Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Peran Santri Dalam Film

Peran Santri Dalam Film tadi sore karena barengan antara zoom rentang lasem oleh GNI dengan zoom peran santri dalam film oleh futuhiyah, jadi baru sempat nonton rekamannya sekarang. sineas nurman hakim lagi2 kalau nyontohin ya film masterpiece-nya 3doa 3 cinta, padahal ada film2nya yg lain juga. kang nurman hakim ngritik, dulu mondok di al anwar, punya radio saja gak boleh. untung gus dur dorong serta memberi contoh pada para santri untuk berkesenian dan berkebudayaan UU pesantren punya 3 area: dakwah, pendidikan dan pemberdayaan. film bisa menjadi media dakwah, pendidikan sekaligus pemberdayaan. apalagi bbrp ulama sepuh melihat manfaat film Jejak Langkah Dua Ulama, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari, bagi para santri santri perlu diedukasi, bukan hanya apresiasi tapi juga making film santri harus bisa menyerap perubahan,agar tidak dilindas oleh jaman. nilai2 lama tdk akan mudah hilang, tergantikan dg nilai2 baru. apalagi jika santri bisa mentransformasikan nil...

Novel Debut The Eight Stranger Things

Novel Debut  The Eight Stranger Things Draft pertama yang ditulis di word sih berjudul Dzaka. Lalu novelnya diberi judul The Eight Stranger Things Pertama kali  ditulis saat ada lomba di  sebuah platform online cerita pada akhir tahun lalu yang mengharuskan cerita terinspirasi atau based on characters di mobil legens. Saat itu K-San berhasil menulis separuh lebih dari keseluruhan naskah. Namun karena terhalang test pada akhir semester sekolah, maka penulisan terpaksa berhenti. Masa pandemi corona yang mengharuskan stay at home dan belajar di rumah,menyebabkan K-San kembali punya waktu untuk menyelesaikan naskahnya. Dan alhamdulillah pada akhir Ramadkan, persis sebelum hari raya Idul Fitri, novel ini selesai dituliskan.  Berikut ini sinopsis singkatnya Sukirman adalah orang yang bosan hidup. Kehidupannya biasa biasa saja. Namun, kehidupan monoton itu berubah ketika ia didatangi Valir, Layla, dan Hanabi dari Mobile Legens. Mereka mengataka...

Zoom Class: Writerpreneurship & New Normal

Zoom Class: Writerpreneurship & New Normal Writerpreneurship Dan Era New Normal Rabu 20 Mei 2020 kemarin, Dian Nafi mendapat undangan dari satgas NU peduli covid-19 untuk mengisi sesi sharing via zoom. Topiknya tentang writerpeneurship dan  Era New Normal. Alhamdulillah sesi satu jam ini menjadi kesempatan untuk menyemangati utamanya diri sendiri dan juga lebih banyak orang lagi supaya bisa memanfaatkan era new normal, di mana makin banyak pengguna internet dan gadget. Writerpreneurship makin punya banyak peluang dan kesempatan yang lebih luas. sayang sekali kalau kita tidak bisa menggunakan dengan sebaik-baiknya. mengendarai momentum dengan seoptimal mungkin, mengerahkan segala daya upaya usaha dan doa untuk bisa menghasilkan yang terbaik. baik dari sisi kemanfaatan, sehingga kepenulisan kita memiliki nilai jariyah yang masih bisa kita petik buahnya meskipun kita sudah tiada dan berpindah ke alam lain, maupun dari sisi benefit berupa finansial,material, jaringan, ne...

Megengan: Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi

Megengan: Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi Tanggal 7 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Megengan saat acara  Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi Megengan tradisi masyarakat jawa pada umumnya khususnya di jawa tengah, jawa timur, dan yogyakarta dalam menyambut bulan Ramadhan, megengan diambil dari bahasa Jawa yang artinya menahan. Ini merupakan suatu peringatan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan Megeng berarti menahan diri. Mengenali jati diri. Terkendali di jalan Ilahi. Megengan wujud syukur menyambut bulan Ramadhan suci, dg silaturahim & memaafkan. Tersimbol dalam ritus kue ‘afwan. Lisan Jawa jd apem Tiap menjelang Ramadan ada tradisi ‘punggahan’ atau ‘megengan’. Tiap rumah bawa makanan ke masjid/musholla buat didoain bareng.  Megengan ala covid-19. Didongani sendiri, diantar ke tetangga satu per satu. biasane cukup dibawa ke musala... Kue apem merupakan simbol permohonan ampun untuk segala dosa & kesalahan yg pernah ...

Dugderan: Bincang Budaya RRI bareng Dian Nafi

Dugderan: Bincang Budaya RRI bareng Dian Nafi Tanggal 5 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Dugderan saat acara  Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi Dugderan  adalah tradisi yang diselenggarakan di banyak kota di Jawa, menjelang Ramadhan datang.  Dugderan juga merupakan festival tahunan dari Kota Semarang yang diadakan seminggu sebelum bulan suci Ramadhan. Dugderan sudah dilaksanakan sejak tahun 1882 saat Semarang berada dibawah kepemimpinan R.M. Tumenggung Ario Purbaningrat. Sejak masa kolonial, perayaan dugderan dipusatkan di Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Semarang (Masjid Kauman) yang berada di kawasan Kota Lama Semarang dekat Pasar Johar. Biasanya ada acara kirab warak ngendog warak ngendog itu merupakan hewan mitologi yang sakti Sebagian besar warga Semarang hanya tahu Warak Ngendog sebagai mainan ukuran besar yang diarak menjelang dugderan. Padahal, nih, ada cerita seru di baliknya.Dugderan itu akulturasi antara budaya Arab+Jaw...

Dandangan: Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi

Dandangan: Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi Tanggal 3 Mei 2020 jam 16.00 WIB sampai selesai, ada topik tentang Dandangan saat acara  Bincang Budaya RRI dan Dian Nafi Dandangan merupakan tradisi yang menerjemahkan hadits tentang Tarhib Ramadlan.  Barangsiapa gembira menyambut Ramadhan, Allah haramkan api neraka menyentuh badannya. (HR Muslim) Marhaban Yaa Ramadhan. Tarhib Ramadhan. Bergembira menyambut bulan suci ramadhan Tarhib artinya menyambut  Ramadhan memang wajib disambut  Disambut dengan riang gembira  Ramadhan adalah tamu agung Memuliakan tamu adalah karakter seorang muslim  Dandangan adalah tradisi peninggalan Sunan Kudus sejak 450 tahun lalu, yang dilakukan untuk menyambut datangnya awal Ramadhan.  Menurut sejarah, nama ”dandangan” berasal dari suara beduk Masjid Menara Kudus yang berbunyi dang, dang, dang saat ditabuh untuk menandai awal bulan puasa. Dandangan merupakan tradisi penyambutan R...

Bincang Budaya RRI Semarang Bareng Dian Nafi: Baratan

Bincang Budaya RRI Semarang Bareng Dian Nafi: Baratan  Tanggal 9 Mei 2020 yang lalu jam 16.00 WIB sampai selesai ada Bincang Budaya RRI Semarang Bareng Dian Nafi. Topiknya tentang Tradisi  Baratan yang ada di Jepara.  Baratan, Tradisi Masyarakat Jepara Menjelang Ramadan Kata “baratan” berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu “baraah” yang berarti keselamatan atau “barakah” yang berarti keberkahan. Biasanya, warga menggelar Baratan di pertengahan bulan Syaban dalam penanggalan Hijriah Baratan merupakan sebuah tradisi berupa karnaval yang dilaksanakan 15 hari sebelum bulan Ramadhan di Kabupaten Jepara. Baratan secara etimologis berasal dari bahasa Arab yang bermakna berkah atau keselamatan. Tradisi Baratan erat kaitannya dengan sosok Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara pertama. Oleh karena itu penyelanggaraannya dilaksanakan di Masjid Al-Makmur, Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Prosesi Baratan dimulai dengan Sholat Maghrib berjamaah dilanjutka...

Kiat Parenting Tumbuhkan Minat Baca

Kiat Parenting Tumbuhkan Minat Baca Siapa yang paling bertanggung jawab dalam menumbuhkan minat baca anak anak kita? Tentu saja orang tua. Guru, saudara, tutor, guru les dan orang orang lainnya tentu bisa juga menjadi pihak yang mendukung terdorongnya anak memiliki minat baca juga.  Kadang mereka bahkan punya peran lebih besar daripada orang tua, apalagi jika orang tuanya sibuk.  Sehingga kadang tugas dan peran parenting ini juga dilakukan bersama sama antara orang tua, guru dan pihak pihak lain yang mungkin berkegiatan bersama anak.  Sinergi yang baik dari semua pihak tentu akan  membawa hasil yang lebih cerlang juga. Berikut ini beberapa kiat parenting untuk menumbuhkan minat baca anak anak kita. Kiat yang pertama, tentu saja contoh dan teladan. Orang tua, guru dan mereka yang menjadi panutan mestinya memberikan contoh dan teladan yang baik. Dengan cara membaca buku buku maupun bahan bacaan lainnya. Jika anak anak melihat langsung bagaimana para orang t...

Self Healing Menyembuhkan Luka

Self Healing Menyembuhkan Luka  Aku tidak ingat sejak kapan tepatnya tema dan konsep self healing menyembuhkan luka ini mulai aku sukai.    Karena sepanjang waktu ketika begitu banyak luka datang dalam kehidupanku, sesungguhnya aku lebih suka denial, menganggap luka luka itu tidak ada, pada awalnya. Menganggap bahwa mungkin aku memang pantas mendapatkan luka luka itu. Atau lebih ekstrimnya lagi, mungkin aku memang dilahirkan untuk terluka  Ada begitu banyak doa dan mantra yang mungkin pernah aku dengar semasa aku mengaji di pondok pesantren, menyimak pelajaran pelajaran di madrasah ataupun mendengarkan berbagai pengajian di mana mana. Tapi aku mungkin tidak menggunakannya karena waktu itu aku mungkin memganggap diriku sedang tidak terluka. Atau lebih tepatnya menyangkal kalau luka itu ada. Kelak di kemudian hari aku baru tahu kalau itu terjadi karena penyangkalan penyangkalanku.  Sampai kemudian aku bertemu salah satu guru dalam kehidupanku. Yang pel...

Gratis Ebook Hujan Purnama

Gratis Ebook Hujan Purnama Klik sini untuk dapat Gratis Ebook Hujan Purnama Ada banyak penulis yang membagikan bukunya secara gratis agar bisa dibaca semasa karantina atau isolasi dalam rumah alias Stay At Home pada masa pandemi wabah corona covid 19 ini. jadi aku ikutan bagi buku gratis ya. Kali ini buku puisi berjudul Hujan Purnama.  HUJAN PURNAMA Hujan adalah rindu Purnama adalah harapan Doa dan ikhlas adalah kunci Rekah hati dalam perjalanan menempuhi kehidupan memuisikan  hujan dan rindu purnama dan harapan melayang di awan cinta berpayung kenangan  dan meski bergelut bersama paradoks senantiasa terus berbisik pada sang maha cinta Bersama air yang mengalir, basahkan jiwa - jiwa yang kering.  Bersama rising moon - bulan yang terbit dan mengaksentuasi. menyala meski gemetar. bersinar meski terpejam. mencoba cerahkan mata hati menuju bening mata air Selamat membaca! Untuk lihat dan beli buku-buku Dian Nafi...

Mata Api

Mata Api Putri Campa menahan napas, berusaha keras menyembunyikan rasa panas dalam hatinya. Sudah tak terhitung banyaknya nyinyiran dan cemooh yang dia dengar dari permaisuri, pendamping utama raja brawijaya V yang beberapa bulan ini menjadi suaminya juga. Kalau saja Putri Campai tidak ingat tujuan utamanya berasa di sini, tentlah dia akan menyerang perempuan yang dilanda cemburu itu. Yang Putri Campa tak habis pikir, kenapa dari semua selir sang prabu, hanya dirinya lah yang terus menerus digempur. Kena berbagai tuduhan dan terutama tatapan mata apinya yang membakar. Sembari menahan kalut dalam dadanya, Putri Campa mengemasi satu persatu barang miliknya. Sekarang dia tak lagi punya banyak pilihan. Sang prabu sudah memutuskan bahwa dia harus pergi dari istana Majapahit ini. Meskipun perutnya sudah makin membesar. Mungkin juga justru kehamilan inilah yang membuat permasisuri makin bernafsu menyingkirkannya. Walaupun kalau dipikir-pikir, kenapa harus Putri Campa yang p...

Bagaimana perasaanmu jika menjadi Putri Campa?

Bagaimana perasaanmu jika menjadi Putri Campa? Seorang selir Brawijaya V, Raja Majapahit terakhir, yang harus diungsikan ke Palembang karena sang permaisuri cemburu berat padanya. Maka dalam keadaan hamil, Putri Campa menyeberangi lautan menuju Bumi Sriwijaya. Beliau dipasrahkan kepada Aryo Damar, putra Brawijaya V dengan seorang perempuan Bali. Alhamdulillah aku berkesempatan menziarahi makamnya di Palembang, juga mengunjungi tempat-tempat di mana dulu Putri Campa tinggal dan melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Jin Bun alias Hasan (kelak kemudian dijuluki Raden Fatah) Karena itulah Palembang dan Demak memiliki keterikatan yang sangat erat. Saat berziarah ke kawasan makam Ki Gede Ing Suro Palembang, kutemukan stempel Jipan lambang simbol kerajaan Demak ada di salah satu dinding bata pembatas area yang di dalamnya terdapat sembilan makam pemuka dari Demak. Piring-piring keramik Cina yang menempel di dinding-dinding kayu salah satu rumah limas ...

Bakti Sosial Muslimat NU Demak dan Tanggap Covid-19

Bakti Sosial Muslimat NU Demak dan Tanggap Covid-19  Bakti Sosial Romadlan dan tanggap Covid-19 dg 1000 paket sembako dan 1000  masker Muslimat NU Kabupeten Demak bekerja sama dg Baznas dan para donatur Kabupatn Demak disalurkan kpd dluafa ke 4 kecamatan Dempet , Kebunagung, Mranggen , Karangawen dan 2 kelurahan Tlagaweru dan Bomo. Semoga manfaat dan berkah.  Alhamdulillahirobbil'alamiin Baksos Romadhon dan Tanggap Covid 19 sdh menyalurkan di 5 kecamatan semoga dari BAZNAS dan PKB segera dapat kita salurkan kembali Aamiin Matursuwun bunda bunnda ... Atas do'a dan kerjasamanya sehingga acara hari ini dpt berjalan dgn lancar. Semoga menjadi amal sholihah kita