Langsung ke konten utama

Pengalaman Traveling Pertama

Pengalaman Traveling Pertama






Anak-anakku excited banget ketika diberitahu kalau kami akan ke Bali selama beberapa hari untuk festival UWRF dan sambung dengan jalan-jalan. 

Hari yang ditunggu pun tiba. Dari rumah, kami bertiga naik becak menuju pojok jalan lingkar. Ternyata kami sampainya kepagian. Alias masih seperempat sampai setengah jam lagi bisnya baru dating dari arah Terminal Terboyo Semarang.
Saat anak-anak mulai resah, kubagikan sebuah senjata ampuh dari guru madrasahku jaman dulu.
“Yuk baca laa haula sambil menunggu bis,” ujarku.
“Kenapa memangnya?” tanya anak lanang.
“Apa bisnya jadi datang lebih cepat?” sahut anak wedhok.
“Hmm.. yang jelas kita dapat pahala kan? Dan cerita guru waktu dulu, saat dia menunggu bis atau angkutan sembari membaca ini, eh jadi ada kendaraan lain yang tiba-tiba memberi tumpangan,” aku berbagi kisah yang pernah kudengar.
“Ah tuh mi, ada mobil bagus datang. Siapa tahu dia mau kasih kita tumpangan sampai Bali ya?” sergah Hasan cepat.
“Hussh..” lirihku sembari melirik mobil hitam yang parkir dekat kami.
Pengendaranya mendekati kami dan menawari tumpangan ke arah Kudus. Duh yang kayak gini nih malah bikin takut, ya kan? Berapa banyak berita di Koran dan televise mengenai orang-orang yang pura-pura menawarkan kebaikan padahal aslinya mau merampok dan semacamnya.
“Tidak, pak. Terima kasih,” aku menolak halus dan segera mengalihkan pandangan.
Orang itu kemudian membeli sesuatu di warung tempat kami duduk menunggu. Dan berlalu. Alhamdulillah, desisku dalam hati.


**

Alhamdulillah bis datang tepat waktu. Jam tiga sore, kru kotak besi panjang hitam beroda itu segera mengenali kami. Koper masuk bagasi dan kami bertiga naik satu-satu ke dalam bis yang lega. Untungnya penumpang bis tidak penuh. Jadi anak-anak bahkan bisa punya kursi dan ruang yang luas untuk masing-masing.

Kemacetan pantura ternyata tidak separah yang kami bayangkan. Jadi perjalanan lancar. Bis berhenti untuk menurunkan penumpangnya makan malam di restauran sederhana. Kubangunkan anak-anak supaya mereka mengisi perut agar tidak masuk angin.
Sepanjang jalan kami menikmati pemandangan hutan, rumah-rumah, bahkan juga pantai. Menikmati kota-kota sepanjang pantura. Juga Banyuwangi yang beragam pemandangannya. Ada gunung di sisi kanan, dan pantai yang bisa dilihat dari jendela kaca kiri bis. 
Not just getting new experiences, kids also practice patience, learn about tayamum, sholat safar, sholat jama' qoshor, GPS etc.  Ini antara lain yang kutulis di twitter selagi perjalanan dan menikmati UWRF. Social media memang tak hanya membantu kita membagikan apa yang sedang kita pikirkan dan alami, tetapi juga membantu kita menyicil apa-apa yang akan kita kembangkan dalam tulisan yang lebih panjang.
Traveling menuju dan selama UWRF ini juga mengajarkan anak-anak banyak hal selain memberi mereka liburan dan hiburan. Mereka juga belajar sabar, belajar dan mempraktekkan tayamum (sesuci dengan debu), sholat safar, sholat jama’ qoshor, bagaimana menggunakan GPS dan lain-lain.
Ternyata bis mampir ke pom bensin sebelum matahari terbit. Rupanya kru bis memberi kesempatan pada penumpangnya untuk bisa sholat subuh di musholla. Selain tentu saja pak sopir dan kernetnya juga beribadah yang sama. Kuperhatikan mereka memang khusyu waktu sholat Isya tadi malam dan subuh ini. Membuat hati menjadi sejuk melihatnya. Ini sungguh permata pengalamanku. 
Perjalanan berlanjut lagi menyusuri bumi Banyuwangi yang eksotis. Lumayan lancar meski sudah mulai Nampak barisan kendaraan yang sama-sama menuju penyeberangan. Pemandangan yang juga bisa kita saksikan saat hendak menuju priok di Jakarta ataupun tanah mas di Semarang.
Alhamdulillah bis tiba di pelabuhan Ketapang jam tujuh pagi. Sesuai dengan perkiraanku dan anak-anak. Laut semakin dekat, tampak jelas di pelupuk mata. Dataran pulau Bali sudah semakin dekat. Dengan wajah cerah, anak-anak makin bersemangat  dan menegakkan punggung mereka. Untukku, ini  kunjungan yang kedua setelah sebelumnya pernah ke sana bersama-sama teman kampus untuk KKL waktu itu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lessons from euro trip

