Colourful Journal for Beautiful Life

beautiful journal for colourful life

Jumat, 12 Juni 2020

Riset Etnografi Zoominar Leiden

Riset Etnografi Zoominar Leiden






riset etnografi

proposal awal: mass media & korupsi. stlh baca ratusan referensi selama 8 bulan, ternyata pembimbing kedua meminta wija utk ubah judul jadi etnografi newsroom 2 media kompas&SM
apa yg tjd pd media massa ktk tjd perubahan rezim SM tdk apple to apple dg kompas

akhirnya diubah jd etnografi kompas saja.

utk menentukan topik penelitian lewat proses stlh hasil diskusi, pemikiran dan terjun ke lapangan awal: diskursus dan perdebatan reog ponorogo mnrt islam. utk etnografi, pertimbangannya adl bisa gak akses ke data feasible utk collecting

awal: digital citizenship, berhbgn bgm korupsi diperbincangkan krn korupsi mengkhianati kewargaan stlh nulis kesimpulan direview,thn ke-4, pertanyaan berubah, sejauh mana gerakan anti korupsi online berhasil atau tdk. shg proses riset kembali ke awal, sirkular, hrs nulis ulang


yg didefinisikan pertama kali adl lapangannya itu mana, apa dlm hal ini sosmed ikuti langkah2 sosmed etnografi klo ada intensitas tindakan tertentu, dan ada koneksi satu antar lain, itu disebut lokasi. mengikuti orng di dunia online dan offline, dua2nya diteliti, konektifitasnya


stlh rumusan masalah (apa kepentingan ramainya dakwah di tv bhkn yg ownernya non muslim) mengamati produksi aa gym sbg cikal bakal, krn byk yg mengikuti stlhnya. kontak ke ustadz YM, mamah dedeh dst bangun koneksi dg PH jd partisipant observation di warteg masjid, kios2,dst


bgm muslim menonton ustadz2 dan dakwah tv yg penting dilakukan:bangun kedekatan,emerging/ menyelami dunia yg diteliti antropolog- tempat belajarnya adl di mana kamu meneliti ada faktor x dlm keberhasilan seorang peneliti kalau tdk dekat, tdk akan mendptkn rahasia2nya butuh waktu

catat setiap hari semua yg dialami transkrip semua interview dll analisis: trying to make sense the data butuh pisau teoritik pierre bordeaux ttg habitus apakah berubah, dlm hal apa saja, mengapa ideal praktis kompas masih sama, jurnalisme rasa filosofinya menulis n menginspirasi


kredo bhs jawa: ngono yo ngono, neng ojo ngono habitus: pengalaman masa lalu membentuk tendensi perilaku seseorang di masa sekarang, seringkali menubuh utk menuju argumen yg bisa dipertahankan butuh proses

sbg etnografer, bgm mengelola data tapi tdk menciderai responden? saat turun lapangan, jujur terbuka bhw kita peneliti dan sdg mengumpulkan data beasiswa ada 2 by project by institusi ambil sebagian tuition fee dari universitas

netnografi, premisnya dunia internet terpisah dr dunia nyata. semua data diambil dr internet pd awalnya dipakai utk riset marketing, riwayat branding yg berkembang kemudian stlh internet jadi 3E, sehari2, setubuh,sejiwa, pendekatan risetnya berubah mjd konektifitas online offline


hubungan kata dengan kata yg lain manfaatkan tools utk mengukur intensitas dll gmn jaga netralitas peneliti dg objek? kekuatan etnografi krn bs dengar suara subjek scr langsung saat mengumpulkan data,jd insider saat menganalisa,jd outsider tdk impose/mempengaruhi dlm menafsirkan

bisa terjadi kritik terhadap teori
meskipun kritik ini mungkin sudah pernah dilakukan orang lain dalam kasus yang berbeda


About the Author

dian nafi

Author & Editor

lulusan arsitektur yang suka jalan-jalan, menulis fiksi dan non fiksi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates