Colourful Journal for Beautiful Life

beautiful journal for colourful life

Senin, 27 Juli 2020

Kajian Gender Islam KGI

Kajian Gender Islam KGI

Planet, Ibu, Bumi, Orang Orang
Alhamdulillah semalam ngaji KGI lagi bareng bu Nyai Nur Rofiah

Baca juga KGI sebelumnya:

Studium Generale Kajian Gender KGI
Kajian Gender Islam 


Berikut beberapa rangkuman KGI semalam

Tafsir, pengetahuan terbatas itu, dipahami sama sebagaimana dg quran Ada 3 cara pandang quran sbg firmanNya Quran bukan makhluk. Shg ttgrelasi gender, Allah sdh menentukan Pdhl ada abu lahab, firaun, qorun, yg ada dlm sejarah manusia. Bgm dg mrk, jika quran dibuat d zmn azali
Quran adl makhluk. Relasi gender dlm ayat adl baru. Yg baru adl formulasinya. Pesan ttg keadilan gender itu qodim, sdh ada sejak dulu. Dimensi ilahi dan manusiawi. Ingat Quran ingat keadilan. kalau menilai melampaui fisiknya Kalau mengenal quran sbg kitab keadilan. .maka kalau ada yg klhtnnya tdk adil dlm quran, tdk mungkin
Paradigma ke-3 Quran: Pesan ilahiyah bukan makhluk Pesan ilahiyah disampaikan dlm bahasa Arab, jadilah teks alquran Apakah yg kita pahami sama dg yg Allah maksudkan? Belum tentu Bisa sama, bisa tidak. Tergntg cara.. .mengenali quran Kalau mengenali quran melampaui fisiknya, quran sbg kitab keadilan. Maka melihat suatu pemahaman itu mencerminkan keadilan atau tdk. Makna quran sbgmn dlm dirinya Quran pasti benar,pengetahuannya valid Ktk kt pahami, bukan lagi makna dr Allah,tp apa yg kt tngkp





Pengetahuan kita terbatas, berkembang pula Bedakan makna dlm quran dan makna tafsir yg berasal dr manusia. Bias gendernya ada di sini. Ahmad wahib: gmn sih quran mnrt Allah. Buka Fii dhilalil quran, menemukan quran versi A. Buka almisbah, menemukan quran versi qurays shihab

Quran konstruksi sosial. Selama berabad2, tafsirnya didominasi laki2 Sangat berarti dlm relasi gender, yg dominan adl perspektif laki2. Yg tdk punya pengalaman perempuan. Memahami quran tanpa memahami 10 pengalaman perempuan, ya bisa jadi tahu artinya tapi tdk tahu implikasinya
Pglmn perempuan bs jd tdk dipertimbangkan dlm tafsir Peran mufasir: memilih ayat dan/atau memenggalnya Misal annisa:3 Konteks. Yatim kaya diincar utk dikuasai hartanya Yakin gak akan makan hartanya? Kalau khawatir makan hartanya,gak bisa adil, maka nikahi perempuan lain yg rela kamu nikahi, senang kamu nikahi. 2,3,4. Tapi kalau tdk bisa adil, maka 1 saja. Atau nikahi budak saja, biar dia bisa merdeka
Ayatnya panjang. Tp yg populer penggalan yg nikahi 2,3,4 Yg menentukan penggalan2 adl mufasir Menggal sana jd poligami Menggal sini jd monogami

Ceramah 2 jam, ngutip 2 ayat saja ttg jihad Pdhl ada 6666 ayat. Berarti ada 6664 ayat tdk dikutip. Dan kita mengatakan, menurut alquran Disertasi mengutip 40 ayat saja sdh byk. Tp ada 6626 ayat tdk dikutip Brp pun mengutip ayat sbg dasar utk bicara, pasti lbh sdkt dr kslrhn

Apapun yg org katakan mnrt quran, yg dipertimbangkan pasti lbh sdkt.
Tafsir sbnrnya relatif, tp paling mutlak, paling universal di antara yg kontekstual Tafsir tdk dimulai dr menjelaskan. Menjelaskan ayat yg sama, bisa beda jk dihbgkn dg ayat2 lain yg berbeda2.

