Era New Normal Bersama Yang Cantik-Cantik


Era New Normal Bersama Yang Cantik-Cantik



"Beberapa pasar menjadi contoh adaptasi new normal. Sistem pembukaan kios dipasar dengan bergiliran, akan diberlakukan di Jakarta. Upaya jaga jarak di Salatiga, diberlakukan sejak beberapa minggu yang lalu."

Di televisi, terdengar suara Juru bicara Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengungkapkan Menteri Perdagangan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pasar yang Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru alias New Normal.

Aku dan ibu yang sedang bersiap untuk shalat jamaah di ruang tengah saling berpandang-pandangan. 

"Owalah, yo pinter pemerintah yo, diwenehi sing ayu-ayu ben do ora geger," komentar ibuku.
Masyarakat diberi yang cantik-cantik biar tidak ribut. 

"Iya, bu. Lha wong kita yang perempuan saja lihat yang cantik, terpesona. Apalagi yang laki-laki."


Sejak PSBB dilonggarkan dan New Normal mulai dilakukan, orang yang terkena positif covid-19 selalu mencapai tambahan  seribu kasus setiap harinya. Dan langkah pemerintah? Menghadirkan Dr. Reisa & Merry Riana sebagai jubir penanganan Covid-19.


Sementara di lapangan kasus masih naik, angin new normal sangat kencang, dan masyarakat sudah mulai tidak disiplin, Reisa Effect ini akan diuji. Apakah masyarakat  mau waspada dan nurut untuk menjalankan protokol kesehatan, agar semua aman dalam new normal life.

Kampanye 'new normal' dilawan oleh publik dan oposisi yang tidak setuju, dengan cuitan yang berisi 'distrust'. Secara umum karena alasan: - kasus positif dan kurva masih tinggi - gelombang kedua - test sedikit - dll

Percakapan tentang 'new normal' dan Reisa ini memang menampilkan dua response yang bertolak belakang. Yang satu "tidak percaya" dan satunya lagi "percaya". Mungkin ini strategi yang diambil pemerintah untuk menaikkan kepercayaan publik yang selama ini rendah, melalui sosok Reisa.


Narasi optimisme dan harapan banyak disampaikan, supaya komunikasi pemerintah makin bagus. Good looking dan latar belakang profesional Putri Indonesia  yang sesuai dengan peran terkait kesehatan ini menjadi perhatian besar publik.


Percaya dan optimis bahwa masyarakat  akan lebih teredukasi tentang pandemi,  termotivasi untuk lebih disiplin dalam menjalankan pola hidup sehat (masker, cuci tangan, physical distancing dll) 


Tapi ada juga netizen yang berkomentar negatif. Ditempatkannya Bu Reisa membuat new normal seakan-akan adalah masa yang lebih cerah padahal bisa jadi lebih kelam.

However, dokter cantik ini memberikan banyak himbauan yang semoga didengar dan diikuti banyak orang ya.

Memasuki new normal life, kita dituntut untuk memiliki daya tahan tubuh yang baik agar tidak mudah terinfeksi virus Corona.

Terkait masyarakat yang berolahraga di luar ruangan di tengah masa new normal, Dokter Reisa Broto Asmoro mengingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
Sebagian karyawan mulai kembali bekerja di kantor di era new normal. dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan protokol kesehatan saat pulang ke rumah dari kantor.

Semua acara dan kegiatan harus melewati protokol kesehatan  agar  kita tetap aman dari covid-19 namun di saat yg bersamaan masih bisa produktif. Inilah new normal yang  banyak orang masih belum paham.

Tips Menulis Memoir (9)

Tips Menulis Memoir (9)


Baca juga:

Tips Menulis Memoir (1)
Tips Menulis Memoir (2)

Tips Menulis Memoir (6)

Tips Menulis Memoir (7)
Tips Menulis Memoir (8)


Memoir bukanlah cerita lengkap kehidupan seseorang. Dia hanya satu bagian, sebuah potongan yang mengemuka karena berbeda dari kebanyakan kehidupan orang-orang. Memoir bukan cerita dari lahir sampai mati. Tapi mungkin hanya beberapa bulan dari kehidupan, tapi kebanyakan orang tidak mengalaminya.


Baca banyak memoir bagus, pelajari bagaimana itu ditulis, apa fokusnya dst. Sebuah memoir bagus mirip fiksi, harus beda, menarik, ditulis dengan baik, karakternya kuat dan plotnya menarik. 

