Langsung ke konten utama

Postingan

Buku Baru Dian Nafi di Kampung Heritage Kajoetangan

Buku Baru Dian Nafi di Kampung Heritage Kajoetangan Pagi itu saya berjalan pelan di lorong sempit Kampung Heritage Kajoetangan, jantung warisan tua di tengah kota Malang. Udara masih dingin, aroma kopi hitam menembus celah pintu rumah bata, suara radio Jawa terdengar dari beranda. Di sinilah, di antara tembok-tembok bata peninggalan kolonial, saya memulai naskah buku ini: Memoir Perjalanan dan Arsitektur. Sebuah upaya kecil menulis ulang percakapan saya dengan rumah-rumah tua dan orang-orang yang menjaganya. Kajoetangan bukan sekadar gang-gang sempit. Ia saksi bagaimana Malang tumbuh di tangan orang biasa: warga lokal, keluarga kampung, para penjual di warung sudut gang, bapak tua penjahit yang menempati rumah bergaya Indis peninggalan zaman Hindia Belanda. Dulu, kawasan ini adalah permukiman elite Eropa — banyak rumah dirancang dengan sentuhan perencana seperti Thomas Karsten , arsitek legendaris yang menanam ide “kota taman” di Malang. Dinding bata yang tebal, jendela lebar, ven...

Menulis dari Akar: Pelatihan Artikel dan Esai Bersama Dian Nafi, Menggali Kekuatan Budaya Lokal

 Menulis dari Akar: Pelatihan Artikel dan Esai Bersama Dian Nafi, Menggali Kekuatan Budaya Lokal “Menulis itu bukan hanya soal merangkai kata, tapi juga membumikan nilai.” Kalimat itu menjadi pembuka dari Dian Nafiatul Awaliyah—akrab disapa Dian Nafi—saat mengisi sesi pelatihan penulisan artikel dan esai yang berakar pada budaya lokal. Dalam pelatihan yang dihadiri berbagai kalangan—dari mahasiswa, dosen, guru, penulis muda, hingga pegiat komunitas—Dian mengajak peserta menyelami ulang tempat berpijak mereka. “Seringkali kita terpesona oleh budaya luar, padahal tanah tempat kita berdiri penuh kisah dan kearifan,” ujarnya. Sebagai penulis yang produktif sekaligus arsitek dan peneliti, Dian tidak hanya berbicara soal teknik menulis. Ia membagi pengalaman riset lapangan, proses mengubah temuan budaya menjadi narasi yang menggugah, dan pentingnya menjaga konteks lokal dalam setiap tulisan. Sesi pelatihan ini mengalir seperti obrolan di beranda rumah: hangat, reflektif, dan membangk...

Surveyor dan Enumerator, Apa Bedanya?

Surveyor dan Enumerator, Apa Bedanya? Dulu aku pernah menjadi surveyor di perusahaan AC Nielsen selama beberapa tahun. Lumayan banget sih pengalaman ini, tidak menyangka akan menjadi pijakan yang berharga dalam karirku sebagai peneliti (yang baru kusesap belasan tahun berikutnya). Pernah diminta tolong oleh Muslimat NU juga untuk menjadi enumerator dalam proyek riset yang dibuat oleh Badan Anti Terorisme.  Nah! Pasti ada juga yang bertanya-tanya, apa sih bedanya surveyor dan enumerator? Surveyor dan enumerator memiliki peran yang berbeda dalam proses penelitian atau survei, meskipun keduanya sering bekerja bersama dalam pengumpulan data. Berikut perbedaannya: Surveyor Peran Utama: Bertanggung jawab atas perencanaan dan pengawasan survei. Tugas: Merancang kuesioner atau instrumen penelitian. Menentukan metode dan teknik pengambilan sampel. Mengawasi dan melatih enumerator dalam pengumpulan data. Melakukan validasi dan pengecekan kualitas data yang dikumpulkan. Tingkat K...

