Jumat, 13 September 2019

Bangkit Setelah Kematian Suami

Bangkit Setelah Kematian Suami
Hasil gambar untuk menangis
Suami mendadak meninggal dalam kecelakaan dan meninggalkan dua anak kecil, 3 dan 1,5 tahun, rupa-rupanya belum cukup menjadi ujian May. Dia mengalami goncangan tambahan karena tiba-tiba didepak dari CV konsultan dan developernya sendiri yang dibangun bersama seorang teman dekat. Dia pikir teman dekat ini yang menyelamatkannya dari kehancuran sejak ditinggal mati suami, tetapi ternyata tambah meninggalkannya juga pada akhirnya. Permintaan ibunya -yang mungkin didorong untuk menjaga May dan anak-anaknya- agar May balik ke kota kecil mereka, membuat May makin mati kutu. Tidak ada pasar yang cukup luas untuk kemampuan dan skill-nya. Tetapi harus melajo ke kota besar sebelah, membuat energinya terkuras padahal masih harus mengasuh dua balitanya.
Dalam kejatuhan sedemikian, bahkan dia rasa sampai ke titik nadir, kadang dia berjalan dan berkendara  bagai zombi di kota kecilnya yang sepi. Tatapan matanya hampa, hatinya berlubang besar oleh rasa kematian suaminya dan kehilangan perusahaan konsultannya, jiwanya perih atas penelikungan sahabat dekatnya, ditambah marah, kecewa dan berontak akan keputusan ibunya yang dirasa diktator. Dia merasa sudah mau habis, tapi kemudian ingat kedua anaknya yang masih sangat kecil. Dia bertekad untuk terus melanjutkan hidup.
Dalam  keadaan putus asa dan penuh tekanan, dia menumpahkan kegelisahan serta segala rasa dalam batinnya, jeritannya pada Tuhan, pertanyaannya akan takdir dan semuanya ke dalam tulisan-tulisan di note fesbuk. Beberapa teman yang tertarik pada tulisannya, menyarankan May agar mengikuti kompetisi menulis yang diselenggarakan penerbit. Kemenangan demi kemenangan kecil diraihnya, sehingga sang adik mendorong May untuk melanjutkan kemungkinan-kemungkinan baru. Karir baru di bidang kepenulisan pun dirambah. Perlahan-lahan hal tak terduga ini membawanya melangkah keluar zonanya selama ini. Menulis buku, menerbitkan, mengikuti berbagai workshop sampai akhirnya mengisi banyak workshop dan menjadi public speaker di berbagai kota. Hal yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sesuatu yang mungkin saja tidak akan bisa dicapainya kecuali setelah dia mengalami kejatuhan itu.
Syukur alhamdulillah pencapaian-pencapaian ini membuatnya semakin bangkit, sehingga dia pun kembali dengan percaya diri membuka kembali konsultan arsitekturnya. Beberapa drafter membantunya menyelesaikan tugas-tugas ini karena dia musti membagi waktu, perhatian dan energinya dengan tugas-tugas lain.
Lalu dia sadar bahwa keputusannya waktu itu untuk patuh pada nasihat ibunya demi meraih ridlo beliau, adalah yang mungkin menghantarkannya sampai di rel kehidupan baru ini. Kadang butuh waktu untuk kita bisa melihat kepingan-kepingan puzzle kehidupan dan mengelupas lapisan demi lapisan tabir misteri takdir.


TENTANG BUKU HOW TO RESET YOUR LIFE
Ada masa di mana kita merasa sangat berantakan dan membayangkan seandainya semua ini bisa di-undo, dibatalkan. Atau andai saja hidup kita bisa di-reset, diulang lagi, sehingga yang berantakan itu jadi rapi, we start from zero. Kita mulai lagi dari nol.
Mungkin nggak ya?
Buku HOW TO RESET YOUR LIFE ini menjelaskan tentang proses membangun ulang bangunan hidup Anda, secara baik dan damai.


EVENT RESET YOUR LIFE TERDEKAT
HARI/TANGGAL: Senin, 16 September 2019
JAM: 15.30 – 18.00
ACARA: BOOKTALK “HOW TO RESET YOUR LIFE” BY DIAN NAFI
LOKASI: DI AMPHITHEATER OUDETRAP FESTIVAL KOTA LAMA SEMARANG
https://goo.gl/maps/vwpZZjEd5LhDpmik8


dian nafi

Author & Editor

arsitek yang suka jalan-jalan serta menulis fiksi dan non fiksi

0 komentar:

Posting Komentar