Berikut beberapa tips menulis memoir:

1. Temukan ceritamu
Bagian yang menarik dari memoir adalah peristiwanya, bukan orangnya. hanya selebriti yang menarik jika orangnya yang diceritakan. Kalau orang kebanyakan seperti kita, cerita apa yang bisa memikat orang lain? 

Cerita apa yang menarik bagi orang-orang? Apa yang bikin orang penasaran dan ingin tahu? Ada nggak cerita tentang bertahan hidup atau lepas dari sesuatu yang genting/bahaya/trauma dan semacamnya?


2. Tenun topik yang lagi hot dan hits
Cerita anekdot tidak cukup. Kita butuh membuat cerita kita relevan dengan debat budaya yang lebih luas. Memoir yang bagus punya wawasan, insight, obesrvasi, pengamatan, ekspresi pandangan dan dilema yang mirip dengan yang dialami pembaca.  

3. Buat dan bangun strategi perencanaan
Tidak ada panduannya yang mudah. Buku seperti teka-teki raksasa dan unik bagaimana cara kita membuatnya  tergantung bagaimana otak kita bekerja. Kadang bisa merencanakan  sedikit demi sedikit, menulis sedikit demi sedikit, menulis lebih banyak. Kedua proses ini saling membantu. Kita tidak bisa pergi ke fase perencanaan selanjutnya sebelum menulis untuk tahu mau ke mana ide kita itu menuju, dan juga sebaliknya.

4. Selektiflah terhadap kebenaran
Penulis memoir tidak mendandani, tapi mereka butuh menciptakan lengkungan atau busur cerita seperti fiksi. Ada pelajaran moral bagi karakter utama, atau misteri atau ketegangan. Mari kita hadapi, kehidupan nyata itu membosankan dan penuh pertemuan tidak relevan atau peristiwa yang tidak menunjukkan apapun. Ketrampilan menulis memoir adalah memilih kepingan yang paling pedih dalam kehidupan kita dan menyaring kepingan yang tidak bermakna, sehingga kita bisa bergerak menuju kesimpulan yang lebih melengkung. 

5. Bersiap untuk mengubah karakter
Jika kamu menulis aspek pribadi  kehidupan seseorang (kehidupan keluarga, kehidupan romantis, kondisi kesehatan, rahasia bisnis) kemudian kamu punya kewajiban legal dan etis untuk menyamarkan identitas sebagaimana yang mereka minta.  Di sinilah kreatifitas menulis masuk dan hadir. Kuncinya adalah menciptakan adegan pembanding yang merefleksikan inti dan esensi dari pengalaman nyatanya, tetapi disetting terjadi di tempat lain. 

UPCOMING EVENT

Oh ya, insya Allah juga akan ada workshop atau kelas webinar Writerpreneurship di Era New Normal 29 Juni 2020 nanti. 





Selamat menikmati perjalanan menulismu!

WEBINAR: WRITERPRENEURSHIP DI ERA NEW NORMAL

WEBINAR: WRITERPRENEURSHIP DI ERA NEW NORMAL




Writerpreneurship Di Era New Normal bersama Dian Nafi

JUNE 29, 2020
19.00 - 21.00 WIB
Tiket 150.000



Gramedia Academy WEBINAR bersama DIAN NAFI

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung beberapa  bulan, grafiknya bukan menurun namun semakin meningkat. Berbagai upaya telah dilakukan yaitu pembatasan-pembatasan di berbagai hal, di antaranya social distancing dengan stay at home dan lain sebagainya. Sayangnya masalah lain pun muncul, kebosanan, ekonomi, dll. Atas hal tersebut, mau tidak mau kita harus berdamai dengan keadaan, tetap bersikap positif, dan produktif. Salah satunya dengan mengasah diri menjadi penulis. Banyak hal bisa kita tuliskan, apalagi saat seperti ini. Selain sebagai bentuk amal jariyah, juga bisa menghasilkan tambahan pemasukan.

Materi:
Peluang apa saja dalam writerpreneurship

Tiga (3) Profitable Path
Tips writerpreneurship

Webinar akan diampu oleh Dian Nafi (Penulis Gramedia Pustaka Utama).

Dian Nafi adalah lulusan Arsitektur Universitas Diponegoro. Ia suka travelling dan menulis fiksi, non fiksi, seputar keIslaman, kepesantrenan, kewanitaan, parenting, entrepreneurship, dan pengembangan diri. Dian Nafi adalah Mentor Women Will by Google, Fasilitator Gapura Digital by Google, Trainer Hasfa Camp, dan Public Speaker. Ia sudah menulis 37 buku dan 96 antologi di 17 penerbit Indonesia. Ia adalah pemenang berbagai lomba penulisan dan sebagai pegiat banyak komunitas.


Riset Etnografi Zoominar Leiden

Riset Etnografi Zoominar Leiden






riset etnografi

proposal awal: mass media & korupsi. stlh baca ratusan referensi selama 8 bulan, ternyata pembimbing kedua meminta wija utk ubah judul jadi etnografi newsroom 2 media kompas&SM
apa yg tjd pd media massa ktk tjd perubahan rezim SM tdk apple to apple dg kompas

akhirnya diubah jd etnografi kompas saja.

utk menentukan topik penelitian lewat proses stlh hasil diskusi, pemikiran dan terjun ke lapangan awal: diskursus dan perdebatan reog ponorogo mnrt islam. utk etnografi, pertimbangannya adl bisa gak akses ke data feasible utk collecting

awal: digital citizenship, berhbgn bgm korupsi diperbincangkan krn korupsi mengkhianati kewargaan stlh nulis kesimpulan direview,thn ke-4, pertanyaan berubah, sejauh mana gerakan anti korupsi online berhasil atau tdk. shg proses riset kembali ke awal, sirkular, hrs nulis ulang


yg didefinisikan pertama kali adl lapangannya itu mana, apa dlm hal ini sosmed ikuti langkah2 sosmed etnografi klo ada intensitas tindakan tertentu, dan ada koneksi satu antar lain, itu disebut lokasi. mengikuti orng di dunia online dan offline, dua2nya diteliti, konektifitasnya


stlh rumusan masalah (apa kepentingan ramainya dakwah di tv bhkn yg ownernya non muslim) mengamati produksi aa gym sbg cikal bakal, krn byk yg mengikuti stlhnya. kontak ke ustadz YM, mamah dedeh dst bangun koneksi dg PH jd partisipant observation di warteg masjid, kios2,dst


bgm muslim menonton ustadz2 dan dakwah tv yg penting dilakukan:bangun kedekatan,emerging/ menyelami dunia yg diteliti antropolog- tempat belajarnya adl di mana kamu meneliti ada faktor x dlm keberhasilan seorang peneliti kalau tdk dekat, tdk akan mendptkn rahasia2nya butuh waktu

catat setiap hari semua yg dialami transkrip semua interview dll analisis: trying to make sense the data butuh pisau teoritik pierre bordeaux ttg habitus apakah berubah, dlm hal apa saja, mengapa ideal praktis kompas masih sama, jurnalisme rasa filosofinya menulis n menginspirasi


kredo bhs jawa: ngono yo ngono, neng ojo ngono habitus: pengalaman masa lalu membentuk tendensi perilaku seseorang di masa sekarang, seringkali menubuh utk menuju argumen yg bisa dipertahankan butuh proses

sbg etnografer, bgm mengelola data tapi tdk menciderai responden? saat turun lapangan, jujur terbuka bhw kita peneliti dan sdg mengumpulkan data beasiswa ada 2 by project by institusi ambil sebagian tuition fee dari universitas

netnografi, premisnya dunia internet terpisah dr dunia nyata. semua data diambil dr internet pd awalnya dipakai utk riset marketing, riwayat branding yg berkembang kemudian stlh internet jadi 3E, sehari2, setubuh,sejiwa, pendekatan risetnya berubah mjd konektifitas online offline


hubungan kata dengan kata yg lain manfaatkan tools utk mengukur intensitas dll gmn jaga netralitas peneliti dg objek? kekuatan etnografi krn bs dengar suara subjek scr langsung saat mengumpulkan data,jd insider saat menganalisa,jd outsider tdk impose/mempengaruhi dlm menafsirkan

bisa terjadi kritik terhadap teori
meskipun kritik ini mungkin sudah pernah dilakukan orang lain dalam kasus yang berbeda


Perjuangan Hidup Penghafal Alquran




Perjuangan Hidup Penghafal Alquran

Istri dari mendiang adik sepupuku ini adalah salah satu perempuan yang kusinggung sedikit di postingan terdahulu.

Aku perhatikan sejak suamiku meninggal tiga belas tahun yang lalu, para perempuan yang simpatik dan perhatian padaku juga anak-anakku yang yatim, kok ya ndilalah terus nututi alias punya nasib yang sama denganku. Suaminya pun akhirnya meninggal dunia ketika usia mereka masih muda. 

Guru-guru anak-anakku. Beberapa tetangga juga saudara-saudaraku, baik yang jauh maupun dekat. Dan bahkan teman-temanku jaman sekolah atau kuliah dulu. Entahlah bagaimana cara menjelaskan fenomena yang kutemukan ini, apakah memang kebetulan atau justru Allah sesungguhnya sudah menyiapkan mereka untuk ujian tersebut dengan caraNya yang kadang tak bisa kita pahami. 


Nah, dia ini salah satu perempuan itu. Sangat perhatian dengan anak-anakku dan juga diriku. Tiap kali bertemu, tampak sekali keprihatinan dan  juga simpatinya. 

Tak kusangka kalau beberapa hari setelah kunjunganku sore itu  ke rumah mereka, suaminya (yang adalah sepupuku) meninggal dalam kecelakaan di jalan raya yang dulu pernah menjadi lokasi kecelakaan suamiku bersama-sama aku dan beberapa anggota keluarga besar kami. Saat itu suamiku selamat, tapi paklikku meninggal dunia. Beberapa tahun kemudian suamiku mengalami kecelakaan di jalan raya juga, tapi di Cikampek, kali ini dia tidak selamat.

Aku masih sangat ingat adegan saat aku main ke rumah mereka sore itu. Mereka baru saja kedatangan anggota baru, bayi  mungil cantik, aku mengantarkan kado yang terlambat karena saat dia melahirkan aku masih bertugas luar kota (aku lupa di mana saking seringnya bepergian) 

Kami duduk lesehan di lantai. Aku rebahan karena memang masih sangat capek dan mendengarkan almarhum sepupuku bercerita tentang banyak hal. termauk kesannya terhadap almarhum suamiku. Kekagumannya, respeknya, dan keinginannya bisa meniru sikap serta karakter almarhum suamiku. And than beberapa hari kemudian, dia beneran menyusul. innaa lillahi wa innaa ilaihi roojiuun. 

Istri mendiang sepupuku  usianya sama dengan saat aku kehilangan almarhum suamiku dulu. Tiga puluh satu tahun. masih sangat muda. dan yang lebih menyesakkan adalah anaknya lebih banyak daripada anakku. Aku punya dua yatim, dia sekaligus menanggung empat yatim. 


Sendirian dia mengasuh keempat anak-anaknya yang masih kecil. Sembari mengajar mengaji santri-santri nglajo yang datang ke rumahnya. Juga masih mengajar di TPQ Taman Pendidikan Alquran milik bulikku (mertuanya)

Beberapa tahun kemudian sebenarnya ada seorang kyai (duda mati) yang datang padanya melamar, dan dia juga simpatik. Kulihat pendar-pendar bunga asmara di matanya, seolah dia hidup lagi setelah kesedihan kehilangan suaminya. Namun beberapa hal menghalangi pernikahan tersebut. Tidak bisa kuceritakan panjang di sini karena mungkin sekali akan ada beberapa pihak yang tersinggung. 

Aku lihat kesedihan kembali mendera dirinya. wajahnya kusut lagi. Dia berjalan miring, tak tegak seperti yang sempat kusaksikan beberapa waktu lalu. I am so sad for her. 

Then, akhirnya dia masih sendirian hingga kini, kembali mengasuh anak-anaknya sekaligus harus mencari nafkah. Perjuangannya perlu mendapatkan penghargaan. Jadi menurutku dia layak diumrohkan karena sebagaimana yang pernah kusebut sebelumnya dalam beberapa tulisanku, perjalanan ibadah ke Mekkah Medinah ini bisa menyembuhkan. Aku mengalaminya sendiri. Penghiburan dari Allah yang membuat kita makin tegar dalam menghadapi hidup yang keras dan penuh dengan ujian. 



Pelestarian Kota Pusaka Lasem

Pelestarian Kota Pusaka Lasem

Gambar


Baca Juga:

Relasi Lasem dan Akulturasinya

Travel Lasem Penulis Arsitek

8 instrumen utk pelestarian kota pustaka
Kelembagaan & Tata kelola Kota;
Inventarisasi & Dokumentasi Kota;
Informasi, Edukasi & Promosi Kota;
Ekonomi Kota;
Pengelolaan Resiko Bencana ;
Pengembangan Kehidupan Budaya Masyarakat;
Olah Desain Bentuk;
dan Perencanaan Tata Ruang Kota


education for conservation for theory and practice. Sesuai konsep merdeka belajar, Arsitektur UGM onprogress embrio open share program dg Univ udayana,ISI terkait art management, Trisakti, Andalas


rumah2 dekat jalan besar Lasem, secara skala ada pengaruh Belanda, krn ada jalan Daendels. Akulturasi Cina, Jawa, Belanda nya kuat sekali. Layout rumah2nya unik. Ada tangga di belakang lemari. Ada lubang untuk memasukkan candu dst. Utk ketahanan ekonomi



heritage management bgm 8 instrumen dikelola disesuaikan dg lokalitas intangible heritage dg UU baru kemajuan kebudayaan, kenapa sendiri2. kenapa tdk disatukan dg tangible-alam lingkungan bgm pelestarian dan ekonomi berjalan bersama2 batik, kopi lelet,hunian,dll butuh leadership

ada rumah penghasil tegel&kunci, tapi skrg mati. harusnya dikembangkan public private investment jgn berpikir hanya dr pariwisata, apalagi kondisi skrg mati hrs bicara produksi cinderamata, pangan, dll ada pasarnya, potensi,tinggal menggarapnya bgm

DR Laretna: beda sekali antara pecinan lasem dg pecinan lain. Ada juga byk gerbang dg tipologi yg berbeda2 skrg mulai ada olah desain Morfologi kota dr secondary data,mulai dr cluster kecil Yg lgs pengamatan,per persil Sbnrnya yg juga menarik,toponim-cluster berdsr pekerjaan

pemilik yg punya leadership, bisa mengembangkan, spt rumah merah. jgn sampai ada yg fake,jgn sampai ada orang tertipu kawasan berkualitas, baik batik, makanan, dll harus ada apresiasi bagi yg melakukan upaya pengelolaan2

Pecinan biasanya identik dengan permukiman yg eksklusif dan tertutup. Tetapi di Lasem terlihat jelas adanya akulturasi berbagai budaya. Apakah dgn akulturasi tersebut, karakter eksklusif Lasem menjadi berkurang? Dapatkah hal itu ditunjukkan secara spasial?

olah desain arsitektur mencari nilai dan keunggulan pemanfaatan apa yg tepat siapa pemiliknya olah desain fisik utk dikembangkan jgn sampai ada bangunan yg dipindahkan biarkan lorong2 apa adanya, khas lasem hidupkan rumah2&bangunan2nya komprehensif semua issue

Ada rumah dg percampuran macam2 budaya. Rumah 8 meter, kayunya juga 8 meter Ada yg spt rumah cina Ada yg tinggi sekali, rumah gedongan Yg dtg ke lasem adl Cina nelayan, maka ada klenteng ibu Karakteristik tersendiri, beda dg pecinan Semarang Masuk sejak austronesia

Cina nelayan sama gak dg cina priyayi? Karakternya, juga hunian&lingkungannya Pecinan serpong sama dg pecinan lasem. Layoutnya sama. Tp yg di serpong, plafon lbh rendah. Bhn kayu nangka, dimensi 3,5m. Bukan 3x3 spt umumnya ruang2 di arsitektur Lasem klhtn kokoh bgt


Perlu melihat lasem dr byk aspek Perlu pemikiran komprehensif Dr sisi ekonomi, struktur, dst

Mengerucutnya pd kepemimpinan Shg bisa diolah scr holistik

Tips Menulis Memoir (2)

Tips Menulis Memoir (2)



Baca juga : 
Tips Menulis Memoir (1) 

Tips Menulis Memoir (3)

Ini lanjutannya ya..

7)  Ingat bahwa memoir, seperti novel, dibaca untuk hiburan
Memoir bukan non fiksi, tapi butuh ketrampilan kreativitas penulis. Selalu ingat  pembacamu. Jangan fabrikasi, buat sesuatu yang unik, menarik, dan relevan dengan premis-mu.

Bagus untuk fair terhadap semua orang dan kejadian dalam hidup,  tapi saat menulis untuk publkikasi bukanitu yang penting. Satu-satunya yang harus diperlakukan dengan fair/adil adalah pembacamu.  Jika pembaca tidak tertarik membaca dua bab tentang pamanmu, jangan taruh itu di buku. 

8) jangan abaikan media sosial
Ada banyak grup online tentang banyak hal hari-hari ini.  Ada ratusan grup facebook yang juga baca buku yang sama dengan kita, atau tertarik dengan memoir sejenis yang kita tulis.  
Untuk penyakit atau trauma tertentu, ada banyak support grup. cari dan bikin kontak, terhubung dengan mereka. Jangan  terpaku pada sesuatu yang off. Grup  kadang ada bully-an. Kalau tidak menemukan pembaca atau bantuan dari sana, move on.