Magnet Energi: Rahasia Menarik Kehidupan yang Selaras dengan Frekuensimu

Magnet Energi: Rahasia Menarik Kehidupan yang Selaras dengan Frekuensimu Pernahkah kamu merasa seperti menarik orang-orang atau kejadian tertentu ke dalam hidupmu, seolah-olah ada pola yang berulang? Mungkin kamu sering bertemu dengan orang-orang yang mendukung impianmu, atau justru sebaliknya—bertemu dengan mereka yang hanya membawa energi negatif. Semua ini bukan kebetulan. Setiap interaksi, setiap hubungan, bahkan setiap peluang yang datang adalah refleksi dari energi yang kita pancarkan. Jika ingin kehidupan yang lebih baik, bukankah sudah saatnya kita mengubah energi kita? "Magnet Energi" bukan sekadar buku, tetapi peta perjalanan menuju kesadaran yang lebih tinggi tentang bagaimana energi bekerja dalam hidup kita. Dengan menggabungkan sains, psikologi, dan spiritualitas, buku ini akan membuka mata kita tentang bagaimana pikiran, emosi, dan lingkungan membentuk realitas yang kita alami. Kamu akan menemukan konsep hukum ketertarikan energi , bagaimana synchronicity men...

Menembus Batas: Menghadapi Gatekeeper dan Membangun Jalan Sendiri

  Menembus Batas: Menghadapi Gatekeeper dan Membangun Jalan Sendiri Di setiap industri—penerbitan, akademik, seni, hiburan, bahkan pemerintahan— gatekeeper selalu ada. Mereka adalah pihak yang menentukan siapa yang boleh masuk dan siapa yang harus tersingkir. Idealnya, mereka menjaga standar dan kualitas. Namun, di tangan yang salah, gatekeeping bisa menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan, menguntungkan kelompok tertentu, dan menekan mereka yang berbakat tapi tidak punya "jalur dalam." Lalu, bagaimana cara menghadapi mereka? Ketika Akses Dikendalikan oleh Segelintir Orang Bayangkan seseorang dengan ide brilian, tetapi setiap kali ia mencoba menembus industri yang ia geluti, pintu selalu tertutup. Ia tidak diberi kesempatan karena tidak berasal dari lingkungan "yang tepat," tidak punya jaringan, atau dianggap ancaman oleh mereka yang ingin mempertahankan posisi. Ini bukan sekadar kebetulan. Banyak sistem dibuat untuk menyulitkan orang-orang berbakat yang t...

Hybrid Paradox: Seni di Persimpangan Tradisi dan Globalisasi

Hybrid Paradox: Seni di Persimpangan Tradisi dan Globalisasi Mengapa Seni Selalu Berada di Persimpangan? Di era globalisasi yang serba cepat, seni mengalami perubahan yang signifikan. Ia tidak lagi terbatas pada batas-batas geografis atau identitas tunggal, melainkan menjadi ruang negosiasi yang dinamis antara tradisi dan inovasi, lokalitas dan globalisasi, serta ekspresi personal dan kepentingan kolektif. Inilah yang saya sebut sebagai Hybrid Paradox —konsep yang mengangkat ketegangan antara dua kutub yang tampaknya bertentangan, tetapi justru melahirkan kreativitas baru yang unik dan relevan dengan zaman. Tentang Buku Ini Buku Hybrid Paradox: Seni di Persimpangan Tradisi dan Globalisasi lahir dari pengamatan, pengalaman, serta penelitian saya sebagai akademisi, seniman, dan aktivis budaya. Buku ini mengeksplorasi bagaimana seni berkembang dalam lanskap digital, bagaimana media sosial membentuk identitas seniman dan komunitasnya, serta bagaimana seni berperan sebagai alat refle...

Hybrid Paradox dalam Pengalaman Immersive: Menjelajahi Dunia Nyata dan Virtual

  Hybrid Paradox dalam Pengalaman Immersive: Menjelajahi Dunia Nyata dan Virtual Di era digital yang terus berkembang, pengalaman manusia semakin didominasi oleh teknologi immersive seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR) . Kita dapat menjelajahi dunia virtual seolah-olah nyata, berinteraksi dengan lingkungan digital yang semakin realistis, dan bahkan bekerja atau belajar di ruang hybrid yang menggabungkan elemen fisik dan digital. Namun, seiring dengan kemajuan ini, muncul Hybrid Paradox —sebuah dilema antara keterlibatan penuh dalam pengalaman digital dan keterasingan dari realitas fisik. Apa Itu Hybrid Paradox? Hybrid Paradox menggambarkan kontradiksi yang muncul ketika dua aspek yang tampaknya bertentangan—realitas dan virtualitas—saling bertautan dalam kehidupan manusia. Kita ingin terlibat sepenuhnya dalam dunia digital yang menarik, tetapi di sisi lain, semakin terbenam dalam ruang virtual juga dapat menjauhkan kita dari interaksi sosi...