Suasana Ramadlan Dan Persiapan Lebaran

Suasana Ramadan dan Persiapan Lebaran


Hal-hal yang dirindukan dari Suasana Ramadlan Dan Persiapan Lebaran ya banyak banget.


Aku ingat dulu saat bulik bulikku masih padha muda dan belum berkeluarga, kami suka membuat kue kue sendiri untuk persiapan lebaran. Di ruang tengah rumah simbah yang luas, kami duduk melingkar atau kadang dengan posisi sesuka hati, tapi sambil membuat dan mengulen adonan  kami berbincang bincang akrab. Tentang apa saja. Ngalor ngidul lah.
Setelah adonannya jadi kami mencetaknya dengan cetakan atau ya menggunakan tangan untuk memlintir adonan jadi stick panjang kumis kucing, atau diisi abon lalu diditekuk alias mbungkus dan dicuili pinggirnya jadi pastel dan lain lain. Setelah itu adonan yang sudah dicetak dimasukkan oven. Biasanya menjelang maghrib, kue kue sudah jadi. Aku boleh ikut mencicipi sedikit setelah buka puasa. Yang lainnya dimasukkan ke dalam toples. Besoknya kami membuat lagi kue yang lain. Begitu terus sepanjang hari sampai sebelum tanggal 17 ramadlan. Karena setelah nuzulul quran semua bersiap untuk maleman alias sholat malam di sepuluh hari terakhir ramadlan, berdiam di masjid beberapa waktu lalu sholat lailatul qodar, njungkung nyuwun marang Gusti Allah.


Kok bikin kuenya banyak banget sampai bertoples toples? Karena tamunya simbah bnayak banget. Termasuk tamu tamu bulik bulikku dan keluarga kami di rumah besar otu.
Sejak bulik bulik berkeluarga, mereka membuat kue kue itu di rumah mereka masing masing, sedangkan ibu lebih memilih beli kue langsung jadi dalam toples di toko. Jadi kesenangan yang dulu kudapat saat persiapan lebaran itu tidak lagi bisa kurasakan. He he he



Kalau suasana ramadan yang kurindukan adalah sholat berjamaah di masjid, sholat garawih dan witir, yang sekarang tidak kulakukan karena lebih memilih sholat dalam rumah sebab ada pandemic corona.

Juga sholat lailatul qodar di malam tanggal ganjil ramadlan yang kemarin kemarin masih bisa dikerjakan   bersama sama di masjid. Bahkan sampai meluber ke jalan jalan dan alun alun demak. Tahun ini maleman terpaksa libur.

Rasa yang dulu khusyu sepanjang ramadhan juga kurindukan sekali.  Entah bagaimana kali ini kok serasa hilang. Hiks. Sedih banget.

Semestinya meskipun ada corona, dan melakukan semua ibadah di rumah  bisa tetap khusyu dan khudur. Tapi mungkin memang spiritualku baru low bat, ya gimana ya, musti ikhlas lillah. Ala kulli hal alhamdulillah. Masih diberi umur sehingga sempat mencicipi ramadhan, masih diberi kesehatan dan kekuatan sehingga bisa berpuasa, tadarus, tarawih, witir.  Semoga dengan rasa syukur, nikmat akan ditambah
 Aamiin aamiin ya robbal alamiin
Suasana Ramadlan yang juga bikin ribet tapi tidak bisa diabaikan adalah keriuhan mencari baju baju lebaran untuk anak anak, suami, saudara, keponakan  keponakan, orang tua dan mertua. Beuh itu bukan cuma menguras saku tapi menguras energi. Kadang kadang kita suka bajunya tapi nggak suka harganya. Ada yang harganya sesuai kantong tapi model atau bahannya kok gitu aja aja ya. Waduh ribet deh. Bisa bolak balik pasar dan supermarket dalam beberapa hari demi menemukan semua buruan belanjaan baju lebaran ini. Kadang kadang mengganggu kekhusyuan ibadah romadhan juga lho ini. Makanya suka mengambil celah waktu pas datang bulan alias haidl saat mau cari baju lebaran ini. Tapi kadang makin mendekati lebaran pilihan koleksinya mulai habis dan harganya semakin tinggi. Dilema banget tho. Untunglah di masa pandemi corona kita gak bisa keluar rumah, jadi gak ada lagi aktifitas ribet cari baju lebaran.  Hu hu hu tapi gak ada sholat idul fitri sedih juga ya. Hiks hiks


Kalau kalian, apa yang kalian rindukan dari suasana ramadlan dan persiapan lebaran?

Ada Anak Bertanya Pada Ibunya

Ada Anak Bertanya Pada Ibunya
Berkah Ramadhan, Tadarus dan Tarawih



Tadi petang, saat anak perempuanku terlihat malas-malasan untuk sholat tarawih dan malah duduk mojok dekat pintu keluar (yang sinyal internetnya justru kuat di tempat itu), aku pelan-pelan mendekatinya. 

Nok, kata orang ramadhan itu kayak kepompong, yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu. 
Dia tertawa kecil, mengalihkan sejenak pandangannya dari gadget dan mencibirku yang duduk setengah jongkok di depannya. 
Perumpamaan yang aneh, komentarnya. 
Iya, memang gitu yang kudengar. Kita menjadi lebih baik karena ramadlan menyediakan latihan-latihan. 

Dia kembali asyik dengan game ponselnya.

Pernah dengar lagu Bimbo ini belum?
Dengan suara fals aku bersenandung lirih, takut kedengaran adik perempuanku (buliknya anak-anakku yang suka mencemooh kalau mereka lagi down atau tidak semangat)

Ada  anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar-lapar puasa.

Belum pernah dengar. Tapi aku tahu jawabannya, sahut anakku cepat, mencegatku menyanyikan larik berikutnya.

Apa tuh? responku menanggapi sungutannya yang tajam.

Supaya kita tahu rasa laparnya orang-orang susah.
Kalimat-kalimat berikutnya tidak begitu jelas kudengar karena dia mengucapkannya sambil ndremimil pelan hampir tidak kentara suaranya. 

Ada Anak Bertanya Pada Ibunya, ya kan bapaknya sudah nggak ada, lanjutku bersenandung lirih dan sekaligus berseloroh untuk memancingnya agar sedikit memperhatikanku. 

Berhasil. Kepalanya sedikit mendongak ke arahku. 


Ada anak bertanya pada ibunya, buat apa berlapar-lapar puasa. 
Ada anak bertanya pada ibunya, tadarus tarawih apalah gunanya.

Suaraku agak ketinggian, jadi larik berikutnya nada sedikit kuturunkan.

Lapar mengajarmu rendah hati selalu
Tadarus artinya memahami kitab suci.
Tarawih mendekatkan diri pada ilahi 

Dia tampak tidak mendengarkan. tapi beberapa menit berikutnya aku tahu sesungguhnya dia memerhatikan dan tersentuh. 

Aku melanjutkan senandungku yang fals.

Lihatlah langit keanggunan yang indah
Membuka luas dan anginpun semerbak
Nafsu angkara terbelenggu dan lemah
Ulah ibadah dalam ikhlas sedekahLapar mengajarmu rendah hati selalu
Tadarus artinya memahami kitab suci.
Tarawih mendekatkan diri pada ilahi 

Akhirnya dia bangkit berdiri dan mengambil wudlu. Alhamdulillaaaah.

Terima kasih Bimbo.

PKM Pelaksanaan Karantina Wilayah Hadapi Covid-19

PKM Pelaksanaan Karantina Wilayah Hadapi Covid-19

Gubernur Ganjar Pranowo Minta Aparat Lebih Tegas Terapkan PKM di Kota Semarang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang telah sampai di hari ke tiga. Namun, kesadaran masyarakat untuk mendukung program itu masih sangat rendah.


Gubernur Jateng Sidak Posko PKM di Kota Semarang

Mulai 27 April, Kota Semarang Berlakukan PKM Non PSBB
Nek sampean ora gelem nganggo masker, ora iso jaga jarak, ora oleh dagang maneh lho (kalau tidak mau pakai masker dan tidak jaga jarak, nanti tidak boleh berjualan," tegas Ganjar

Kota Semarang telah menerapkan sistem PKM.

