarkan berbagai pengajian di mana mana. Tapi aku mungkin tidak menggunakannya karena waktu itu aku mungkin memganggap diriku sedang tidak terluka. Atau lebih tepatnya menyangkal kalau luka itu ada. Kelak di kemudian hari aku baru tahu kalau itu terjadi karena penyangkalan penyangkalanku.  Sampai kemudian aku bertemu salah satu guru dalam kehidupanku. Yang pel...

Don't Worry, Everything Gonna Be Alright

Don't Worry, Everything Gonna Be Alright Arda beberapa kali mengalami kebangkrutan tapi alhamdulillah bisa bangkit lagi. Mungkin ibarat mau loncat yang jauh, harus mundur beberapa langkah ke belakang dulu. Arda ingat banget dulu pas lagi "susah". Untuk  makan saja sulit. Dan tinggal pun masih menumpang. Padahal sudah beranak dua yang masih kecil-kecil, dua  tahun dan enam bulan. Arda menganggur, punya hutang banyak. Eeh malah Arda meminta istrinya  keluar kerja (mungkin karena egonya sebagai suami)... Padahal sang istri  sudah 8 tahun bekerja sebagai  karyawan tetap Bank Swasta ternama, sudah berada di bagian back office lagi (bagian  Treasury). Sang istri juga merupakan kebanggaan keluarga.  Mertuanya saat itu cuma bilang, "Don't worry Baby, everything gonna be alright!" Dan  besoknya sang istri langsung  resign. Itulah mengapa Arda tidak bisa menduakan sang istri tercinta. Sang istri selalu percaya bahkan saat suara Arda berget...