Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label dian nafi

Akhir Tahun, Menyembuhkan Pelan-pelan, dan Buku yang Menjadi Ruang Aman

 Akhir Tahun, Menyembuhkan Pelan-pelan, dan Buku yang Menjadi Ruang Aman Ada masa-masa ketika dunia terasa terlalu cepat. Terlalu bising. Terlalu menuntut banyak hal dari hati yang sedang belajar pulih. Dan setiap akhir tahun, semesta seperti memberi jeda kecil— sebuah ruang sunyi tempat kita boleh berhenti sebentar, menutup mata, dan menarik napas panjang. Dalam ruang sunyi itulah buku sering menjadi teman terbaik. Bukan untuk memberi jawaban, tapi untuk menemani proses pulih yang tidak pernah tergesa. Karena itu, sepanjang 1–31 Desember 2025 , seluruh buku Dian Nafi hadir hanya Rp15.000 , agar setiap orang bisa punya ruang aman untuk menyembuhkan diri melalui tulisan, ide, dan renungan. Untuk Hati yang Sedang Belajar Tenang Tidak semua luka tampak dari luar. Tidak semua rasa lelah bisa diceritakan. Tapi buku—dengan cara yang lembut—dapat menyentuh bagian-bagian batin yang ingin didengar. Ada halaman yang seakan berkata: "Kamu boleh istirahat." Ada bab yang ...

Mengatasi Penyakit Procrastination: Menjemput Hidup, Menjemput Waktu

 Mengatasi Penyakit Procrastination: Menjemput Hidup, Menjemput Waktu Pernahkah kita merasa hari-hari penuh kesibukan, tetapi ketika malam tiba, hati justru bertanya: “Hari ini sebenarnya aku sudah menyelesaikan apa?” Di tengah derasnya distraksi dunia digital, kebiasaan menunda atau procrastination menjadi “penyakit” yang diam-diam merampas hidup kita. Ia tidak datang dengan suara bising, melainkan dengan bisikan lembut: “Nanti saja… besok bisa… tunggu mood lebih baik…” Hingga akhirnya waktu berlalu tanpa hasil, dan kita hanya menyisakan penyesalan. 📖 Tentang Buku Dalam bukunya yang terbaru, Mengatasi Penyakit Procrastination , Dian Nafi menyingkap akar-akar terdalam dari penundaan. Mengapa kita menunda? Apakah hanya karena malas? Atau justru karena ketakutan, perfeksionisme, bahkan luka emosional yang tak kita sadari? Buku ini bukan sekadar kumpulan tips manajemen waktu. Ia adalah perjalanan reflektif yang menyentuh banyak dimensi: ✨ Psikologis — memahami pola pikir yan...

Wirai dan Wirang: Dari Kemasygulan Menuju Keinsyafan

 Wirai dan Wirang: Dari Kemasygulan Menuju Keinsyafan Setiap orang pernah merasakan kegagalan. Ada yang cepat bangkit, ada pula yang terjebak lama dalam kecewa. Saya sendiri pernah mengalami titik itu—ketika gagal lolos seleksi beasiswa doktoral, padahal sudah sampai tahap wawancara. Rasa masygul muncul: kecewa, bingung, sekaligus menyesali hal-hal kecil yang saya abaikan. Dari situ saya mulai merenung. Mungkin kegagalan ini bukan semata soal persaingan ketat, tetapi juga soal bagaimana saya menjalani hidup sehari-hari. Tentang undangan yang tidak saya hadiri, doa yang penuh keraguan, kejujuran yang tertahan saat wawancara, bahkan hal-hal remeh seperti tidak mengembalikan pena kafe. Dalam renungan itu saya teringat pada istilah pesantren: wirai dan wirang . Wirai berarti berhati-hati, menjauhi yang meragukan, bahkan dalam perkara kecil. Wirang berarti rasa malu—bukan malu karena dipermalukan, melainkan malu pada diri sendiri dan pada Allah jika sampai berbuat buruk. Dari ...

Menulis Memoar dan Biografi yang Menggugah

 Menulis Memoar dan Biografi yang Menggugah: Bukan Soal Terkenal, Tapi Soal Bermakna Apa yang membuat sebuah memoar membekas dalam hati pembaca? Bukan karena tokoh utamanya selebritas. Tapi karena kisahnya jujur, menyentuh, dan ditulis dengan nyawa. Menulis memoar atau biografi bukan hanya tentang kronologi peristiwa. Ini tentang memaknai luka, merayakan tawa, dan menyulam waktu menjadi kisah yang menyala. Lewat buku "Menulis Memoar dan Biografi" , Dian Nafi mengajak kita menyelami teknik, pendekatan, dan cara pandang baru dalam menulis memoar dan biografi. Bukan dengan gaya kaku atau datar, melainkan dengan alur yang reflektif, menyentuh, dan orisinal. Di dalamnya, kita akan belajar: Bagaimana mengenali momen-momen yang layak ditulis Bagaimana menulis dengan gaya naratif yang hidup Bagaimana mengolah luka dan perenungan menjadi kekuatan tulisan Dan bagaimana menghindari jebakan cerita yang membosankan Memoar dan biografi bukan hanya untuk orang terkenal. Mereka ...