Memang ada perubahan setelah penerapan PKM. Namun di beberapa titik, masih menemukan masyarakat berkerumun dan tidak memakai masker. Melihat hal itu, Ganjar langsung turun dan memberikan edukasi.

Hal itu terlihat saat Gubernur Jawa Tengah ngabuburit sepedaan keliling Kota Semarang. Sambil menunggu waktu berbuka,

Pemprov Minta Pemkot Semarang Lebih Tegas Terapkan PKM

Tim Gabungan PKM Kota lakukan Penyekatan Di Perbatasan


Hendi, Wali kota Semarang Tinjau Dapur Umum di hari Kedua PKM Di Kota semarang




Catatan Dari DEMAGZ EXPO

Catatan Dari  DEMAGZ EXPO




catatan ini tentu saja dari event Demagz Expo saat sebelum adanya pandemic corona yang mengharuskan kita terus berada dalam rumah. Stay at home. 

Seperti biasa setiap satu tahun sekali, Kota Demak mengadakan pameran yang menampilkan produk-produk karya dan buatan orang-orang lokal. Dulu pernah sekali Hasfa Group memiliki stand sendiri untuk memamerkan terbitan-terbitan buku-buku dan juga produk-produk merchandise-nya, namun tahun berikutnya kami memanfaatkan satu booth stand itu sekaligus memamerkan produk gamis juga fashion dari sepupu-sepupuku. Jaganya bisa gantian, dan biaya sewa bisa ditanggung bersama-sama. Lebih ringan. Gitchuuu..

Nah, tentu saja kami melakukan berbagai strategi agar booth pameran ini menarik sehingga banyak yang berkunjung dan melakukan pembelian. 
Berikut ini ada beberapa tips desain booth dan stand pameran agar performance-nya oke. 

1. Pencahayaan

Beri pencahayaan  yang mengarah ke  item produk yang di tampilkan. 
Beri beberapa lampu yang digunakan secara efektif untuk menyoroti bagian utama dalam booth.


2. Beri Ruang Terbuka

Beri 
akses ke dalam booth. Sirkulasi yang cukup  lebar. Beri ruang agar leluasa bergerak di sekitar booth.


3. Penggunaan Warna yang Mencerminkan Produk

Beri sentuhan warna booth dan stand pameran yang memiliki satu tema warna produk yang ingin di tampilkan. Sehingga terlihat nilai artistik pada booth.


4. Produk yang Menyatu dengan Tampilan Booth

Seperti permainan warna, buat tampilan booth sehingga bisa menyatu dengan tampilan produk. Misalkan dengan menambah aksesoris pendukung.


5. Tampilkan Produk dengan Dibuat Tingkatan

Seleksi produk-produk, mana saja yang menjadi primadona. Beri tingkatan pada display booth, sehingga memudahkan para pengunjung melihat-melihat produk.


6. Jangan Terlalu Banyak Menampikan Produk

Meskipun sudah memposisikan tempat tampilan dengan baik dan ruang cukup. Jangan memberikan terlalu banyak pilihan produk di satu tempat tampilan, agar menghindari kesemerawutan.


7. Berikan Suasana Ceria dan Bersahabat

Beri pelayanan dengan murah senyum dan ramah tamah. Jangan sampai terlihat ada yang terlihat muka bosan dan hanya duduk-duduk saja, buatlah lebih hidup booth.


8. Kesan Pertama Booth

Buat agar booth mendapat kesan pertama yang baik. Walaupun dari jarak jauh booth sudah terlihat menarik.


9. Tampilkan produk berkualitas tinggi

Jangan berikan kesan kepada pengunjung betapa murahnya produk. Walaupun produk  lebih murah dari saingan, buatlah lebih menarik dalam penampilannya. Misalnya dengan memberikan pelindung atau pembungkus agar terlihat produk lebih eksklusif










Dari Redaksi DeMagz


Dari Redaksi DeMagz





Demikian tagline yang kami usung di  tahun ini.

Roda takdir membawa kehadiran De Magz ke tengah–tengah kita.

Mengutip ungkapan mas Prie GS, kita ini sesuai titahNya saja. da di dunia dengan sebuah tugas, dan semua itu kan mandat. Mungkin suatu masa kita menjadi ustadzah di pesantren, suatu waktu menjadi arsitek di proyek, suatu hari menjadi penulis atau penerbit, suatu ketika duduk bersama orang-orang kreatif membahas pro-bono movement. Ah, tentang pro-bono ini akan kita bahas khusus suatu ketika nanti.

Opo njuk kita resah?
Gelisah?
Kenapa aku di sini, kenapa aku tidak di sana?
Please, Stop!

Terkadang kedudukan bisa melenakanmu. Korupsi dan segala macam kebusukan bisa saja mengalihkan asal mula perjuangan yang dulu berangkat atas nama rakyat.

Jadi ambil hikmahnya.
Semua itu mandate (dariNya).
De Magz demikian juga.
Semoga kehadirannya MENGGERAKKAN kita semua untuk BERINOVASI bersama DEMAK tercinta ini.



Cara Pengiriman Naskah

Majalah DeMagz menerima naskah dari kontributor.

Silakan kirim naskah ke alamat email: demagzcie@gmail.com atau wa 081328767574

bit.ly/naskahdemagz
dengan subject email: DeMagz_Nama_Jenis Naskah/Artikel

Ada 1 buku untuk tiap kontributor  yang naskahnya dimuat.

Berikut jenis artikel/tulisan yang ada di DeMagz:
1. Surat Pembaca
2. Editorial Utama/ Aktual (1-3 halaman A4)
3. Profil /Tokoh (1-3 halaman  A4)
4. Cerpen (3-6 halaman A4)
5. Bisnis (1-3 halaman A4)
6. Puisi
7. Enterpreneurship (1-3 halaman A4)
8. Sekitar Kita  (1-2 halaman A4)
9. Cerbung (20-30 halaman A4)
10. Travelling (1-3 halaman A4)
11. Kuliner (1-3 halaman A4)
12. Ilustrasi/ Sketch/ Fotografi
13. Hikmah (1-3 halaman)

Selamat menulis!

Apresiasi Literasi Dari Pemkab Demak

Apresiasi Literasi Dari Pemkab Demak


Hampir tengah tahun 2016 saat  mendengar ada penyerahan apresiasi literasi bagi pegiat literasi di Demak,  kayak Mei sekarang ini, aku sedang ada di luar kota, luar negeri malahan. Waktu itu ke Singapura, setelah mengisi sharing kepenulisan di komunitas kepenulisan Batam antara sela-sela perjalanan.

Agak sedih kenapa kok justru ketika aku sedang tidak berada di rumah ketika event semacam awarding night ini diselenggarakan. Dan waktu itu jujur saja, dalam hati kecilku, lho kok aku enggak ikutan dapat award-nya. He he he. 

Ternyata kesempatanku mendapatkan apresiasi literasi dari Bupati dan  Pemkab Pemerintah Kabupaten Demak adalah di tahun berikutnya, tahun 2017. Alhamdulillah tsumma alhamdulillah. 




Aku diundang ke pendopo kabupaten Demak dan mengikuti serangkaian acara awarding night malam itu. Ada talkshow tentang literasi, juga pemberian bantuan bagi daerah dan desa-desa yang telah bergiat dalam literasi demi pengembangan serta  inovasi selanjutnya.

Terima kasih pak Bupati dan Pemkab Demak, Perpustakaan daerah Kabupaten Demak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta penghargaan ini. Semoga semakin menumbuhkan semangat kita untuk terus menggiat tumbuh kembangkan literasi di kota tercinta kita.

Aaamiin aamiin ya robbal alamiin. 

Startup Yang Hits di Masa Pandemic Corona

Startup Yang Hits di Masa Pandemic Corona



Ada sektor-sektor bisnis startup yang makin moncer di masa pandemic corona. Platform-platform kesehatan online seperti Halodoc tambah populer karena membantu publik yang butuh konsultasi dan diagnosis online.

Karena itulah kemarin aku submit ide startup semacam Halodoc tapi healers, jadi punya maksud menyediakan para healers yang membantu orang-orang dalam mengatasi kecemasan, anxiety, kegelisahan dan stress nya ketika mereka tidak bisa ke mana-mana, sampai dengan memberi panduan menuju healing dan penyembuhan psikis, mental dan jiwanya. 

Bukunya yang sudah ada di tangan dan bisa menjadi salah satu merchandisenya adalah buku bengkel jiwa terbitan hasfa publishing dan how to reset your life terbitan grasindo. Keren kan idenya. Seharusnya bisa langsung eksekusi nih. yuk kapan.


Bisnis e-commerce juga hits di di masa pandemi Covid-19 sebab masyarakat di rumah saja sehingga tidak bisa berbelanja  langsung.

Aplikasi dari Startup Collaboration Tools seperti Zoom dan GotoMeeting juga makin banyak penggunanya.

Platform TaniHub dan agricultural lainnya serta startup sektor education technology alias edutech seperti Ruangguru, Zenius pun makin banyak yang melirik.
Bahkan setelah pandemi covid-19 berakhir, sepertinya startup-startup ini tetap akan berjaya sebab kita ada di new normal life with online habit and relay life style. 

Megengan, Dugderan, Baratan, Dandangan

Megengan, Dugderan, Baratan, Dandangan






Gambar














Indonesia dikenal keragaman budaya dan tradisi. Baik tradisi adat maupun tradisi religi seperti budaya jawa terutama umat islam sejak dulu mengenal istilah Megengan setiap sambut bulan suci Ramadan berbagi sekaligus saling memaafkan agar ibadah puasa lancar

Ada netizen yang berseloroh, tersebab pandemi corona, menjelang Ramadlan 2020 ini semua mendadak semua menjadi Muhammadiyah. Tidak ada kenduri megengan malam Ramadhan. Tidak perlu membawa ambengan ke langgar dan masjid. Tidak ada nasi berkat yang dibawa pulang.


Megengan
Megengan tradisi masyarakat jawa pada umumnya khususnya di jawa tengah, jawa timur, dan yogyakarta dalam menyambut bulan Ramadhan, megengan diambil dari bahasa Jawa yang artinya menahan. Ini merupakan suatu peringatan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan
Megeng berarti menahan diri. Mengenali jati diri. Terkendali di jalan Ilahi. Megengan wujud syukur menyambut bulan Ramadhan suci, dg silaturahim & memaafkan. Tersimbol dalam ritus kue ‘afwan. Lisan Jawa jd apem

tiap menjelang Ramadan ada tradisi ‘punggahan’ atau ‘megengan’. Tiap rumah bawa makanan ke masjid/musholla buat didoain bareng. 

Megengan ala covid-19. Didongani sendiri, diantar ke tetangga satu per satu. biasane cukup dibawa ke musala...

Kue apem merupkyn simbol permohonan ampun untuk segala dosa & kesalahan yg pernah diperbuat. Kue Apem biasa dihadirkan dlm ritual 'Megengan'. Megengan dilaksanakan dlm menyambut datangnya bulan suci Ramadhan & sbg bentuk syukur atas nikmat yg diberikan oleh Allah SWT.


Megengan berasal dari kata dalam bahasa Jawa ‘megeng’ yang artinya menahan. Dalam konteks ini, megengan memiliki filosofi menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, amarah dan hawa nafsu lainnya yang tidak diperbolehkan selagi menjalankan ibadah puasa.

Masih belum diketahui secara pasti, sejak kapan tradisi ini lahir dan mulai berkembang di masyarakat. Menurut Prof. Dr. Nursyam, M.Si, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya, ada dugaan kuat bahwa tradisi ini diciptakan oleh para Wali Sanga, khususnya Kanjeng Sunan Kalijaga.