lessons from euro trip   Some great inspiring values/lessons that I get from eurotrip: - dress well or go home - love walking -love bike -we responsible to our own garbage -on time -respect others -not judging -contribution for society -cooking by themselves -healthy lifestyle -enjoy life There's no compromise. Even one second. Bus will go on time. Train door will be closed on time. I am almost pinched by metro door. Fortunately there are some people succed to pull the door again to let me in. I still can feel that door on my face & cheek right now. I almost dead Just before metro comes, Ning ask me to take her pict. As usual, she isn't satisfied. She want me to take another shoot. Then I have not enough time to reach the metro. Ning puts me in trouble many times.But I'm trained to be managed by scorpio's flaws,so I survive Walking with spoiled girl is actually not my preference.There're some occasions where I have opportunity to hang out ...

Makna Lirik Folklore Taylor Swift

Makna Lirik Folklore Taylor Swift Taylor Swift mengeluarkan album Folklore yang berisi 16 lagu. Dia menciptanya selama pandemic covid-19 ini. Semua lagu di album ini bagus banget. Masterpiece dari seorang legenda. Taylor Swift is music industry, gitu menurut orang-orang. Menulis adalah cara Taylor Swift  melarikan diri ke dalam fantasi, sejarah, dan ingatan. Dia menceritakan kisah-kisah ini dengan kemampuan terbaiknya dengan seluruh cinta, keajaiban, dan imajinasi. urutan lagu dalam album the 1 cardigan the last great american dynasty exile my tears ricochet mirrorball seven august this is me trying illicit affairs invisible string mad woman epiphany betty peace hoax (bonus the lakes) Berikut lirik dan makna album ini dari berbagai sumber. the 1 Swift merefleksikan tentang kehilangan cinta dari orang yang sudah dianggap sebagai belahan jiwa. Ia juga mempertanyakan kalau saja situasi berbeda, apakah mereka masih bersama. [Ver...

Kurangi Porsi Nasi Putih

Kurangi Porsi Nasi Putih Belakangan tubuh rasanya makin berasa kurang nyaman. Berat badan memang naik sih. Lumayan jauh dari berat badan ideal. Dari tahun ke tahun sebenarnya aku selalu melakukan checking ulang terhadap kebugaran tubuh dan melakukan diet yang berbeda beda karena memang ingin mencoba model.diet yang berlainan.  Seringnya kulakukan di bulan bulan awal tahun. Hasilnya lumayan banget lho. Ada yang pernah dalam dua minggu turun enam kilogram. Ada yang pernah turun dua belas kilogram dalam dua bulan.   Ada juga yang lernah turun delapan kilogram dalam satu bulan. Signifikan sekali kan. Jadi sesuai anjuran dokter, pakar kesehatan, kebugaran juga diet, aku selalu menggabungkan antara diet mengurangi porsi makan dan memilih makanan tertentu serta berolah raga. Entah itu lari, yoga ataupun pilates. Semua versi diet yang aku lakukan itu punya banyak kesamaan. Antara lain perbanyak minum air putih, kurangi makan minuman manis dan garam, penuhi kebutuhan tid...