Langsung ke konten utama

Event Pameran Buku

21-27 Mei 2012 Pameran Buku di Gedung Koni KotaWali

Pameran Buku, Oase Bagi Minat Baca Buku Yang Mengering


Hasil penelitian Program for Internasional Student Assessment (PISA) 2009 sebagaimana dikutip Editorial Kompasiana (Kompas 24 Mei 2012) menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia dalam membaca buku masih rendah. Indonesia berada di posisi sembilan terbawah, atau peringkat 57 dari 65 negara yang berpartisipasi dalam penelitian.

Di Demak hal itu bisa kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari, jarang kita temui aktivitas orang membaca buku di ruang publik, saat menunggu, atau dalam perjalanan. Bahkan yang berseragam sekolah atau mahasiswa sekalipun jarang kedapatan membaca buku.


Sedikitnya jumlah dan ragam buku berkualitas yang up to date, serta akses buku yang sulit dan mahal, kerap menjadi kendala yang ditemui di daerah. Tradisi bertutur lisan dalam menyebarkan dan menggali informasi, ditambah maraknya budaya komunikasi non-lisan melalui gadget (sms,googling, media sosial) semakin sirnalah kebiasaan membaca buku.

Untuk itu perlu upaya menumbuhkan budaya membaca buku di masyarakat. Salah satunya adalah menghadirkan beragam jenis buku berkualitas dengan harga murah dalam jumlah banyak. Pemkab Demak pada tanggal 21 - 27 Mei 2012 menyelenggarakan Pesta Sejuta Buku guna menghadirkan buku-buku murah dan berkualitas. Pameran buku ini diharapkan menjadi oase bagi minat baca yang selama ini mengering. Beragam jenis buku berkualitas menjadi sumber penawar yang mengobati dahaga kebutuhan informasi warga. Kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan dalam mengatasi permasalahan kehidupan yang makin rumit, diharapkan dapat dipenuhi dari buku-buku tersebut. Sehingga masyarakat menjadi tertarik menggali ilmu dari buku.

Upaya meningkatkan tradisi membaca buku lewat pameran buku tersebut ternyata tidak mudah, hal ini terlihat dari animo berkunjung masyarakat yang kurang memuaskan. Hingga hari kelima, pameran yang diselenggarakan oleh pemkab Demak di gedung KONI ini jumlah pengunjungnya masih sedikit. Kalah ramai dari pengunjung pasar malam, gerebek besar, atau bazar sembako. Juga jika dibandingkan dengan pameran-pameran buku di kota - kota lainnya. 

Kondisi demikian perlu dievaluasi agar penyelenggaraan event berikutnya bisa lebih memuaskan. Sebagai saran bagi penyelengara: acara pendudung perlu dikemas lebih menghibur, menambahkan unsur-unsur lokal, menggabungkan konsep pasar malam gerebek besar dan pameran2 lainnya yang telah sukses dihelat.

Publikasi yang kurang greget pada acara ini perlu mendapat perhatian agar acara berikutnya gaungnya lebih terdengar meriah. Konsep publikasi yang dilakukan penyelenggara pasar malam gerebek besar bisa diadaptasi, seperti memenuhi titik-titik ramai dan dijalan-jalan utama dengan spanduk/baliho, menggandeng radio suara kota wali atau media masa, serta menyelenggarakan event pendahuluan atau saat pameran yang menyedot perhatian masa sangat banyak seperti acara jalan sehat berhadiah motor, hadiah itu tiap hari diarak keliling dari kampung ke kampung. Jika publikasi dirasa mahal dan menyedot anggaran besar panitia bisa menggandeng sponsor atau donasi dari CSR  perusahaan yang selama ini peduli terhadap pendidikan.

Pemilihan tanggal penyelenggaraan dirasa penting, penyelenggaran pameran di tanggal tua bisa menyebabkan  masyarakat malas mengunjungi pameran. Hal ini sangat dimaklumi karena mayoritas masyarakat yang berpenghasilan bulanan, anggaran belanja nya (termasuk anggaran beli buku) telah ditunaikan jauh-jauh hari di tanggal muda. Sehingga pada tanggal tua, menyisakan uang yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, dan sedikit untuk ditabung. Oleh karena itu penyelenggaraan pameran sebaiknya diselenggarakan antara tanggal 28 hingga tanggal 4 bulan berikutnya.

Peran Penerbit dan Toko Buku

Selain pemerintah yang wajib mendorong masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca buku, penerbit dan toko buku juga dituntut turut serta melakukan peran yang sama. Mereka perlu mengedukasi masyarakat dan mengambil perhatian masyarakat terhadap buku.

Jika kita melihat produsen rokok, barang elektronik, consumer goods, dan industri perbankan gencar melakukan promo dan iklan, baik melalui above the line maupun bellow the line  guna mencuci otak masyarakat agar berminat terhadap produk mereka, maka sudah seharusnya penerbit dan toko buku melakukan usaha yang sama, bahkan lebih, untuk mengambil hati masyarakat agar tertarik pada buku. Terlebih upaya ini punya sisi yang mulia yaitu mencerdaskan masyarakat. Kesediaan penerbit dan Toko buku menjemput bola, berpartisipasi dalam Pesta Sejuta Buku patut diacungi jempol.

Kita sebagai masyarakat, seberapa besar 'budaya membaca buku' kita? Kita berharap upaya mentradisikan membaca buku mendapat dukungan dari berbagai pihak dan bisa sukses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lessons from euro trip

lessons from euro trip   Some great inspiring values/lessons that I get from eurotrip: - dress well or go home - love walking -love bike -we responsible to our own garbage -on time -respect others -not judging -contribution for society -cooking by themselves -healthy lifestyle -enjoy life There's no compromise. Even one second. Bus will go on time. Train door will be closed on time. I am almost pinched by metro door. Fortunately there are some people succed to pull the door again to let me in. I still can feel that door on my face & cheek right now. I almost dead Just before metro comes, Ning ask me to take her pict. As usual, she isn't satisfied. She want me to take another shoot. Then I have not enough time to reach the metro. Ning puts me in trouble many times.But I'm trained to be managed by scorpio's flaws,so I survive Walking with spoiled girl is actually not my preference.There're some occasions where I have opportunity to hang out ...

Makna Lirik Folklore Taylor Swift

Makna Lirik Folklore Taylor Swift Taylor Swift mengeluarkan album Folklore yang berisi 16 lagu. Dia menciptanya selama pandemic covid-19 ini. Semua lagu di album ini bagus banget. Masterpiece dari seorang legenda. Taylor Swift is music industry, gitu menurut orang-orang. Menulis adalah cara Taylor Swift  melarikan diri ke dalam fantasi, sejarah, dan ingatan. Dia menceritakan kisah-kisah ini dengan kemampuan terbaiknya dengan seluruh cinta, keajaiban, dan imajinasi. urutan lagu dalam album the 1 cardigan the last great american dynasty exile my tears ricochet mirrorball seven august this is me trying illicit affairs invisible string mad woman epiphany betty peace hoax (bonus the lakes) Berikut lirik dan makna album ini dari berbagai sumber. the 1 Swift merefleksikan tentang kehilangan cinta dari orang yang sudah dianggap sebagai belahan jiwa. Ia juga mempertanyakan kalau saja situasi berbeda, apakah mereka masih bersama. [Ver...

Kurangi Porsi Nasi Putih

Kurangi Porsi Nasi Putih Belakangan tubuh rasanya makin berasa kurang nyaman. Berat badan memang naik sih. Lumayan jauh dari berat badan ideal. Dari tahun ke tahun sebenarnya aku selalu melakukan checking ulang terhadap kebugaran tubuh dan melakukan diet yang berbeda beda karena memang ingin mencoba model.diet yang berlainan.  Seringnya kulakukan di bulan bulan awal tahun. Hasilnya lumayan banget lho. Ada yang pernah dalam dua minggu turun enam kilogram. Ada yang pernah turun dua belas kilogram dalam dua bulan.   Ada juga yang lernah turun delapan kilogram dalam satu bulan. Signifikan sekali kan. Jadi sesuai anjuran dokter, pakar kesehatan, kebugaran juga diet, aku selalu menggabungkan antara diet mengurangi porsi makan dan memilih makanan tertentu serta berolah raga. Entah itu lari, yoga ataupun pilates. Semua versi diet yang aku lakukan itu punya banyak kesamaan. Antara lain perbanyak minum air putih, kurangi makan minuman manis dan garam, penuhi kebutuhan tid...