Langsung ke konten utama

‎Berangkat dari Cerita Bulus, Dian Nafi Memotivasi Siswa-Siswi SDN 2 Tlogoweru untuk Semangat Melanjutkan Pendidikan

 Berangkat dari Cerita Bulus, Dian Nafi Memotivasi Siswa-Siswi SDN 2 Tlogoweru untuk Semangat Melanjutkan Pendidikan


‎"Ibu-ibu, adek-adek, tahu Masjid Agung Demak mboten?" tanya Dian Nafiatul Awwaliyah mengawali sesi sosialisasinya pada Sabtu (1/8) di kelas VI SDN 2 Tlogoweru. 

‎Siswa-siswi kelas VI SDN 2 Tlogoweru beserta walinya mengangguk. Pamor Masjid Agung Demak sangat masyhur. Mayoritas orang Demak tahu atau minimal pernah mendengarnya. 

‎"Nah, tahu nggak kalau ada gambar bulus di mihrab imamnya?" tanya Dian Nafi, begitulah panggilan akrabnya sekali lagi. 

‎Kali ini, para hadirin menggeleng. 

‎Dian Nafi kemudian menjelaskan bahwa bulus di mihrab Masjid Agung Demak mempunyai makna simbolis. Mulai dari Sengkalan Memetakan Waktu, Strategi Dakwah, sampai kepemimpinan dan ketahanan. 

‎Dian Nafi juga menceritakan perihal perjalanannya menulis artikel ilmiah tentang bulus. Dalam perjalanannya, ia mendapatkan bantuan dana, bertemu dengan ahli biologi untuk mengetahui mengapa bulus semakin langka, dan beberapa hal tak terduga lainnya. 

‎"Nah, itu tadi semua karena pengetahuan, Bu. Menambah wawasan, menambah relasi, sampai mendapatkan lebih banyak kesempatan," tutur Dian Nafi. 

‎Berangkat dari situ, Dian Nafi mengajarkan kepada siswa-siswi kelas VI SDN 2 Tlogoweru beserta wali muridnya untuk terus melanjutkan pendidikannya. 

‎"Dan menambah pengetahuan itu nggak harus di SMP. Bisa di MTs, di Pondok, atau mungkin kalau memang terpaksa ya mengambil paket B dan C," jelasnya. 

‎Dian Nafi kemudian membagikan kertas dan krayon kepada 25 siswa yang hadir. Meminta mereka untuk menuliskan nama, cita-cita, hobi, dan apa yang mereka dapatkan dari sosialisasinya. 

‎Para siswa bersemangat. Apalagi setelah diiming-imingi hadiah buku untuk mereka semua setelah selesai menuliskan nama, cita-cita, hobi, dan apa pelajaran dari sosialisasinya. 

‎"Biar kayak Bu Dian," ungkap Nasyrul, salah satu siswa yang menuliskan cita-citanya sebagai arsitek karena sangat termotivasi. Tidak ada hanya Nasyrul, beberapa siswa pun juga menuliskan arsitek sebagai cita-citanya karena termotivasi dengan sosialisasi Dian Nafi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lessons from euro trip

lessons from euro trip   Some great inspiring values/lessons that I get from eurotrip: - dress well or go home - love walking -love bike -we responsible to our own garbage -on time -respect others -not judging -contribution for society -cooking by themselves -healthy lifestyle -enjoy life There's no compromise. Even one second. Bus will go on time. Train door will be closed on time. I am almost pinched by metro door. Fortunately there are some people succed to pull the door again to let me in. I still can feel that door on my face & cheek right now. I almost dead Just before metro comes, Ning ask me to take her pict. As usual, she isn't satisfied. She want me to take another shoot. Then I have not enough time to reach the metro. Ning puts me in trouble many times.But I'm trained to be managed by scorpio's flaws,so I survive Walking with spoiled girl is actually not my preference.There're some occasions where I have opportunity to hang out ...

Makna Lirik Folklore Taylor Swift

Makna Lirik Folklore Taylor Swift Taylor Swift mengeluarkan album Folklore yang berisi 16 lagu. Dia menciptanya selama pandemic covid-19 ini. Semua lagu di album ini bagus banget. Masterpiece dari seorang legenda. Taylor Swift is music industry, gitu menurut orang-orang. Menulis adalah cara Taylor Swift  melarikan diri ke dalam fantasi, sejarah, dan ingatan. Dia menceritakan kisah-kisah ini dengan kemampuan terbaiknya dengan seluruh cinta, keajaiban, dan imajinasi. urutan lagu dalam album the 1 cardigan the last great american dynasty exile my tears ricochet mirrorball seven august this is me trying illicit affairs invisible string mad woman epiphany betty peace hoax (bonus the lakes) Berikut lirik dan makna album ini dari berbagai sumber. the 1 Swift merefleksikan tentang kehilangan cinta dari orang yang sudah dianggap sebagai belahan jiwa. Ia juga mempertanyakan kalau saja situasi berbeda, apakah mereka masih bersama. [Ver...

Bulus dan Ekologi: Menyelamatkan Alam, Menyelami Makna

 Bulus dan Ekologi: Menyelamatkan Alam, Menyelami Makna Di tengah derasnya arus modernisasi dan pembangunan yang seringkali melupakan keseimbangan alam, Dian Nafi menghadirkan buku “Bulus dan Ekologi” sebagai ajakan untuk kembali menyadari hubungan sakral antara manusia dan lingkungan. Bulus — hewan air tawar yang sering dianggap biasa, bahkan diremehkan — dalam buku ini justru menjadi simbol kearifan lokal dan daya tahan alam. Ia menjadi cermin bagi manusia untuk belajar tentang kesabaran, ketahanan, dan keterhubungan dengan ekosistem . 🌿 Dari Mitologi ke Gerakan Ekologi Buku ini tidak sekadar menceritakan kisah tentang bulus. Ia menggali makna budaya, mitos, dan spiritualitas di balik keberadaan bulus dalam kehidupan masyarakat pesisir dan pedalaman Jawa. Melalui pendekatan antropologis dan ekologis, Dian Nafi mengajak pembaca memahami bahwa ekologi bukan hanya urusan lingkungan , melainkan juga tentang etika hidup dan hubungan antar makhluk. “Menjaga bulus berarti menjaga ke...