Jumat, 03 Juli 2015

Malaikat Bertopeng

Dia mungkin tidak ingin keikhlasannya akan tercampur dengan pujian dan sanjungan yang bisa melenakan. Sehingga dia lebih senang bersembunyi dari khalayak ramai. Dan aku memegang janjiku untuk tidak mempopulerkannya di depan umum. Tak banyak orang yang tahu bahwa dialah yang sesungguhnya berdiri di belakang aku saat diriku hendak jatuh dan terkulai saat itu. Berada di antara kehidupan yang tak jelas dan kematian yang tak pantas.

Sesungguhnya Tuhan ada di balik ini semua. Jika dia di belakangku, maka Tuhan ada di belakangnya. Itulah yang senantiasa dia dengung-dengungkan. Apalah aku ini, katanya. Aku bukan siapa-siapa. Aku sedang beruntung saja menjadi kepanjangan Tuhan. Jadi di dalam pemikirannya, dia diutus Tuhan untuk menyelamatkanku yang tengah berada di dalam keputusasaan kala itu.
Saat aku berada di persimpangan antara melanjutkan karir yang sesuai dengan background pendidikanku, ataukah mengerjakan sesuatu baru yang lebih sesuai dengan passionku, dia bicara. Dan sudah dapat ditebak. Aku mengikuti anjurannya. Meski seringkali dia bilang bahwa semuanya terserah aku.
Jadilah hari-hari kami makin saling kait mengkait. Ketergantungan yang bernama apa saja. Teman, sahabat, ayah, kakak, partner kerja, juga lawan diskusi. Dan akhirnya rekan duet dalam menulis. Termasuk saat menulis dan menyelesaikan novel pertamaku.
Alhamdulillah. Kemudian buku-buku antologiku lahir. Sehingga tak terasa puluhan buah buku antologiku terbit di berbagai penerbit. Kesuksesan kecil yang kita dapatkan senyata-nyatanya mendorong kita menemukan kesuksesan-kesuksesan berikutnya.Seiring dengan itu, novel pertamaku selesai setelah hampir lima bulan mengerjakannya duet dengannya.  Dia banyak memacuku untuk terus bersemangat meski aku seakan berada di dalam menara gading dan rumah salju. Karena kebekuan komunikasi terutama antara aku dan ibu.
Untungnya dunia maya membebaskan kita bergerak ke mana saja, berhubungan dengan siapa saja dan akhirnya meluaskan apa saja. Termasuk pertemuanku dengan partner menulis sekaligus mentorku ini.  Kami menulis novel Mayasmara bersama. Sebuah novel kebaruan karena konsepnya tak biasa, unik dan berbeda baik dari sudut konsep, ide cerita dan penceritaan. Menulis novel ini banyak menggali kemampuan menulisku.
“Kamu harus menjadi sesuatu. Untuk anak-anakmu,” dia  terus menerus menghembuskan udara keberanian.
“Kamu punya potensi. Kamu punya visi. Dan kamu punya tugas. Ayo kamu bisa, ” begitu terus dia mencecar telingaku dengan lecutan-lecutan. Seorang sahabat dengan ketulusan memang bisa membangkitkan tidur kita, menciptakan mimpi-mimpi baru dan membuat kita terjaga. Lalu meniti tangga kesuksesan dengan dukungan tanpa syarat.
Sehingga setelah istikhoroh, aku mengambil loncatan yang tak pernah kukira sebelumnya meski jauh di masa lalu impian ini pernah ada dalam memoriku. Aku menerbitkan novelku sendiri. Langkah berani yang diambil seorang ibu muda dengan dua anak yang masih suka merajuk. Semua dikerjakan dari balik laptop di dalam kamar. Senang sekali rasanya akhirnya create something tanpa harus meninggalkan anak-anakku. 
Dan di sinilah aku. Dan dia sesungguhnya tak pernah pergi. Dia seolah bayang-bayang yang senantiasa ada, menjaga dan mengawasiku, selalu siap di sisiku kapan saja aku membutuhkannya. Belum lagi kutemui orang yang sedemikian tulusnya. Meski aku beberapa kali mungkin menyakiti hatinya, mengecewakan dan tidak memenuhi harapannya. Tapi mungkin memang benar, dia melakukannya bukan untukku. Dia melakukan semua ini karenaNya. Jadi tak peduli aku kadang ingin lepas atau lari, dia tetap di tempatnya.

Lalu kuketahui dia melakukannya bukan hanya untukku. Dia dengan tetap menggunakan topengnya di balik hati malaikatnya, melakukan banyak hal untuk banyak orang. Dia membangkitkan orang-orang yang hampir putus asa sepertiku waktu itu. Dan membuat orang-orang inipun kebingungan bagaimana mengucapkan terima kasih, karena dia tidak merasa melakukan apa-apa. Aku hanya kepanjangan tangan, Dia yang ada di balik semua ini. Begitu katanya selalu.

Jadi diam-diam kami hanya bisa berdoa semoga kebaikan yang ditanamnya dalam diam ini bertumbuh menjadi pohon kebaikan, kebajikan, kebijakan yang berlipat ganda buahnya. Aamiin.





