Langsung ke konten utama

Jadi nomor satu (lagi?)


Jadi nomor satu (lagi?) 
Ini sebenarnya pertanyaan yang sangat menggelitik, menilik apa dan siapa yang dijadikan obyek pertanyaan. Ya, Demak, kota kabupaten yang berada sekitar 25 km arah timur dari Ibukota Jawa Tengah, Semarang, dulu sempat menjadi KOTA NOMOR SATU di pulau Jawa.
Berawal dari sebuah daerah rawa yang kemudian “disulap” oleh seorang visioner sejati, Raden Patah, menjadi sebuah kasultanan dengan rentang wilayah kekuasaan hampir 90% pulau Jawa, yang berhasil menaklukkan kerajaan Hindu terbesar saat itu, Majapahit.
Kota Demak kala itu berkembang dengan sangat pesat, dari segala sisi kehidupan, baik dari perekonomian, hingga ke pengaruh politis militeristik. Bahkan, Demak kala itu ibarat ibukota negara di pulau Jawa, karena disinilah tempat syuro / rapat dewan Wali, atau lebih dikenal sebagai Walisongo, dalam merumuskan gerakan dakwahnya.
Armada perang pasukan Demak sangat dikenal kepiawaiannya, bahkan saat itu, Demak tercatat pernah memiliki pabrik galangan kapal terbesar se Asia Tenggara dengan produksi mencapai 1000 kapal per bulan dengan kapasitas 1600 ton. Sungguh jumlah yang sangat menakjubkan, sebagai perbandingan, galangan kapal terbesar di Indonesia masa penjajahan Belanda hanya mencapai 6 kapal dengan kapasitas 140 ton/ bulan. ( Parlindungan, buku Tuanku Rao hlm 659)
Sayang, konflik internal memusnahkan itu semua. Lambat laun, pengaruh Demak menghilang, bahkan meredup hingga tak terdengar lagi, kalah jauh dari “cucu-cucunya” yakni Mataram, baik di Surakarta maupun Yogyakarta.
Kini, sejarah diatas hampir menjadi sebuah legenda, atau bahkan terasa sebagai karya non fiksi akan betapa hebatnya kiprah Demak. Generasi Demak sekarang mungkin akan terasa sangat asing mendengar nama Sultan Demak ke-2, ke-3, atau bahkan ke-4. Yang diketahui mungkin hanya Sultan Fatah, itu pun hanya sejauh namanya saja, bukan tentang sejarah hidupnya, visinya, pola pemerintahannya, jadi belum sampai taraf mengenal.
Coba saja tanyakan kepada anak-anak SD, SMP, atau bahkan SMA tentang sejarah Demak, kapan berdirinya, sejauh mana luas wilayahnya, kapan Masjid Agung Demak didirikan, yang mana soko tatal, yang mana lawang bledek, dll, niscaya jawaban tergagap lah yang akan kita dengar.
Bukan salah mereka, karena semua peristiwa bersejarah diatas sangat jarang disampaikan kepada mereka, atau mungkin malah tidak pernah. Yang terpampang didepan mereka adalah sebuah daerah satelit, yang hanya menjadi penghubung antara Semarang dan Kudus. Bukan sebuah kawasan berpengaruh. Bahkan yang lebih didengar adalah olok-olok yang penulis sangat tidak setuju, yang berkaitan dengan adanya sungai irigasi di sepanjang pantura antara Semarang – Demak, serta ada satu lagi tentang “mongso rendeng mongso ketigo”.
Menjadi nomor satu lagi tentu bukan perkara yang mudah, tapi bukan mustahil untuk dilakukan. Setidaknya dengan mengenalkan sejarah Demak ke para siswa tersebut, dengan cara yang atraktif, banyak studi lapangan. Sepengetahuan penulis, saat ini jarang terlihat studi lapangan yang dilakukan siswa ke areal Masjid Agung Demak dan makam Sunan Kalijogo di Kadilangu, padahal, ini adalah tujuan wisata yang sangat terkenal di Nusantara. Sebuah data pernah menyebutkan bahwa jumlah wisatawan yang mengunjungi Masji Agung Demak, hanya kalah jumlah dengan pengunjung Borobudur. Sekitar 800.000 pengunjung setiap tahunnya.
Ini sebenarnya merupakan celah peluang. Bayangkan saja, jika setiap warga Demak, dari anak-anak hingga para sesepuh menguasai budaya Demak, dari total sekitar 1 juta penduduk Demak, kita ambil 25% saja yang aktif, maka ada sekitar 250 ribu guide wisata yang siap menyampaikan kebesaran Demak.
Ini sebenarnya merupakan strategi jangka panjang untuk membangkitkan Demak kembali. Jika para guide tersebut mampu memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, tentu saja akan terjadi viral marketing yang sangat menguntungkan. Demak bukan hanya menjadi daerah “wisata 30 menit”, yang hanya diisi tahlil di makam saja, namun mampu memberikan sebuah pengalaman religius.
Tak kenal maka tak sayang. Dengan mengenal Demak mulai dari sejarah berdirinya, hingga keruntuhan kasultanannya akan menjadi modal berharga bagi kita generasi Demak sekarang untuk lebih sadar akan potensi yang dimiliki. Tidak untuk tenggelam dalam romantisme sejarah, tapi terlecut untuk mencapai taraf yang sama atau bahkan melampauinya.
Aamiin.
Sahirul iman
Lahir di semarang 3 juli 1981, dibesarkan di Demak, bersekolah disini, dimulai dari SDN Katonsari 3, berlanjut ke SMPN 1 Demak, dan kemudian ke SMAN 1 Demak.
Sekitar 10 tahun di Jakartauntuk kuliah dan bekerja, tetap tidak bisa membuatnya melupakan kota Demak. Kembali ke kota tercinta ini pada tahun 2010 untuk kemudian membangun sebuah komunitas DEMAKREATIF.
Selalu yakin, bahwa Demak akan segera bangun dan turut memberi warna bagi kehidupan Nusantara.

Tetap kreatif dan menginspirasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lessons from euro trip

lessons from euro trip   Some great inspiring values/lessons that I get from eurotrip: - dress well or go home - love walking -love bike -we responsible to our own garbage -on time -respect others -not judging -contribution for society -cooking by themselves -healthy lifestyle -enjoy life There's no compromise. Even one second. Bus will go on time. Train door will be closed on time. I am almost pinched by metro door. Fortunately there are some people succed to pull the door again to let me in. I still can feel that door on my face & cheek right now. I almost dead Just before metro comes, Ning ask me to take her pict. As usual, she isn't satisfied. She want me to take another shoot. Then I have not enough time to reach the metro. Ning puts me in trouble many times.But I'm trained to be managed by scorpio's flaws,so I survive Walking with spoiled girl is actually not my preference.There're some occasions where I have opportunity to hang out ...

Makna Lirik Folklore Taylor Swift

Makna Lirik Folklore Taylor Swift Taylor Swift mengeluarkan album Folklore yang berisi 16 lagu. Dia menciptanya selama pandemic covid-19 ini. Semua lagu di album ini bagus banget. Masterpiece dari seorang legenda. Taylor Swift is music industry, gitu menurut orang-orang. Menulis adalah cara Taylor Swift  melarikan diri ke dalam fantasi, sejarah, dan ingatan. Dia menceritakan kisah-kisah ini dengan kemampuan terbaiknya dengan seluruh cinta, keajaiban, dan imajinasi. urutan lagu dalam album the 1 cardigan the last great american dynasty exile my tears ricochet mirrorball seven august this is me trying illicit affairs invisible string mad woman epiphany betty peace hoax (bonus the lakes) Berikut lirik dan makna album ini dari berbagai sumber. the 1 Swift merefleksikan tentang kehilangan cinta dari orang yang sudah dianggap sebagai belahan jiwa. Ia juga mempertanyakan kalau saja situasi berbeda, apakah mereka masih bersama. [Ver...

Kurangi Porsi Nasi Putih

Kurangi Porsi Nasi Putih Belakangan tubuh rasanya makin berasa kurang nyaman. Berat badan memang naik sih. Lumayan jauh dari berat badan ideal. Dari tahun ke tahun sebenarnya aku selalu melakukan checking ulang terhadap kebugaran tubuh dan melakukan diet yang berbeda beda karena memang ingin mencoba model.diet yang berlainan.  Seringnya kulakukan di bulan bulan awal tahun. Hasilnya lumayan banget lho. Ada yang pernah dalam dua minggu turun enam kilogram. Ada yang pernah turun dua belas kilogram dalam dua bulan.   Ada juga yang lernah turun delapan kilogram dalam satu bulan. Signifikan sekali kan. Jadi sesuai anjuran dokter, pakar kesehatan, kebugaran juga diet, aku selalu menggabungkan antara diet mengurangi porsi makan dan memilih makanan tertentu serta berolah raga. Entah itu lari, yoga ataupun pilates. Semua versi diet yang aku lakukan itu punya banyak kesamaan. Antara lain perbanyak minum air putih, kurangi makan minuman manis dan garam, penuhi kebutuhan tid...