Satu hal terpenting yang kita butuhkan sebelum publish adalah terhubung dengan kmunitas online yang tertarik dengan niche/cerukmu. Kunjungi dan komentar di blog, vlog, podcast orang-orang yang tertarik dengan bidangmu yang bisa membantumu masuk ke komunitas dengan possible readers alias calon pembaca potensial.

9)Cari Publisher kecil dan regional/daerah
Penerbit nasional mungkin tidak tertarik dengan cerita dari daerah kecil, tapi publisher lokal mungkin tertarik. Kita tidak perlu agent untuk bisa mendekati kebanyakan penerbit reginal dan lokal. 

10) Jangan berharap pembaca atau audience besar untuk jurnal medis
Jika teman atau saudaramu punya penyakit serius, menuliskan pengalamannya  akan berguna bagi penderita yang sama. Tapi tidak untuk publik.
Kamu harus cari dan dapatkan  orang-orang tersebut melalui forumonline, blog. Dan ingat, meskipun cerita sedih, tapi tulis dengan cara yang bisa dinikmati, enjoyable. 

11) Tulis pengalamanmu dalam blog

Semua penulis non fiksi, utamanya  para penulis memoir, memulainya dengan blog.
Memoir butuh dituis seperti novel. Tapi kehidupannyata tidak punya arc story atau alur cerita, compeling dialog atau dialog bernas, dan good pacing alias ritme dan jeda yang bagus. Artinya kita harus mengolahnya agar sebuah cerita tercipta, dibandingkan membuat cerita yang terstruktur seperti sat kita membuat novel.

Hal-hal ini bukan masalah dalam blog. Kebanyakan yang dibaca online adalah non fiksi. dan pembaca suka cerita yang dibuat dengan hati.
Blog dibuat untuk esai personal. Dengan ilustrasi. Artinya blog bisa menjadi carapaling efektif untuk menuliskan memoirmu. Selanjutnya kita bisa megubah dari blog tu menjadi buku yang terdiri dari koleksi kumpulan esai dengan pembaca yang sudah tercipta. 
Ketika kita menyelesaikan memoir, atau dalam tahapan polesan final, kita bisa menggunakan segmen buku di postingan blog dan menambahkan banyak foto. Yang bisa jdi magnet bagi pembaca blog.

12) Jangan melompat pada proses  self publishing sebelum buku dan dirimu siap
kecuali kamu hanya menulis untuk cucu dan  anak-anakmu, tak ada salahnya  tapi jelas niatnya. 
kita butuh menjadi penulis yang accomplished sebelum berharap yang bukan keluarga membacakaryamu. Bahkan editor paling terlatih tidak bisa mengubah seri kenangan menjadi nasai yang kohesif.

Catatan: Ada beberapa ghost writer yang spesialis memoir,jadi jika kamu ingin ceritamu jadi bentuk buku tapi kamu tidak ingin jadi penulis profesional, kamu dapat minta bantuan nya. banyak layanan editing menawarkan ghost writing - memang lebih mahal daripada sekedar editing- tapi pantas harganya jika kamu tidak menikmati proses menulis.

13) Berpikir di luar buku, think outside the book
Penulis pemula kadang membuat kesalahan dengan melompat ke opus buku panjang . Lebih cerdas dan mudah untuk memulai dengan potongan-potongan kecil dari non fiksi kreatif yang biasa disebut sebagai esai memoir.

Catat bahwa meski buku memoir panjang susah dijual tapi ada pasar besar bagi esai non fiksi kreatif.

Kamu bisa memasarkan esai personal pendek lewat majalah, antologi, jurnal, website, blog, dan kontes.  Kamu bangun platform dan hasilkan uang. Majalah dn blog yang berorientasi nostalgia adalah venue hebat untuk cerita-cerita keidupan dari masa lampau. Jurnal dan website tertentu fokus pada hobi, hewan peliharaan, disablities, veteran dll yang selalu mencari pembaca. 
Ini juga bisa memberikan kita nilai/kredit penerbitan/publishing, dan kita tidak harus butuh tahunan untuk meraih audeince.

Selagi  mengerjakan memori, kita bisa punya banyak material yang sudah ditulis. dengan sedikit cubitan yang greget, kutipan kita bisa menjadi esai personal yang dipublikasi.

Berita bagusnya adalah potongan-potongan pendek itu dibayar. Lihat ada banyak antologi chicken soup series. 
Aku punya beberapa antologi chicken soup stories. Di antaranya ada: 
Titik Balik
Crazy Moments
Lagu Opick Inspirasiku
Wanita Era Digital
Bicaralah Perempuan
Lovely Lebaran Serendipity
Wujudkan Mimpimu
Para Guru Kehidupan
Selaksa Makna Ramadan
For The Love of Mom
Storycake For Ramadan
Undimensioned
Bilakah Tuhan Jatuh Cinta
Pondok Comblang
Setan 911
Balita Hebat
Masa Kecil Tak Terlupa
Detik Demi Detik
Berjalan Menembus Batas
Storycake For Mompreneur
Storycake Keajaiban Rejeki
Karena Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu
Hot Chocolate For Broken Heart
Storycake Nikmatnya Bersyukur 
101 Perempuan Berkisah
Hebohnya Emak-Emak
Travinspira

Jika kita menulis antologi bareng penulis terkenal, kita bisa ikut terkatrol lebih cepat dibandingkan nulis buku solo. Seperti waktu aku nulis antologi Berjalan Menembus Batas bareng bang Ahmad Fuadi penulis Negeri 5 Menara. 

14) Jangan takut dan khawatir
Saat menulis memoir, poles ketrampilan menulis kreatifmu, bangun platform, dan pikirkan perhatikan pembacamu. Cara ini menghindarkan kita dari rasa takut dan khawatir. Ada beberapa  penulis yang juga sukses dengan self publishing, menerbitkan memoir mereka sendiri. 




UPCOMING EVENT

Oh ya, insya Allah juga akan ada workshop atau kelas webinar Writerpreneurship di Era New Normal 29 Juni 2020 nanti. 




Selamat menikmati perjalanan menulismu!

Self Love and Support System

Self Love and Support System


Ada masa di mana kadang kadang kita merasa goyah, gak yakin tentang hidup, dan segala sesuatu yang melingkupinya. Bahkan mungkin sepo, tidak bisa merasakan apapun. Berjalan seperti zombie, mayat hidup yang tak punya arah. Mati tak mau, hidup segan.

Orang orang acapkali menasihatkan hal yang serupa. Kembalilah pada agama, berdzikir, wirid, ingat pada Allah, berdoa, ibadah, sholat, mengaji dan seterusnya.
Dan beberapa kita kadang menerjemahkan pesan dan nasihat ini secara leterleks, mengaji, berdoa dan sholat. Padahal di dalam kandungan anjuran itu, hakikatnya ada sesuatu yang lebih dalam yang harus kita gali.

Kembali kepada Allah, juga berarti kembali kepada diri sendiri.

Man arofa nafsahu fa qod arofa robbahu. Barang siapa mengenal dirinya sendiri, maka ia akan mengenal Tuhannya.

Dan bagaimana mungkin kita bisa mengenal diri kita sendiri dengan baik, jika kita tidak mencintai diri sendiri.  Self love

Tanpa mencintai diri sendiri, akan terjadi neglect pengabaian, denial penyangkalan, dan bahkan hatred pembencian.

Kenapa sebagian orang lupa melakukannya?
Mungkin karena belum sampai padanya pengetahuan tentang pentingnya hal ini
Kenapa sebagian orang sulit melakukannya?
Mungkin karena dia belum tahu caranya.

Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya.
Kekuatannya, kelemahannya, potensimya, halamgamnya, keterbatasanmya, dan juga bahkan support system yang dia punya.  Yang bersama support system itu, dia bisa terbantu melewati masa masa sulit dalam kehidupannya, menyembuhkan luka lukanya, memdapatkan kembali semangatmya, menetapkan ulang tujuan hidupnya, dan pelan pelan  bangkit lagi lalu melangkah menapaki jalur kehidupannya yang khas dan unik, yang tidak bisa dobandingkan dengan jalur orang lain, melalui rintangan rintangan yang ada, untuk mencapai tujuan tujuan yang telah dia tetapkan kali ini dengan puguh, yakin dalam lindungan hidayah inayah pertolongan Allah  sampai akhirnya mencapai kebahagiaan kesuksesan keberkahan dunia akhirat.

Support system bisa berupa keluarga, teman teman, sahabat, saudara, pasangan, bahkan anak anak kita. Komunitas, perkumpulan, peer group, lingkungan kerja, maupun  lingkungan lainnya bisa menjadi support system yang berarti

kadang di persimpangan, kita kerapkali mengalami kekecewaan justru yang berasal dari diri sendiri maupun support system yang kita kira mendukung kita. saat saat kebimbangan ini meminta kita duduk, berhenti sebentar, re-orientasi diri lingkungan dan hidup. apakah memang ada toxic racun dalam diri kita yang perlu dikeluarkan, apakah ada toxic racun dalam support system kita yang perlu kita tinggalkan.

Tentu saja sulit rasanya jika kita harus melepaskan hal hal yang mengandung banyak kenangan indah dan harapan harapan tinggi. Namun hidup harus memilih karena hidup adalah pilihan. apakah kita akan  bertahan selamanya dalam situasi yang menyesakkan dan diam diam malah menghancurkan kita dari dalam.  ataukah kita dengan ikhlas merelakan dan melepaskan hal hal yang tidak lagi ada dalam jangkauan kita, tak bisa lagi kita kendalikan, untuk kembali pergi menemukan muara mereka  sendiri, senyampang itu kita pergi demi membuat diri kita menemukan muara kita sendiri yang penuh love kecintaan, compassion kasih sayang, dignity  keprawiraan,  respect kehormatan, dan mungkin support system baru yang lebih energizing meningkatkan energi baik dan positif kita, mendukung dengan ikhlas tanpa menggunting dalam lipatan,

pada akhirnya diri dan kehidupan kita akan melalui berbagai tahapan dari waktu ke waktu. sebuah keniscayaan yang tak bisa lagi kita hindari.  dengan self love dan support system, kita insya Allah akan bisa melewati semuanya dengan lebih ringan dan mudah.


Peran Santri Dalam Film

Peran Santri Dalam Film

tadi sore karena barengan antara zoom rentang lasem oleh GNI dengan zoom peran santri dalam film oleh futuhiyah, jadi baru sempat nonton rekamannya sekarang. sineas nurman hakim lagi2 kalau nyontohin ya film masterpiece-nya 3doa 3 cinta, padahal ada film2nya yg lain juga.

kang nurman hakim ngritik, dulu mondok di al anwar, punya radio saja gak boleh.

untung gus dur dorong serta memberi contoh pada para santri untuk berkesenian dan berkebudayaan


UU pesantren punya 3 area: dakwah, pendidikan dan pemberdayaan. film bisa menjadi media dakwah, pendidikan sekaligus pemberdayaan. apalagi bbrp ulama sepuh melihat manfaat film Jejak Langkah Dua Ulama, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari, bagi para santri

santri perlu diedukasi, bukan hanya apresiasi tapi juga making film santri harus bisa menyerap perubahan,agar tidak dilindas oleh jaman. nilai2 lama tdk akan mudah hilang, tergantikan dg nilai2 baru. apalagi jika santri bisa mentransformasikan nilai2 lama mjd lebih konstekstual

Novel Debut The Eight Stranger Things

Novel Debut  The Eight Stranger Things




Draft pertama yang ditulis di word sih berjudul Dzaka.
Lalu novelnya diberi judul The Eight Stranger Things


Pertama kali  ditulis saat ada lomba di  sebuah platform online cerita pada akhir tahun lalu yang mengharuskan cerita terinspirasi atau based on characters di mobil legens. Saat itu K-San berhasil menulis separuh lebih dari keseluruhan naskah. Namun karena terhalang test pada akhir semester sekolah, maka penulisan terpaksa berhenti.

Masa pandemi corona yang mengharuskan stay at home dan belajar di rumah,menyebabkan K-San kembali punya waktu untuk menyelesaikan naskahnya. Dan alhamdulillah pada akhir Ramadkan, persis sebelum hari raya Idul Fitri, novel ini selesai dituliskan. 

Berikut ini sinopsis singkatnya
Sukirman adalah orang yang bosan hidup. Kehidupannya biasa biasa saja.

Namun, kehidupan monoton itu berubah ketika ia didatangi Valir, Layla, dan Hanabi dari Mobile Legens. Mereka mengatakan bahwa Sukirman harus memimpin mereka menemukan delapan barang konyol. Mereka juga mengatakan bahwa Sukirman akan memimpin mereka mengalahkan Dzaka Sang Penghancur.

Mampukah Sukirman Memimpin mereka? 

Mampukah para hero hero ini membawa Sukirman ke kehidupan yang bergejolak?


Ada beberapa calon cover yang musti dipilih. Dan nama penulis, antara K-San dan Kasan Black, juga musti diputuskan mana yang lebih oke. 

Wish us luck!

Menu