Malaikat Bertopeng

Malaikat Bertopeng Dia mungkin tidak ingin keikhlasannya akan tercampur dengan pujian dan sanjungan yang bisa melenakan. Sehingga dia leb...
sketsa desain


sketsa desain

sketsa desain
Resep Kue  Lebaran  #EdisiGulaPasir


Punya banyak gula pasir di rumah?
Yuk kita olah jadi kue yang bisa kita sajikan saat lebaran nanti ^_^

resep ini menghasilkan 8-10 kue cubit.
+

    Bahan-bahan

    75 gramtepung terigu
    50 mlair/susu
    1 sdtmentega yg di cairkan
    1 buahtelur
    50 gramgula pasir
    1/4 sdtvanilla
    1/2 sdtbaking powder
    1/4 sdtfermipan
    sesuai seleratopping
    +

      Langkah

      1. 1
        aduk gula dan telur, tambahkan vanilla
        +
        • 2
          ayak tepung dan baking powder dalam wadah terpisah. Lalu tuang ke telur & gula, sambil diaduk
          +
          • 3
            masukkan air/susu, mentega, aduk rata. tambahkan ragi, aduk rata lalu diamkan +- 1 jam.
            +
            • 4
              panaskan cetakan yg diberi minyak, masak dgn api kecil dan diberi topping sesuai selera





            sumber: https://cookpad.com/id/resep/263053-kue-cubit

            Resep Kue Lebaran #EdisiGulaPasir

            Resep Kue  Lebaran  #EdisiGulaPasir Punya banyak gula pasir di rumah? Yuk kita olah jadi kue yang bisa kita sajikan saat lebaran nanti ^...
            Lembah Kalipancur

            Seru banget jalan - jalan kali ini. Karena meski tidak terencana dengan detail sebelumnya, kami malah mendapatkan beberapa lokasi wisata sekaligus untuk kami kunjungi.

            Ada tempat namanya Desa Wisata Lembah Kalipancur, lokasinya ada di Jalan Raya Kalipancur (Sebelum jembatan Kalipancur/ perum Greenwood )

            Di sana tersedia berbagai olahan ikan Gurame, nila, lele. Ada juga menu ayam dan sapi.
            makanannya Halal.

            Tempatnya Luass banget! Kita seakan sekaligus mengunjungi beberapa negara di dunia lho :D

            Selain restoran  kita juga disuguhi pemandangan alamnya. Ada tempat konservasi beberapa hewannnya ( rusa, kambing etawa, sapi, burung kepodang,kuda poni, berbagai jenis bebek)

            Makanannya enak, bumbu ikan bakarnya mantap, sate daging sapinya maknyusss tiada dua!
            es cincau hijaunya sueeegerrr.

            Tersedia juga kolam renang, pemancingan, danau dgn permainan perahu dayung dan bebek air.Berbagai macam tempat reservasi dari aula, greenhouse, japanese, western. Mantap n lengkaplah pokoknya dan terjangkau!!

            Datang dan buktikan dech ! ^^



            Lembah Kalipancur

            Lembah Kalipancur Seru banget jalan - jalan kali ini. Karena meski tidak terencana dengan detail sebelumnya, kami malah mendapatkan bebera...

            Cara Untuk Menjadi Boss Sendiri
            sumber: internet

            Jadi, sekarang anda mau bekerja dan menjadi boss kepada diri sendiri !!
            Mungkin anda sudah merasa capek dan letih bekerja dengan orang lain dan mereka tidak mengerti tugas-tugas yang anda lakukan ataupun anda telah bosan dan lelah karena terpaksa berhadapan dengan masalah lalu-lintas yang sesak setiap hari sewaktu pergi dan pulang dari tempat kerja. Ataupun anda sudah muak dengan suasana politik di kantor dimana ada budaya tukang hasud dan dengki mendengki .

            Ataupun anda memang sudah yakin dengan diri sendiri bahwa anda bisa berdikari dan memperoleh penghasilan yang jauh lebih lumayan daripada gaji atau penghasilan yang anda terima sekarang ini.
            Atau anda sudah bosan bekerja dengan orang lain, mau menikmati kehidupan yang jauh lebih baik dan mewah dan mau melakukan kerja –kerja tambahan diwaktu lapang anda ataupun anda hanya mau menambah penghasilan keluarga anda dan tidak mau mengabaikan anak-anak anda.

            Walau apa pun alasan yang anda berikan, dengan bekerja sendiri dan menjadi boss kepada diri sendiri ia dapat memberikan keuntungan yang lebih baik kepada diri anda dan keluarga serta dapat meningkatkan harga diri anda juga. Ia akan memberikan hasil yang lumayan jika anda dapat menjalankan ide-ide usaha yang baik dan tepat. Apakah jenis usaha yang boleh menepati IDE ? Biasanya setiap ide bisa berhasil jikalau mempunyai dan menepati kriteria seperti berikut:

            - Sesuatu yang anda ketahui dan anda bisa melakukannya dengan baik
            - Sesuatu yang anda SUKA untuk melakukannya dan tidak peduli walaupun senantiasa melakukannya setiap hari
            - Sesuatu yang mempunyai ruang yang luas untuk dipromosikan
            - Sesuatu yang dapat dijual pada harga yang bisa mengatasi harga biaya pengeluaran anda dan juga menghasilkan keuntungan yang lumayan kepada anda .
            - Sesuatu yang bisa dilakukan dengan menggunakan modal yang kecil ataupun modal yang mencukupi dan sesuai seperti yang anda rancangkan.

            Jikalau anda masih belum menemui cara-cara keusahawanan, mungkin anda bisa melihat dan menggunakan salah satu daripada sistem dan cara seperti yang didaftarkan di bawah ini. Ada yang bisa memulai usaha mereka di rumah dengan menggunakan cara seperti berikut dan ada pula yang masih tidak mengetahui cara untuk memulai usaha mereka.

            Kebanyakannya bisa dijadikan usaha pokok, dan sebagian daripadanya bisa digunakan untuk menambah lagi jumlah jenis usaha yang sudah ada. Semuanya bisa digunakan sebagai cara untuk mencari uang yang dapat dilakukan di rumah jikalau anda mengetahui cara untuk menjalankan perusahaan melalui ide-ide yang telah diberikan itu. Dan jika anda dapat mencari sistem pemasaran dan bisa memasarkannya dengan teratur.
            Perhatikan ide-ide usaha berikut ini :

