Membranding ulang DEMAK “lir ilir lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo Tak sengguh penganten anyar Cah angon- cah angon Penekno blimbing kuwi Lunyu- lunyu penekno Kanggo mbasuh dodot iro Dodot iro- dodot iro kumitir bedah ing pinggir Dondomono jlumatono Kanggo sebo mengko sore Mumpung jembar kalangane, mumpung padhang rembulane Yo surak’o surak hiyoo” Lagu itu sangat familier di telinga sebagian masyarakat Indonesia, utamanya penduduk pulau Jawa. Lagu gubahan Sunan Kalijogo yang sarat makna. Salah satunya adalah makna perubahan. Transformasi diri untuk bergerak aktif, senantiasa bekerja keras, pantang menyerah tak peduli seberapa besar halangan yang menghadang. “cah angon”, alias pemuda. Sebagaimana diketahui, generasi muda memegang salah satu peran sebagai iron stock alias stok pemimpin masa depan bangsa. Didadanya lah telah disematkan tanda sebagai agent of change, anashir taghyir, agen perubahan. Kesadaran...
People DEvelopment MAGaZine