Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Paper Creative City Lolos International Conference

Paper Creative City Lolos International Conference    Alhamdulillah salah satu paperku lolos lagi ke seleksi paper di Konferensi Internasional. Kali ini papernya insya Allah publish di IOP Conference Series: Earth and Environmental Sciences. (Scopus) Tanggal 10 November 2020 kemarin alhamdulillah aku akhirnya mempresentasikan paperku ini di 20th Sustainable, Environment and Architecture  International Conference SENVAR 20.  Presentasi paper berikut tanya jawab dengan audience berlangsung tiga puluh menit-an. Masukan-masukan dari profesor dan juga audience banyak berguna untuk kelanjutan riset dari paper ini. Insya Allah tesisku di study master public policy akan mengusung tema ini dan memperdalam risetnya lebih lanjut. Semoga memberi kontribusi dan manfaat serta berkah yang lebih banyak lagi. Aamiin. Mohon doa ya semuanya.  Oh ya, judul papernya adalah Discussion and Book Spaces for Creative City. Insya Allah tesis yang aku kembangkan dari situ berjudul Discus...

Menunggu Kehamilan Pertama

 Menunggu Kehamilan Pertama Cukup lama juga aku menunggu kehamilanku yang pertama waktu itu. Mungkin ada sekitar tiga tahun-an lah. Orang-orang sudah mulai ribut dan geger sendiri, nanya-nanyain, kapan nih hamil, kapan nih punya anak. Padahal aku sama suami yang kenalannya memang masih singkat enam bulan sebelum menikah, lagi senang-senangnya pacaran berdua saja setelah nikah. Kami sepedaan BMX, aku bonceng di depan. Touring luar kota naik motor, mendaki ke perbukitan, aku membonceng manja di belakang. Yach gitu gitu deh. Seneng berduaan aja, belum harus menggendong bayi dan semacamnya.  Tapi karena terus-terusan ditanya, lama-lama kami agak jengah juga ya. Lalu mulailah kami ikut mikir-mikir, kenapa ya belum hamil juga. Tetangga selisih dua rumah malah bilang sambil menyeletuk guyon,"waduh, kok jeru banget ya kayaknya, kok belum jadi-jadi." Hahaha, jeru tuh maksudnya dalam. Aku sama suamiku tersayang sih cuma ngakak-ngakak mendengar guyonan itu, kami anggap sebagai ekspresi ...