Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label lembaga

Menembus Batas: Menghadapi Gatekeeper dan Membangun Jalan Sendiri

  Menembus Batas: Menghadapi Gatekeeper dan Membangun Jalan Sendiri Di setiap industri—penerbitan, akademik, seni, hiburan, bahkan pemerintahan— gatekeeper selalu ada. Mereka adalah pihak yang menentukan siapa yang boleh masuk dan siapa yang harus tersingkir. Idealnya, mereka menjaga standar dan kualitas. Namun, di tangan yang salah, gatekeeping bisa menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan, menguntungkan kelompok tertentu, dan menekan mereka yang berbakat tapi tidak punya "jalur dalam." Lalu, bagaimana cara menghadapi mereka? Ketika Akses Dikendalikan oleh Segelintir Orang Bayangkan seseorang dengan ide brilian, tetapi setiap kali ia mencoba menembus industri yang ia geluti, pintu selalu tertutup. Ia tidak diberi kesempatan karena tidak berasal dari lingkungan "yang tepat," tidak punya jaringan, atau dianggap ancaman oleh mereka yang ingin mempertahankan posisi. Ini bukan sekadar kebetulan. Banyak sistem dibuat untuk menyulitkan orang-orang berbakat yang t...

Konsolidasi Muslimat NU Demak Dengan Raker dan Rakorcab

Konsolidasi Muslimat NU Demak Dengan Raker dan Rakorcab Kepengurusan Muslimat NU  mengadakan rapat kerja juga rapat koordinasi Cabang Muslimat NU Demak yang berlangsung selama 2 hari pada Sabtu Ahad 2-3 Juli 2022. Bertempat di hotel Kusma Bandungan Semarang, Rakorcab dikuti 68 peserta. 38 peserta dari pengurus pimpinan Cabang Muslimat NU Demak . 28 peserta dari pengurus PAC Muslimat Demak dan 2 pengurus PW Muslimat Jawa Tengah. Raker dan rakorcab ini bertujuan menyusun dan mematangkan program kerja kepengurusan Musllimat NU Demak selama lima tahun ini, sekaligus memberikan bekal bagi peningkatan kapasitas pengurus dalam kepemimpinan dan berorganisasi. Hari pertama Rapat Kerja Muslimat NU Demak diisi dengan rapat persidangan bidang-bidang, antara lain: organisasi, pendidikan, dakwah, ekonomi koperasi agrobisnis, hukum advokasi, sosial budaya lingkungan hidup, kesehatan kependudukan, tenaga kerja,  dll.  Pada Sabtu sore, peserta mendapatkan pembekalan Anggaran Dasar dan Rum...

Konferensi Muslimat NU Wedung Demak

Konferensi Muslimat NU Wedung Demak  Alhamdulillah beberapa waktu lalu Konferensi Muslimat NU Wedung Demak sukses diselenggarakan.  Diikuti oleh puluhan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama anak Cabang Wedung dan juga beberapa pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama Cabang Demak.  Melalui konferensi ini beberapa kegiatan yang telah diselenggarakan dibahas dan ditelaah, baik dari segi keberhasilan dan kekurangannya. Sekaligus merancang dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan datang. Konferensi Anak Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama juga mempersolid kekuatan dan kebersamaan antar anggota dan pengurus. Melalui kerja jamiyyah yang terorganisir dengan rapi, insya Allah hasilnya akan lebih baik dan dampaknya lebih terasa. Dan dengan ukhuwah tentu saja akan semakin berkah. Insya Allah.

Meet up dan workshop Fatayat NU se-jawa tengah

Meet up dan workshop Fatayat NU se-jawa tengah Sabtu ini ada Meet up dan workshop Fatayat NU se-jawa tengah. Agendanya: - Seminar Kebangsaan - Workshop pengelolaan website dan media sosial sebagai media marketing organisasi. - Brief Entry Data Base Seminar Kebangsaan disampaikan langsung oleh Pak Abdul Kadir Karding. Berikut beberapa petikannya: Dari riset alfarabi, 50% masyarakat indonesia adlh NU, dari fakta realitas dan struktur. Tapi NU itu besar& hanya dimanfaatkan. Slogannya santri mandiri NKRI hebat. Tapi apakah benar sdh mandiri? Ini PR. Minimal yuk mandiri scr ekonomi. Agar berdaya dlm kebesarannya 70% produk kebijakan adlh dari politik. Instrumen plg efektif produktif adl dr politik. Kuncinya hrs diperhitungkan. Klo nggak, bs ngenes NU dihadiahi permen, gula2 bernama hari santri. Tp apakah hari santri ini menyejahterakan? Memandirikan? Krn itu ukuran yg sebenarnya. Kasih permen aja org2 NU sdh senang. Hrsnya hari santri jd basis moral &po...