Wali sanga memang dikenal ramah dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Mereka banyak menggunakan cara-cara simbolik yang dekat dengan budaya masyarakat saat itu. Tradisi megengan sendiri disinyalir merupakan akulturasi antara budaya yang kental dengan masyarakat Jawa dan ajaran Islam.

Alasan wali sanga menggunakan akulturasi budaya dalam proses dakwahnya adalah, karena di masa-masa awal penyebaran agama Islam di Nusantara, masyarakat masih sangat kental dengan beragam tradisi yang sudah mengakar kuat dalam kehidupan mereka.

Jika Islam diajarkan secara frontal, dikhawatirkan masyarakat akan menolak kehadirannya. Di situlah bukti kreativitas wali sanga. Mereka sangat piawai membungkus dakwahnya dengan berbagai hal yang dekat dengan masyarakat.

Begitu pula dengan megengan yang dibungkus melalui tradisi upacara atau slametan yang sudah umum berkembang di masyarakat kala itu. Bila ditilik lebih jauh simbol-simbol yang ada dalam tradisi tersebut, makna sebenarnya adalah, “Melakukan persiapan secara khusus dalam menghadapi bulan yang sangat disucikan di dalam Islam



, menurut Riyadi, dosen pendidikan sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa), tradisi megengan lahir pada masa Kerajaan Islam Demak berkuasa, sekitar tahun 1.500 Masehi. Saat itu, tradisi ini berupa slametan atau kenduri.

Tradisi kenduri sudah ada jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia. Namun, dalam megengan, kenduri dibarengi dengan kegiatan doa bersama yang ditujukan untuk keluarga dan nenek moyang yang sudah meninggal. Untuk waktu pelaksanaannya, biasa dilakukan pada minggu terakhir bulan Sya’ban, menjelang masuknya Ramadan.

Megengan biasanya digelar di masjid atau langgar setempat. Setiap warga yang tinggal di sekitar langgar membawa nasi beserta lauk pauknya (Jw: sego berkat) untuk di makan bersama. Dalam prosesinya, ada satu makanan khusus yang tidak boleh absen dari tradisi megengan, yaitu kue apem.

Kue yang terbuat dari tepung beras itu, menjadi menu wajib dalam upacara tersebut. Kue apem merupakan simbol peremohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala perbuatan dosa yang pernah dilakukan selama setahun lalu.

Berdasarkan terminologi yang berkembang di masyarakat, apem berasal dari kata dalam bahasa Arab ‘afwan’ yang berarti maaf atau ampunan. "Dulu Apem menjadi makanan elit keraton. Ini bisa dijumpai pada Kerajaan Pajang. Kue berbahan dasar tepung beras ini menjadi kue wajib dalam penyelenggaraan Megengan,


tata cara prosesi megengan, sebelum kue apem dan sego berkat dimakan bersama-sama. Warga yang hadir biasanya membaca tahlil dan doa permohonan ampun terlebih dahulu.

Hal tersebut sesuai dengan tujuan megengan itu sendiri, yaitu agar manusia disucikan lahir dan batin dari segala dosa. Dengan begitu, warga bisa lebih tenang dan lapang dada dalam menjalani seluruh ibadah di bulan Ramadan.

Pemprov Jawa Timur akan menggelar megengan secara daring (online). Dalam kegiatan ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akan melakukan video conference dengan sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.

“Secara simbolik kami siapkan 1.441 apem. Karena tahun ini 1441 Hijriah. Sekedar penanda, karena apem itu ‘afwun, saling memaafkan. Sebelum Ramadan kita saling memaafkan

Megengan online yang diinisiasi oleh Pemprov Jawa Timur ini menunjukkan, meski dalam kondisi yang terbatas akibat pandemi Covid-19 pun, tradisi tetap bisa dilakukan. Perpaduan antara budaya tradisional dan teknologi komunikasi, ternyata tidak mengurangi substansi dari megengan itu sendiri.

Dugderan

Berbeda dari tahun sebelumnya, tradisi Dugderan di Kota Semarang digelar secara sederhana di Masjid Agung Semarang yang dikenal sebagai Masjid Kauman

Dugderan merupakan festival tahunan dari Kota Semarang yang diadakan seminggu sebelum bulan suci Ramadhan. Dugderan sudah dilaksanakan sejak tahun 1882 saat Semarang berada dibawah kepemimpinan R.M. Tumenggung Ario Purbaningrat. Sejak masa kolonial, perayaan dugderan dipusatkan di Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Semarang (Masjid Kauman) yang berada di kawasan Kota Lama Semarang dekat Pasar Johar.

perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama "dugderan" merupakan onomatope dari suara letusan)

membawa hantaran berupa kue replika masjid & berbagai makanan khas kemudian pembacaan halaqoh oleh Wali Kota Semarang dilanjutkan menabuh bedug tanda Ramadan

Biasanya ada acara warak ngendog
Kirab budaya warak ngendog ini biasanya diadakan sebelum bulan puasa+

warak ngendog itu merupakan hewan mitologi yang sakti
Sebagian besar warga Semarang hanya tahu Warak Ngendog sebagai mainan ukuran besar yang diarak menjelang dugderan. Padahal, nih, ada cerita seru di baliknya.Dugderan itu akulturasi antara budaya Arab+Jawa+Tionghoa untuk menyambut Ramadan.


Warak Ngendog sebenarnya pada zaman dahulu kala merupakan hewan mitologi yang sakti bagi warga Semarang. Bentuknya merupakan perpaduan antara kambing pada bagian kaki, naga pada bagian kepala, dan buraq di bagian badannya.

Warak Ngendog ini berasal dari paduan bahasa Arab Wara'i (Suci) dan Jawa Ngendog (Bertelur). Bentuknya merupakan perpaduan antara kambing pada bagian kaki, naga pada bagian kepala dan buraq di bagian badannya

Maskot ASEAN Schools Games XI 2019 bernama “Si Warak Ngendog” yang merupakan hasil adaptasi ikon Kota Semarang, sedangkan keris dengan balutan api menjadi logo resmi ajang ini. Unity (Persatuan), Spirit (Semangat Sportivitas), Respect (Saling Menghormati)

Warak Ngendog yg menjadi simbol multikultural yang akan diarak keliling Kota Semarang.


Ada Pasar Rakyat. kirab.


Truss biasanya di Semarang kalo perayaan dugderan tu pasti dikota macet bgt dimana manaa, tiap titik ada konser lah, ada acara kulineran lah, dan selalu ada festival parade gt yang nantinya orang orang jalan berurutan rame2 dg serba pakaian budaya semarang yg keren keren bgtt

biasane mlm dugderan pasti pasar johar buka pasar malem besar2an, permainan, kulineran, dan aq selalu menjelajah semua permainannya termasuk korakoraa, keinget betapa tahun lalu jerat jerit heboh numpak korakora

tiap tahun dugderan tdk pernah terlewatkan event itu cuman lihat2, hanya utk mengkeep masa kanak2 yg selalu beli mainan lemah2an', tenong, tampah dr bambu, dhandang dan wajan dr aluminium. Ah...dadi kelingan Simbah q.

Dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama "dugderan" merupakan onomatope dari suara letusan). "Dug" berarti bunyi yang berasal dari bedug yang dibunyikan saat ingin shalat Maghrib. Sementara "deran" suara dari mercon

Dugderan selain sebagai sarana hiburan juga sebagai sarana dakwah Islam.

Baratan

Baratan, Tradisi Masyarakat Jepara Menjelang Ramadan Kata “baratan” berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu “baraah” yang berarti keselamatan atau “barakah” yang berarti keberkahan. Biasanya, warga menggelar Baratan di pertengahan bulan Syaban dalam penanggalan Hijriah

Baratan merupakan sebuah tradisi berupa karnaval yang dilaksanakan 15 hari sebelum bulan Ramadhan di Kabupaten Jepara. Baratan secara etimologis berasal dari bahasa Arab yang bermakna berkah atau keselamatan. Tradisi Baratan erat kaitannya dengan sosok Ratu Kalinyamat, Bupati Jepara pertama. Oleh karena itu penyelanggaraannya dilaksanakan di Masjid Al-Makmur, Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Prosesi Baratan dimulai dengan Sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan dengan doa-doa kemudian Sholay Isya berjamaah. Setelah itu dilanjutkan dengan kenduri dan kemudian karnaval. Karnaval diikuti oleh berbagai kesenian seperti barongan, reog, dan barongsai. Turut ikut juga rombongan pasukan Kerajaan Kalinyamat serta Ratu Kalinyamat.