            KONSULTAN :
            Penasehat pertanian
            Penasehat mutu udara
            Penceramah seminar
            (perusahaan dll)
            Konsultasi komputer
            Penasehat pengurus
            kontraktor
            Penasehat mekanik
            Konsultasi alam sekitar
            Konsultasi franchise
            Penasehat kesehatan
            Perunding image
            Perunding keahlian
            Perunding kesuksesan
            Perunding sumber
            manusia
            Perunding mancanegara
            Perunding pemasaran
            Perunding perobatan
            Perunding mutu
            Perunding cara
            Perunding produk
            Perunding pasar
            Perunding proposal kontrak
            pemerintah
            Perunding keselamatan
            Perunding latihan
            Perunding audit utiliti
            Perunding pengurusan
            Beresiko
            Kartunis
            Penata rambut
            Kolumnis
            Handy man servis
            Pengurus artis
            Pengurus penjualan

            PERUSAHAAN JASA :
            Pelayanan informasi
            Agen periklanan
            Mengambil gambar/video
            Memperbaiki peralatan listrik
            Memperbaiki sepeda
            Penulis plan usaha

            Cara Untuk Menjadi Boss Sendiri

            Cara Untuk Menjadi Boss Sendiri sumber: internet Jadi, sekarang anda mau bekerja dan menjadi boss kepada diri sendiri !! Mungkin anda s...


            BERSAMA HUJAN

            hujan
            larutkan candu
            tidurkan aku
            karena terjaga
            tanpanya
            gigil jiwa
            hujan
            larung racun
            bangunkan aku
            dalam bening

            BERSAMA HUJAN

            BERSAMA HUJAN hujan larutkan candu tidurkan aku karena terjaga tanpanya gigil jiwa hujan larung racun bangunkan aku ...

            Talkshow Di TVKU

            Alhamdulillah. Setelah sempat bergeser dari rencana awal, akhirnya rangkaian promo Buku 101 Bisnis Online Paling Laris berlangsung sukses dan seru. 

            Terima kasih atas bantuan dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Dari Pihak Gramedia, TVKU dan Sonora FM. Mas Yoga, mas Odnil, pak Broto, mas Yuda, mbak Maya, Aldo, Dicky Dacosta, mbak Gita, mbak Nanda dan juga semua yang berada di balik layar. Juga teman - teman komunitas yang telah turut hadir sehingga acara semakin semarak.

            TALKSHOW DI TVKU

            Dapatkan buku 101 Bisnis Online Paling Laris terbitan Gramediadi seluruh tobuk Gramedia, Togamas dll. 337 halaman hanya Rp60rb, bisa jadi investasi berarti.

            Oh ya, ada alamat email masing-masing penulis di halaman belakangnya. Beberapa pembaca buku ini sudah memanfaatkannya untuk sharing dan bertanya-tanya lebih banyak mengenai bisnis online ini. Jadi seperti after sale service :)

            Terima kasih untuk semua yang sudah menyaksikan talkshow di TVKU baik waktu siaran langsung maupun re-run.

            Selamat membaca.
            Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

            Talkshow Di TVKU

            Talkshow Di TVKU Alhamdulillah. Setelah sempat bergeser dari rencana awal, akhirnya rangkaian promo Buku 101 Bisnis Online Paling Lari...
            Milyarder Dunia




            Setidaknya satu kali dalam hidup, pernahkah Anda berfantasi menjadi orang yang bergelimang harta? Lantas, apa yang akan Anda lakukan dengan uang miliaran atau triliunan di tangan Anda?

            Memang tidak sedikit jumlah orang kaya di planet ini. Namun percaya atau tidak, masih ada di antara orang-orang kaya dunia tersebut yang hidup relatif normal, dalam arti hidup seperti orang kebanyakan.

            Rahasia "kotor" dari orang-orang kaya bersahaja ini adalah bahwa mereka tidak bertingkah laku seperti orang kaya. Mereka sibuk berhemat dan berinvestasi demi masa depan, daripada menghambur-hamburkan uang hanya untuk kepentingan sesaat.

            Coba simak beberapa orang kaya bersahaja di dunia berikut ini, seperti dikutip dari halaman San Francisco Chronicle, Kamis 1 April 2010.

            Warren Bufffett

            1. Warren Buffett.
            Buffett adalah seorang investor sukses, pebisnis, sekaligus filantropis, dan pemilik Berkshire Hathaway. Namun, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett mungkin adalah kegemarannya untuk berhemat. Pemilik harta kekayaan senilai US$47 miliar ini menjauhi rumah dan benda-benda mewah. Bersama istrinya, pria 79 tahun ini masih tinggal di rumah sederhana mereka di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat yang mereka beli dengan harga US$31.500, lebih dari 50 tahun lalu. Meski Buffett sering menikmati hidangan di restoran terbaik di berbagai belahan dunia, bila disodori pilihan, Buffett akan lebih memilih burger dan kentang goreng beserta Coke cherry dingin. Saat ditanya mengapa dia tidak memiliki sebuah kapal pesir, Buffett menjawab: "Kebanyakan mainan cuma menimbulkan rasa nyeri di leher."

            Carlos Slim Helu

            2. Carlos Slim.
            Nama Carlos Slim belum terlalu dikenal orang bila dibandingkan dengan nama-nama besar macam Bill Gates. Namun, pria warga Meksiko ini baru saja dikukuhkan sebagai orang paling kaya sejagat, mengalahkan pendiri Microsoft tersebut. Kekayaan Slim bernilai lebih dari US$53 miliar. Meski dia bisa membeli berbagai barang mewah duniawi, Slim hampir tidak pernah memanfaatkan kesempatan itu. Seperti Buffett, Slim tidak memiliki kapal pesiar atau pesawat, dan tetap menghuni rumah yang sama sejak 40 tahun lalu.
            Note : Carlos Slim Helu takes No. 1 spot on Forbes World's Billionaires list as a record 164 10-figure titans return to the ranking amid the global economic recovery.

            Ingvar Kamprad

            3. Ingvar Kamprad.
            Kamprad, pendiri ritel furnitur terkemuka asal Swedia, Ikea. Bagi Kamprad, mencari cara untuk menghemat uang bukan hanya persoalan konsumennya, tetapi juga menjadi nilai berharga bagi dirinya sendiri. Kamprad pernah berujar, "Orang-orang Ikea tidak mengendarai mobil mencolok atau tinggal di hotel-hotel mewah." Aturan tersebut berlaku juga bagi dirinya, pendiri perusahaan ritel Ikea. Dia sering menggunakan kereta untuk mengurus bisnisnya yang tersebar di mana-mana. Untuk urusan di dalam kota, Kampard cukup memanfaatkan bus kota atau mengendarai mobilnya yang telah berumur 15 tahun, sebuah Volvo 240 GL.

