Langsung ke konten utama

Postingan

Pariwisata Demak Dan Buku 101 Travel Tips Stories Terbitan Gramedia

Pariwisata Demak Dan Buku 101 Travel Tips Stories Terbitan Gramedia    Senag dan berbagga sekali bahwa akhirnya lahir dan terbit lagi buku yang menceritakan tentang Demak.  Beberapa kali Demak terceritakan dalam #DNBooks (karya-karya Dian Nafi), antara lain:   1. Cerita Cinta Kota yang bersetting perayaan grebeg besar. Kirab Tumpeng Songo Dan Arak-arakan Prajurit Patang Puluhan ini hanya ada di kota Demak Indonesia saat Grebeg Besar 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Budaya yang sudah ditradisikan dari jaman Raden Fatah penguasa pertama Kesultanan Demak.    Kirab Tumpeng Songo diarak dari Pendopo Kabupaten Demak menuju Masjid Agung Demak. Masyarakat berebut ikut mengambil bagian dari tumpeng itu karena ngalap berkah.    Prajurit Patangpuluhan berangkat dari Masjid Agung Demak ke arah Kompleks Makam Sunan Kalijogo Di Kadilangu. Untuk melakukan jamas penyucian jimat kalimosodo. Keindahan dan kesemarakan sekaligus suasana spir...

Meet Up Demagz: Organization Structure, Plan And Schedule

Meet Up Demagz: Organization Structure, Plan And Schedule #LatePost Struktur organisasi DeMagz akhirnya terbentuk kembali beberapa bulan lalu. Sekaligus dalam rapat aka meet up waktu itu dibahas pula mengenai rencana-rencana kegiatan, dan juga jadual baik kaitannya dengan program-program maupun penerbitan majalah. Kembali bertempat di Hasfa Camp coworking space, kami berkumpul dan seharian itu mendiskusikan langkah-langkah bersama.  Termasuk membuat list alias daftar pihak-pihak yang sudah dan akan bekerja sama dengan DeMagz. Mungkin masih akan panjang perjuangan. Tapi DeMagz tetap semangat!     **   Untuk  kerjasama  review, liputan dll dengan DeMagz For reservation,    review  and any other collaboration ,  please do not hesitate to  contact at 085701591957 (sms/wa) DM twitter @DeMagz_ DM IG @vivademak https://www.instagram.com/vivademak/ inbox FB Page:   https://www.facebook.com/demagz/ Line: ...

Writravellicious Goes To Hotel Louis Kienne Pandanaran Semarang

Writravellicious Goes To  Hotel Louis Kienne Pandanaran Semarang Pertama kali dulu datang ke hotel Louis Kienne Pandanaran Semarang saat mengikuti workshop di lantai paling atas alias roof top-nya.  Kesempatan kedua sebenarnya datang waktu ada seminar lagi di tempat ini beberapa minggu setelahnya. Namun karena bersamaan dengan acara lain, maka aku urung hadir.  Nah, kemarin ini aku datang lagi ke hote Louis Kienne Jalan Pandanaran Semarang karena janjian  meet up dengan tamu dari Bandung. Kami merencanakan sebuah buku bersama dan beberapa judul sub-bab sudah kami rancang. Beberapa tulisan bahkan sudah mulai masuk ke folder bersama dan siap diedit. Semoga prosesnya lancar dan berkah.  Lobby Hotel Louis Kienne didominasi warna broken white. Sofa-sofa tempat duduk berwarna biru cerah namun hangat, menjadi sentra dari lobby ini. Dengan sebuah lampu gantung kristal menawan yang  lumayan besar, menjadi focal point ruangan sekaligus mencipta...

LOCAL HERO : Ibu Istiqomah

LOCAL HERO  : Ibu Istiqomah Semangat perjuangan beliau mungkin meniru ayahnya, seorang pejuang kemerdekaan. Tapi dia merawat, menyiram dan menumbuhkembangkan bibit semangat perjuangan yang sudah ada dalam dirinya. Sehingga kemudian terinternalisasi sedemikian rupa sehingga tak ada langkahnya yang sia- sia dan tak diabdikannya bagi lingkungan terdekat maupun masyarakat yang lebih luas. “Orang hidup itu harus punya cita-cita. “, ungkap beliau. Tak henti-hentinya bulikku, adik bapakku ini , terus menerus memompakan semangat kepada siapa saja yang di dekatnya. Bahkan kehidupan pribadinya sendiri sebenarnya banyak mengundang iba. Karena  beliau ditinggal suami yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Dengan lima orang putra putri, tentu saja gaji seorang guru sekolah swasta tidaklah memadai. Tetapi beliau banyak mengorbankan waktu dan tenaganya bagi banyak orang. “Bekerja itu seperti menanam pohon. Berkorban itu adalah pupuk yang mempercepat p...

MEMBACALAH

MEMBACALAH by Hevy Dia Membacalah agar kau paham Membacalah jika kau sendiri Membacalah jika ingin mengatakan Untuk memberantas kebodohan Membacalah agar kau tahu arti kehidupan Membacalah agar mengenal dunia luar Membacalah agar tak dipermalukan Membacalah untuk masa depan Entah kenapa? Kau abaikan buku-buku Kau sia-siakan sumber ilmu Bahkan,  kau bakar pengetahuan Kau hanya anggap mereka tiada Berada tapi tidak berarti Kau anggap mereka figuran Hanya berperan dalam pajangan Tidakkah kau perduli mereka Yang saat ini menangis meronta-ronta Saat tubuhnya tak lagi difungsikan Saat tubuh terdiam dalam balutan debu Sombongkah? Debu dan usang kau anggap biasa Tobek,  rusak kau biarkan saja Hilangpun kau anggap biasa Dimankah hati nurani mu? Kau tak perlu mencari kesana kemari Didepan mata saja sudah mendatangi Namun,  kau anggap mereka sampah meja Bukuku telah tiada Ilmuku rusak telah hilang Pengetahuan tak lagi berguna Ke...