Biasanya, warga menggelar Baratan di pertengahan bulan Syaban dlm penanggalan Hijriah. Atau sekitar tiga - dua pekan menjelang #Ramadan
 Waktu pelaksanaannya berbeda, tergantung pada kesepakatan warga. Namun, persamaan waktu pelaksanaannya yaitu malam.
Gambar

nishfu sya'ban. di jepara ada baratan; arak-arakan Ratu Kalinyamat.

Ribuan warga antusias datangi lapangan Desa Banyuputih, Kaliyamatan Jepara, Jawa Tengah, untuk hadiri Festival Baratan. Dalam acara ini mengangkat tokoh perjuangan pahlawan Ratu Kalinyamat. Festival ini sebetulnya menyambut malam Nifsu Syaban
biasanya didahului doa di masjid dilanjutkan arak2an dg membawa lampion(impes)
Dari Baca Yasin, Bancakan Puli Hingga Pesta

 Dandangan

Gambar
Dandangan adalah tradisi peninggalan Sunan Kudus sejak 450 tahun lalu, yang dilakukan untuk menyambut datangnya awal Ramadhan. 


Menurut sejarah, nama ”dandangan” berasal dari suara beduk Masjid Menara Kudus yang berbunyi dang, dang, dang saat ditabuh untuk menandai awal bulan puasa.

Dandangan merupakan tradisi penyambutan Ramadhan yang berasal dari Kabupaten Kudus. Dandangan dipusatkan di Masjid Menara Kudus yang tak jauh dari Makam Sunan Kudus. Awalnya Dandangan adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para Santri dengan berkumpul di serambi masjid untuk menunggu pengumuman awal puasa dari Sunan Kudus. Kini Dandangan lebih seperti sebuah pesta rakyat berupa pasar malam dan kirab budaya.
  Bisanya menjelang Ramadan seperti sekarang ini, di Kota Kudus ada tradisi “Dandangan” tapi tahun ini kita semua sedang mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai covid19 dan #dirumahaja

Jelang Ramadan Kudus Gelar Kirab 10 Ribu Apem
Gambar


Jejak sejarah kota Kudus terekam dalam pergelaran Dandangan. Sekitar tahun 1549 H atau 450-an lalu, masyarakat berkumpul di depan Menara Masjid, menunggu pengumuman awal puasa Ramadhan dari Sunan Kudus

Menurut sejarah, ”dandangan” berasal dari suara beduk Masjid Menara Kudus yg berbunyi dang, dang, dang saat ditabuh untuk menandai awal bulan puasa. Tradisi ini sudah ada sejak sekitar 450 th lalu, masa Sunan Kudus (Syeikh Jakfar Shodiq) menyebarkan Islam di Kota Kudus

semua orang datang ke lokasi tersebut ada yg jualan ada yg belanja atau sekedar menikmati hiburan bersama keluarga

Kirab Budaya utk memeriahkan visualisasi Tradisi Dandangan dlm rangka Menyambut Ramadhan

Benang merahnya adalah Megengan, Dugderan, Baratan, Dandangan merupakan tradisi yang menerjemahkan hadits tentang Tarhib Ramadlan. 

Barangsiapa gembira menyambut Ramadhan, Allah haramkan api neraka menyentuh badannya. (HR Muslim)

Marhaban Yaa Ramadhan.
Tarhib Ramadhan. Bergembira menyambut bulan suci ramadhan

Tarhib artinya menyambut 
Ramadhan memang wajib disambut 
Disambut dengan riang gembira 
Ramadhan adalah tamu agung
Memuliakan tamu adalah karakter seorang muslim 



 

Menu