            Chuck Feeney

            4. Chuck Feeney.
            Feeney tumbuh besar sebagai seorang keturunan Amerika-Irlandia saat terjadi Depresi Besar di Amerika Serikat. Faktor itu bisa jadi mempengaruhi gaya hidup hemat pria kelahiran 23 April 1931 ini. Dengan motto pribadi "Saya ditakdirkan untuk bekerja keras, bukan untuk menjadi orang kaya," salah seorang pendiri Duty Free Shoppers ini diam-diam menjadi seorang miliuner dunia.

            Namun, hal lain yang juga dilakukan diam-diam adalah bahwa Feeney memberikan nyaris semua kekayaannya ke yayasan kemanusiaan, Atlantic Philanthropies. Selain memberikan lebih dari US$600 miliar ke almamater Cornell University, dia juga menyumbangkan miliaran dolar ke berbagai sekolah, rumah sakit, dan badan penelitian. Feeney bahkan mengalahkan Buffett dan Kamprad dalam "kategori donasi".

            Pemakai rutin fasilitas transportasi umum ini juga selalu terbang menggunakan kelas ekonomi, membeli pakaian dari toko ritel, dan tidak menghamburkan uang hanya untuk membeli rak sepatu besar. "Kita hanya bisa mengenakan satu pasang sepatu dalam satu kali kesempatan," katanya. Dia juga membesarkan anak-anaknya dengan cara normal, yakni dengan meminta mereka bekerja paruh waktu saat musim panas seperti yang dilakukan anak-anak remaja di Amerika.

            Frederick Meijer

            5. Frederik Meijer.
            Toko-toko kelontong Meijer banyak tersebar di Midwest, Amerika Serikat. Nilai kekayaan Meijer mencapai lebih dari US$5 miliar, dan hampir separuh dari kekayaan itu justru ditimbun saat pendapatan bersih bisnis Meijer anjlok pada 2009.

            Seperti Buffett, Meijer membeli mobil dengan harga logis dan mengendarai mobil-mobil itu sampai tidak bisa digunakan lagi. Seperti Kamprad, Meijer memilih motel-motel biasa saat bepergian untuk urusan bisnis. Dan seperti Chuck Feeney, Meijer fokus pada sesuatu yang bisa diberikan pada masyarakat, dan bukan memboroskan uang untuk kepentingan pribadi.

            sumber : VIVAnews.com

            Daftar 20 Orang Terkaya Di Dunia Versi Majalah Forbes 2010

            #1. Carlos Slim Helu. $53.5 billion. Telecom, Mexico.

            #2 .Bill Gates.$53 billion.Microsoft, U.S.

            #3. Warren Buffett. $47 billion. Investments, U.S.

            #4. Mukesh Ambani. $29 billion. Petrochemicals, oil and gas. India.

            #5. Lakshmi Mittal. $28.7 billion. Steel, India.

            #6. Lawrence Ellison. $28 billion. Oracle, U.S.

            #7. Bernard Arnault. $27.5 billion. Luxury goods, France.

            #8. Eike Batista. $27 billion. Mining, oil. Brazil.

            #9. Amancio Ortega. $25 billion. Fashion retail, Spain.

            #10. Karl Albrecht. $23.5 billion. Supermarkets, Germany.

            #11. Ingvar Kamprad & family. $23 billion. Ikea, Sweden.

            #12. Christy Walton & family. $22.5 billion. Wal-Mart, U.S.

            #13. Stefan Persson. $22.4 billion. H&M, Sweden.

            #14. Li Ka-shing. $21 billion. Diversified, Hong Kong.

            #15. Jim C. Walton. $20.7 billion. Wal-Mart, U.S.

            #16. Alice Walton. $20.6 billion. Wal-Mart, U.S.

            #17. Liliane Bettencourt. $20 billion. L'Oreal, France.

            #18. S. Robson Walton. $19.8 billion. Wal-Mart, U.S.

            #19. Prince Alwaleed bin Talal Alsaud. $19.4 billion. Diversified, Saudi Arabia.

            #20. David Thomson and Family. $19 billion. Thomson Reuters, Canada.

            sumber : FORBES

            Milyarder Dunia

            Milyarder Dunia Setidaknya satu kali dalam hidup, pernahkah Anda berfantasi menjadi orang yang bergelimang harta? Lantas, apa yang akan...


            WARAS
            by Dian Nafi

            Aku tidak mau mengakuinya tapi tampak jelas jika pusat duniaku sesaat , entah berapa lama, berpindah pada  seseorang yang agak gila ini. Dia mengaku sebagai seorang pekerja kreatif. Okelah, mari kita menyebutnya begitu.
             “Ummi jatuh cinta” empat tahun usianya tapi cukup cerdik untuk memahami apa yang terjadi dan cukup berani untuk menyampaikan kejujuran.
            “Kata siapa?”seorang pekerja kreatif yang agak gila di depanku bertanya dengan kumisnya yang tersenyum penuh kemenangan. Dia menyentuh  rambut perempuan kecil itu dengan telapak tangannya yang putih.
            “Rambut yang bagus” pujian untuk seorang balita yang berada di pihaknya, padahal dia anakku.
             Dia membuka telapak tangannya, mengajak anak perempuanku give him five, give him ten. Dua telapak tangan yang bagus dengan garis –garis tapak tangan yang jelas M nya. Lurus, rapi.
            “Bagaimana bisa?” meloncat begitu saja pertanyaanku.
            “Apanya?” pekerja kreatif agak gila itu balik bertanya.
            “Garis tapak tangan kamu bagus. Kenapa bertemu aku? Garis tapak tanganku tak bagus, karenanya aku boleh melakukan kegilaan.” aku menyimpan pedihku karena dia mungkin tidak segila yang aku kira tapi aku mengasumsikannya demikian. Maaf. Bahkan dia lebih muda dari fotonya. Aku menyukai gayanya berpakaian. Muda banget untuk seumuran dia yang sepuluh tahun lebih tua dariku, padahal aku sendiri sudah 34.
            “Aku sudah memikirkannya. Kita akan menulis trilogi untuk cerita kita yang kemarin” seperti biasa pekerja kreatif setengah gila itu mengalihkan pembicaraan.
            Lalu kami tenggelam dalam genangan ide dan banjir lahar kata-kata dan sejenak melupakan fakta bahwa aku semakin jauh terlibat dengan suami orang.

            “Apa ada yang salah dengan selingkuh tulisan?” tanyanya, tanyaku juga.
            Selingkuh tetap saja selingkuh. Dan itu tidak sama dengan setia. Tak lagi mempunyai pemahaman atas selingkuh dan setia  membuat kami menikmati sesuatu entah apa. Dan ada rasa bersalah selalu singgah sesudahnya. Tidakkah cukup membuktikan bahwa keterlibatan dan ketenggalaman ini adalah suatu kesalahan yang biasa disebut sebagai dosa.

            “Tolong kembali memutar dan drop in lagi ya” tergesa aku menelpon pekerja kreatif setengah gila itu. Dan kukira dia menyambutnya dengan gembira, tentu saja dia senang dengan caraku menahannya pergi. Seperti aku juga seringkali senang dengan caranya selalu kembali dan membuatku tak bisa berpaling.
            “Ada yang belum usai?” senyum dengan kumisnya yang menantang benar-benar hampir meruntuhkan duniaku. Dia turun dari mobil yang mengantarnya berputar kembali untuk menemuiku untuk yang kedua kalinya di pertemuan pertama kami, di hari yang satu-satunya ini.
            Kami kembali berjalan beriringan, kali ini hanya berdua. Karena aku sudah membawa pulang ke rumah anak perempuan kecilku yang tadi menemani kami berdua. Putri cantikku yang selalu merindukan ayahnya di surga dan selalu senang jika ada pria dewasa di dekatnya, dia sudah banyak membantu tadi. Memecah kekakuan antara kami yang sebelumnya hanya bertemu di maya. Saatnya berdua saja, seperti yang selalu kami tuliskan bersama dalam karya-karya kami.
            Dia terus bicara tentang film, tulisan,  konser, tour, buku dan apa saja. Dan aku, perempuan kesepian yang rapuh, sudah cukup nyaman hanya dengan berjalan bersisian dengannya. Kesatuan jiwa seindahnya dipadu dalam ikatan yang sah. Namun  meski dia seseorang yang sangat nyaman untuk dijadikan belahan jiwa , figur yang bisa dijadikan ayah bagi anak-anak siapa saja, tetapi mungkin bukan calon yang ideal menurut  nilai-nilai dalam keluarga besarku.. Kami berbeda di banyak hal, tetapi sebenarnya mirip di banyak hal lainnya. Tapi ada yang bilang jika dua orang berbeda gender saling tertarik dan kemudian  bertemu di masjid kuno dengan tiang dari Majapahit ini, akan menikah pada suatu saatnya nanti. Kalian pernah dengar mitos ini?
            “Kenapa?”  dia bertanya heran melihatku mengambil langkah mundur lalu mengambil tempat disebelah kirinya berjalan setelah sebelumnya berada di sebelah kanannya.
            “Ooooo…” ada seorang gila beneran dengan pakaian setengah telanjang berjalan dari arah berlawanan.
            “Hehehe..orang gila takut orang gila” aku yang mengaku gila juga menyembunyikan malu di wajahku yang memerah ketika sesaat tadi berada di belakang punggung pekerja kreatif setengah gila yang aku gilai. Nyamannya punggung yang bukan milikku, jadi lupakan untuk bersandar di sana apalagi memeluk pinggangnya.

            Oh No!” sekali lagi aku terkejut. Kali ini hendak melarikan diri Karena kami berpapasan dengan serombongan orang yang hendak pergi ke makam untuk kirim doa bagi sesepuh yang dihauli hari ini. Tapi aku mengurungkan niatku. Pekerja kreatif setengah gila ini telah meluangkan waktu dan energinya untuk terbang 45 menit dari kota yang sangat jauh, melalui rangkaian kerja dua hari dua malam  yang melelahkan, balik lagi dari kota sebelah selatan kotaku setelah menempuh dua jam pulang-pergi kembali ke utara untuk bertemu aku, dan aku tidak cukup memberinya penghargaan? Tuan rumah macam apa aku ini? Kekasih macam apa aku ini yang meninggalkan kekasihnya begitu saja karena rasa segan yang terinternalisasi dalam diriku - bagian dari segerombolan manusia yang disebut sebagai keluarga, yang menjunjung tinggi sesuatu yang disebut dengan kehormatan?
            Sejurus kemudian tak terhindarkan lagi pertemuan telapak tangan bergaris tapak bagus itu  dengan telapak tangan-tangan  saudara ayahku, anak anak saudara ayahku, saudaraku seayah ibu. Yang kusebut terakhir termasuk yang istimewa. .
            “Ini si penulis resep yang juga masih harus berjuang terus demi kesehatan putranya” aku mengenalkannya ketika mereka berjabat tangan.
            Pekerja kreatif setengah gila itu akhirnya bertemu dengan orang-orang  yang selama ini juga menjadi bagian dari cerita-ceritaku yang mengalir bersama rasa dan rahasiaku. Terutama mengenai si istimewa itu, karena pekerja kreatif setengah gila itu menaruh perhatian terhadap adik-adik dan juga anak-anakku. Tak perlu meragukannya, dia – si pekerja kreatif setengah gila itu – mungkin diciptakan Tuhan ketika Dia sedang jatuh cinta. Sehingga ia sebenarnya mungkin bukan manusia, tetapi hati. Hati yang punya telapak tangan dengan garis tapak tangan yang bagus.

            Tuhan memang baik.
            “Keren” kata dia suatu saat ketika kami sedang berdiskusi dan aku mengutip satu ayat yang bahkan secara eksplisit menuliskan ajakan Tuhan agar siapa saja  kembali kepadaNya dan  memasuki rumahNya. penuh dengan rasa kepuasan dan juga kepuasan Tuhan atas seseorang itu. Rodhiyatan Mardhiyah.
            “Ya iyalah, keren. Gusti Allah gitu lhoh” aku senang karena tanpa sengaja membawanya dan juga diriku sendiri, pada satu lagi kesadaran bahwa Dia begitu keren dan hebat.
            Sehebat skenario-Nya pada hari dimana aku bertemu darat untuk pertama kalinya dengan  guru yang sahabat sekaligus  sephia-ku  bernama pekerja kreatif setengah gila itu. Ternyata aku tak harus tenggelam dalam kegilaan yang lebih jauh seperti bersamanya menikmati perselingkuhan dengan lunch atau dinner yang romantis di sebuah resto, mengobrol panjang tak jelas di suatu lobby hotel tempatnya menginap, di gelap gedung yang memutar film romantis, di rinai hujan di lorong lorong kota lama, di bangku stasiun kereta. Tuhan menyelamatkan aku, karena di hari satu-satunya itu aku harus ada di sekitar rumah saja karena ada acara haul (peringatan hari kematian) sesepuhku.
            Sungguh terselamatkan, jauh dari bayangan ketakutanku yang tak beralasan.
             “Aku akan datang ke kota sebelah utara dekat kotamu purnama depan” dibalik telpon terdengar suara baritonnya yang hangat dan selalu membuatku merindu untuk ditelponnya lagi.
            “Mungkin malam sebelum aku melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya, aku akan menginap di kota sebelah selatan  kotamu” suaranya semakin berat  dan entah kenapa aku hampir lunglai mendengar kalimatnya barusan.
            Seperti kelinci hendak diterkam serigala, aku menggigil dan menggelepar-gelepar.
            Lalu bayangan akan dua tangan saling menggenggam, berjalan bergandengan di kota lama, mungkin menonton sebuah film yang selalu dia hembus-hembuskan belakangan ini dan berakhir di bangku stasiun menunggu kereta yang akan membawanya jauh ke kota timur kotaku. Dengan kepalaku bersandar di pundaknya, duduk bersisian di bangku yang gambarnya selalu ada di note-ku dan note-nya..
            Membayangkannya saja jantungku berdegup tak karuan dan kurasakan aliran hangat menjalar di sekujur pembuluh darah dan semua bagian tubuhku. Aku sejenak pingsan dalam ketakberdayaanku melawan tirani bersembunyi di balik topeng bernama cinta.  Yang tidak bisa aku fahami dan menimbulkan kecemasan lebih lanjut - karena ini mungkin sekali tanda-tanda aku stress - adalah aku terlambat datang bulan selama hampir dua minggu. Oops..belum pernah terjadi sebelumnya kecuali aku hamil. Dan karena tidak terjadi pembuahan karena bertemu saja bahkan belum pernah, jadi ini lebih berbahaya daripada hamil. Aku alami gejala depresi dan ketakutan akan entah apa. 
            Duduk bersamanya di tempat suci ini dengan wajah bersihnya dan telapak tangan yang bergaris tapak tangan bagus menghentikan sejenak desir waktu.
             “Malu ah” katanya ketika aku menawarkan supaya dia duduk minum dan makan di rumahku saja. Daripada dia haus dan lapar, karena kami hanya duduk di serambi masjid tanpa hidangan kecuali perbincangan yang hangat tapi ngalor ngidul.
            “Iya juga. Ada banyak sekali orang dan keluarga besar datang berkumpul di rumah. Ya sudahlah disini saja” aku menurut saja.
            Cuaca cerah, Senin kan ya? Tapi kulihat banyak sekali wisatawan religi di kompleks masjid ini padahal ini bukan hari libur. Kami  tersembunyi di keramaian, bahkan mungkin ada yang mengira kami juga wisatawan dan bukan dua orang gila yang melalui perjalanan dan kisah gila sebelum mendarat bersama di serambi masjid kuno ini.
            Kukira pertemuan darat kami menghentikan kegilaan kami di maya. Tapi ternyata tidak. Segalanya masih sama seperti sebelum pertemuan. Kegilaan yang sama.
            Aku kadang berada di ruang cemburu dan ragu tiap kali mengingat bahwa ia bukan milikku. Tapi juga di labirin ceria dan hangat mengingat ia tetap setia menelponku dua tiga kali sehari.. Seringkali muncul pertanyaan dalam benakku  sendiri, tapi  tak pernah kutanyakan  padanya, ke mana istrinya. Kenapa bukan istrinya yang menerima kelimpahan perhatian dan kasih sayang ini. Siapa yang tidak normal di antara mereka berdua, istrinya atau pekerja kreatif setengah gila itu. Jangan tanya diriku, kalau aku jelas tidak normal karena mau-maunya terlibat dengan suami orang. Bukan pula untuk bersama dalam pernikahan kedua,hanya untuk bersama menumpahkan kegelisahan dan mengawinkan ide serta tulisan –tulisan kami. Kami menyebutnya sebagai persahabatan.
            “Aku mulai capek dengan permainan dan perjalanan yang tak berujung ini” aku menyampaikan keluhan.
            “Kamu mau pergi?” pekerja kreatif setengah gila itu bertanya dengan kalimat tertahan seperti menahan pertahananku yang hampir tak bertahan lagi.
            Lagu cintaku, cintamu, cinta kita, Nicky Ukur terus menerus diputar melatari percakapan ini. Dari sejumlah novel dan film sering disitir, yang paling disesali bukanlah perpisahan, tapi pertemuan. Kenapa bertemu? Kenapa?
            Tak ada jawaban kecuali jerawat yang datang setelah bertahun lamanya tak menyinggahi pipi si perempuan rapuh kesepian. Mungkinkah itu karena ia menyentuh telapak tangan yang garis tapak tangannya bagus ?

            WARAS (cerpen)

            WARAS by Dian Nafi Aku tidak mau mengakuinya tapi tampak jelas jika pusat duniaku sesaat , entah berapa lama, berpindah pada  se...



            Profil Dian Nafi
            dimuat di media nasional Koran Sindo. nasional.sindonews.com/read/915506/18/identitas-spiritualisme




            Dian Nafi termasuk salah satu perempuan penulis paling produktif di Indonesia. Sejak 2008 hingga kini, dia telah merilis 18 novel dan terlibat dalam 84 buku antologi. Melalui berbagai tulisannya yang kuat dari segi spiritual, insinyur teknik arsitektur dari Universitas Diponegoro ini tak hanya berbagi kisah, tapi juga inspirasi dan motivasi.

            Dian Nafi mencitrakan dirinya sebagai pecinta purnama dan penikmat hujan. Bagi dia, purnama sering membuat dirinya teraktivasi sehingga menjadi "high" sementara hujan membawa nuansa romantis dan unspoken moment. Dan menulis bagi Dian adalah cara terbaik menuangkan perasaan-perasaan tersebut sepuasnya. Berikut wawancara dengan pemenang lomba menulis kisah inspiratif Indiva ini.

            Latar belakang Anda adalah arsitektur. Sedangkan saat ini Anda lebih aktif sebagai penulis. Apakah Anda vakum dari aktivitas sebagai arsitek?

            Saya masih menerima pesanan mendesain rumah tinggal dan bangunan lainnya walaupun tidak sebanyak dulu saat masih fokus bekerja di perusahaan konsultan arsitektur. Ada banyak ilmu arsitektur yang saya dapatkan yang bisa diaplikasikan dalam penulisan. Misalnya, perancangan, perencanaan, teknik presentasi, analisis, logika, dan keseimbangan. Itu semua berguna untuk menulis.

            Sulit mana, merancang bangunan atau "merancang" cerita?

            Sejak dulu sebenarnya saya aktif menulis tapi saya simpan sendiri. Perkenalan dengan tulis menulis bermula saat ayah menghadiahkan sebuah buku harian saat ulang tahun Ke-8 saya. Beliau yang mendorong saya untuk menulis. Semasa sekolah dan kuliah, saya aktif di redaksi majalah dinding dan  buletin kampus. Bagi saya, menulis itu mudah-mudah sulit, sulit-sulit mudah. Mudah karena idenya bisa ditemukan dan didapatkan dari mana dan kapan saja. Sulit karena menulis itu bukan saja seni bagaimana kita merasa, tapi juga lebih kepada proses berpikir. Writing is thinking.

            Saya mendapat inspirasi menulis dari banyak hal, mulai dari peristiwa di sekitar saya, kisah orang-orang dekat sampai curhatan teman, sahabat, kenalan dan dari buku-buku non-fiksi seperti biografi dan kisah-kisah inspiratif. Hal sulit lainnya adalah bagaimana mengeksekusi ide menjadi tulisan yang bernas, mengalir, menyentuh, danmencerahkan. How to convey the message, the idea? Bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang tepat, baik dari gaya bahasa, pilihan kata, maupun emosinya dengan cara tidak menggurui. Itulah yang menjadi pekerjaan rumah terus-menerus sepanjang waktu.

            Bagaimana tulisan-tulisan Anda kemudian dibukukan dan menjadi komersial?

            Saya menggemari menulis sejak lama namun tidak pernah menyangka bahwa pada akhirnya akan berkecimpung lebih dalam dan lebih jauh di dunia tulis menulis. Pada 2008 saya harus menjalani masa iddah, tinggal dalam rumah selama empat bulan sepuluh hari karena suami saya meninggal dunia.

            Dalam masa senggang sekaligus duka itu mulailah saya bersinggungan dengan Facebook dan banyak menulis curahan hati. Di saat berkabung seperti itu, menulis seperti terapi bagi saya. Beberapa teman di dunia maya akhirnya mendorong saya untuk mengikuti lomba menulis. Sekali menang, kedua kali menang lagi, ketiga kali menang lagi, dan akhirnya kecanduan hingga sekarang. Pada 2009, saya baru menulis untuk publik dan pada 2010 saya merilis novel debut berjudul Mayasmara. Dulu, menulis hobi saya namun untuk sekarang sepertinya menulis jadi karier he he he......

            Bagaimana proses kreatif Anda dalam menulis cerita?

            Setelah mendapatkan konsep dan premis, saya selalu membuat outline terlebih dahulu. Dari kerangka tersebut, saya menjadi tahu bahan-bahan apa saja yang harus saya riset jika belum punya bahannya dan mana yang bisa dikerjakan terlebih dahulu terutama jika saya sudah menguasai bagian itu. Jadi saya bisa memulai dari mana saja. Saya juga aktif menulis puisi, cerita pendek, cerita panjang, dan beberapa kisah inspiratif. Berbagai karya saya dibukukan bersama tulisan penulis lain. Sudah ada 84 buku antologi.

            Pernah stucksaat menulis?

            Jika terjadi kemacetan dalam menulis, saya sering brainstormingdengan guru-guru saya. Saat brainstorming, mereka dengan senang hati melempar pertanyaan-pertanyaan bernas dan bermutu yang kadang-kadang memancing jawaban dari bawah sadar saya. Atau jika saya memang belum punya jawabannya, dari sanalah saya bergerak untuk melakukan riset lanjutan.

            Hal apa yang membuat Anda ingin terus menulis?

            Ada banyak sekali ide cerita yang ingin saya tuliskan. Benih cerita-cerita dalam kepala itu mendorong saya untuk terus menulis. Alhamdulillah tidak habis-habis. Sebagian ide yang belum sempat saya kembangkan saya tuliskan dalam buku khusus ide dan plot. Ada juga yang berserakan di notes-notes kecil yang saya bawa dalam perjalanan kereta atau bus. Sebagian lagi bahkan saya tulis dalam bentuk singkatan-singkatan karena media yang sempit, post-it.

            Apa asiknya atau puasnya menulis bagi Anda?

            Rasanya plong, seakan-akan ganjalan cerita yang mendesak-desak minta dikeluarkan dari dalam kepala dan hati akhirnya mengalir. Rasanya seperti sukses membayar utang janji pada diri sendiri. Selama proses penulisan, saya menjadi memahami diri sendiri dan orang lain dengan cara lebih baik lagi. Rahasia-rahasia serta hakikat kejadian dan peristiwa seperti dibukakan oleh-Nya pada mata hati saya yang sebelumnya tertutup ego, persepsi sendiri, atau persepsi orang lain.

            Bagaimana sensasinya membuat theatre of mindyang masuk logika fiksi?

            Saya suka was-was juga, takutnya malah terkesan mengada-ada, klise, atau malah dianggap tidak logis. Jadi terkadang, saya membuat beberapa alternatif adegan atau kejadian untuk dipilih yang terbaik. Tak jarang juga saya brainstormingdengan teman atau mentor mengenai kemungkinan- kemungkinan adegan sebab akibat. Dalam perjalanan editing, seringkali datang tambahan ide untuk improvisasi agar lebih logis dan tidak terjadi plot-hole atau semacamnya. Kadang-kadang, kita perlu membebaskan diri untuk tidak terlalu “kaku” pada plot yang telah disiapkan. Dengan begitu, seiring proses akan ditemukan kejutan yang tidak terduga.

            Menurut Anda, di mana kekuatan tulisan Anda?

            Latarbelakang keluarga saya yang berasal dari keluarga santri. Saya sendiri juga aktivis kerohanian Islam dan kehidupan haroki semasa kuliah. Hal ini membuat saya memiliki sudut pandang religius tapi berusaha tidak hanya ada hitam dan putih. Saya suka sekali memasukkan kontemplasi dan perenungan dalam tulisan dan cerita saya. Teman-teman pembaca menyukai dan menganggap spiritualisme yang hampir selalu mewarnai tulisan saya ini sebagai identitas dan ciri khas.

            Apa garis merah di setiap tulisan Anda?

            Saya punya bagan besar yang menjadi cikal bakal banyak tulisan dan cerita saya. Terinspirasi dari novel Para Priyayi karya Umar Kayam, namun saya membuatnya lebih ke versi kehidupan dan dunia pesantren yang memang juga sama kuat akarnya serta mempunyai pengaruh signifikan pada personal-personal di dalamnya. Berbagai karakter itulah yang kemudian menggerakkan cerita-cerita ini.

            Apakah Anda mempunyai obsesi dalam menulis?

            Saya masih punya pekerjaan rumah dari salah seorang penulis kelahiran Indonesia yang tinggal di Amerika. Dia sudah lama sekali ingin menerbitkan tulisan saya, tapi saya masih belum bisa setorkankepadanyasampaisaat ini. Terbayang, saya menuliskan novel berlatar Demak berbau sejarah seperti Gadis Kretek, punya nilai filosofis yang tinggi tapi juga sekaligus up to date untuk masa sekarang. Kisah yang bisa mencerahkan dan menggerakkan banyak orang menuju hal-hal yang lebih baik sekaligus membawa nama Demak ke dunia internasional lebih jauh lagi.

            Jika memungkinkan, tulisan ini akan dibuatdalamgenre eksistensialisme karena Ahmad Tohari pernah berpesan pada saya demikian. Beliau berpesan agar saya terus menulis seperti novel debut saya, Mayasmara (2010), yang beliau sebut sebagai novel eksistensialis.

            Peluang apa saja yang Anda dapatkan dari menulis?

            Dari menulis, saya sering diundang untuk mengisi sharing kepenulisan di sekolah, kampus, dan pesantren. Selain itu, saya juga menerbitkan bukubuku penulis lain melalui Hasfa Publishing, penerbitan sendiri, dan menjualnya melalui distributor ke toko buku. Peluang sampingan lainnya adalah menjual buku-buku secara online baik buku sendiri atau buku terbitan Hasfa. Saya sempat berjualan kaos yang berkaitan dengan literasi dan buku yang kami terbitkan untuk membantu korban bencana alam. Ke depannya, mungkin berjualan suvenir dan pernak pernik berkaitan dengan berbagai karakter dalam cerita-cerita yang saya tulis.

            Profil Dian Nafi

            Profil Dian Nafi dimuat di media nasional Koran Sindo. nasional.sindonews.com/read/915506/18/identitas-spiritualisme Dian Naf...
            Cara Pengiriman Naskah


            Majalah DeMagz menerima naskah dari kontributor.

            Silakan kirim naskah ke alamat email: kbcahaya@gmail.com
            dengan subject email: DeMagz_Nama_Jenis Naskah/Artikel

            Ada 1 buku untuk tiap kontributor  yang naskahnya dimuat.

            Berikut jenis artikel/tulisan yang ada di DeMagz:
            1. Surat Pembaca
            2. Editorial Utama/ Aktual (1-3 halaman A4)
            3. Profil /Tokoh (1-3 halaman  A4)
            4. Cerpen (3-6 halaman A4)
            5. Bisnis (1-3 halaman A4)
            6. Event (1-2 halaman A4)
            7. Puisi
            8. Enterpreneurship (1-3 halaman A4)
            9. Sekitar Kita  (1-2 halaman A4)
            10. Cerbung (20-30 halaman A4)
            11. Travelling (1-3 halaman A4)
            12. Kuliner (1-3 halaman A4)
            13. Ilustrasi/ Sketch/ Fotografi
            14. Hikmah (1-3 halaman)

            Selamat menulis!

            Cara Pengiriman Naskah

            Cara Pengiriman Naskah Majalah DeMagz menerima naskah dari kontributor. Silakan kirim naskah ke alamat email: kbcahaya@gmail.com denga...

             

            DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates