Langsung ke konten utama

Surveyor dan Enumerator, Apa Bedanya?

Surveyor dan Enumerator, Apa Bedanya?



Dulu aku pernah menjadi surveyor di perusahaan AC Nielsen selama beberapa tahun. Lumayan banget sih pengalaman ini, tidak menyangka akan menjadi pijakan yang berharga dalam karirku sebagai peneliti (yang baru kusesap belasan tahun berikutnya). Pernah diminta tolong oleh Muslimat NU juga untuk menjadi enumerator dalam proyek riset yang dibuat oleh Badan Anti Terorisme. 

Nah! Pasti ada juga yang bertanya-tanya, apa sih bedanya surveyor dan enumerator?

Surveyor dan enumerator memiliki peran yang berbeda dalam proses penelitian atau survei, meskipun keduanya sering bekerja bersama dalam pengumpulan data. Berikut perbedaannya:

Surveyor

  1. Peran Utama: Bertanggung jawab atas perencanaan dan pengawasan survei.
  2. Tugas:
    • Merancang kuesioner atau instrumen penelitian.
    • Menentukan metode dan teknik pengambilan sampel.
    • Mengawasi dan melatih enumerator dalam pengumpulan data.
    • Melakukan validasi dan pengecekan kualitas data yang dikumpulkan.
  3. Tingkat Keahlian: Biasanya memiliki pemahaman mendalam tentang metodologi penelitian dan statistik.
  4. Posisi dalam Tim: Biasanya berperan sebagai supervisor atau koordinator dalam survei.

Enumerator

  1. Peran Utama: Bertugas mengumpulkan data langsung dari responden di lapangan.
  2. Tugas:
    • Melakukan wawancara atau observasi berdasarkan kuesioner yang telah disiapkan.
    • Mencatat jawaban responden secara akurat.
    • Menjaga hubungan baik dengan responden agar data yang diperoleh valid.
  3. Tingkat Keahlian: Memerlukan keterampilan komunikasi yang baik dan ketelitian dalam pencatatan data.
  4. Posisi dalam Tim: Berada di tingkat operasional sebagai pelaksana survei.

Kesimpulan

  • Surveyor lebih fokus pada perencanaan, pengawasan, dan analisis data.
  • Enumerator lebih berperan dalam pelaksanaan dan pengumpulan data langsung di lapangan.

Dalam proyek besar, surveyor bertanggung jawab atas strategi dan kualitas data, sementara enumerator memastikan data dikumpulkan dengan benar sesuai prosedur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lessons from euro trip

lessons from euro trip   Some great inspiring values/lessons that I get from eurotrip: - dress well or go home - love walking -love bike -we responsible to our own garbage -on time -respect others -not judging -contribution for society -cooking by themselves -healthy lifestyle -enjoy life There's no compromise. Even one second. Bus will go on time. Train door will be closed on time. I am almost pinched by metro door. Fortunately there are some people succed to pull the door again to let me in. I still can feel that door on my face & cheek right now. I almost dead Just before metro comes, Ning ask me to take her pict. As usual, she isn't satisfied. She want me to take another shoot. Then I have not enough time to reach the metro. Ning puts me in trouble many times.But I'm trained to be managed by scorpio's flaws,so I survive Walking with spoiled girl is actually not my preference.There're some occasions where I have opportunity to hang out ...

Makna Lirik Folklore Taylor Swift

Makna Lirik Folklore Taylor Swift Taylor Swift mengeluarkan album Folklore yang berisi 16 lagu. Dia menciptanya selama pandemic covid-19 ini. Semua lagu di album ini bagus banget. Masterpiece dari seorang legenda. Taylor Swift is music industry, gitu menurut orang-orang. Menulis adalah cara Taylor Swift  melarikan diri ke dalam fantasi, sejarah, dan ingatan. Dia menceritakan kisah-kisah ini dengan kemampuan terbaiknya dengan seluruh cinta, keajaiban, dan imajinasi. urutan lagu dalam album the 1 cardigan the last great american dynasty exile my tears ricochet mirrorball seven august this is me trying illicit affairs invisible string mad woman epiphany betty peace hoax (bonus the lakes) Berikut lirik dan makna album ini dari berbagai sumber. the 1 Swift merefleksikan tentang kehilangan cinta dari orang yang sudah dianggap sebagai belahan jiwa. Ia juga mempertanyakan kalau saja situasi berbeda, apakah mereka masih bersama. [Ver...

Bulus dan Ekologi: Menyelamatkan Alam, Menyelami Makna

 Bulus dan Ekologi: Menyelamatkan Alam, Menyelami Makna Di tengah derasnya arus modernisasi dan pembangunan yang seringkali melupakan keseimbangan alam, Dian Nafi menghadirkan buku “Bulus dan Ekologi” sebagai ajakan untuk kembali menyadari hubungan sakral antara manusia dan lingkungan. Bulus — hewan air tawar yang sering dianggap biasa, bahkan diremehkan — dalam buku ini justru menjadi simbol kearifan lokal dan daya tahan alam. Ia menjadi cermin bagi manusia untuk belajar tentang kesabaran, ketahanan, dan keterhubungan dengan ekosistem . 🌿 Dari Mitologi ke Gerakan Ekologi Buku ini tidak sekadar menceritakan kisah tentang bulus. Ia menggali makna budaya, mitos, dan spiritualitas di balik keberadaan bulus dalam kehidupan masyarakat pesisir dan pedalaman Jawa. Melalui pendekatan antropologis dan ekologis, Dian Nafi mengajak pembaca memahami bahwa ekologi bukan hanya urusan lingkungan , melainkan juga tentang etika hidup dan hubungan antar makhluk. “Menjaga bulus berarti menjaga ke...