Buku Baru Dian Nafi di Kampung Heritage Kajoetangan

Buku Baru Dian Nafi di Kampung Heritage Kajoetangan Pagi itu saya berjalan pelan di lorong sempit Kampung Heritage Kajoetangan, jantung warisan tua di tengah kota Malang. Udara masih dingin, aroma kopi hitam menembus celah pintu rumah bata, suara radio Jawa terdengar dari beranda. Di sinilah, di antara tembok-tembok bata peninggalan kolonial, saya memulai naskah buku ini: Memoir Perjalanan dan Arsitektur. Sebuah upaya kecil menulis ulang percakapan saya dengan rumah-rumah tua dan orang-orang yang menjaganya. Kajoetangan bukan sekadar gang-gang sempit. Ia saksi bagaimana Malang tumbuh di tangan orang biasa: warga lokal, keluarga kampung, para penjual di warung sudut gang, bapak tua penjahit yang menempati rumah bergaya Indis peninggalan zaman Hindia Belanda. Dulu, kawasan ini adalah permukiman elite Eropa — banyak rumah dirancang dengan sentuhan perencana seperti Thomas Karsten , arsitek legendaris yang menanam ide “kota taman” di Malang. Dinding bata yang tebal, jendela lebar, ven...

Surveyor dan Enumerator, Apa Bedanya?

Surveyor dan Enumerator, Apa Bedanya? Dulu aku pernah menjadi surveyor di perusahaan AC Nielsen selama beberapa tahun. Lumayan banget sih pengalaman ini, tidak menyangka akan menjadi pijakan yang berharga dalam karirku sebagai peneliti (yang baru kusesap belasan tahun berikutnya). Pernah diminta tolong oleh Muslimat NU juga untuk menjadi enumerator dalam proyek riset yang dibuat oleh Badan Anti Terorisme.  Nah! Pasti ada juga yang bertanya-tanya, apa sih bedanya surveyor dan enumerator? Surveyor dan enumerator memiliki peran yang berbeda dalam proses penelitian atau survei, meskipun keduanya sering bekerja bersama dalam pengumpulan data. Berikut perbedaannya: Surveyor Peran Utama: Bertanggung jawab atas perencanaan dan pengawasan survei. Tugas: Merancang kuesioner atau instrumen penelitian. Menentukan metode dan teknik pengambilan sampel. Mengawasi dan melatih enumerator dalam pengumpulan data. Melakukan validasi dan pengecekan kualitas data yang dikumpulkan. Tingkat K...

Ketika Masyarakat Menjadi Pahlawan dalam Perubahan Iklim

  Ketika Masyarakat Menjadi Pahlawan dalam Perubahan Iklim Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah desa kecil di kaki gunung yang bertahan dari banjir besar karena warganya bersatu untuk membuat bendungan sederhana? Atau tentang sebuah komunitas pesisir yang menanam ribuan pohon mangrove untuk melindungi mereka dari gelombang pasang? Kisah-kisah seperti ini sering kali tidak diberitakan, tetapi mereka adalah bukti nyata bahwa masyarakat memegang peran penting dalam adaptasi terhadap perubahan iklim. Buku saya, The Role of Society in Climate Change Adaptation , lahir dari inspirasi seperti itu—dari orang-orang biasa yang melakukan hal luar biasa. Saya selalu percaya bahwa masyarakat bukan hanya penerima dampak, tetapi juga aktor utama dalam membangun ketahanan. Saat saya memulai riset untuk buku ini, saya bertemu dengan begitu banyak individu dan komunitas yang tidak menyerah pada keadaan. Ada petani di sebuah daerah kering yang menemukan cara menanam tanaman tahan kekeringan, ne...

Buku Baru PLACE MAKING

 Buku Baru PLACE MAKING Buku Baru PLACE MAKING ini melengkapi kursus place making yang dibuat oleh dian nafi, Berikut link buku place making di google play  https://play.google.com/store/books/details?id=Boz7EAAAQBAJ link  buku place making di google books  https://books.google.co.id/books/about?id=Boz7EAAAQBAJ&redir_esc=y Kursus place making adalah program pembelajaran yang dirancang untuk memperkenalkan konsep, strategi, dan praktik yang terlibat dalam menciptakan lingkungan yang berfungsi baik dan menarik secara sosial, budaya, dan ekonomi. Fokus utamanya adalah pada pembentukan ruang publik yang ramah, inklusif, dan memenuhi kebutuhan komunitas. Dalam kursus ini, peserta belajar tentang berbagai aspek yang terlibat dalam place making, termasuk: Analisis Konteks: Memahami karakteristik fisik, sosial, budaya, dan ekonomi dari suatu lokasi atau lingkungan tertentu. Ini melibatkan studi tentang sejarah tempat tersebut, demografi penduduk, kebutuhan komunitas, dan...

Happy #WomensDay

 Happy #WomensDay  Selamat Hari Perempuan International Berikut ini beberapa buku bertena perempuan karya Dian Nafi.  Selamat membaca ya! Buku Bicaralah Perempuan juga ada di 13 library luar negeri lho! National Library Of Australia Univ Hawaii Leiden Univ UC Berkeley Univ California LA Arizona State Univ Univ Wisconsin Madison, US Univy Michigan, US Cornell Univ US Ohio Univ US Yale Univ US Library of Congress, Washington, US. berikut link-link untuk mendapatkan buku-buku seri perempuan tersebut AAAQBAJ&newbks=1&newbks_redir=0&printsec=frontcover&hl=id&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false https://books.google.co.id/books/about/REIHA.html?hl=id&id=R22tDwAAQBAJ&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false https://books.google.co.id/books?id=vQbcDwAAQBAJ&newbks=1&newbks_redir=0&printsec=frontcover&pg=PA4&dq=pawastran&hl=id&redir_esc=y#v=onepage&q=pawastran&f=false https://books.google.co.id/books?id=FQvcDwAAQBA...

Pelatihan Menulis Buku Mahasiswa Unisfat

  Pelatihan Menulis Buku Mahasiswa Unisfat Seru banget pelatihan menulis buku bareng para mahasiswa! Jadi, tepat sehari sebelum aku harus wawancara visa Amerika di kantor kedutaannya di Surabaya, ternyata aku harus mengisi pelatihan menulis buku untuk mahasiswa Sultan Fakultas Sultan Fatah Demak. Pagi itu, aku datang 10 menit sebelum jadwal, dan beberapa menit kemudian, beberapa mahasiswa datang. Alhamdulillah, jam 8 tepat, pelatihan segera dimulai. Sambil menunggu beberapa mahasiswa yang masih bertentangan satu persatu, aku buka acara pelatihan hari itu dengan meminta mereka memperkenalkan diri, menyebutkan nama, asal kampung, jurusan di Unisfat, buku yang pernah dibaca, yang paling berkesan, dan alasannya. Jika tidak punya buku berkesan, aku minta mereka menjelaskan film yang paling berkesan menurut mereka. Setelah sesi perkenalan, kita mencari tahu seperti apa buku-buku yang sudah menginspirasi dan kemungkinan akan juga menjadi bentuk atau genre output tulisan yang nantinya akan...

Research Roadmap Dian Nafi: Culture

 Research Roadmap Dian Nafi: Culture Fostering Creativity and Collaboration through Art and Culture Space Design Creating Space For Growth: Fostering Cultural And Environmental Sustainability In Urban Development Hybrid Cultural Festivals of Demak for Halal International Tourism Hybrid Grebeg Besar and Syawalan for International Tourism of Demak Islamic Architecture: Shaping Cultural Identity, Fostering Community Cohesion, And Promoting Inclusivity. Masjid Agung Demak: A Manifestation of Local Culture Upholding Democratic Values Coastal Integrated Zone Management for Sustainable Tourism and Cultural Preservation Analisis Arsitektur Lawang Bledheg Di Masjid Agung Demak: Interpretasi, Mitos, Dan Nilai-Nilai Inkulturasi The Identity of Demak: Unveiling Culture, Architecture, Heritage and Historical Significance Literacy Festival for Text Workers Resilient 

DEMAK: Research Roadmap Dian Nafi

 DEMAK: Research Roadmap Dian Nafi Housing and Built Environment Models in Flood-Prone Areas: A Comprehensive Approach to Resilience women empowerment at demak coastal region Sustainable Architectural Innovation: Floating House Design for Demak Coastal Area Demak Coastal Conflict Resolution Efforts to Address Submerging Areas Due to Shrinkage and Tidal Flooding  The Identity of Demak: Unveiling Culture, Architecture, Heritage and Historical Significance Hybrid Cultural Festivals of Demak for Halal International Tourism Hybrid Grebeg Besar and Syawalan for International Tourism of Demak challenge and strategies for internationalizing Demak tourism Analisis Arsitektur Lawang Bledheg Di Masjid Agung Demak: Interpretasi, Mitos, Dan Nilai-Nilai Inkulturasi The Role of Women in the Preservation of Masjid Agung Demak: A Study of Attendance at Selosonan and Minggu Awal Gathering/Pengajian Masjid Agung Demak: A Manifestation of Local Culture Upholding Democratic Values

Research Roadmap Dian Nafi: Community, Society

 Research Roadmap Dian Nafi: Community, Society Literacy Schools by Volunteer for Resilient Citizen Ecopreneurship by Youth Communities Community reading space for resilient city Hybrid Paradox Strategy for Community Engagement . Hybrid Learning Space Models of Literacy Communities Collaboration of literacy communities for creative city Hybrid Paradox Approach of People Development for Human Resilience Society-based reading space for resilient city Literacy Festival for Text Workers Resilient  Critics about Exclusivism of Some Religious Communities in Indonesia Islamic Architecture: Shaping Cultural Identity, Fostering Community Cohesion and Promoting Inclusivity The Role of Women in the Preservation of Masjid Agung Demak: A Study of Attendance at Selosonan and Minggu Awal Gathering/Pengajian Masjid Agung Demak: A Manifestation of Local Culture Upholding Democratic Values Architectural Agency in Humanitarian Crises: Toward Equitable and Inclusive Solution 

Kiat Public Speaking

Kiat Public Speaking Alhamdulillah beberapa hari lalu dian nafi berkesempatan untuk mengisi workshop alias pelatihan menulis satu siswa satu karya di SDIT Islam Terpadu  Azzahra.  Berikut beberapa kiat public speaking. Semoga bermanfaat! Public speaking, atau berbicara di depan umum, bisa menjadi keterampilan yang sangat berharga dalam berbagai situasi, baik itu di tempat kerja, dalam presentasi, atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa kiat untuk meningkatkan keterampilan public speaking: Persiapkan Materi dengan Baik: Riset dan pahami topik dengan baik sebelum berbicara. Buatlah kerangka presentasi yang jelas dan logis. Kenali Audiens Anda: Pahami siapa audiens Anda dan sesuaikan gaya komunikasi Anda dengan kebutuhan mereka. Identifikasi perspektif dan kepentingan audiens untuk berbicara lebih relevan. Latih Materi Anda: Latihan adalah kunci. Latih materi Anda sebanyak mungkin untuk membangun kepercayaan diri. Rekam diri Anda atau berlatih di depan ce...

Kelas Sociopreneurship

 Kelas Sociopreneurship Kursus Sociopreneurship mencakup cara memadukan aspek kewirausahaan dengan dampak sosial yang positif. Ini bisa melibatkan pembelajaran tentang bagaimana memulai dan menjalankan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkontribusi pada perubahan sosial atau lingkungan yang positif. Topik yang dibahas dalam kursus ini termasuk: Pengenalan Sociopreneurship: Definisi, sejarah, dan filosofi di balik konsep ini. Strategi Kewirausahaan Sosial: Cara mengidentifikasi peluang bisnis yang dapat memberikan dampak sosial positif. Model Bisnis Berkelanjutan: Menciptakan model bisnis yang menggabungkan keberlanjutan finansial dengan dampak sosial. Inovasi Sosial: Bagaimana mengembangkan solusi inovatif untuk masalah sosial atau lingkungan. Manajemen dan Pengukuran Dampak Sosial: Cara mengukur dampak sosial dari bisnis dan proyek. Studi Kasus: Melihat pada contoh nyata dari perusahaan atau inisiatif sosial yang telah sukses dalam menerapkan kon...

Who Are Your 12 Partner

Who are your 12 partner Kira-kira kalau ber-12, siapa aja geng-mu? Grup pba itu juga 12, geng motor prediksi 13, joms jogja yg mau kutulis novelanya itu 11, nabi yusuf juga 12 saudaranya, murid yesus juga 12, pengikut setia sultan fatah juga 12, wali songo aja sih yang 9. Ternyata joms nya bukan 11, tapi 14 Geng mba tita juga 11 Raffi ahmad juga angkut team ke NY. Hampir 12 juga. Pemikiran tentang 12 ini berawal saat nonton geng Erigo ke New York Fashion Week. Ada 12 influencer lagi yg berangkat, seperti tahun kmrn. Tapi hanya 1 orang sama yg berangkat lagi. Enzy bejo beut (belakangan kita tahu karena Enzy orang yang kenal orang dalamnya kedutaan hehe) Kira-kira kalau ber-12, siapa aja geng-mu? *btw, insya Allah mudah-mudahan bakal jalan ke 12 kota nih. Aamin. doain yaaa...