colourful journal for beautiful life

Sabtu, 28 Desember 2019

Burung-Burung Manyar YB Mangunwijaya (ngemil baca)

Burung-Burung Manyar YB Mangunwijaya (ngemil baca)

Berawal dari obrolan dengan dosen-dosen arsitektur saat workshop kepenulisan arsitektur kemarin, aku jadi tergerak untuk mencari novel Burung-Burung Manyar YB Mangunwijaya dan membacanya lagi.


Persahabatan teto/leo/setadewa dg verbruggen, mayor belanda yg terus mencintai ibu Teto meski ditolak, ini antik ya. Juga kisah cinta dg larasati,yg berbeda haluan. Sublim bener. Tak cuma plot,alur,karakter yg kuat,tp gaya penceritaannya memikat
#burungburungmanyar
#ybmangunwijaya

Ternyata teto jd doktor matematika lulusan harvard dan jd manajer produksi pacific oil wells company. Pindah kewarganegàraan dan nikahi anak boss demi meraih posisi yg tinggi. Akhirnya cerai dan ziarah ke indonesia, membongkar kebusukan paramafia yang merugikan negara dan rakyat Indonesia.


Pemaparan ttg berbagai jenis dan detail burung2 di bagian awal dan ular2 di bagian tengah tentu butuh riset mendalam. Pemilihan binatang2 ini sbg jalan metafora bagi cerita n karakter2nya sangat tepat. Pemakaiannya dlm cerita terselip dg cantik n mengalir.
#burungburungmanyar


Gunung2 vulkan dan metafornya thdp kepribadian para pribumi juga sangat tepat. Jenius sekali. Membuat kecurigaanku mndpt jwbnya lagi, bhw geografis, toografi byk mempengaruhi psikologis, perilaku para penghuninya.

Salah satu memorable momen dan scene adl saat teto merogoh lubang tempat menyimpan kunci dapur runah kramat milik keluarga antana. Cara yb mangunwijaya bikin pembaca penasaran ttg pertemuan teto dan atik, dan senapan2 yg dibuang itu membuat kita trus cari tahu kelanjutannya.

Di paragraf akhir setiap babnya, yb mangunwijaya memberikan quote yg sublim. Gemes dan kepincut banget bacanya. Menohok tapi bener,  betul tapi menghunjam. Uuugghhh 🔪🔪🔪

Scene Sidang tesis atik ttg burung manyar, jati diri dan bahasa citra ini yg mgkn teman2 bilang kurang bisa paham krn mmg jeru bangets.


Puncaknya saat larasati menghambur, menjatuhkan dirinya ke pelukan teto, menangis habis di dadanya, dg sang suami janakatamsi yg menyaksikannya dg penuh pengertian.
Cinta memang pelik
#burungburungmanyar


About the Author

dian nafi

Author & Editor

lulusan arsitektur yang suka jalan-jalan, menulis fiksi dan non fiksi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

DeMagz © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates