Langsung ke konten utama

Peluncuran Antologi Mahasiswa dan Dosen Universitas Sultan Fatah Demak di Book Fair Perwil Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah

 Peluncuran Antologi Mahasiswa dan Dosen Universitas Sultan Fatah Demak di Book Fair Perwil Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah



Pada tanggal 19 Februari 2024, panggung utama Book Fair Perwil Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah di Jl Sriwijaya 29a Semarang menjadi saksi peluncuran yang bersejarah. Universitas Sultan Fatah Demak dengan bangga mempersembahkan antologi hasil karya mahasiswa dan dosen mereka, yang merupakan buah dari kolaborasi dan dedikasi dalam pelatihan menulis yang dipimpin oleh Dian Nafi Hasfa Publishing and Institute.


Antologi ini tidak hanya sekadar kumpulan tulisan, melainkan juga sebuah wujud kebersamaan, semangat, dan kerja keras seluruh tim penulis. Dari proses pelatihan hingga terbitnya buku ini, setiap langkah dipenuhi dengan upaya untuk menciptakan karya yang bermakna dan berdampak.


Dengan bangga, Unisfat Press membawakan karya-karya ini kepada publik. Antologi ini menjadi bukti nyata akan potensi kreatifitas dan bakat menulis yang dimiliki oleh mahasiswa dan dosen Universitas Sultan Fatah Demak.


Peluncuran ini tidak hanya merupakan perayaan atas kesuksesan kolaborasi antar lembaga dan individu, tetapi juga sebagai momen penting dalam mendorong minat literasi dan mengapresiasi karya-karya lokal. Diharapkan, antologi ini akan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengeksplorasi dunia tulis-menulis.


Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini, semoga antologi ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju eksplorasi lebih dalam dalam dunia literasi.


Mari bersama-sama memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk karya-karya yang luar biasa ini, dan mari terus mendukung perkembangan literasi di Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lessons from euro trip

lessons from euro trip   Some great inspiring values/lessons that I get from eurotrip: - dress well or go home - love walking -love bike -we responsible to our own garbage -on time -respect others -not judging -contribution for society -cooking by themselves -healthy lifestyle -enjoy life There's no compromise. Even one second. Bus will go on time. Train door will be closed on time. I am almost pinched by metro door. Fortunately there are some people succed to pull the door again to let me in. I still can feel that door on my face & cheek right now. I almost dead Just before metro comes, Ning ask me to take her pict. As usual, she isn't satisfied. She want me to take another shoot. Then I have not enough time to reach the metro. Ning puts me in trouble many times.But I'm trained to be managed by scorpio's flaws,so I survive Walking with spoiled girl is actually not my preference.There're some occasions where I have opportunity to hang out ...

Makna Lirik Folklore Taylor Swift

Makna Lirik Folklore Taylor Swift Taylor Swift mengeluarkan album Folklore yang berisi 16 lagu. Dia menciptanya selama pandemic covid-19 ini. Semua lagu di album ini bagus banget. Masterpiece dari seorang legenda. Taylor Swift is music industry, gitu menurut orang-orang. Menulis adalah cara Taylor Swift  melarikan diri ke dalam fantasi, sejarah, dan ingatan. Dia menceritakan kisah-kisah ini dengan kemampuan terbaiknya dengan seluruh cinta, keajaiban, dan imajinasi. urutan lagu dalam album the 1 cardigan the last great american dynasty exile my tears ricochet mirrorball seven august this is me trying illicit affairs invisible string mad woman epiphany betty peace hoax (bonus the lakes) Berikut lirik dan makna album ini dari berbagai sumber. the 1 Swift merefleksikan tentang kehilangan cinta dari orang yang sudah dianggap sebagai belahan jiwa. Ia juga mempertanyakan kalau saja situasi berbeda, apakah mereka masih bersama. [Ver...

Bulus dan Ekologi: Menyelamatkan Alam, Menyelami Makna

 Bulus dan Ekologi: Menyelamatkan Alam, Menyelami Makna Di tengah derasnya arus modernisasi dan pembangunan yang seringkali melupakan keseimbangan alam, Dian Nafi menghadirkan buku “Bulus dan Ekologi” sebagai ajakan untuk kembali menyadari hubungan sakral antara manusia dan lingkungan. Bulus — hewan air tawar yang sering dianggap biasa, bahkan diremehkan — dalam buku ini justru menjadi simbol kearifan lokal dan daya tahan alam. Ia menjadi cermin bagi manusia untuk belajar tentang kesabaran, ketahanan, dan keterhubungan dengan ekosistem . 🌿 Dari Mitologi ke Gerakan Ekologi Buku ini tidak sekadar menceritakan kisah tentang bulus. Ia menggali makna budaya, mitos, dan spiritualitas di balik keberadaan bulus dalam kehidupan masyarakat pesisir dan pedalaman Jawa. Melalui pendekatan antropologis dan ekologis, Dian Nafi mengajak pembaca memahami bahwa ekologi bukan hanya urusan lingkungan , melainkan juga tentang etika hidup dan hubungan antar makhluk. “Menjaga bulus berarti menjaga ke...