Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Perisai Diri: Cerita Tentang Perempuan, Luka Sunyi, dan Keberanian untuk Melindungi Diri

Perisai Diri: Cerita Tentang Perempuan, Luka Sunyi, dan Keberanian untuk Melindungi Diri Oleh Dian Nafi Ada seorang perempuan yang selalu terlihat baik-baik saja. Senang membantu orang lain, selalu tersenyum, tidak pernah ingin merepotkan siapa pun. Ia menjalani hidup dengan hati-hati—seakan dunia bisa pecah jika ia membuat kesalahan kecil. Orang-orang bilang dia kuat. Tapi jauh di dalam dirinya, ia sering merasa bingung: “Kenapa aku lelah sekali? Kenapa aku tidak bahagia, padahal tidak terjadi apa-apa?” Yang tidak ia sadari, ia lama hidup dalam tekanan yang tak berbentuk. Kalimat-kalimat manipulatif yang dibungkus perhatian. Permintaan yang terdengar masuk akal, tapi perlahan menguras hatinya. Batas-batas diri yang tipis, lama-lama hilang. Cerita itu, sayangnya, bukan milik satu orang. Ini adalah cerita banyak perempuan. Lalu lahirlah buku ini: Perisai Diri . Dian Nafi menulisnya bukan untuk menggurui. Tidak untuk memberi kuliah panjang tentang psikologi atau teori re...

Akhir Tahun, Menyembuhkan Pelan-pelan, dan Buku yang Menjadi Ruang Aman

 Akhir Tahun, Menyembuhkan Pelan-pelan, dan Buku yang Menjadi Ruang Aman Ada masa-masa ketika dunia terasa terlalu cepat. Terlalu bising. Terlalu menuntut banyak hal dari hati yang sedang belajar pulih. Dan setiap akhir tahun, semesta seperti memberi jeda kecil— sebuah ruang sunyi tempat kita boleh berhenti sebentar, menutup mata, dan menarik napas panjang. Dalam ruang sunyi itulah buku sering menjadi teman terbaik. Bukan untuk memberi jawaban, tapi untuk menemani proses pulih yang tidak pernah tergesa. Karena itu, sepanjang 1–31 Desember 2025 , seluruh buku Dian Nafi hadir hanya Rp15.000 , agar setiap orang bisa punya ruang aman untuk menyembuhkan diri melalui tulisan, ide, dan renungan. Untuk Hati yang Sedang Belajar Tenang Tidak semua luka tampak dari luar. Tidak semua rasa lelah bisa diceritakan. Tapi buku—dengan cara yang lembut—dapat menyentuh bagian-bagian batin yang ingin didengar. Ada halaman yang seakan berkata: "Kamu boleh istirahat." Ada bab yang ...