Intonasi juga sgt memengaruhi. Misal surat alkafirun Bisa beda makna jk intonasi beda Menstruasi: Adza bisa diartikan kotor, atau sesuatu yg menyakitkan Jauhi bukan krn jijik, tp memberi waktu utk istirahat Kalimat sopan dan pemaafan lbh baik drpd sedekah yg disertai adza

Istri yg sholihah adl yg taat Ada yg bilang Taat pd suami Ada yg bilang Taat pd Allah Tdk ada ketaatan pd makhluk dlm kemaksiatan. Tdk mutlak itu taat pd makhluk Taat pd makhluk dibatasi hy dlm kebaikan

mufasir: mengaitkan tdk dg konteks turunnya ayat Dan pukullah istri. Kalau tdk mengaitkan dg konteks, akan bilang ayatnya jelas menyuruh. Konteksnya Habibah dtg pd Nabi dipukul suami sampai babak belur. Nabi memerintahkan qishosh,balas pukul Istri yg kamu khawatirkan nusyuz...

..main pukul Bukan istri yg disuruh balas. Arrijalu qowwamuna alannisa Suami itu penanggung jawab istri. Bertugas melindungi istri. Jd bukan istri harus begini begitu Maka istri tdk boleh membangkang suami Suami tdk boleh menelantarkan istri Dengarkan kbthn,pendpt istri
Mufasir yg hidup di suatu sistem politik di mana kepemimpinan tertinggi adl amir, maka tafsirnya ya spt itu. Kalau hdp di sistem politik kesultanan, tafsirnya suami itu sultan bagi istri Boleh jadi krn Kepemimpinan di rg publik sewenang2, jatuhnya di rg domestik sewenang2 juga.
Istri solihah taat Allah dan jaga diri saat suami tak ada. Suami juga demikian Istri yg kamu khawatirkan nusyuz, maka nasihati, dan pisah ranjang (pisah di ranjang) baru pukul Kalau taat,tdk nusyuz,maka jgn cari alasan2 utk memukul Ada pesan jgn main pukul Apalagi jika dikaitkan

dg wa asyiruuhunna bil ma'ruf Konteks redaksi & sosial Aborsi,penghentian kehamilan, itu krn apa? Janin digugurkan, konteksnya apa? Suka2? Menyelamatkan nyawa ibu? Pahami konteks Sblm 40 hari boleh. Jk bicara ttg nyawa ibu. Wa laa taqul lahumaa uf. Apalagi biarkn ibu mati

Menentukan makna libas Bisa disalahartikan negatif. Kalau pakaian sdh usang boleh ganti dong Hbgn seks ~ Fungsi pakaian Membuat nyaman: hrs saling nyaman indah: hrs saling menyenangkan Melindungi: hrs saling menyehatkan Perumpamaan sbg ladang Hrs dijaga dg cara bermartabat

Pesan bagus bisa belok, oleh mufasir Perbedaan teks ilahi dan manusiawi Yg mutlak, Allah yg bicara Yg dipahami, relatif
Alquran titik temu dimensi ilahi dan manusiawi
Modus ayat bias gender: Ayat wadhribuuhunn lbh sering dibicarakan dibanding wa asyiruuhunn

Membelokkan ayat dr soal tgjwab jd otoritas suami Ayatnya bicara pesan luhur, dibelokkan ke hal lain Yg paling parah: Mendistorsi semabgat perlindungan atas perempuan Misal ayat ttg zina Perempuan laki berzina sama2 dicambuk 100x Org2 yg menuduh org baik2 berzina dan tdk mampu
mendatangkan saksi, maka cambuk 40x Clear kalau itu melindungi perempuan, dr tuduhan sewenang2 dr laki2, terutama suami Perempuan membuktikan dirinya diperkosa itu sulit Hbgn seks suka sama suka atau dipaksa, jejak biologisnya bisa sama Kalau tjd kehamilan, pipisnya beda
Hormon berubah, rahim berubah dst Melakukan hbgn seksualnya bisa dibuktikan. Unsur pemaksaan susah dibuktikan Kalau lapor ke polisi, sering perempuan korban perkosaan (yg tdk hamil) dianggap menuduh laki2. Dikenai qodlo, dicambuk Kalau hamil, dicambuk lagi 180x cambukan nigeria



Menghdpi tafsir bias Pahami ayat scr utuh Pahami konteks Lihat rumpun ayat Hubungkan dg ayat lain yg relevan Gali sbyk mungkin makna yg lahir Uji dampak tiap makna Pilih makna yg mampu mempertahankan keadilan

malu untuk berbuat buruk dan tidak malu untuk berbuat baik mestinya berlaku sama buat laki dan perempuan. tp konstruk sosial memperlakukan standar malu berbeda pd keduanya yang sering menghambat perempuan maju

al-hayau minal iman malu itu bagian dr iman laki-laki beriman ya mesti punya malu juga....jika ada pesan yang cuma sepihak tinggal mubadalahkan (dimaksai dengan perspektif kesalingan)
Kgi ini ikhtiar menghadirkan pemahaman atas Islam yang menghadirkan sifat2 Tuhan sbg Mahaadil jg pd perempuan. Tidak ada pemahaman Islam yg mutlak yang ada adalah relative lebih mutlak dibandingkan yang lain karena misalnya lebih mendekati keadilan

menjadi mufassir perlu memenuhi banyak syarat seperti mengetahui ilmu bahas arab, ilmu balaghah, mengetahui asbabunnuzul, naskh Mansukh, fiqh dan ushul fiqh dl (ini yang menyebabkan kita tidak berani sembarangan menafsirkan ayat dan hanya menerima tafsir2 yg sdh dilakukan ulama)

1. Tafsir yang menurut ibu, bisa menjadi referensi untuk keadilan gender tafsir siapa saja? sehingga kita bisa menggunakan tafsir ulama tersebut. (jadi bukan tafsir dari kita sendiri

2. Seberapa Batasan kita untuk bisa menafsirkan&seberapa Batasan kita utk mengemukakan tafsir kita (keadilan gender) pd publik? apakah missal kita menemukan tafsir hanya sebatas untuk diri kita sendiri, atau sebatas untuk majlis kita sendiri atau ke publik

(mengingat kita memiliki keterbatasan dalam ilmu atau syarat mufassir) khawatir kalau dg kemampuan yang terbatas ini disampaikan ke publik bisa menimbulkan kontroversi atau diterima negative, akhirnya membuat gerakan kita dijauhi

Muyas: 1)syarat mufasir itu muncul setelah kitab2 tafsir disusun bukan sebaliknya shg sebetulnya tidak ada mufasir yang sdh diverifikasi memenuhi semua syarat tsb. 2)syarat tsb hanya berkaitan dengan kapasitan pembacaan teks padahal tafsir juga perlu kapasitas pembcaan
pada konteks kekinian yang dalam syarat itu belum ada dan juga perku komitmen kuat pd keadilan mislanya, 3. Prof Quraish blg semua org bias bernyanyi tapi tdk semua org bias mnjadi penyanyi. jd sebetulnya syarat tsb hanya berlaku utk menjadi mufasir professional
bukan berarti tidak ada yang menafsirkan secara biasa. nyatanya kan ya pad nynyi walau tidak professional. skrg karena standar prifesionalitas mufasir itu konstruk sosial tentu kita bias juga buat persyaratan baru misalnya wajib adil gender

kalau soal otoritas tentu perlu strategi ya...yang penting kita sendiri menyadari bahwa semua tafsir adalah proses baik tafsir sendiri maupun tafsir orang lain. tafsir sendiri adalah proses maka tidak boleh jumawa tafsir org lain adalah proses maka kalua gak adil boleh dikritik


pembelajaran tidak hanya bagaimana bissa menghadirkan tafsir alternative tapi juga tafsir tersebut mengandung informasi-informasi yang berharga yang kemudian bias dianalisis dg kesadaran pentingnya keadilan laki-laki sekaligus perempuan

kritik tidak selalu berarti menyalahkan ya tp menyadari kelemahan dan kelebihannya dari tafsir tsb

Wa alaihinna darojah Tafsir: Kalau suami yg menafkahi, dia py derajat lbh tinggi Konteks: permpuan menyembunyikn kehamilan krn mau nikah lagi dg yg lain Melamar perempuan dlm masa iddah tdk etis Suami (dlm talak raj'i) lbh berhak dr laki2 lain dlm menikahi istrinya kembali

