Jumat, 13 September 2019

Move On Setelah Patah Hati

dian nafi
Move On Setelah Patah Hati
Hasil gambar untuk menangis

Ketika gadis pujaan hati menolak lamarannya dengan alasan keluarga si cewek merasa keberatan sebab mereka tidak selevel, Raho merasa berantakan. Penantiannya selama bertahun-tahun sebab memuja gadis itu sejak masih duduk di bangku SMP ternyata berujung kekecewaan dan sedih. Apalagi dirinya merasa semakin down saat di depan umum gadis itu acuh kepadanya, mengabaikan dan bahkan terang-terangan menolak saat ada teman lain yang menggoda mereka sebenarnya bisa menjadi pasangan serasi. Raho sampai jatuh dari motor sepulang dari insiden itu.
Jiwa Raho makin hancur saat gadis idamannya itu menikah dengan orang lain. Yang kabarnya dari perjodohan yang diatur pihak keluarga. Yang Raho tak habis pikir, gadis itu justru meminta tolong padanya untuk membagikan undangan pernikahan itu. Seolah-olah perasaan Raho tak ada arti apapun baginya. Di hari pernikahannya, Raho datang dengan hati yang tak terkatakan porak porandanya.
Butuh waktu lama, bertahun-tahun bagi Raho untuk bangkit dari keterpurukannya. Untunglah ada bapak, ibu, kakak-kakak, adik dan teman-teman Raho yang menjadi tempatnya bersandar. Dulu biasanya Raho tak pernah punya waktu untuk duduk berbincang dengan saudaranya, kini dia merasakannya sebagai salah satu media untuk menganulir kesedihannya. Bapak ibunya yang pengertian banyak memberikan bekal motivasi dan penyemangat. Meski mereka tak pernah membahas kepatahhatiannya, Raho dalam hati mengakui bahwa yang dulu ibunya katakan itu benar adanya. Sebuah wejangan, nasihat agar Raho tidak terlalu berharap muluk-muluk, agar dia memilih gadis yang sama levelnya saja dst.
Menyibukkan diri dalam pekerjaan, berkonsentrasi dan fokus menjadikan Raho sebagai orang yang berprestasi dan diperhitungkan dalam dunia kerjanya. Raho juga bergaul dengan lebih banyak teman, selain menghubungi banyak teman yang terdahulu. Jalan-jalan dengan mereka untuk mengurangi siksa batinnya. Raho juga kuliah lagi untuk menunjang karirnya dan juga membunuh waktu. Kesemuanya menjadi beberaa jalan yang Raho tempuh.
Beberapa kali perempuan lain mencoba mendekatinya karena memang dia cerdas, baik dan tampan, tetapi Raho masih tak bergeming. Tak ada yang bisa menggantikan posisi gadis itu dalam hatinya. Saat bayangan gadis itu masih terus ada di pelupuk matanya, dan mengganggu jiwanya, Raho memutuskan untuk membunuhnya. Dia menembak mati gadis idamannya itu dalam bayangannya, dalam benak dan pikirannya. Sekarang gadis itu sudah tiada dalam dunianya, tak bisa dia harapkan lagi untuk dimiliki.
Setelah beberapa waktu berlalu, meski belum sepenuhnya sembuh dan lupa (dan yang sebenarnya memang tak pernah hilang dari hatinya) akhirnya Raho melangkah dan menerima perempuan lain. Dia menikah dan meninggalkan Indonesia untuk beberapa tahun. Hingga anak pertamanya lahir di luar negeri dan dia mulai menghadapi hidup baru bersama keluarganya.




TENTANG BUKU HOW TO RESET YOUR LIFE
Ada masa di mana kita merasa sangat berantakan dan membayangkan seandainya semua ini bisa di-undo, dibatalkan. Atau andai saja hidup kita bisa di-reset, diulang lagi, sehingga yang berantakan itu jadi rapi, we start from zero. Kita mulai lagi dari nol.
Mungkin nggak ya?
Buku HOW TO RESET YOUR LIFE ini menjelaskan tentang proses membangun ulang bangunan hidup Anda, secara baik dan damai.


EVENT RESET YOUR LIFE TERDEKAT
HARI/TANGGAL: Senin, 16 September 2019
JAM: 15.30 – 18.00
ACARA: BOOKTALK “HOW TO RESET YOUR LIFE” BY DIAN NAFI
LOKASI: DI AMPHITHEATER OUDETRAP FESTIVAL KOTA LAMA SEMARANG
https://goo.gl/maps/vwpZZjEd5LhDpmik8

Mau ikut Reset Coaching juga?
Klik bit.ly/resetcoaching

Bangkit Setelah Kematian Suami

dian nafi
Bangkit Setelah Kematian Suami
Hasil gambar untuk menangis
Suami mendadak meninggal dalam kecelakaan dan meninggalkan dua anak kecil, 3 dan 1,5 tahun, rupa-rupanya belum cukup menjadi ujian May. Dia mengalami goncangan tambahan karena tiba-tiba didepak dari CV konsultan dan developernya sendiri yang dibangun bersama seorang teman dekat. Dia pikir teman dekat ini yang menyelamatkannya dari kehancuran sejak ditinggal mati suami, tetapi ternyata tambah meninggalkannya juga pada akhirnya. Permintaan ibunya -yang mungkin didorong untuk menjaga May dan anak-anaknya- agar May balik ke kota kecil mereka, membuat May makin mati kutu. Tidak ada pasar yang cukup luas untuk kemampuan dan skill-nya. Tetapi harus melajo ke kota besar sebelah, membuat energinya terkuras padahal masih harus mengasuh dua balitanya.
Dalam kejatuhan sedemikian, bahkan dia rasa sampai ke titik nadir, kadang dia berjalan dan berkendara  bagai zombi di kota kecilnya yang sepi. Tatapan matanya hampa, hatinya berlubang besar oleh rasa kematian suaminya dan kehilangan perusahaan konsultannya, jiwanya perih atas penelikungan sahabat dekatnya, ditambah marah, kecewa dan berontak akan keputusan ibunya yang dirasa diktator. Dia merasa sudah mau habis, tapi kemudian ingat kedua anaknya yang masih sangat kecil. Dia bertekad untuk terus melanjutkan hidup.
Dalam  keadaan putus asa dan penuh tekanan, dia menumpahkan kegelisahan serta segala rasa dalam batinnya, jeritannya pada Tuhan, pertanyaannya akan takdir dan semuanya ke dalam tulisan-tulisan di note fesbuk. Beberapa teman yang tertarik pada tulisannya, menyarankan May agar mengikuti kompetisi menulis yang diselenggarakan penerbit. Kemenangan demi kemenangan kecil diraihnya, sehingga sang adik mendorong May untuk melanjutkan kemungkinan-kemungkinan baru. Karir baru di bidang kepenulisan pun dirambah. Perlahan-lahan hal tak terduga ini membawanya melangkah keluar zonanya selama ini. Menulis buku, menerbitkan, mengikuti berbagai workshop sampai akhirnya mengisi banyak workshop dan menjadi public speaker di berbagai kota. Hal yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sesuatu yang mungkin saja tidak akan bisa dicapainya kecuali setelah dia mengalami kejatuhan itu.
Syukur alhamdulillah pencapaian-pencapaian ini membuatnya semakin bangkit, sehingga dia pun kembali dengan percaya diri membuka kembali konsultan arsitekturnya. Beberapa drafter membantunya menyelesaikan tugas-tugas ini karena dia musti membagi waktu, perhatian dan energinya dengan tugas-tugas lain.
Lalu dia sadar bahwa keputusannya waktu itu untuk patuh pada nasihat ibunya demi meraih ridlo beliau, adalah yang mungkin menghantarkannya sampai di rel kehidupan baru ini. Kadang butuh waktu untuk kita bisa melihat kepingan-kepingan puzzle kehidupan dan mengelupas lapisan demi lapisan tabir misteri takdir.


TENTANG BUKU HOW TO RESET YOUR LIFE
Ada masa di mana kita merasa sangat berantakan dan membayangkan seandainya semua ini bisa di-undo, dibatalkan. Atau andai saja hidup kita bisa di-reset, diulang lagi, sehingga yang berantakan itu jadi rapi, we start from zero. Kita mulai lagi dari nol.
Mungkin nggak ya?
Buku HOW TO RESET YOUR LIFE ini menjelaskan tentang proses membangun ulang bangunan hidup Anda, secara baik dan damai.


EVENT RESET YOUR LIFE TERDEKAT
HARI/TANGGAL: Senin, 16 September 2019
JAM: 15.30 – 18.00
ACARA: BOOKTALK “HOW TO RESET YOUR LIFE” BY DIAN NAFI
LOKASI: DI AMPHITHEATER OUDETRAP FESTIVAL KOTA LAMA SEMARANG
https://goo.gl/maps/vwpZZjEd5LhDpmik8


Rabu, 11 September 2019

Event Diskusi Buku Di Festival Kota Lama Semarang

dian nafi
Event Diskusi Buku Di Festival Kota Lama Semarang



Hai hai....
Mau ada event diskusi buku lagi nih. Kali ini menjadi bagian dari Festival Kota Lama Semarang yang diselenggarakan dai 12-22 September 2019.

Program acara Festival Kota Lama Semarang antara lain: pameran kuliner legenda, pameran kopi susu kerja sama Indonesia-Belanda, pameran mebel Jepara yang mengangkat tema: Kartini. Tidak ketinggalan ada Jelajah Kota Lama oleh Bersukaria Tour, seminar, book talk yang menghadirkan para penulis, bedah film, Belajar Bahasa Belanda, jalan sehat lintas generasi, serta Indische Parade sebagai bentuk kerja sama dengan Semarang Night Carnival.

Salah satu buku yang ada di sesi BookTalk nanti adalah Buku HOW TO RESET YOUR LIFE karya Dian Nafi yang diterbitkan oleh Penerbit Grasindo. 


Catat tanggalnya ya!
HARI/TANGGAL: Senin, 16 September 2019
JAM: 15.30 – 18.00
ACARA:  BOOKTALK “HOW TO RESET YOUR LIFE” BY DIAN NAFI 
LOKASI: DI AMPHITHEATER OUDETRAP FESTIVAL KOTA LAMA SEMARANG
https://goo.gl/maps/vwpZZjEd5LhDpmik8


#
TENTANG BUKU HOW TO RESET YOUR LIFE
Ada masa di mana kita merasa sangat berantakan dan membayangkan seandainya semua ini bisa di-undo, dibatalkan. Atau andai saja hidup kita bisa di-reset, diulang lagi, sehingga yang berantakan itu jadi rapi, we start from zero. Kita mulai lagi dari nol. 
Mungkin nggak ya? 
Buku HOW TO RESET YOUR LIFE ini menjelaskan tentang proses membangun ulang bangunan hidup Anda, secara baik dan damai.

Selasa, 10 September 2019

Menyelesaikan Persoalan Buruh Migran (day 2)

dian nafi
Menyelesaikan Persoalan Buruh Migran (day 2)


Baca rangkuman hari pertama di  https://www.hasfa.co.id/2019/09/onemore-hasfa-foundation-contribution.html 

Harus menemukenali agar nyambung antara sebab mendasar, dampak dan solusi. Tingkatkan pemahaman agar punya kesadaran kritis. Shg tdk menyalahkan diri, tdk menyalahkan org lain. Cari kmbing hitam ataupun pasrah pd magis. #advokasi


Bekerja tdk sesuai krn majikan terlalu eksploitatif. Dampaknya pmi sakit. Harusnya ada poll utk pengaduan. Paspor ditahan sebab spy pmi kerja sesuai keinginan majikan. Danpaknya gak bisa lari. Hrsnya paspor dipegang pmi. Tdk ada uang makan krn majikan tdk tunaikann kwjb

Hrsnya ada uang nakan. Tdk keluar sebab dilarng majikan. Dampaknya tdk tahu info.Hrsnya diberi masa libur Dilarang komunikasi keluarga spy kerja terus.Dampaknya keluarga khawatir. Hrsnya hak komunikasi. Tdk bs kelola uang sebab tdk trampil. Dampak tdk py aset.hrs usaha

Keluarga memburuk sebba kurang komunikasi dan komitmen. Dampaknya perceraian. Hrsnya komunikasi. Jalan keluar bukan yg absurd dan imajiner, hrs konkrit.

Permen PPA no 20 th 2010 dari UU no 52 th 2009 pasal 74 setiap keluarga berhak sejahtera. Di tingkat daerah hrsnya ada perda. Sdh ada inisiasi parenting community yg mjd bagian dr dismigratif, meski belum berjalan dg optimal

Sayangnya upaya2 pilar, fasilitator pelayanan2 tdk mdpt respon baik dr masyarakat, dikira cari2 uang. Akan dibuat rumah desmigratif utk nampung anak2 PMI agar tdk nakal, bs belajar dll. Cara menjangkaunya scr grup, sesuai range usianya, krn psikologinya berbeda2


Rumah desmigratif belum dibuat. Sementara bertempat di balai desa pidodo kr tgh, jragung kr awen, sidomulyo dempet, megonten kebonagung, doreng. Di bawah koordinasi dinakerind Tiap malam koordinasi via wa jk ada mslh2 Dinsos,dikbud,dinkes hrs juga turut bina keluarga tki
Gambar
Isu kesehatan terkait pmi adl hiv aids. Dinkes hrs edukasi cpmi ttg resiko tertular hiv. Sosialisasi scr grup pemahaman dasar ttg hiv. Edukasi via pkpr. Skrg sangat urgen apalagi tren hiv meningkat. Terutama pekerja luar kota. Hrs diantisipasi sblm semakin parah.

Butuh regulasi juga jika ada jenazah sbg ODHA. Penanganannya berbeda. 90% penderita hiv adl TBC Jk pulang dlm keadaan sekarat? bgm penanganannya? Mekanisme khusus dr KPA komisi penanganan Aids dg jamkesda yg universal coverage semisal tdk py KIS atau BPJS.


Jk sakit aids kemudian sehat dan ingin berangkat LN lagi sbg PMI ada pendampingan dr dinkes. Kalau ada kasus2 semacam itu, bisa hubungi jejaring kesehatan. Keluarga mjd elemen penting dlm perawatan ODHA di rmh.


Spy pokja bisa kerja, butuh payung kebijakan daerah. Pokja adlh inisiasi menuju perda tsb.

Urgensi pokja bina keluarga tki Pemberdayaan ekonomi Ketahanan kesejahteraan keluarga Perlindungan anak
Gambar
yg sdh dilakukan masy:
Pembentukan kelompok usaha Community parenting Konseling keluarga Regulasi daerah ttg perlindungan anak Jaminan kesehatan anak KIA Posyandu anak Yg belum dilakukan Bantuan modal Jaringan pemasaran Pembentukan bk tki Paguyuban pmi n purna pmi

Hambatan/Tantangan: Lack of management dlm penberdayaan ekonom Belum bisa berkesinambungan community parenting n konseling Belum ada koordinasi n produk hukum tki Rendahnya partisipasi masy thd pola asuh anak Kurangnya kesadaran utk terlibat dlm pendidikan anak


Perspektif pemerintah. Yg sdh dilakukan: Uppks dinpermades Tkm dinakerin Pmu bg korban kdrt Bina keluarga remaja Pik remaja Pkpr Posyandu lansia Posyandu balita Forum anak Community parenting Desa ramah anak Sekolah ramah anak Rs puskesmas ramah anak

Yg belum dilakkukan: Pelatihan industri rmh tangga Ijin PIRT Posyandu remaja Community parenting Ruang bermain anak Tantangan: Dana Packaging Insidentil, tdk kontinyu Pemasaran Perijinan Kurangnya komitmen kepala desa Belum terintegrasi dg dana desa Kurang kepedulian

Di pesisir, byk tjd kdrt pd perempuan jk suami yg nelayan dtg dlm keadaan tdk bawa hasil. Kemiskinan dan kelaparan jd pemicu. Tp perempuan yg jd korbannya.

Dari 30 anak punk, ada 2 yg positif hiv. Anak2 punk rentan thd hiv aids

Dr perspektif PMI Yg sdh dilakukan: Kelompok usaha Pembekalan agama Quality time dg keluarga saat cuti Anak2 pmi diasuh oleh keluarga yg dipercaya Anak2 disekolahkn Yg blm dilakukn: Jaringan pemasaran Pendidikan karakter Manajemen uang Tantangan: Blum ada fasilitator


pokja bktki penting krn: Pmi dan keluarganya perlu diorganisir dlm paguyuban shg mempermudah opd terkait utk melakukan penguatan2 di berbagai aspek. Shg smua sinergi tanpa tumpang tindih. Berhasil guna dan terukur. Smua opd terkait bikin pilot bersama, nyengkuyung brg


Dismigratif perlu bikin data faktual shg pelatihan2 yg dilakukan tdk mubazir. Jgn asal2 bikin pelatihan. Eman2 apbd nya. Itu duit rakyat. Hrs netes. Menghasilkan

RTL rencana tindak lanjut Krn amanah permen ppa maka leadnya aka Ketua pokja: dinsosppa Meski inisiasi dr pemprov tapi Fasilitasi dr pemkab Jalur tahapan cpmi demak sebagian besar melalui PT yg ada di grobogan Bgm cara mengeliminir n evaluasi utk lindungi warga

Perlu edukasi kepala desa agar tdk meloloskan cpmi yg tdk layak dst. Tdk bisa dg hanya himbauan. Hrs dg aturan yg jelas dr pemerintah

RTL perspektif opd: Pembentukan paguyuban Screening kesehatan purna pmi Pelatihan tkm Community parenting Pendirian koperasi desa Terrtib adminduk bagi cpmi Pembinaan thd p3mi/pt Pokja mengawal RTL sesuaikan anggaran n nomenklatur. Diupakan utk anggaran th berkutnya

Prioritas ranking Paguyuban Tertib adkminduk oleh pjtki, dukcapil, pmi, dinakerin (koordinasi dinas2 terkait agar outputnya tjd tertib adminduk utk rekruitmen) Screening kesehatan purna pmi Pelatihan tkm Pembinaan p3mi Community parenting Pendirian koperasi

RTL perspektif pemerintah Rumah dismigratif sbg pusat info Pendidikan kewirausahaan Pembinaan keluarga utk pengasuh Pengajian ekonomi produktif Bina anak PMI



Kamis, 05 September 2019

SelaSA eSAi

dian nafi





SelaSA eSAi

Sore : 15.30 – 17.30 WIB


Hasfa Camp: Cempaka 8/D3 Perum Wijaya Kusuma 2 (belakang SMAN 1) Demak


Lokasi : https://g.page/HASFA
Daftar:  klik  bit.ly/wahasfa
**

Pilihan kelas Hasfa Camp lainnya:
senEN cerpEN
selaSA eSAi
raBO BlOG
kamIS jurnalIS
jumAT curhAT

sabTU TUlis buku
mingGO GO digital
ahad NyOre NOvel

**


**

Ingin mengundang dan bekerja sama juga untuk kelas dan sharing kepenulisan, seminar, pelatihan? klik  bit.ly/wahasfa

atau SMS/WA 081328767574

atau line diannafi57 untuk terhubung langsung dengan nara sumber

**

Mau ikut pelatihan-pelatihan bermanfaat?
Daftarkan diri segera ke Hasfa Camp!
Butuh space, meja dan layanan internet untuk start-up mu?   
Butuh teman dan mentor untuk networking dan brainstorming?
Yuk gabung ke Hasfa Coworking Space

Follow also our sosial media account:
FB page : https://www.facebook.com/HasfaCreative
Twitter: https://twitter.com/hasfa_camp
Blog: http://hasfacreative.blogspot.co.id/
Web: http://www.hasfa.co.id/
IG: https://www.instagram.com/hasfacreative/

Minggu, 25 Agustus 2019

Jakarta International Literary Festival Day 4

dian nafi
 Jakarta International Literary Festival Day 4


Yang ngerjain instalasi semuanya di exhibition, panggung luar maupun elemen lainnya justru konsultan arsitektur lho. Iya sih arsitek memang bisa apa aja.

Ada wall yang menampilkan Koran koran jaman dulu. Sebagian ditulis dalam bahasa belanda, bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

Ada juga pojok yang menceritakan tentang  pengaruh sastra tionghoa dan melayu pada masa kolonial dulu


Ada wall fame nya juga. Imagine someday your face and your name will be on the wall. Aamiin




Hari keempat symposium tujuh The Sourthen Common Theme Dilemma ada Legodele Seganabeng dari Botswana, Sharlene Theo dari Singapura, Intan Paramadhita. 


Akhirmya ketemu Intan Paramadhita setelah selama ini cuma dengar namanya kayak hantu aja yang dia tulis dalam karya karyanya. Ternyata memang cerdas banget. Kita suka salah asumsi dan persepsi kalau cuma lihat dari jauh dan melihat dari tampilan permukaan aja. Padahal pas tahu dan dengar langsung barulah mengakui bahwa ya memang dia pantas dapat penghargaan dan posisinya sekarang. 




Hari keempat symposium delapan Sourthen Canon ada Adania Shibli dari Palestina, Ramon Guillermo dari Philipina, m Hilmar Farid dan Stephanos Stephanides dari Cyprus. 
Ada banyak insight dan ide dari orang orang cerdas ini. 
Ramon bahkan menyajikan hasil risetnya dalam infografik yang menarik dan memperlihatkan jelas bagaimana karya karya sourthen yang merambah internasional.

Adania Shibli yang cerdas dan keren banget bikin kita ternganga dengan gaya presentasinya yang keren dan tidak membosankan meskipun sangat panjang. Memadukan antara story telling kisah dan metafora dan narasi esai yang akademik.

Adania Shibli dari Palestina.
Speechless deh....
I am absolutely her fans now



Di dalam Taman Ismail Marzuki ini ada Masjid amir hamzah tempat refresh tiap jam sholat. Alhamdulillah ngadem dan sejenak rehat. Selonjoran juga kadang-kadang, Tapi seringnya langsung  ke panel-panel lagi sih,






Reading night digelar selepas isya tiap harinya. Ganti ganti yang baca. Empat sampai lima orang setiap kalinya. Dan macam macam gaya bacanya. Bisa banget jadi referensi.



Foto foto bareng saat nonton reading night.  Bareng Clarissa Gunawan dan Nuril Basri. 


Termasuk hang out bareng bu nyai dan pak yai yang jauh jauh datang dari Madura.  Penyaor Sufi yang mau launching buku Etnografi Sastre Pesanren, Yai Raedu Basha dan istrinya Iffah Hanah.




Talkshow di penghujung. Ger ger an bnaget demger anak anak muda cerdas ini nyinyir tapi dengan gaya yang kocak.
Cah saiki memang pinter pinter banget 



Bahagia banget ketemu pak John lagi. Dan orang orang di balik kesuksesan terbitan terbaru Lontar. Ada fave couple ku juga. Dea Anugrah dan Nadya Noor.

Happy and satisfied to be here. Sangat terprovokasi dan habis ini makin semangat nyelesaikan apa apa yang tertunda. 
All wrap. Well done.

Bonusnya ketemu mba Reda Gaudiamo.  Aan mansyur nya Ada Apa Dengan Cintanya Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputre. Mba Ninus editorku di Plot Point nya mba Gina S Noer dan mas Salman Aristo waktu itu, m Ronny Agustinus Marjin Kiri dan mba Olin Monteiro. 



Baca lebih lanjutnya tentang Jakarta International Literary Festival
Day 1
Day 2
Day 3
Day 4

Kamis, 08 Agustus 2019

Semarak dan Serunya Demak Expo 2019

dian nafi
Semarak dan Serunya Demak Expo 2019


Gak keerasa tahu tahu sudah satu tahun berlalu. Sempat dengar kabar aklau mau ada Demak Expo tapi karena sibuk sampai gak perhatiin kapan pelaksanaannya.
Nah ujug ujug kok sebelah kampus ramai ramai ada apa ya.

Rupanya Demak Expo mulai digelar lapak  lapaknya

jadi kami pun pergi ke sana tiap siang untuk lunch bareng bareng di food courtnya

Malamnya aku memanfaatkan untuk memperpanjang STNK motor di samsat online nya dong.
Paginya lagi aku ke both kesehatan untuk periksa gratis. daaan ketahuan kalau kolesterolnya berlebih. Aaaaargggh harus diet ketat nih.


Dan aneka rupa jajanan serta jualan lainnya ada di puluhan booth dan stand di DDemak Expo tahun  ini. Yang tak bisa dilewatkan adalah kunjungan ke booth pendidikan untuk lihat aktifitas literasinya dong. Wajib banget. Secara kan diriku sudah dapat penghargaan apresiasi literasi dari Bupati dan Pemda Demak tahun kemarin. #eaaaaa..

Over all. Sukses terus buat Demak Expo. Saksiskan video vidoe dan vlog vlognya di youtube.com/diannafi ya

Selasa, 30 Juli 2019

Liputan Aman dengan Insto Dry Eyes

dian nafi
Liputan Aman dengan Insto Dry Eyes


Menjadi bagian dari kru media dan majalah tuh seru seru sedih. Serunya kalau liputan dan tulisan bisa diselesaikan dengan tepat waktu serta bisa diterima baik oleh pembaca, apalagi kalau mendapat tanggapan antusiasme yang heboh.
Sedihnya kalau musti mengejar deadline di tengah tugas-tugas lainnya baik sebagai pelajar ataupun anak manis yang musti menyenangkan orang tua.
Sedih banget tuh kalau misalnya harus liputan di tengah siang hari bolong musim panas alias kemarau demi mendapatkan konten buat majalah dan media yang sudah kita komitmenkan.
Sudah lah panas sekali terik mataharinya. Gerah pula hawanya. Dan cuacanya juga bikin demam karena musim panca roba peralihan panas ke dingin atau dingin ke panas. Ditambah pula dengan polusi udara oleh debu, asap kendaraan dan lain-lain residu yang semakin membuat tak nyaman suasana.
Kadang karena saking panas dan keringnya, mata kita pun tak luput dari imbasnya. Rasanya mata tuh kering dan akhirnya sakit. Sudah berkali-kali mengkerjap kerjapkan mata juga tapi tak berkurang rasa sakitnya.
“Kamu kenapa, Ris?”
“Mataku sakit banget nih,” Risma mengucek ucek matanya. Dia sejenak memandang langit seolah dengan begitu akan ada perubahan.
“Jangan malah kamu ucek lah. Ntar tambah sakit lho,” Dewi memperingatkan sahabatnya.
“Aku pulang ya,” mulai putus asa Risma hendak beranjak pergi.
“Lhoh gimana sih. Kan liputan kita belum selesai nih Kan  arak-arakan prajurit patang puluhannya belum selesai,” Dewi menarik lengan Risma, menahannya untuk tidak jadi pergi.
Yang sebenarnya, dirinya sendiri juga lumayan capek. Semalaman mereka meliput arak-arakan tumpeng songo dari arah pendopo kabupaten ke arah masjid Agung Demak. Berdesak-desakan dengan banyak warga yang berebut tumpeng dari Sembilan tumpeng tersebut.
Siang sebelumnya mereka sudah jalan ke arena tempat Grebeg Besar di Tembiring. Dulu tempatnya di alun-alun depan Masjid Agung persis. Tapi sejak beberapa tahun terakhir lokasinya jadi lebih jauh sehingga mereka harus ekstra energy untuk ke sana.
Di hari-hari menjelang Idul Adha begini, warga makin banyak yang memadati Grebeg Besar sehingga makin penatlah tubuh ketika liputan seperti itu.
Pagi ini mereka ke Grebeg Besar lagi melanjutkan beberapa pengambilan gambar dan makin siang makin kering dan panas.
Kemudian mereka mengikuti arak-arakan Prajurit Patang Puluhan dari arah masjid Agung ke Masjid Kadilangu. Dengan panas dan kering yang makin menjadi-jadi. 







“Mataku masih sakit,” keluh Risma menyerah.
“Wan!” Dewi meneriaki salah seorang kawan yang lewat.
“Kamu biasanya membawa banyak obat di kantong ajaibmu kan?” cegat Dewi sembari menarik Awan mendekat ke arah Risma yang menunduk sambil memejamkan matanya.
“Mata Risma kenapa?” Awan yang peka dan cepat tanggap langsung memeriksa mata Risma, kawan akrabnya juga selain Dewi dan kru majalah mereka lainnya.
“Nih pakai Insto Dry Eyes,” Awan mengambilkan obat dari dalam tasnya.
 “Insto dry eyes bisa membantu  mengurangi pegal di mata, sebab berfungsi seperti air mata buatan,” imbuhnya.
Insto dry eyes  mengandung bahan aktif yang dapat mengatasi kekeringan pada mata dan dapat digunakan sebagai pelumas pada mata. Selain itu juga memiliki bahan aktif yang dapat membunuh bakteri. Obat tetes mata ini tersedia dalam ukuran  7.5 ml. Mata Kering, Mata Sepet, Mata Pegel, Mata Perih, Mata Lelah merupakan gejala mata kering. Solusi pegal, sepet dan perih  pada mata tentu saja Insto Dry Eyes

“Alhamduillah. Makasih ya,” Risma sudah tersenyum sekarang dan bisa melanjutkan liputannya hari ini.


Jumat, 12 Juli 2019

Dian Nafi

dian nafi



SHORT VITA:
Dian Nafi, Graduated from S1 Architecture Technic Diponegoro University. Love travelling and writing fiction, non-fiction about pesantren, women, parenting, entrepreneurship, personal growth and people development. Coach and Trainer at Gramedia Academy, Mentor at Kampus Fiksi, Tutor Women Will by Google, Public Speaker at more than 50 cities in Indonesia. Author 28 books, 86 anthology of 17 Indonesian publishers. Blogger www.dian-nafi.comwww.writravelicious.comwww.hybridwriterpreneur.com. Journalist www.demagz.web.id. CEO Hasfa Camp & Publishing www.hasfa.co.id.
Her profile has been loaded at Harian Analisa Medan (2011) Buku Profil Perempuan
Pengarang dan Penulis Indonesia (KosaKataKita, 2012) Jawa Pos-Radar
Semarang (2013) Alinea TV (2014) Koran Sindo (2014) Tribun Jateng
(2015) Nakita (2016) TVKU (2018)
Favorite Winner LMCR ROHTO 2011 and 2013. Selected Author writing workshop KPK 2011, Selected Author writing workshop Kompas 2012,
Nominee Favorite Non-Fiction Anugerah Pembaca Indonesia 2012. PSA Awardee
2013. Bulan Narasi Awardee 2014. PSA Awardee 2014.  Nominee Favorite Fiction Anugerah Pembaca Indonesia 2016. Awardee Literary Appreciation from Bupati 2017. Winner of Lomba Balai Bahasa Jawa Tengah 2018. Finalist Fellowship IBT Tempo 2018. Selected Paper Presenter on International Conference at Radboud University Netherland 2019
Active on many writing communities, blogger communities and other communities. Head of Research and Development Fatayat NU Demak; Research and Development CodingMum Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif); Head of Organization Division GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Demak, Head of Sastra Committe DKD (Dewan Kesenian Daerah) Demak. Secretary KBIH Muslimat NU Demak.


**
Having conservative orthodox life hood at pesantren, but also getting modern influence at her architecture campus

life, make Dian Nafi become paradox on her writings. Spiritual but also revolt simultaneously. Her 28 books and 86 anthologies which published by 17 publishing in Indonesia bring her giving speech at more of 50 cities and hundred occasions. Active at research & development of Indonesia's largest Religious institutions, she shout and act for women Empowerment. She actuate many literacy activities and Conduct many literacy communities. She just presented her paper on International Conference at Radboud University Netherlands.