Nalar kritis muslimah Tauhid yg melahirkan maslahah



Ayat titik berangkat, misal gambaran bidadari surga. Krn nya hrs hati2. Sebab diubah pelan2 selama 23 th Ayat ttg target antara. Ditempuh ktk tjuan final blum mungkin diwujudkan. Spt sistem sosial. Misal kalau skrg menghapuskan nikah tdk tercatat Daya memilih antara baik buruk

Ayat target antara hy boleh dipahami ktk tujuan final belum mungkin. Misal ayat monogami/poligami, ayat perang, ayat perbudakan Perang hrs dipahami sbg defensif Bukan ofensif Krn tujuan akhirnya damai

Ayat perbudakan. Krn belum bisa menghapus perbudakan, diatur bbrp hal sbg pintu utk kemerdekaan. Misal melalui nikah Target antara hy sementara waktu utk menuju tujuan final
Quraish shihab: Poligami bagaikan pintu darurat
Permasalahannya adl pintu darurat diperlakukan sbg gerbang utama Kalau pintu darurat, ada syarat ketat Pintu darurat pesawat tdk dibuka kecuali genting

Prof nasar dlm disertasinya Quran ternyata sdh membedakan laki perempuan scr biologis dzakar unsa Kalau sosial, rijal nisa Scr sosial, pembedanya bukan alat kelamin, tapi status sosial Tandanya power. Yg lbh kuat jd penangungjwb yg lmh Pd umumnya tdk membedakn, semuanya biologis

term gender: ibu direktur scr sosial rijal, laki2 OB nisa. Yg kuat melindungi yg lemah Arrijaalu qowwamuuna alannisa Yg melakukan tg jwb lbh berat, berarti punya derajat lbh tinggi drpd yg tg jwbnya lebih ringan


Adalah tdk adil ulama masa lampau dituntut spt situasi skrg, dan sebaliknya Kita bisa belajar dr ulama klasik Kalau istri khawatir nusyuz suami, kok jalan keluarnya damai. Berasa tdk adil Wasulhu khoir Memberi penguatan pd istri. Kalau gak py pilihan,mau damai ya tdk apa2.

Wa in yatafarroqo.. Penguatan istri yg tdk mau memilih damai, boleh memilih cerai, jgn khawatir Allah akan mencukupkan dr keluasan rizkiNya Jarang dikutip juga ayat ini


Banyak perempuan/istri yang bertahan dengan situasi yang dialami misalnya mendapatkan kekerasan secara terus menerus karena faktor anak dan ketergantungan pada nafkah suami makanya banyak yang mnarik laporannya jika sudah ditangani polisi. Apalagi jk hdp di keluarga yg patriarkhi

Tauhid dihubungkan dg kemanusiaan dlm sejarah panjang Dalil naqli tdk bebas nilai Pesan keadilan, kesetaraan ada sejak jaman azali. Tapi cara menyampaikan sesuai konteks masing2 Bhs arab terkait erat budaya arab Nasr hamid, quran juga melahirkan budaya baru di arab,revolusioner

Paradigma modernis merujuk jalan tengah asy'ari Kalamullah itu bila harfin wa laa shoutin Pesan itu kan gak ada huruf & suara Pendekatan kontemporer pd quran Pemikir2 modern sama Poinnya nilai universal mjd payung Kerangka fikir modernis Nilai kebajikan jd payung atas teks



Ayat2 petunjuk praktis hrs diutamakan Ayat2 normatif itu nilai Ayat madaniyah bersifat praktis, pragmatis Ayat makiyah, posisinya lbh tinggi krn cara itu bs berubah tp dasarnya tetap Revolusi kemanusiaan perempuan Jd hrs arif Kalau sdh siap, tdk perlu ayat antara

Misal jika situasi mencekam spt semula, laki2 jd jarang banget, bisa jd poligami menjadi boleh.

Konsep maskulinitas punya power Maskulin mencegah orang yg mau mukul Bukan soal tubuh Diskusi stlh selesai 3 sesi Bersama berlatih merespon



About the Author

dian nafi

Author & Editor

lulusan arsitektur yang suka jalan-jalan, menulis fiksi dan non fiksi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates